Botting Langi-Negeri Kayangan-Negeri diatas Angin

Polewali Mandar Sulawesi Barat.@arali2008. Sureq Galigo, atau Galigo, atau disebut juga La Galigo adalah sebuah epik mitos penciptaan dari peradaban masyarakat di wilayah sulawesi khususnya Luwu (bc. Bukan Bugis) ditulis di antara abad ke-14 dan ke-15 dalam bentuk puisi bahasa kuno orang-orang Sulawesi, bercerita tentang bangsawan negeri Luwu Sulawesi Selatan, dulu masih berpusat di wotu masih bagian luwu dan mempunyai hubungan yang erat dengan negeri Butuni, ditulis dalam huruf Lontara kuno orang Sulawesi. Konon ada lembar yang hilang atau bersifat rahasia yang bercerita tentang negeri diatas angin, sehingga epic ini kurang sempurna dibaca tampa menunjunkan dimana negeri diatas angin tersebut, konon penghuninya adalah para resi (para dewa-atau para guru). Mungkinkah negeri itu adalah Butuni, bisa ya bisa juga tidak, (Bc. sekarang berada Kota Bau-Bau Buton), kalau iya inilah selembar ceritanya.

“Satu ketika datanglah rombongan besar dengan bahtera yang besar-besar berjumlah ribuan. Kepala rombongan adalah seorang perempuan berpakaian berkilauan emas. Tujuan mereka datang adalah untuk merajutkan kembali pertalian yang sempat putus (nama beliau hingga saat ini belum terungkap, sehingga di gelari Puang Lai To Kadiri)” adalah bagian yang dirahasiakan atau masih bersifat rahasia dalam Sureg I Lagaligo oleh penerjemahnya.

10986837_1111653225518219_8375035568044518749_n

Gambar : Foto Benteng (bc. Kastil)  Pusat Negeri Butuni —Wolio—, di waktu pagi dan sore hari ditutupi embun. Sehingga terlihat seperti Botting Langi –Negeri Kayangan – Negeri diatas langit ( Sureq I Lagaligo 1400 ),

Siapa dia? Beliau adalah Sang Ratu Bulawambona, Ratu-Raja Dari Negeri Butuni yang bersuamikan Ba Luwu, yang coba melakukan kunjungan balik atas kunjungan Sang Saweri Gading dan anaknya La Galigo ke Negeri Butuni, untuk merazut kembali hubungan yang putus beberapa tahun sebelumnya, dimana Para datu luwu karena persoalan adat menyerahkan sang bayi kecil untuk dipelihara dan dididik para pembesar dari negeri butuni (Sangariana sebagai Ayah). Setelah Ba Luwu menjadi Suami Sang Ratu. Kunjungan ke negeri sang suamipun tercatat dalam lembaran Sureq I Lagaligo yang tidak di Publikasikan karena bersifat Rahasia oleh penerjemahnya.

11001789_10203819698677622_189507685667534179_n

Tangga Naik Ke Puncak Negeri diatas angin. Benteng (bc. Kastil) Butuni —Wolio— dilihat dari bawah.

Yaa.. negeri butuni, dulu waktu alam masih belum tercemar, di pagi dan sore hari ditutupi embun. Sehingga terlihat seperti Botting Langi –Negeri Kayangan – Negeri diatas langit ( Sureq I Lagaligo1400 ), di negeri Butuni disebut Wawoangin – Diatas Angin- Palagimata – dari atas langit.

10995386_10203803486312323_609068665481113941_n

Botting Langi –Negeri Kayangan – Negeri diatas langit ( Sureq I Lagaligo1400 ), di negeri Butuni disebut Wawoangin – Diatas Angin- Palagimata – dari atas langit. catatan gambar sedikit diedit dengan tidak menghilangkan keasliannya.

Negeri dimana ketika telah menjadi Kesultanan Butuni, Arung Pallaka Sang Penakluk setelah tercatat sebagai DPO dari Kerajaan Gowa Makassar, ia ke Negeri Butuni, selama kurang lebih tiga tahun berada di Pusat Kesultanan, untuk belajar tentang strategi perang, ketatanegaraan dan ajaran-ajaran sufistik keislaman dari pembesar kesultanan.

Setelah Arung Palaka, mendapatkan “kesarjanaannya” kemudian dengan bantuan pembesar negeri butuni mencoba melobi VOC untuk menyerang balik Sultan Hasanuddin (th. 1667), Ia berhasil dan kembali memperbesar kerajaannnya to Ugi.

Sebelumnya (thn 1613) Kapten Apollonius Schotte atas nama Gubernur Jenderal VOC, ketika berkunjungkan ke negeri diatas angin butuni dan menemui Sultan La Elangi (Dayanu Ikhsanuddin) Majikan Schotte, Gubernur Jenderal Pieter Both menuliskan catatan hariannya tentang negeri diatas angin butuni :

“…….Saya dua kali bertemu Raja Buton, kira-kira satu mil jauhnya masuk ke pedalaman “yang berada diatas bukit” dan setelah diadakan banyak upacara oleh raja, kami disambut dan persetujuan diadakan —- sebelum kedatangan saya—–  oleh Kapten Appolonius Schote lalu saya sahkan. Raja itu berusia kurang lebih enam puluh tahun, amat lemah lembut dan bijaksana, banyak mengetahui upacara seperti orang Eropa. Ia menyuruh mempersiapkan dan membersihkan tempat di bawah langit biru. Di tengah-tengah ditempatkan balai yang sangat bagus, di mana ia duduk sebelum saya datang. Sewaktu ia melihat saya, ia berdiri menyongsong saya, saling berpelukan dan kemudian menyertai saya ke balai, di atas permadani. Pada saat itu juga datang anak laki-lakinya, saudara laki-lakinya, serta kerabat dekat. Banyak orang terkemuka di sekitar balai. Di sekitar kami duduk berkelompok-kelompok kira-kira 4.000 orang memegang senjata. Sekalipun demikian, sebelumnya raja telah memperingatkan saya agar tidak khawatir melihat rakyatnya bersenjata karena itu dimaksudkan sebagai penghormatan. Namun sekalipun demikian, sering terjadi pembunuhan seperti di Banda. Dan Tuhan Yang Maha Kuasa telah melindungi kami.

Ini merupakan negeri kayu yang istimewa serta pembuat kapal perang dan kapal dayung yang baik. Saya merasakan hari-hari di sana tidak ada yang lebih indah, dan mereka saya anggap sebagai rakyat yang rama menjamu kami semua dengan apa saja yang mereka kehendaki….”

10920899_10203606598270245_8803447600521359363_n

Sketsa Peta Belanda VOC ketika mengungjungi Negeri butuni (Tahun 1613) dan untuk pertamakali melakukan perjanjian bilateral kemaritiman. Negerinya benteng (bc Kastil) berada di atas Gunung (Bc.

Itulah Negeri Butun tercatat dalam Negera Kartagama sebagai tempat tinggal para resi “para guru yang terhormat” yang dilengkapi dengan taman, lingga dan saluran air, rajanya bergelar Yang Mulya Maha Guru. (Mpu Prapanca, 1365, Negara Kertagama. Mesium Indonesia).

13920_10202667246947049_2122990413676301640_n

Dari Negeri diatas Awan, Anak-anak bebas Memandang Sejauh Memandang

Demikian hanya selembar cerita sebagai pengantar tidur anak-anak, cerita tentang Negeri Diatas Angin, Sebuah Negeri Kayangan Booting Langgi..

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: