Membangun Tim Kerja Efektif dalam Proyek Perubahan

Polewali Mandar Sulawesi Barat@arali2008.– Tim Kerja dalam suatu rancangan proyek perubahan adalah penentu keberhasilan proyek, oleh karenanya seorang pemimpin perubahan diharuskan terlebih dahulu merancang pembentukan tim yang selanjutnya disebut membangun Tim Kerja Efektif. yaitu Efektif dalam melakukan perubahan. 

Baca juga tulisan : Pemimpin Perubahan pada Pejabat Birokrat

Hal-hal yang diperhatikan dalam membangun Tim Kerja Efektif  adalah mengenal dan mengetahui setiap anggota tim  dengan mengelola dan merespon emosi diri sendiri dan emosi anggota lainnya selama berinteraksi sebagai tim, sehingga emosi tim terlihat lebih cerdas dan lebih percaya diri dengan kepemimpinan perubahan.

Penting dilakukan karena Tim Kerja Efektif akan berhadapan dengan stakeholdernya atau mitra kerjanya. Setiap anggota tim mempunyai juga kesadaran bahwa “teamwork” dan “network” menjadi hal penting untuk dibangun dalam melakukan perubahan. Dan Tim mampu mengelola potensi dukungan dan konflik — asumsi dan resiko— yang terjadi dalam implementasi proyek perubahan. Membangun Tim Kerja Efektif adalah membangun Kolaborasi antara anggota dengan anggota lainnya dan mitra kerja (bc. stakeholder) dengan berbagai akibat dan manfaat dari implementasi proyek perubahan yang akan dilakukan.

Tahapan membangun tim kerja efektif

Tahapan membangun tim kerja efektif yang digunakan dalam pendidikan dan pelatihan kepemimpinan di LAN Makassar

Seperti yang disajikan pada gambar disamping  tahapan membangun tim kerja efektif oleh seorang pemimpin perubahan pada tim yang selanjutnya disebut pemimpin Kolaborasi dapat dijelaskan sebagai berikut :

Pada tahapan forming;

Tugas utama dari pemimpin kolaborasi yaitu memfasilitasi hubungan (facilitation contact) antar para pihak yang masuk menjadi anggota Tim Kerja Efektif secara kolaborasi. Hal ini penting untuk menghilangkan kekakuan dan meningkatkan kesaling mengertian di antara para pihak terkait. Kemampuan ini membutuhkan keahlian dan keterampilan berkomunikasi dan memfasilitasi komunikasi antar pihak.

Pada tahapan storming;

Tugas utama dari pemimpin kolaborasi adalah mengelola konflik yang mungkin terjadi. Hal ini sangat terkait dengan kemungkinan terjadinya konflik pada tahap ini. Tahap storming ini diwarnai dengan penentuan kepentingan bersama, tujuan bersama dan nilai-nilai bersama. Diskusi dan negosiasi akan sangat mewarnai tahapan ini. Oleh karena itu, kemampuan dalam mengelola konfilk serta mengeloa kepercayaan dari pihak yang berkolaborasi menjadi sangat dibutuhkan. Jika ditemukan masalah dalam tahapan ini, maka proses dapat mundur ke tahapan forming, dimana pada tahapan ini kembali dilakukan penentuan anggota-anggota yang masuk dan keluar dari kolaborasi terkait dengan penentuan “common goals (tujuan bersama) dan coordinative actions” (aksi-aksi koordinasi).

Pada tahapan norming;

Semua tujuan bersama dan berbagi peran (coordinative action) telah ditetapkan. Pada tahap ini hal yang terpenting yang harus dilakukan oleh pemimpin kolaborasi adalah mempertahankan saling kepercayaan antara pihak-pihak terkait sehingga semua pihak dapat melakukan pekerjaan masing-masing dalam rangka mencapai tujuan bersama. Jika ditemukan kendala dalam tahapan ini, maka proses kembali ke tahapan stroming, pada tahapan ini kembali didefnisikan tujuan bersama, dan nilai bersama serta konsep berbagi peran (coordinative action) di antara angota kolaborasi.

baca juga : Koordinasi dan Kolaborasi Ala Puzzle

Pada tahapan performing;

IMG-20180522-WA0025-1

Anggota Tim Kerja Efektif yang siap Bekerja dalam  Suatu Proyek Perubahan

Hal yang terpenting untuk dilakukan oleh pemimpin kolaborasi adalah memberikan dukungan (facilitation of work) untuk semua anggota kolaborasi melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, pada tahapan ini juga pemimpin kolaborasi terus mempertahankan saling kepercayaan antara anggota tim serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kolaborasi. Selain itu, memfasilitasi komunikasi (facilitation of contact) juga harus dilakukan dalam tahapan ini. Jika ditemukan masalah pada tahapan ini, maka proses dapat mundur kembali ke tahapan storming untuk menentukan kembali tujuan bersama, nilai bersama serta konsep berbagi peran (coordinative action) antara para pihak.

“Karir saya tidak akan cepat jika tim saya tidak bekerja dengan baik.
Orang-orang dalam organisasi bermacam-macam fungsinya. 
Tidak harus ada tim tapi jika Struktur Tim berjalan dengan baik 
maka itu akan berjalan dgn baik. 
Setiap ASN harus punya kompetensi ini, 
Kemampuan kerjasama dengan kelompok dengan komunikasi yg baik”

Oleh Bpk Eka Sila Kusna Jaya, 
Ka Kanwil DJP Sulselbarbar 
ketika memberikan materinya tentang Tim Kerja Efektif

Berikut ini hasil diskusi kelas dalam membangun tim kerja efektif dalam suatu proyek perubahan yang dilihat dari ciri-ciri dan yang harus dihindari oleh Tim Kerja Efektif yang baik. Juga yang dilihat dari Apa-apa yang harus dimiliki dan yang menjadi tugas Pemimpin Perubahan, dapat disebutkan dibawah ini.

Ciri-Ciri Tim Kerja Efektif yang baik  adalah

  • Tujuan yg akan dicapai itu jelas
  • Tiap anggota terdorong untuk berperan aktif
  • Ada sharing, banyak mendengar, pendengar yang efektif dan bertanya, menerjemahkan dengan sederhana
  • Harus jelas perannya dalam pelaksanaan tugas
  • Fungsi pimpinan bisa beralih ke orang lain secara tidak formal
  • Berbagi peran, tanggung jawab, kontribusi
  • Kepemimpinan / leadership
  • Pimpinan harus bisa memetakan peran tiap anggota tim, Berbagi peran
  • Hargailah pendapat setiap anggota tim
  • Trust/ kepercayaan, tidak bisa sinergi jika tidak percaya
  • Bangun komunikasi antar anggota tim dan stakeholder yang lain
  • Saling Menghormati, ada norma-norma
  • Kompetensi : tugas leader jika anggota ada yang tidak kompeten untuk dididik : Pembinaan
  • Mengapresiasi kinerja anggota tim

Yang harus di hindari dari Tim Kerja Efektif adalah

  • Tidak boleh egois, pimpinan mengecilkan ego
  • Persaingan yang tidak sehat, bersaing kodok (kepala nya nongol kaki menginjak org lain), anak buah berprestasi, kita anggap keberhasilan kita(pimpinan)
  • Kambing hitam, saling buang tanggung jwb jika ada mslh, cari salahnya dimana? Bukan siapa yang salah

Yang harus dimiliki oleh Pimpinan dalam Tim Kerja Efektif adalah

  • Pemimpin Punya tanggung jawab, bisa mempengaruhi orang, memimpin orang
  • Kepemimpinan prosesnya, gimana mempengaruhi, role model
  • Pendelegasian  pilihlah bawahan yang memang mampu, petakan siapa yang layak tanpa subjektifitas bukan kedekatan personal
  • Jelaskan tugas yang jelas
  • Pendelegasian berikan otoritas secukupnya , bukan kasih kepala kita pegang ekoor nya
  • Pengendalian dan pengawasan
  • Apa benang merah tim kita dalam organisasi.
  • Menyelaraskan dan aspirasi setiap anggota
  • Empowerment / memberdayakan anggota lebih maju

Tugas sebagai pemimpin dalam Tim Kerja Efektif adalah

  • Tentukan visi dan misi, dgn memperhatikan pendapat dari anggota
  • Mengetahui sumber kekuatan yang dimiliki (melihat kapasitas anggota, sarpras dll)
  • Memperkuat motivasi kelompok (jgn cengeng, terlihat panik)
  • Membangun strategi yang rasional sesuai visi, bukan hanya SK
  • Pimpinan digaji besar karena Ambil resiko Membuat strategi
  • Super leader yaitu Membentuk anak buah, makin pinter anak buah makin akselerasi prosesnya dan Memahami self leadership setelah bisa membantu orang lain

Tuntutan pimpinan saat ini adalah melihat Anggota Tim sebagai SDM, harta paling penting. Memberi kekuatan Transfer leadership ke anggota. How to do it à how to be = apa maunya dan mau jadi apa.

CATATAN LAINNYA

  1. Kecerdasan emosi diposisikan sebagai materi yang membekali peserta untuk memiliki kemampuan memanfaatkan dan mengelola emosi dalam memimpin kerjasama tim
  2. Koordinasi dan kolaborasi diposisikan sebagai materi yang membekali peserta untuk memiliki kemampuan “bekerja sama” dan “bekerja bersama-sama” dengan stakeholder.
  3. Membangun tim efektif diposisikan sebagai materi yang membekali peserta untuk memiliki kemampuan mengidentifikasi stakeholder, mengenali stakeholder, mempengaruhi stakeholder dan menggerakan stakeholder untuk mencapai tujuan perubahan

 —

Demikian beberapa pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan penulis ketika mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan operasional di LAN Makassar. yang dimulai dari  Tahap I melakukan Diagnosa Kebutuhan Perubahan Organisasi dan Tahap Tahap II Mengkomunikasikan permasalahan dengan stakeholder (membangun komitmen bersama) yaitu tersusun dengan ada tiga ide gagasan yang dikerucutkan menjadi satu ide gagasan, dibuatkan latar belakang, tujuan dan manfaatnya.

Dan Kemudian Tahap III Merancang perubahan dan membangun tim yaitu dengan tersusun peta stakeholder dan Tim Kerja Efektif,  selanjutnya tahap Tahap IV Melaksanakan proyek perubahan (laboratorium kepemimpinan)Tahap V Mempresentasikan hasil pelaksanaan proyek perubahan dapat dibaca pada tulisan proyek yang telah dilaksanakan : Implementasi Fasilitasi Sekretariat DPRD dalam Penyusunan Pokok-Pokok Pikiran DPRD Polewali Mandar

 —

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan kemasyarakatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: