Tiga Unsur Utama Penyebab Langsung Kematian Ibu

Polewali Mandar Sulawesi Barat.– Matanya memerah, sedikit lagi ia akan meneteskan air matanya, ketika saya Tanya “Bidan ! Satu lagi yach, Kematian Ibu?. Iya! Jawaban ibu bidan lemah. Sang Bidan yang biasa kupanggil, “Bidan” menjabat Kepala UPT Kesehatan Keluarga yang membawahi unit Pembinaan gizi dan Unit Kesehatan ibu-Anak. UPT yang merupakan singkatan dari Unit Pelaksana Tehnis, Dibuat Oleh Dinas Kesehatan kabupaten Polewali Mandar, dibawahi langsung Oleh Kepala Dinas Kesehatan  sebagai unit penunjang Dinas Kesehatan yang tidak dibawahi oleh Bidang menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan telah serius untuk menata Status Kesehatan dan Gizi Ibu dan Anak karena langsung dibawah kendali Kepala Dinas Kesehatan.

Saya bertanya lebih lanjut ke Ibu Bidan, “ Dimana Meninggalnya?” jawabnya “Di Rumah Sakit Umum Polewali, belum sempat dilayani ibu langsung meninggalkan dunia, Ia tinggal Di Rea,———sekitar 2 km dari RSUD Polewali——– Ia Tetanggaku, Saya tidak sempat menolongnya. Karena Ada Pertemuanku di Mamuju, Ada pesan yang kutinggal sama bidan Puskesmas untuk memantaunya karena beberapa hari lagi Ia akan melahirkan. Karena ia orang miskin, saya sarankan untuk mengurus keterangan miskin di kelurahan” demikian jawaban Sang Bidan Teman Saya yang sekaligus juga Kepala UPT Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Dalam beberapa tulisan saya di blog ini, Penyebab kematian ibu Maternal Di Polewali Mandar Sebenarnya telah di  ketahui penyebabnya bahkan solusi untuk mengatasi penyebabnya. Hal ini bisa  dilihat dalam lima tahun terakhir, memang!  kematian ibu masih sering terjadi, ada fluktuatif dengan kecenderungan turun,  Namun di awal tahun 2010 ini medio Mei 2010 sudah terjadi  9 kematian. Kematian yang terakhir seperti yang saya ceritakan diatas, sama halnya juga dengan kematian-kematian sebelumnya, sepertinya dapat menunjukkan secara jelas  pola  kematian ibu di Polewali Mandar.

Ada dua Pola  yang terlihat jelas, kedua Pola itu adalah Pertama : Kematian ibu terjadi disekitar tenaga kesehatan.  Pernyataan ini sudah sering saya kemukakan pada diskusi-diskusi untuk menanggulangi  dan menurunkan kematian ibu di Polewali Mandar. Bahkan untuk meyakinkan peserta diskusi saya sajikan peta dimana lokasi-lokasi terjadi kematian ibu  selama lima tahun di Polewali Mandar. Lokasi-lokasi menunjukkan dengan jelas Kematian ibu terjadi disekitar tenaga kesehatan, terjadi disekitar fasilitas pelayanan kesehatan yang tentunya dekat dengan ibu hamil yang meninggal. Tapi kadang jawaban yang saya terima, menafikan apa yang saya jelaskan. Mereka mengatakan “ ahk tidak! Kematian lebih banyak terjadi di daerah-daerah pegunungan Polewali Mandar yang tidak ada bidannya, yang dukunnya tidak terlatih dan sarana kesehatan yang jauh”. Bagi penulis, terserah dengan pendapat mereka, penulis hanya menyajikan fakta bahwa  gambaran kematian bayi dan ibu di Polewali Mandar demikian adanya.

Kedua ; Perhatian kepada ibu hamil ketika mendekati Persalinan kurang di Perhatikan. Bidan telah memberikan pelayanan kepada ibu hamil, mulai dari Kunjungan pertama kehamilan, sampai dengan kunjungan keempat ketika ibu hamil mendekati proses persalinan. Ibu hamil dan keluarganya telah mendapat pelayanan dari bidan, data kematian yang terjadi ibu dan keluarga tidak mempunyai kemampuan untuk  menindak lanjuti saran dari bidan. Bidan juga kadang telah bekerja sama dengan sesama bidan dan juga dukun (kemitraan dukun). Tapi kadang juga bidan tidak mempunyai kemampuan menindak lanjuti apa yang disarankan kepada ibu hamil dan keluarganya.

Dari kedua pola ini terlihat dengan jelas bahwa yang berperan terhadap  kematian ibu maternal  di Polewali Mandar adalah IBU Bidan, Keluarga Ibu hamil dan Dukun, seperti yang terlihat pada gambar diatas. Saya ingin jelaskan satu persatu ke tiga unsur ini sebagai berikut :

Ketiga komponen atau unsur ini posisinya sangat lemah. Keluarga ibu hamil  baik kaya maupun miskin  walaupun di pengaruhi dan mempengaruhi oleh bidan dan dukun, apabila tidak di difasilitasi/didukung oleh komponen yang ada disekitar misalnya keluarga dekatnya, tetangganya maupun orang-orang yang pedulinya terhadapnya, sangatlah beresiko terjadinya pilihan yang tidak tepat dalam pelayanan  keperawatan kehamilan/persalinan/nifas yang mengakibatkan kematian ibu.

Bidan senior maupun yunior, profesional maupun baru belajar profesional,  dalam memberikan pelayanan mempengaruhi maupun di pengaruhi ibu hamil atau keluarganya maupun melalui dukun yang sekarang dikenal dengan kemitraan bidan dan dukun, apabila tidak difasilitasi/didukung oleh komponen-komponen disekitarnya misalnya, masyarakat yang ada disekitarnya, bidan sesamanya maupun orang-orang yang peduli terhadap keberadaan bidan, sangatlah beresiko terjadi kelalaian yang mengakibatkan kematian ibu.

Dukun, terlatih maupun tidak terlatih, bermitra  maupun tidak bermitra, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh keluarga ibu hamil dan  bidan, apabila tidak difasilitasi/dukung oleh komponen-komponen disekitarnya semisal masyarakat di sekitarnya terutama tokoh masyarakat, tokoh agama dan orang-orang yang peduli  terhadap keberadaan dukun, sangatlah beresiko terjadinya kesalahan pelayanan  dan perawatan kehamilan/persalinan/nifas yang mengakibatkan kematian

Dari gambaran ketiga unsur ini, bidan  walaupun dia profesional, keluarga walaupun dia kaya, dukun walaupun dia telah bermitra dan terlatih, kematian tetap akan terjadi, karena ketiga  komponen atau unsur yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi diatas dalam posisi yang lemah pada pelayanan kesehatan maternal komunitas.

Faktor-faktor diluar dari ketiga komponen atau unsur tersebut  sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan maternal (ibu hamil, persalinan dan nifas). Faktor-faktor inilah yang tidak berkembang (bukan tidak ada) di Polewali Mandar. Sehingga kematian ibu seperti yang  saya sebutkan sebagai pola kematian ibu di Polewali Mandar yaitu pola dimana kematian ibu sering terjadi disekitar tenaga kesehatan dan  Pola dimana kepedulian  terhadap ibu hamil ketika mendekati persalinan tidak ditemukan, dan ini harusnya menjadi perhatian utama.

Oleh Karena itu, kematian ibu dalam lima tahun terakhir yang fluktuatif dan cenderung turun, bukan menunjukkan keberhasilan, tetapi memperlihatkan kelemahan dari sistem yang dibangun, sistem yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi  yang diperlihat  dari tiga unsur (sub sistem) yaitu bidan, keluarga ibu hamil dan dukun adalah posisi yang sangat lemah, tidak kuat untuk membentuk sistem yang kokoh untuk menopang penurunan kematian ibu. Bahkan kalau diamati lebih  jauh lagi  bidan yang merupakan sub sistem  dari ketiga unsur yang ada, bila dijadikan sistem pelayanan yang dilakukan oleh bidan sendiri (mandiri-profesional) masih dalam posisi yang tetap lemah, karena ia bekerja dalam lingkup komunitas  yang setiap saat selalu berubah, tidak seperti pelayanan bidan yang telah baku dalam suatu institusi semisal klinik bersalin. Disamping itu juga sarana pelayanan yang bidan kembangkan  tidak akan bisa memenuhi standar APN (Asuhan Persalinan Normal) karena ia berada di rumah, bahkan di poskesdes sekalipun, karena  sekali lagi di pengaruhi lingkungan komunitas yang setiap saat selalu berubah, setiap keluarga ibu hamil, bidan maupun dukun ketika berinteraksi  mempunyai masalah yang berbeda-beda.

Diperlukan fasilitasi dan dukungan yang utuh dari ketiga unsur bidan, ibu hamil dan dukun dalam menjalin kehamilan dan persalinan serta nifas yang aman serta bayi yang dilahirkan normal dan sehat. Fasilitasi dan dukungan itu berupa tenaga yang dapat masuk ketiga unsur seperti gambar dibawah ini

Tenaga ini sebagai fasilitator, sebagai seorang motivator, seorang MANAJER dalam pengembangan masyarakat bidang kesehatan, khususnya tenaga yang mampu  menjamin kehamilan, persalinan yang aman, dan bayi normal dan sehat, masyarakat difungsikan, masyarakat dimotivasi, dan akhirnya masyarakat atau komponen/unsur  yang seharusnya peduli kepada ibu hamil, bidan dan dukun dapat berbuat (aktif) lebih banyak untuk menurunkan kematian ibu.

Fasilitator ini, yang juga sebagai seorang manajer, akan bekerja  dengan bidan, ibu hamil dan  juga dukun, pada saat tertentu yang terjadwal melakukan pertemuan——- bukan satu dua kali tapi sampai masalahnya bisa terpecahkan—— menfasilitasi bidan, mengfasilitasi ibu hamil dan keluarganya dan menfasilitasi peran dukun. Kemudian mencoba melibatkan masyarakat, menfungsikan masyarakat bahkan memotivasi masyarakat untuk bisa terlibat langsung dengan  bidan, keluarga ibu hamil dan dukun.  Intinya fasilitator disini adalah mempermuda bidan, ibu hamil dan dukun, dengan sumber daya yang ada disekitarnya yaitu masyarakat dapat difungsikan (over behavior bukan cover behavior) dan masyarakat termotivasi (over motivation bukan cover motivation).

—————————————————

Baca Juga artikel terkait

———————————————————————-

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

14 Responses to Tiga Unsur Utama Penyebab Langsung Kematian Ibu

  1. jail says:

    Aku suka ketika orang-orang berkumpul dan berbagi pendapat. Situs web yang besar, terus bekerja dengan baik!

  2. Mrs. Bartolomeo says:

    Saya ingin mengucapkan terima kasih atas tulisan-tulisan Anda yang sangat baik! Aku benar-benar mencintai cara tulis Anda. Aku punya buku yang berisikan tulisan-tulisan Anda ………

  3. I like this template, would you mind to tell me where can I get it? thanks

  4. Nice blog here! Also your website loads up very fast! What host are you using? Can I get your affiliate link to your host? I wish my site loaded up as quickly as yours lol

  5. I’m still learning from you, however I’m bettering myself. I actually love studying every little thing that’s written on your blog.Keep the stories coming. I loved it!

  6. Magnificent beat ! I wish to apprentice while you amend your site, how can i subscribe for a blog site? The account aided me a acceptable deal. I had been tiny bit acquainted of this your broadcast offered bright clear concept

  7. This is something I have to do more research into, thank you for the post.

  8. I have been examinating out some of your posts and i can claim pretty good stuff. I will definitely bookmark your blog.

  9. Vilma Bisby says:

    Precisely what I was searching for, regards for posting .

  10. Pay no attention to what the critics say… Remember, a statue has never been set up in honor of a critic!

  11. Dari sisi bidanya, Skill dan pengetahuannnya memang harus standar, dilengkapi dengan fasilitasnya yang standar juga, terlepas dari itu semua, ia kadang tidak berdaya berhadapan dengan pihak keluarga ibu hamil, dukun mungkin bisa dirangkul, tetapi untuk keluarga ibu hamil sangat sulit apalagi keluarga tersebut miskin yang terabaikan oleh program Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) dan program-program sejenis lainnya.

  12. Yang harus di tingkatkan berarti sdm bidan dan segala fasilitasnya

  13. Sahabat Jauh says:

    Pa’arsad! melihat tulisannya mending pak Arsad yang jadi Fasilitator karena sudah tahu semua prolematikanya. tapi saya dengar pa” arsad di kantor tidak terlalu difungsikan , apalagi informasi terakhir ada oknum tertentu yang menghalangi untuk menjadi Jabatan fungsional epidemiologi kesehatan ahli….. bahkan untuk menjadi pejabat struktural. Sabar..yach paK. …..mending memang pengetahuan pak Arsad dituangkan saja di Blog ini… orang bisa membacanya dan mendapatkan pencerahan.

  14. ocekojiro says:

    Bidan juga manusia…. perlu juga fasilitator ya?

    arali2008 menjawab
    yach itu bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: