Pedoman Pengelolaan Program Gizi Puskesmas

Polewali Mandar Sulawesi Barat,– Ini adalah ringkasan Pedoman Pengelolaan Program Gizi di Puskesmas dibuat dengan tujuan memberikan penjelasan pada pelaksana gizi di tingkat puskesmas agar dapat dijadikan pedoman dalam mengelola program gizi di puskesmas dan juga sebagai bentuk pertanggung jawaban pelaksana dalam mengelola program gizi. Metode yang digunakan adalah menjabarkan pedoman Pengelolaan Program Gizi Kabupaten, menjadi pedoman Pengelolaan Program Gizi Puskesmas. Ada lima langkah yang harus di perhatikan dalam pengelolaan program perbaikan gizi pada tingkat puskesmas yaitu Identifikasi Masalah, Analisis masalah, Menentukan kegiatan perbaikan gizi, melaksanakan program perbaikan gizi, dan pemantauan-evaluasi. Yang menarik dalam pedoman ini adalah bagian analisisnya yaitu dengan menggunakan analisis LAM (local Area Monitoring) dalam bentuk grafik LAM, diperjelas dengan Analisis PETA terhadap cakupan pelayanan dan prevalensi masalah gizi. Bahwa pengelolaan program gizi di puskesmas adalah salah satu komponen pembangunan kesehatan ditingkat kabupaten, bagian dari peningkatan status pelayanan kesehatan, mendukung tercapainya status kesehatan dan status perkembangan dan kelangsungan hidup.

0000000ooOOOOOOO000000000

Gambaran pembangunan kesehatan ditingkat kabupaten dapat dilihat dari tiga komponen utama yang saling kait mengakit dan saling berhubungan, ketiga komponen tersebut adalah status perkembangan dan kelangsungan hidup, status kesehatan dan status pelayanan kesehatan.

Status pelayanan kesehatan terdiri dari cakupan pengelolaan pelayanan program kesehatan dan sarana-prasarana kesehatan. Salah satu pengelolaan program kesehatan adalah pengelolaan program perbaikan gizi. Pada tingkat kecamatan atau Puskesmas program perbaikan gizi merupakan salah program dasar puskesmas dari 7 (tujuh) program dasar yang ada, yaitu Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Program Perbaikan Gizi, Program Kesehatan Lingkungan, Program Promosi Kesehatan, Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Program Pengobatan dan Program Spesifik Lokal. Berhasil tidaknya pelaksanaan ke tujuh program ini, semua tergantung dari pengelolaan atau penyelenggaraannya termasuk pengelolaan program perbaikan gizi.

Pengelolaan program gizi di Puskesmas, sebenarnya telah diatur oleh program gizi ditingkat Kabupaten (Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota), namun demikian agar program perbaikan gizi di Kecamatan dapat langsung memberikan dampak pada tingkat kabupaten, seyogyanya harus di kelolah dengan baik. Ada lima langkah yang harus di perhatikan dalam pengelolaan program perbaikan gizi pada tingkat puskesmas seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut

 

 

Lima langkah pengelolaan program perbaikan gizi di Puskesmas pada dasarnya sama dengan langkah-langkah pada pedoman pengelolaann gizi yang dilakukan di Tingkat Kabupaten yang dikeluarkan Direktorat Bina Gizi Depkes RI, dimulai dari Langkah pertama yaitu Identifikasi Masalah, kemudian Langkah Kedua Analisis masalah. Langkah pertama dan kedua biasa dikenal dengan perencanaan (planing). Langkah Ketiga adalah Menentukan kegiatan perbaikan gizi, langkah ini biasa juga dikenal atau disebut juga dengan pengorganisasian (organising). Langkah Keempat adalah melaksanakan program perbaikan gizi, langkah ini disebut juga dengan Pelaksanaan (actuating). Dan yang terakhir adalah Langkah Kelima yaitu pantauan dan evaluasi, langkah ini disebut juga dengan (controlling anda evaluation).

Langkah Pertama Identifikasi Masalah.

Dalan identifikasi masalah gizi, Langkah-langkah yang perlu diperhatikan adalah mempelajari data berupa angka atau keterangan-keterangan yang berhubungan dengan identifikasi masalah gizi. Kemudian melakukan validasi terhadap data yang tersedia, maksudnya melihat kembali data, apakah sudah sesuai dengan data yang seharusnya dikumpulkan dan dipelajari. Selanjutnya mempelajari besaran dan sebaran masalah gizi, membandingkan dengan ambang batas dan atau target program gizi, setelah itu rumuskan masalah gizi dengan menggunakan ukuran prevalensi dan atau cakupan.

Langkah Kedua : Analisis Masalah

Analisis masalah didasarkan pada Penelaahan hasil identifikasi dengan menganalisis faktor penyebab terjadinya masalah sebagaimana yang disebutkan diatas, tujuannya untuk dapat memahami masalah secara jelas dan spesifik serta terukur, sehingga mempermudah penentuan alternatif masalah. Caranya dapat dilakukan dengan Analisis Hubungan, Analisis Perbandingan, Analisis Kecenderungan dan lain-lain

Langkah Ketiga : Menentukan Kegiatan Perbaikan Gizi

Langkah ini didasarkan pada analisis masalah di kecamatan yang secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat, langkah ketiga pengelolaan program perbaikan gizi ini dimulai dengan penetapan tujuan yaitu upaya-upaya penetapan kegiatan yang dapat mempercepat penanggulangan masalah gizi yang ada. Dalam menyusun tujuan di kenal dengan istilah “ SMART” yang singkatan dari Spesific (khusus), Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Realistic (sesuai fakta real), Timebound ( ada waktu untuk mencapaianya). Contoh Menurunkan TGR anak SD dari 30 % menjadi 20 % di Kecamatan Endemik GAKI Berat selama 2 tahun 2010-2012.

Langkah Keempat: Melaksanakan program perbaikan gizi

Setelah kegiatan perbaikan gizi tersusun, kemudian dilakukan langkah-langkah yang terencana untuk setiap kegiatan. Jenis kegiatan yang akan dilakukan meliputi Advokasi, Sosialiasi, Capacity Buiding, Pemberdayaan Masyarakat dan keluarga, Penyiapan sarana dan prasarana, Penyuluhan Gizi dan Pelayanan Gizi di Puskesmas maupun di Posyandu.

Langkah Kelima : Pemantauan dan Evaluasi

Kegiatan Pemantauan yang baik selalu dimulai sejak langkah awal perencanaan dibuat sampai dengan suatu kegiatan telah selesai dilaksanakan, sedangkan evaluasi hanya melihat bagian-bagian tertentu dari kegiatan yang dilaksanakan.

PEMANTAUAN adalah Pengawasan secara periodik terhadap pelaksanaan kegiatan program perbaikan gizi dalam menentukan besarnya INPUT yang diberikan, PROSES yang berjalan maupun OUTPUT yang dicapai. Tujuannya untuk menindak lanjuti kegiatan program SELAMA pelaksanaan kegiatan, dilakukan untuk menjamin bahwa PROSES pelaksanaan sesusai Action Plan dan jadwal.

Kegiatan pemantauan dapat dilakukan melalui Sistem Pencatatan dan Pelaporan termasuk laporan khusus, Pelaksanaan Quality Assurance Pelayanan Gizi dan Unit pengaduan masyarakat. Hasil Kegiatan pemantauan kemudian dibuatkan lagi kegiatan-kegiatan Tindak lanjut pemantauan yang dilakukan melalui Umpan balik, Supervisi dan Bimbingan tehnis.

EVALUASI adalah Suatu proses untuk mengukur keterkaitan, efektivitas, efisiensi dan dampak suatu program, dilakukan dengan Tujuan Memperbaiki rancangan,Menentukan suatu bentuk kegiatan yang tepat, Memperoleh masukan untuk digunakan dalam PROSES perencanaan yang akan datang dan Mengukur keberhasilan suatu program.

Demikian ringkasan Pedoman Pengelolaan Program Gizi di Puskesmas dibuat dengan tujuan memberikan penjelasan pada pelaksana gizi di tingkat puskesmas agar dapat dijadikan pedoman dalam mengelola program gizi di puskesmas dan juga sebagai bentuk pertanggung jawaban pelaksana dalam mengelola program gizi. Pertanggung  jawaban yang dimaksud disini adalah pertanggung jawaban masyarakat  (Akuntabilitas public) bahwa petugas telah melaksanakan kegiatan (program) sesuai dengan standar operasional prosedur program atau juga telah sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai pelaksana program gizi puskesmas, bila diminta pertanggung jawaban oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Secara keseluruhan (detail) langkah-langkah tersebut diatas dari pedoman pengelolaan program gizi ini, Anda dapat download —–sebaiknya Anda Dapat download karena lebih lengkap penjelasannya——-pada Halaman Download blog @arali2008 dirancang untuk para pelaksana gizi di tingkat puskesmas, juga dapat digunakan sebagai pedoman dalam pertanggung jawaban pelaksanaan program gizi di tingkat kecamatan.

Baca Artikel terkait

  1. Interelasi Metabolisme dan Penentuan Kalori Total
  2. Kebutuhan Gizi pada masa embrio dan janin.
  3. Mengitung Kebutuhan (Gizi) Air
  4. Cara Praktis Mendeteksi gizi Buruk dengan Menggunakan berat Badan Ideal
  5. Menghitung Berat Badan Ideal Ibu Hamil
  6. Pemberian Kapsul Vitamin A pada balita di Polewali Mandar
  7. Ada Gizi Buruk Di Tengah-tengah Kelebihan Berat Badan Orang Dewasa
  8. Perdebatan Angka Kematian Ibu
  9. Hasil Audit Non Klinis Kematian Ibu dan Bayi
  10. Mama Aku Mau Mati

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemilogi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

One Response to Pedoman Pengelolaan Program Gizi Puskesmas

  1. Very nice blog, good read A+

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: