Pendekatan Direktif-Non Direktif Pemberdayaan Kesehatan

Pendekatan direktif dan non direktifPolewali Mandar Sulawesi Barat, @arali2008.– “Apa tanggapan atau pengertian  anda tentang pendekatan direktif dan non direktif?”, adalah pertanyaan dari seorang teman yang sementara mengikuti pendidikan tugas belajar kepada penulis dari sudut pandang praktisi. Dia bertanya kepada penulis karena penulis dianggap telah banyak atau mempunyai pengalaman dalam bidang pemberdayaan masyarakat  khususnya bidang kesehatan masyarakat.


Untuk membatasi  jawaban arti direktif yang dimaksud disini adalah “diskusi perbaikan”,  jadi Jawaban Penulis dari kedua pendekatan direktif dan non direktif adalah:

PENDEKATAN DIREKTIF

Pendekatan direktif adalah Suatu kegiatan yang dilaksanakan secara teratur dan terencana pada setiap induvidu maupun kelompok dan apabila tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi.

Kalau saya telah membuat janji dengan  suatu kelompok binaan, untuk suatu keperluan pertemuan dan diskusi tentang kesehatan dari salah satu anggota kelompoknya yang beresiko sakit, kemudian saya tidak hadir. —–  Anda bisa bayangkan sanksi yang akan muncul, ——-  mereka tidak akan percaya saya lagi.

Pengertian lain dari pendekatan direktif adalah Suatu kegiatan  yang dilakukan dengan keterpaksaan atau tidak sesuai dengan keinginan sendiri. (anda diposisikan sebagai objek). OLeh karenanya pendekatan ini sejak awal program (Perencanaan) sampai akhir program (evaluasi ) selalu saja tampa melibatkan masyarakat ataupun Anda tepatnya masyarakat dan anda hanya dijadikan objek

PENDEKATAN Non DIREKTIF

Pendekatan nondirektif adalah kebalikan dari pendekatan direktif yaitu suatu kegiatan yang dilakukan baik itu induvidu maupun kelompok tampa ada paksaan dan apabila tidak dikerjakan tidak akan mendapat sanksi. Atau Suatu kegiatan yang dilaksanakan sesuai keinginan sendiri (Anda bebas berkreasi), dimana sejak awal program (Perencanaan) sampai akhir program (evaluasi) selalu melibatkan masyarakat atau masyarakat sebagai subjek termasuk anda sendiri.

Oleh Tao Sampai Loa,  yang dibuat pada tahun 700 sebelum masehi ( baca 700 SM) mengatakan; Kunjungi mereka, Tinggallah dengan mereka, Belajarlah dari mereka, Cintailah mereka, Mulai dari apa yang mereka ketahui, Bangun dari apa yang mereka miliki”.

Bagi seorang pemimpin yang baik, Ketika tugasnya selesai, Semua (yang dipimpin) akan berkata; ”Kita telah melakukannya dengan usaha sendiri”.

Jadi apa bedanya pendekatan direktif dan non direktif ?

BEDANYA ADALAH

Pendekatan direktif

  • Merupakan metode pendekatan  pada induvidu, kelompok dan masyarakat dalam pelaksanaan program dengan berbagai kegiatannya
  • Induvidu, kelompok dan masyarakat sebagai objek program
  • Dilaksanakan secara teratur dan terencana oleh atau hanya pemegang program (diulang, HANYA PEMEGANG PROGRAM)
  • Apabila tidak dilaksanakan maka ada sanksi  yang bersifat sosial
  • Kegiatan  yang dilakukan dengan keterpaksaan
  • Keinginan atau tanggapan Induvidu diabaikan
  • Dari awal program ( Perencanaan ) sampai akhir program (evaluasi ) tampa melibatkan masyarakat

Pendekatan Non Direktif

  • Merupakan metode pendekatan  pada induvidu, kelompok dan masyarakat dalam pelaksanaan program dengan berbagai kegiatannya
  • Induvidu, kelompok dan Masyarakat sebagai subjek program
  • Dilaksanakan secara teratur dan terencana oleh pemegang program dan masyarakat
  • Tidak ada sanksi bagi yang tidak melaksanakan (terutama sanksi sosial)
  • Dilaksanakan dengan ketidak terpaksaan (kesadaran sendiri)
  • Keinginan  atau  tanggapan induvidu dihargai dan tidak disalahkan
  • Sejak awal program sampai akhir program  selalu melibatkan masyarakat

KAPAN DIGUNAKAN PENDEKATAN INI ?

Jawabnya  sangat singkat !?  yaitu tergantung anda berada dimana, dan harus pandai-pandai menempatkan diri dalam sustu program yang akan dilaksanakan. Ingat? pendekatan ini bukan untuk satu program satu pendekatan, tetapi satu program  selalu saja digunakan kedua pendekatan ini. Atau Anda bisa berkreasi semisal ada 2 kegiatan dalam satu program, satu kegiatan bisa digunakan pendekatan direktif, satunya bisa non direktif.

Demikian tanggapan dan pengertian penulis tentang pendekatan direktif dan non direktif.

—————————————————————————————–

Sitemap BLOG @ARALI2008

Logo @arali2008https://arali2008.wordpress.com

SITEMAP adalah daftar halaman-halaman yang ada pada blog @arali2008. Halaman-halaman tersebut dapat ditunjukkan dibawah ini.

HOME

Home adalah halaman yang berisikan berbagai artikel atau tulisan yang baru diterbitkan atau yang telah terbit pada hari-hari sebelumnya, halam Home ini juga menunjukkan sejauhmana blog @arali2008 terupdate, bisa per hari, per minggu atau perbulannya atau sama sekali tidak ter update

PENGANTAR BLOG

Pengantar blog ditulis untuk memudahkan pengunjung mengerti tentang maksud dan tujuan penulisan artikel-artikel yang ada dalam blog @arali2008blog seorang profesional epidemiologi gizi dan kesehatan. ——–Kata profesional disini ditujukan hanya semata-mata ingin menyajikan yang terbaik kepada setiap pengunjung,———— baca selengkapnya di @arali2008

arali2008

Arali2008 adalah Arsad Rahim Ali, Pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Ditahun 2008 mencoba bergabung dengan para Blogger WordPress.com.

NARASI2008

Narasi 2008 adalah ditulis narasi 2008 dari blog @arali2008 yang bertujuan memberikan gambaran  kegiatan pembangunan kesehatan di kabupaten Polewali Mandar dari sudut pandang staf yang termuat dalam 30 an tulisan penulis selama tahun 2008, menghubungkannya dengan pengertian kesehatan yaitu keadaan sehat badan, jiwa dan sosial yang memungkin setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Nanti ditahun 2009 akan kembali juga ditulis Narasi2009

DOWNLOAD

Download di siapkan khusus bagi anda yang ingin membaca atau menggunakan beberapa hasil kajian penulis, pedoman-pedoman umum dari Depatemen Kesehatan RI, Hasil penelitian yang pernah  arali2008 lakukan dan beberapa analisis lainnya yang sengaja kami ambil dari berbagai sumber. Anda juga bisa download beberapa tulisan yang kami biasa sajikan dalam bagian akhir (halaman lainnya) pada postingan artikel-artikel @arali2008.
 
 

Ke POLEWALI MANDAR

Ke Polewali Mandar disiapkan karena banyak orang (termasuk teman-teman dari Jakarta) yang kesulitan untuk ke Polewali Mandar. Anda juga mungkin mau atau kesulitan ke Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat, Anda juga kesulitan dalam hal transportasi, berikut ini data-data yang Anda bisa ambil untuk memperlancar perjalanan Anda ke Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

Autobiografi Penulis

Autobiografi Penulis adalah Riwayat Hidup Penulis yang Lahir di Buton Sulawesi Tenggara, 19 Januari 1971, oleh orang tua diberi nama Arsad Rahim Ali. Dan beberap riwayat lainnya misalnya saja tentang silsilah keluarga @arali2008, dan keterangan lainnya tentang pendidikan formal dan non formal

Keluarga Penulis

Keluarga penulis adalah AFI,ABI dan IFA serta Istriku Tercinta adalah keluargaku, sengaja ditunjukkan disini karena inilah keluargaku, apa yang penulis tulis dalam blog ini merupakan bagian dari keluarga.

Kantor Penulis

DINAS KESEHATAN KAB. POLEWALI MANDAR PROPINSI SULWESI BARAT
Alamat Jalan Andi Depu Nomor 2 Polewali
Telpon 0428-2410997 Fax 0428-2410998
Email : dinkespolewali(at)gmail.com

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan kemasyarakatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

2 Responses to Pendekatan Direktif-Non Direktif Pemberdayaan Kesehatan

  1. hnr says:

    wah membantu sekali dalam mengerjakan tugas niii. kalau ada referensi nya mgkn bisa lebih baik lagi. hehe. terimakasih..

    Referensi dari tulisan ini, adalah hasil diskusi, saya bersama teman-teman dari Yayasan Indonesia Sejahatera (YIS) ketika kami melakaukan pemberdayaan kesehatan masyarakat melalui pendekatan kelompok, pada beberapa kelompok yang kami bentuk di Polewali Mandar.

    Refrensi dari buku Anda bisa bandingkan dengan buku resmi yang sudah terbit.

  2. Dini says:

    humm,,direktif bknnya langsung menyentuh k msyarakatnya,y??

    arali2008 menjawab
    betul dinda… direktif langsung menyentuh masyarakat. Seorang direktif sebelum langsung bekerja pada masyarakat, dia terlebih dahulu merancang konsep perubahannya yang akan dipakai oleh masyarakat. tetapi non direktif kebalikannya, konsep perubahannya masyarakat sendiri yang buat , petugas hanya memfasilitasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: