Pengetahuan dan Skill Epidemiolog (Seorang Epidemiologi)

konsep-dan-prinsip-epidemiologi1Polewali Mandar Sulawesi Barat, –Ditemukannya penyebab adalah suatu keberhasilan (kepuasan seorang epidemiolog) tetapi tidak ditemukannya penyebab bukan merupakan suatu kegagalan tetapi hanya sebuah rekomendasi —–Belum ditemukan besaran yang bermakna untuk dinyatakan sebagai penyebab, perlu penyelidikan lebih lanjut.——– Tetapi sekali lagi proses mencari penyebab itu adalah sudah merupakan suatu keberhasilan karena biasanya sudah ditemukan besaran proporsi, rate dan rationya dan yang penting adalah telah ditemukan incident atau prevalensinya serta ukuran asosiasi penyakitnya yang bisa dinyatakan sebagai penyebab timbulnya suatu penyakit atau masalah gizi dan kesehatan tersebut.

Ketika telah bekerja di masyarakat seorang epidemiologi harus memiliki keyakinan, komitmen dan konsistensi pribadi untuk terus belajar memahami setiap kejadian penyakit atau masalah gizi dan kesehatan ”apa penyebabnya, yang dalam bahasa epidemiologi disebut ”apa etiologinya atau apa agentnya” . Untuk mengetahui apa itu etiologi atau agentnya seorang petugas epidemiologi harus telah mempunyai seperangkat pengetahuan dan keterampilan.

Pengetahuan dan skill apa saja yang harus dimiliki oleh seorang yang bekerja di bidang epidemiologi ? Pertanyaan inilah yang sering muncul kepada seseorang yang belum memahami tentang epidemiologi, padahal orang tersebut kadang telah menyelesaikan bangku pendidikan tinggi epidemiologi, namun ia kadang mengalami kesulitan dalam menerapkan ilmu dan keterampilan epidemiologinya.

Untuk menjelaskan panjang lebar tentang pengetahuan dan keterampilan apa yang harus dimiliki oleh seorang yang bekerja dalam epidemiologi sepertinya agak sulit, karena epidemiologi ini adalah suatu study atau sains yang hanya bisa didapatkan secara sempurna melalui bangku pendidikan. Menguasai satu buku epidemiologi tidaklah otomatis seseorang akan mempunyai pengetahuan dan skill yang mempuni tentang epidemiologi. Namun bukan berarti seseorang yang tidak melalui pendidikan tinggi epidemiologi tidak bakal mampu untuk menguasai ilmu epidemiologi. Karena intinya seseorang yang mau belajar tentang epidemiologi dapat saja belajar secara otodidak. Ia dapat memulai dengan memahami arti kata epidemiologi dan prinsip pokok yang ada pada kata tersebut. Disamping itu juga ia mampu untuk menguraikan pernyataan-pernyataan pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dimiliki oleh seorang yang bekerja pada bidang epidemiologi dan selanjutnya yang bersangkutan dapat memulai bekerja dibidang epidemiologi (kesehatan).

Arti Kata Epidemiologi.

Ada tiga kata yang terdapat dalam kata epidemiologi yaitu ”epi” kemudian ”demio” dan yang terakhir adalah kata ” logi” Epi dalam bahasa Yunani artinya “tentang” demikin juga kata demio dalam bahasa Yunani artinya “demo” atau masyarakat, sedang logi artinya ilmu. Jadi keseluruhan arti kata epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat atau dalam skala kecil kelompok masyarakat. ——–ingat bukan mempelajari Individu atau tepatnya memeriksa induvidu——-.Masyarakat yang dimaksud disini adalah masyarakat yang mempunyai masalah terutama masalah kesehatan, lebih khusus lagi tentang masalah penyakit. Masalah disini adalah adanya kelainan atau ketidak normalan yang dinyatakan sebagai penyebab sehingga sesuatu itu dinyatakan sebagai masalah, walaupun secara sederhana bahwa masalah itu pada dasarnya adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Namun pada dasarnya adalah sama. Anda mengharapkan pekerjaan dapat selesai 100% tapi kenyataannya anda hanya mampu melaksanakannya 80 %, ada kesenjangan 20 %. Jadinya masalahnya adalah 20 %, apa penyebab sampai 20 % tidak tercapai itulah yang akan dijawab secara epidemiologi. Epidemiologi akan mempelajari, membedah sampai benar-benar penyebab tersebut jelas. Epidemiologi tidak akan menjelaskan ”akibat” secara panjang lebar.

Epidemiologi akan mengarahkan setiap orang untuk memahami dengan benar apa yang dikatakan sebagai penyebab yaitu perhatian bagaimana mengukur adanya suatu penyebab penyakit maupun masalah kesehatan, semua terukur dan disajikan secara optimal

Untuk memahami penyebab tersebut, dalam epidemiologi telah dilengkapi dengan seperangkat pengetahuan dan keterampilan tentang frekuensi, distribusi dan mencari faktor utama (determinan) penyebab terjadinya penyakit atau masalah kesehatan pada populasi, serta menentukan bentuk penerapannya untuk pengendalian dan peningkatan kesehatan.

Knowledge and Skills of Epidemiolog

Pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang yang bekerja sebagai profesional epidemiologi Kesehatan yang saya kutip dari berbagai sumber (Knowledge and Skills of Epidemiolog) diantaranya :

  1. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam menentukan frekwensi, penyebaran dan determinat penyakit yang terjadi pada kelompok masyarakat (Omran 1974)
  2. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan penyelidikan terhadap :
    • penyakit infeksi, non infeksi, fisik dan mental
    • pengobatan prophylaxe dan pengontrolan epidemiologi

    ( International Jurnal Of Epidemiologi. Vol.1 no. 1 tahun 1972)

  3. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan kajian epidemiologi guna menghasilkan keterangan mengenai proses terjadinya penyakit dan atau riwayat alamiah terjadinya penyakit.
  4. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan atau membuat keterangan tentang klasifikasi penyakit dalam suatu masyarakat
  5. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan usaha-usaha pengumpulan keterangan dan data yang dibutuhkan dalam perencanaan dan evaluasi program pencegahan penyakit dan masalah –masalah kesehatan
  6. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan usaha-usaha pengumpulan keterangan dan data yang dibutuhkan dalam penelitian dan pengembangan epidemiologi kesehatan
  7. Mempunyai pengetahui dan kemampuan dalam menyusun dan melaksanakan program surveilans dan pengendalian suatu penyakit yang terjadi pada kelompok masyarakat (Depkes RI, 2004)
  8. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan pemberantasan wabah penyakit
  9. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan program screening
  10. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan melakukan penilaian manfaat suatu obat, diet (makanan) dan bentuk pelayanan gizi dan kesehatan

Dari pengetahuan dan skil yang harus dimiliki oleh seseorang yang berminat terhadap epidemiologi maka orang tersebut harus memiliki pengetahuan dasar tentang, biologi, mkrobiologi, kedokteran dasar, kesehatan masyarakat, statistik, gizi, kefarmasian, manajemen kesehatan dan lain-lain. Pengetahuan dasar ini tentunya bisa dipelajari secara otodidak, ini akan mudah bila seseorang tersebut telah mempunyai tingkat pendidikan sarjana kesehatan.

Penerapan Pengetahuan dan Skill Epidemiologi

Seseorang yang telah mengikuti pendidikan tinggi epidemiologi dan mendapatkan kesarjanaan tentang epidemiologi, dalam prakteknya sangat sulit untuk bisa menerapkan pengetahuan dan skill epidemiologi yang didapatkannya, untuk itu dibutuhkan pengalaman praktek yang cukup. Di bangku kuliah praktek yang dilakukan tidak dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya terjadi tengah-tengah masyarakat.

good-epidemiologisDan sekali lagi saya katakan ketika telah bekerja di masyarakat seorang epidemiologi harus memiliki keyakinan, komitmen dan konsistensi pribadi untuk terus belajar memahami setiap kejadian penyakit atau masalah gizi dan kesehatan ”apa penyebabnya, yang dalam bahasa epidemiologi disebut ”apa etiologinya atau tepatnya apa agentnya” .

Ditemukannya penyebab adalah suatu keberhasilan (kepuasan seorang epidemiolog) tetapi tidak ditemukannya penyebab bukan merupakan suatu kegagalan tetapi hanya sebuah rekomendasi —–belum ditemukannya besaran yang bermakna untuk dinyatakan sebagai penyebab, perlu penyelidikan lebih lanjut.——– Tetapi sekali lagi proses mencari penyebab itu adalah sudah merupakan suatu keberhasilan karena biasanya sudah ditemukan besaran proporsi, rate dan rationya dan yang penting adalah telah ditemukan incident atau prevalensinya serta ukuran asosiasi penyakitnya yang bisa dinyatakan sebagai penyebab timbulnya suatu penyakit atau masalah gizi dan kesehatan tersebut. Untuk ukuran besaran dan asosiasi penyakit dan masalah kesehatan Anda bisa pelajari dalam buku-buku epidemiologi dasar maupun lanjutan.


Artikel terkait

  1. Hasil Penyelidikan Kasus Jumino, Neurofibromatosis di Polewali Mandar
  2. Tugas dan Fungsi Pejabat Fungsional Epidemiologi Kesehatan Ahli
  3. Penyakit Cacing Pada Anak SD Di Polewali Mandar
  4. Prevalensi Kecacingan Anak SD di Polewali Mandar Kembali Tinggi
  5. Akhirnya Penyebab Kasus Kesakitan dan Kematian Diare Di Polewali Mandar Terdeteksi
  6. Penyebab (etiologi) Diare di Polewali Mandar Belum Di Intervensi
  7. Apakah Masalah gizi Itu ?
  8. Gambaran Kesehatan Calon Haji Polewali Mandar Tahun 2009.
  9. Patogenesis Penyakit Defisiensi Gizi
  10. Epidemiologi Orang-Orang yang diwajibkan Berpuasa
  11. Peran Kepala Dinas Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat Penyediaan Air Bersih Pedesaan

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

3 Responses to Pengetahuan dan Skill Epidemiolog (Seorang Epidemiologi)

  1. Arsul Sani mengatakan:

    terimakasih, banyak ilmunya, sangat menambah wawasan, salam dari bangka Barat, Arsul sani, SKM

  2. suparman mengatakan:

    terima kasih atas pencerahannya….. dan semoga bermanfaat serta sukses selalu….salam sejawat.

  3. Asmar S. Polan, S.KM mengatakan:

    Saya sangat bangga pada diri anda, ketika saya membaca tulisan anda dan terasa otak saya terisi lagi. Saya mengangumi tulisan anda yg penuh integritas diri sebagai seorang profesional, semoga sukses sobat seprofesi.
    Asmar Sampe Polan, S.KM
    Amurang, Kab. Minahasa Selatan

    @arali2008 menjawab

    Terima kasih atas kunjungan anda, yach ! memang demikian, dengan pengetahuan yang terbatas dalam ilmu epidemiologi kita dituntut untuk bertindak profesional, dan ini adalah tantangan yang harus dihadapi, sama hal dengan tantangan mencari penyebab suatu penyakit atau masalah kesehatan.
    Mungkin semua orang sudah tahu penyebab Demam Berdarah Dengue adalah virus dengue yang ditularkan nyamuk Aides Aegipty, tetapi bagaimana terjadi sesuai dengan fakta semua orang belum tentu dapat melakukannya, apalagi dalam suatu populasi masyarakat, begitulah kira-kira keistimewaan seorang epidemiolog yang membedahkan dengan profesi lain

    salam kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: