Mencermati Diskusi Evaluasi Stunting Balita di Sulbar. “Masih Berwarna Hitam.”

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Hari ini mencermati diskusi virtual evaluasi stunting balita (6/10/2020). Mengamati penyajian teman-teman dalam penanganan stunting di Kabupaten Polewali Mandar dan provinsi Sulawesi Barat. Hasilnya secara keseluruhan dapat dinyatakan ada perhatian dan kepedulian pemerintah daerah dalam menangani masalah stunting.

***

Mengumpulkan data dan menetapkan besarnya masalah telah ditentukan. Penyebabnya telah jelas dipetakan, menetapkan dan melaksanakan berbagai kegiatan rutin dan inovasi telah dilakukan. Dukungan sumber daya telah juga tersedia. Bahkan penetapan strategi dan kebijakan telah juga dikeluarkan . Intinya bila didaftar tilikan semua komponen dalam melihat dan atau mencermati ada dan dilaksanakannya serta evaluasi monitoring program dan kebijakannya telah terpenuhi 100%.

Stunting adalah istilah yang diberikan pada balita (dibawah umur 5 tahun) karena adanya proses keterlambatan pertumbuhan Berat Badan dan Tinggi Badan berdasarkan ukuran balita normal dengan penyebab utama berkurangnya asupan gizi dalam periode 1000 hari pertama kehidupannya.

Adalah definisi dari penulis yang memiliki  salah satu keilmuan dibidang perbaikan gizi masyarakat.

Mencermati periode 1000 hari pertama kehidupan dari seorang balita, pada dasarnya terletak pada tahapan awal  100 (seratus) dari 1000 (bc. seribu) sebagai penentu potensi tinggi badan potensial. Dan oleh karenanya pemenuhan kebutuhan gizi embrio guna memicu pertumbuhan tinggi badan adalah hal yang harus menjadi perhatian sampai dengan berakhirnya periode 1000 hari kehidupan pertamanya. Istilah 1000 hari artinya 280 hari dalam kandungan ditambah 720 hari diluar kandungan sampai dengan umur 2 tahun.

Hasil kerja pemerintah daerah menunjukan ada penurunan prevalensi stunting. Dan sebagai jawaban pertanggung jawaban publik dapat diterima semua pihak, bahkan kegiatan yang tidak berhubungan secara langsung telah menunjukan keberhasilan yang dapat dibanggakan.. Walau ada masalah, masih adanya kasus stunting akan ditangani sebagaimana yang telah diprogramkan. Penekanannya adalah efektifitas dan efisiensi sumberdaya dan proses serta hasil yang diharapkan.

20201006_135257

Diskusi permasalahan ini dapat dicermati ada komentar, ada pendapat, ada saran dan juga solusi, yang kemudian menjadi catatan hasil diskusi. prinsipnya yang diskusikan telah dilaksanakan karena hal-hal yang didiskusikan tersebut merupakan review terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Namun demikian kenyataan menunjukan permasalahan prevalensi penurunan stunting belum menunjukkan penurunan sesuai dengan yang diharapkan. Prevalensinya masih belum berada dibawah 20% (Kemenkes RI) batas ambang prevalensi stunting yang dinyatakan bebas masalah kesehatan tingkat berat. Artinya wilayah ini jika geospasialkan dengan kategori warna masih berwarna hitam.

Diakui penanganan stunting diwilayah ini telah serius dilaksanakan dengan berbagai keberhasilan. Namun harus diakui wilayah ini masih berwarna hitam untuk keluar dalam zona status masalah kesehatan tingkat berat. Artinya adalah keberhasilan dalam kegelapan, masih butuh perjuangan keluar dari kegelapan.

Menyingkapi keadaan penanganan stunting ini, bagi penulis sangat dibutuhkan kolaborasi dari semua unsur yang dengan daftar tilik telah dinyatakan 100%.  Dikemas dalam satu sistem penanganan stunting dengan sub sistemnya harus bergerak secara simultan antara sub sistem dengan sub sistem yang lainnnya sehingga komponen yang bergerak lambat dan yang bergerak cepat dapat secara seimbang bergerak mencapai tujuannya.

Suatu hal terasa ganjil disatu sisi ada kegiatan dinyatakan berhasil dalam penanganan stunting disisi lain data menunjukan penanganan stunting yaitu penurunan kasus belum sesuai dengan yang harapkan. Artinya keberhasilan tersebut tidak sesuai diharapkan alias gagal.

Hal yang terasa genap adalah bila satu atau beberapa kegiatan berhasil maka akan menunjukkan penanganan stunting sesuai dengan keberhasilannya yaitu menurunnya kasus sesuai dengan yang diharapkan.

Demikian hasil mencermati diskusi virtual evaluasi penanganan stunting di provinsi Sulawesi Barat terkhusus wilayah kabupaten Polewali Mandar.

 ***

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi, Kesehatan dan Sosial
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: