Perdebatan Angka Kematian Ibu

Polewali Mandar Sulawesi Barat.@arali2008— Ada perdebatan yang sangat berkesan bagi penulis terhadap pejabat eselon IV, III dan teman-teman serta pemegang program di Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar. Perdebatan tentang Angka Kematian Ibu. Disebutkan bahwa Standart Nasional Angka Kematian Ibu di tahun 2010 adalah 225 per 100.000 kelahiran hidup dan ini juga menjadi target Kabupaten untuk menurunkan kematian ibu. Yang diperdebatkan adalah kematian ibu di Kabupaten Polewali Mandar di tahun 2006, 2007 dan tahun 2008 yaitu masing-masing berjumlah 22 orang ibu dan 15 orang ibu dan 17 orang ibu yang meninggal. Dimana jumlah kelahiran hidup di Polewali Mandar rata-rata tiap tahunnya 6.500 kelahiran hidup. Perdebatan dimulai ketika kematian ibu coba dibandingkan dengan standar Nasional. Mereka mengatakan angka kematian ibu di Polewali Mandar di tahun 2007 adalah 15 dibagi 6.500 di kali 100.000. hasilnya adalah 230 per 100.000.- kelahiran hidup

Rumus yang digunakan adalah

= (A/B)  x  C

Dimana

A. adalah jumlah kematian ibu yaitu masa kehamilan, persalinan dan 40 hari nifas selama tahun tertentu B. adalah jumlah kelahiran hidup selama tahun tertentu C. adalah Constanta dengan nilai atau angka yang dipakai adalah 100.000 ( kelahiran hdiup),

Catatan penting : Bagi wilayah yang jumlah kelahiran hidupnya tidak sampai dengan angka 100.000 tidak diwajibkan menggunakan angka tersebut tetapi diwajibkan menggunakan angka absolut atau jumlah sebenarnya, tetapi rumus diatas tetap dipedomani sebagai standar dan merupakan target setiap wilayah.

Angka Kematian Ibu di Polewali Mandar 230 per 100.000 kelahiran hidup. Bagi penulis ini salah, kenapa salah?! Karena jumlah kelahiran hidup di Polewali Mandar tidak lebih atau sama dengan 100.000. tetapi hanya ada 6.500 kelahiran hidup. Jadi intepretasi tersebut adalah salah, tetapi sepertinya kesalahan ini bukan saja terjadi di Kabupaten Polewali Mandar tetapi juga ditingkat propinsi Sulawesi Barat, karena terlihat intepretasi di propinsi juga demikian, padahal pada tingkat Propinsi Sulawesi Barat kelahiran hidup juga tidak sampai 100.000. Karena kesalahan ini juga para pejabat dengan santainya mengungkapkan disetiap pertemuan tingkat propinsi demikian adanya.

“Suatu Intepretasi yang salah menghambat upaya penurunan kematian ibu itu sendiri”

Kenapa demikian karena kalau ditelusuri, tidak akan ditemukan kematian ibu di kabupaten Polewali Mandar 230 orang apalagi dengan jumlah kelahiran 100.000 selama setahun. Demikian juga tidak akan ditemukan apa penyebab kematiannya, dan walaupun ada ditemukan penyebabnya itu penyebab yang tidak bermakna demikian juga solusinya tidak akan ditemukan. Jadi bagaimana yang benar ?

Yang benar adalah dan ini juga ditahu oleh tukang becak ataupun tukang pikul beras di pasar* tetapi diabaikan mereka yang pintar. Yaitu jika standar Nasional tiap 100.000 kelahiran hidup hanya boleh ada kematian 225 kematian ibu. Maka jika ada kelahiran hidup 6.500 maka hanya boleh ada kematian 15. Jadi targetnya Kabupaten Polewali Mandar berdasarkan Standar Nasional adalah 15 Kematian, artinya adalah

  1. Kematian ibu di Polewali Mandar ditahun 2007 sebanyak 15 ibu telah mencapai target populasinya, tetapi upaya penurunan tidak boleh berhenti disini, kematian ibu harus diturunkan sampai tidak ditemukan lagi kematian ibu karena penyakit atau gangguan kehamilan, persalinan dan masa 40 hari nifas, hanya mungkin karena kecelakaan.
  2. Dengan jumlah kematian ibu sebanyak 15 ibu ini juga dapat dijabarkan per satuan waktu yaitu hampir tiap 1 bulan di kabupaten Polewali Mandar ada kematian ibu bahkan ada dua bulan diantaranya ada 2 kematian ibu.
  3. Dari jumlah obsolut dan penjabaran persatuan waktu terhadap kematian 15 ibu ini juga dapat ditelusuri cakupan pelayanan ibu hamil, persalinan dan nifas wilayah mana saja yang rendah. Disini akan ditemukan dengan jelas, apabila cakupannya rendah mempunyai resiko kematian ibu yang tinggi atau ada kematian ibu tersebut diatas. Apabila ada wilayah dengan cakupan pelayanan tinggi tetapi masih ada kematian ibu penyebabnya juga jelas yaitu petugas tidak mempunyai skill yang cukup untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
  4. dan terakhir dari point (1, 2 dan 3 ) diatas upaya intervensi dan kewaspadaan akan dengan mudah dilakukan.

Catatan

  • Di tahu tukang pikul dipasar maksudnya adalah majikan tukang pikul menargetkan tiap hari harus dapat memikul 100 karung beras akan diupah Rp 250 ribu, Namun ditempatnya tukang pikul ini hanya ada 50 karung beras tiap harinya dan tukang pikul hanya akan berhitung jika tiap karung beras dihargai dengan Rp. 250 ribu.- Dan ketika ia mampu 50 karung beras maka upah yang didapat adalah Rp. 125. ribu. Jadi jelas bukan Rp.125 ribu dibagi Rp.250 Ribu dikali 100 karung beras didapat 50 dari 100 karung beras, tukang pikul tidak akan berpikir ia telah berhasil memikul 50 karung beras dari 100 karung beras yang ada, karena ditempatnya tidak pernah ada 100 karung beras.
  • Apapun hasil dari tulisan ”Perdebatan Angka Kematian Ibu” semua tergantung dari sudut pandang pembaca, penulis tetap komit dan konsisten menjelaskannya dari sudut pandang pragmatis, karena semua tulisan-tulisan pada blog @arali2008 ditulis dari sudut pandang pragmatis yaitu dari sudut pandang yang langsung bisa digunakan ataupun dipraktekan di tingkat pelayanan kesehatanSemoga bermanfaat untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu di Polewali Mandar, Sulawesi Barat dan juga Indonesia.
——————————–
Baca juga tulisan terkait :

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: