Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat

slide3@arali2008. Polewali Mandar Sulawesi Barat.– Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma baru program perbaikan gizi masyarakat ditulis karena adanya temuan-temuan baru dalam bidang gizi dengan fokus pada pentingnya perhatian pada sumber daya manusia dini usia, disamping itu juga untuk menjawab beberapa pertanyaan yang selalu muncul pada saat pertemuan di puskesmas dan beberapa keluhan yang selalu ditemukan di posyandu wilayah Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

Dengan menggunakan pendekatan siklus hidup manusia, yang dimulai dari prakonsepsi, embrio, janin dan bayi serta balita, sebenarnya masalah gizi  terletak pada titik awal bertemunya sel telur dan sel sperma (prakonsepsi) serta terbentuk dan berkembangnya sel embrio manusia. Disinilah salah satu faktor penting  belum terungkapnya penyebab dari  masih seringnya ditemukan gizi buruk pada anak balita, yang kalau diperhatikan semua terletak pada ketidak tahuan ibu hamil, suaminya dan petugas kesehatan tentang kebutuhan gizi embrio dan beberapa perubahan paradigma baru dari program perbaikan gizi yang belum diterapkan secara maksimal pada masyarakat khususnya di Polewali Mandar  propinsi Sulawesi Barat dan Indonesia pada umumnya.

Beberapa keluhan masyarakat dan temuan perkembangan ilmu gizi terbaru tersebut adalah sebagai berikut :

  • Orang tua balita hanya membawa anaknya di posyandu pada saat diimunisasi, pemberian vitamin A dan beberapa kegiatan pengobatan lainnya.
  • Beberapa petugas kesehatan masih kurang memahami begitu pentinganya perhatian pada bayi dalam kandungan, dilahirkan, bayi dan sampai pada usia balita bahkan sampai dengan usia prasekolah
  • Perubahan paradigma program perbaikan gizi belum diketahui secara menyeluruh oleh petugas maupun masyarakat secara keseluruhan. Padahal perkembangan ilmu gizi mutahir begitu cepatnya dibanding penerapannya dilapangan.
  • Perubahan paradigma tersebut adalah diantaranya : ‘Ditemukannya kebutuhan gizi perorangan mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak prasekolah, anak SD, SMP Dewasa dan usia lanjut baik laki-laki maupun perempuan bahkan yang terakhir ditemukan adalah seperti yang dibahas dalam tulisan ini adalah kebutuhan gizi embrio dan janin dalam kandungan serta bayi dengan inisiasi dini Air Susu Ibu.’
  • Karena ditemukannya kebutuhan gizi embrio dan janin dalam kandungan serta adanya inisiani dini ASI inilah awal pembangunan SDM dini usia ( pembentukan susunan syaraf pusat )

Paradigma Baru Program Perbaikan Gizi

Secara garis besar program perbaikan gizi yang dilaksanakan di Indonesia terdiri dari 4 program yaitu

  1. Program pencegahan dan penanggulangan kurang energi dan protein (KEP)
  2. Program pencegahan dan penanggulangan kurang vitamin A (KVA)
  3. Program pencegahan dan penanggulangan anemia gizi besi (AGB)
  4. Program pencegahan dan penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)

Subtansi dari ke empat program adalah makanan yang dikonsumsi harus sesuai dengan yang dibutuhkan, pengetahuan gizi ini sangat jelas secara perorangan mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak prasekolah, anak SD, SMP Dewasa dan usia lanjut baik laki-laki maupun perempuan. Antara konsumsi dan kebutuhan gizi ini sekarang di populerkan dengan istilah GIZI SEIMBANG yang dulu dikenal dengan Empat Sehat Lima Sempurna. Pada tingkat operasional hasil akhir dari penerapan Gizi Seimbang ini adalah terwujudnya Keluarga Sadar Gizi (KADARSI) dimana setiap anggota keluarga dapat mengkonsumsi makanan yang lengkap (ada nasi atau sejenisnya, lauk, sayuran dan buah), memantau pertumbuhan berat badan, menggunakan garam beryodium, bila mempunyai bayi harus disusui dengan ASI saja sampai dengan usia 6 bulan, dan bila mempunyai balita tiap 6 bulan harus mendapat vitamin A.

Belum selesai atau belum sepenuhnya program perbaikan gizi ini di tingkat masyarakat tiba-tiba muncul perkembangan ilmu gizi mutahir yaitu ditemukannya kebutuhan gizi embrio dan janin dalam kandungan serta bayi dengan inisiasi dini Air Susu Ibu.’ Temuan ini begitu cepatnya dibanding penerapannya program gizi.

Kebutuhan gizi embrio dan Janin

slide1Dari berbagai macam reteratur disebutkan bahwa Indikator Keadaan Gizi Janin dapat dilihat dari pertambahan berat badan ibu yang dapat dibagi dalam dua komponen yaitu komponen janin dan komponen ibu, penjelasannya sebagai berikut :

  • Pada triwulan pertama penambahan berat badan ibu minimal 1-2 kg. Penambahan ini terjadi karena sangat dipengaruhi oleh terbentuk dan berkembangnya sel-sel embrio setelah fase prakonsepsi terjadi, sel akan terus membuat tiruannya dan membelah diri terus membelah diri. Prinsipnya fase pada triwulan ini milik embrio atau komponen janin bukan komponen ibu
  • Nanti pada triwulan kedua baru kemudian terjadi perubahan pada komponen ibu yaitu penambahan berat untuk volume darah, rahim, payudara dan lemak cadangan.
  • Sementara pada triwulan ketiga pertumbuhan penambahan berat janin, plasenta dan cairan amniotik, maksunya komponen ibu dan janin akan tumbuh dan berkembang seirama saling menyesuaikan diri untuk proses kelahiran sang bayi dan kesiapan ibu untuk melahirkan.

Jadi kebutuhan gizi embrio dan sangat menentukan kelangsungan kehidupan itu pada dasarnya dimulai dari trismester pertama (intra-uteri). Terjadi ketika sel-sel trofoblast menginvasi endometrium, mencernakan dan melarutkan zat gizi yang disimpang dalam sel endometrium yang besar. Digunakan oleh embrio untuk pertumbuhan dan perkembangan yang tepat dimulai dari minggu pertama sampai minggu ke 8-12

Kebutuhan gizi embrio dan janin pada trismester pertama kehamilan seorang ibu tersebut  adalah

  • Asam Lemak Esensial (ALE – omega3 & omega-6 ) sekitar 20 % dari kebutuhan energi seorang ibu hamil,
  • vitamin A ( 1200 IU/hari ),
  • folacin ( 50 ug/hari),
  • vitamin. B12 ( 0,3 ug/hari),
  • Zn ( 5,0 mg/hari),
  • Fe ( 10 mg/hari)
  • dan Iodium.

Artinya kebutuhan gizi ini hanya dapat dikonsumsi dari makanan yang tinggi akan gizi mikro dan tinggi protein, seorang ibu harus makanan sumber protein hewani terutama ikan laut juga protein nabati yang kaya akan vitamin dan juga mineral. Sumber Karbohidat tidak perlu banyak pada trismester ini, apalagi ketika ditemukan seorang ibu yang mulai ngindam (emesis gravidarum) atau nafsu makan ibu cenderung menurun.

Kebutuhan ini apabila tidak terpenuhi maka sangat kritis akan terjadi gangguan tumbuh-kembang JANIN, karena ibu-ibu yang hamil muda, cenderung belum siap atau menganggap biasa kehamilan yang terjadi, padahal perlu ditahu sekali lagi, pada trimester pertama kehamilan merupakan pase yang sangat menentukan tumbuh-kembang janin, Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi maka berbagai kemungkinan yang sering ditemukan adalah

  1. Kekurangan Asam Lemak Esensial akan dapat mengganggu koordinasi gerak dan daya ingat
  2. Kekurangan vitamin A akan menghambat pertumbuhan struktur neuron
  3. Kekurangan folacin mengakibatkan retardasi mental dan kelainan fungsi otak
  4. Kekurangan vit. B12 mengakibatkan kelainan pertumbuhan Myelin sel otak
  5. Kekurangan Zn menghambat perbanyakan sel otak
  6. Kekurangan Fe mengakibtakan gangguan interaksi mental
  7. dan Kekurangan Iodium akan mengakibatkan tuli, idiot dan cacat fisik

slide2Bila komponen janin ini diperhatikan sejak awal (trismester pertama kehamilan) maka ketika bayi dilahirkan akan terlihat panjang badan yang potensial  yaitu diatas 53 cm dan karena terjadi peningkatan jumlah sel yang maksimal (Baca; Membangun Tinggi Badan Potensial) maka tentunya berat badan lahirnya juga normal (rata-rata 3 kg) dan walaupun berat badannya kurang bayi akan dapat mengejar kekurangan berat badannya, kenapa demikian, karena jumlah selnya sudah banyak tinggal diisi dan diperbesar, beda halnya dengan jumlah selnya yang sudah kurang, selnya akan terisi tetapi berat badannya akan tetap kurang. Jumlah sel yang banyak ini biasa disebut dengan Penambahan Berat Badan Ibu Hamil yang berkualitas ( bukan berkuantitas). Dan yang sangat mengagumkan adalah ketika bayi ini dilahirkan kemudian diletakan didada ibunya, sang bayi akan bergerak sendiri mencari puting ibu dan kemudian mengisapnya walapun ASInya belum keluar, tetapi dalam isap sang bayi akan meransang hormon oksitosin untuk segera mengeluarkan colostrum (ASI yang pertama kali keluar), dan inilah yang biasa disebut Inisiasi dini ASI.

Kesimpulannya. Kebutuhan gizi embrio yang terpenuhi merupakan awal (kunci) terbentuk tumbuh kembang janin, bayi, balita dan seterusnya terbentuk kualitas Sumber Daya Manusia, bisa jadi adanya gizi buruk pada balita dikarenakan sebelumnya tidak terpenuhi kebutuhan gizi pada masa embrionya. Dan kebutuhan gizi embrio ini juga merupakan paradigma baru pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat, namun  disayangkan belum semua petugas kesehatan apalagi yang namanya masyarakat belum mengetahuinya secara menyeluruh. Kata kuncinya adalah jangan katakan kebutuhan gizi ibu hamil tetapi katakan kebutuhan gizi embrio pada ibu hamil karena bila kebutuhan gizi ibu hamil terpenuhi belum tentu kebutuhan gizi embrio terpenuhi, tetapi bila kebutuhan gizi embrio terpenuhi maka sudah pasti kebutuhan gizi ibu hamil akan terpenuhi. Itulah namanya paradigma baru  program perbaikan gizi masyarakat.

——————————————————————————————————————————

Baca Artikel terkait

  1. Apakah Masalah gizi Itu ?
  2. Patogenesis Penyakit Defisiensi Gizi
  3. Laporan Status Gizi dan Pemantauan Pertumbuhan Balita.
  4. Interelasi Metabolisme dan Penentuan Kalori Total
  5. Mengitung Kebutuhan (Gizi) Air
  6. Apakah Berat Badan Balita BGM-KMS adalah Gizi Buruk?
  7. Cara Praktis Mendeteksi gizi Buruk dengan Menggunakan berat  Badan Ideal
  8. Menghitung Berat Badan Ideal Ibu Hamil
  9. Pemberian Kapsul Vitamin A  pada balita di Polewali Mandar
  10. Ada Gizi Buruk Di Tengah-tengah Kelebihan Berat Badan Orang Dewasa
  11. Perdebatan Angka Kematian Ibu
  12. Hasil Audit Non Klinis Kematian Ibu dan Bayi
  13. Mama Aku Mau Mati

———————————————————————

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

 

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

6 Responses to Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat

  1. Ping-balik: Cerrajeros 24 Horas

  2. charlie sheen mengatakan:

    It continually amazes me just how blog writers for example yourself can find the time as well as the commitment to keep on writing outstanding discussions. Your website issuperb and one of my ought to read personal blogs. I just wanted to say thanks.

  3. twilight pics mengatakan:

    Ini selalu heran saya penulis betapa blog seperti diri Anda dapat mencari beberapa waktu bersama dengan dedikasi untuk melanjutkan menulis posting yang sangat baik. Situs Anda isterrific dan salah satu kebutuhan pribadi saya untuk membaca blog dan forum. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih.

  4. Every great advance in natural knowledge has involved the absolute rejection of authority.

  5. p90x pullup bar mengatakan:

    Really!! Is it possible to have a well streamed body in just 90 days? Wow!! I always dreamed of have that kind of body. I think I can go for this 90 days workout.

  6. buy phentermine 37.5 mengatakan:

    Resources such as the one you pointed out here will be very valuable to me personally! I will certainly post a link to this web page on my weblog. Read my visitors will find that quite beneficial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: