Kepemilikan eks Pasar Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

Polewali Mandar Sulawesi Barat, @arali2008.– Kali ini saya mencoba menulis diluar lingkup kesehatan, saya tulis tentang eks pasar Tinambung, saya tulis berdasarkan pengamatan saya  beberapa hari lalu ketika mendampingi Komisi  I DPRD Polewali Mandar, tepatnya pada  hari Kamis Tanggal Tujuh Bulan April Tahun Dua Ribu Enam Belas, pada pukul Lima Belas tiga Puluh Waktu Indonesia Bagian Tengah (WIT) bertempat di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kabupaten Polewali Mandar,  dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pembahasan  Status Kepemilikan Eks Pasar Tinambung antara  Anggota Dewan Komisi  Satu  dan  pihak-pihak yang mengklaim  pemilik eks pasar Tinambung, Yaitu Ahli Waris dan Pemda Polewali Mandar.

Dasar suratnya adalah 1) Surat Ketua Komisi I DPRD no 170/110/DPRD  tanggal 5 April 2016 tentang Rapat Dengar Pendapat (RDP)  yang di tunjukkan kepada eks pemilik pasar Tinambung. 2) Surat Ketua DPRD no 170/109/DPRD tanggal 5 April 2016 tentang Rapat Dengar Pendapat (RDP)  yang di tunjukkan kepada Bupati untuk menghadirkan  Pihak tehnis Pemda Polewali Mandar yang terkait

tinambung-sulbar

Traffic Light samping Pasar Tinambung Kabupaten Polewali Mandar, sebelum dipindahkan saat-saat tertentu penuh sesak dengan kendaran dan bendi-bendi serta para pengunjung pasar.

Saya sempat catat prosesnya, dimulai dari penjelasan Ketua Komisi, dengan inti pengantar penjelasannya adalah “Komisi I berdasar RDP pertama belum ada penyelesaian sehingga dilakukan RDP ini, dengan menghadirkan pihak-pihak terkait, ahli waris maupun dari pihak Pemda Polewali Mandar, Kapasitas komisi adalah mediasi  antara pihak ahli waris dan pemda”

Dan kemudian secara Bergantian antara wakil Ahli Waris dan Pemda Polewali Mandar memberikan penjelasan tentang status terakhir eks pasar Tinambung.

Penjelasan Ahli Waris

  1. Pihak ahli waris telah mengajukan ke Pemda Polewali Mandar setelah perpindahan pasar lama ke pasar baru, maka  ahli waris akan mengambil alih pasar lama berdasarkan surat-surat dan keterangan bahwa pasar Tinambung (lama) adalah pemilik ahli waris.
  2. Sebelumnya ahli waris telah mengajukan ke Pemda Polman untuk dapat memberikan pengakuan bahwa eks pasar Tinambung adalah Milik Ahli Waris, namun sampai rapat ini dilakukan belum ada Tindak Lanjut.
  3. Ketidak jelasan ‘Kebingungan” pihak ahli waris  tentang keberadaan Eks pasar Tinambung karena tidak adanya Tindak Lanjut dari Pemda Polewali Mandar, atau keterangan lainnya tentang eks pasar Tinambung sebagai milik Pemda pasca RDP sebelumnya ditahun 2012.
  4. Pernyataan Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemda Polman bahwa semua tanah diwilayah yang telah di duduki belanda, adalah milik Pemda Polman, tidak disertai bukti
  5. Pihak ahlis waris menyatakan bahwa eks pasar Tinambung adalah Milik Keluarga Maradia (Bc. Sebutan bagi Raja pada zaman Kerajaan) yang dikelola  secara umum atau Pemda, dan bila dialihkan akan milik kembali keluarga Maradia.
  6. Agar pemerintah dapat legowo untuk mengakui, keberadaan eks pasar Tinambung sebagai milik ahli waris.
  7. Eks Pasar Tinambung adalah tanah adat, tidak ada bukti adanya jual beli atau penyerahan ke Pemda dari mulai masa Belanda sampai dengan Pemerintah Daerah.
  8. Kiranya RDP ini ada Titik Temu tentang Kepemilikan Eks Pasar Tinambung
  9. Penjelasan Tambahan perwakilan ahli waris
    • Apa yang sudah disajikan oleh ahli waris telah disertai alat bukti
    • Diminta dengan tegas untuk membuat rekomendasi, eks pasar Tinambung adalah milik ahli waris dan tidak menghalangi dalam proses pengurus kepemilikan (akta tanah).
    • Sebelum Tahun 1958, Surat Keterangan swapraja, bpk Husain untuk mendirikan bangunan di Lokasi Pasar, membutkikan bahwa eks pasar Tinambung tidak dalam penguasaan pemda.
    • Tahun 1971, SD yang dibangun tidak ada klaim, pada dasarnya ada pembayaran yang dilakukan oleh pemerintah tetapi tidak dilakukan, kecuali bagian pasar ikan yang hanya sebagian yang dibayar.
    • Sepanjang lokasi pasar masih digunakan, masih untuk kepentingan umum, pihak ahli waris tidak keberatan, setelah dipindahkan tahun 2012, maka pihak ahli waris meminta untuk menyerahkan kembali ke pihak ahli waris.
    • Pihak ahli waris tidak menginginkan ke pengadilan, karena hal yang aneh jika pemilik harus menempuhnya melalui pengadilan
    • Adanya mediasi, kiranya ada jalan untuk penyelesaian atau untuk menghindari klaim-klaim lebih lanjut.

 Penjelasan Pemda Polewali Mandar,

Penjelasan Pemda Polewali Mandar diwakilkan pada Staf Ahli, tambahan penjelasan  Bagian asset,  bagian Hukum dan Camat Tinambung

  1. Mengakui bahwa RDP di tahun 2012 tidak ada penyelesaian.
  2. Ada dua cara penyelesaian
    • litigasi  atau melalui pengadilan
    • non litigasi atau melalui negosiasi.
  3. Esk Pasar Tinambung belum merupakan aset Pemda “belum tercatat”
  4. Permyataan Maradia, tidak mempunyai bukti tertulis demikian juga dengan pernyataan B##### (maaf disensor) yang menyatakan eks pasar Tinambung adalah milik ahli waris tidak disertai bukti tertulis.
  5. Bila pemerintah menginginkan pengelola untuk kepentingan umum maka pihak ahli waris dapat menerima dengan baik.
  6. Belum bisa dijadikan aset bila Pemda belum membelanjakan anggarannya untuk keperluan aset daerah.
  7. Tambahan penjelasan bagian asset, Aset adalah barang milik Negara, sedang barang daerah adalah barang dalam pengelolaan daerah. Bekerja setelah sah barang adalah milik daerah, secara peraturan perundangan, diluar dari keabsahan sebagai aset daerah bukan merupakan kewenangan bagian aset dalam pengelolaan Aset.
  8. Tambahan penjelasan bagian hukum, Sejak 1958, eks pasar Tinambung telah dipakai “dikuasai” oleh pemda, perihal kepemilikan belum jelas, Tapi sejak tahun 1958 telah berada dalam penguasaan Pemerintah Daerah. Di lokasi eks pasar Tinambung  di tahun 1971 juga telah dibangun SD ( Sekolah Dasar) tidak ada yang mengklaim sebagai lokasi ahli waris. Adanya upaya penyelesaian kiranya dapat dilakukan secara kekeluargaan. segera membuka ruang untuk penyelesaian, mediasi ini tidaklah lengkap kalau tidak menghadirkan Bpk Asisten Pemerintah dan Kesra Pemda Polewali Mandar (bc. di undang tapi tidak hadir) untuk proses penyelesaian tindak lanjut.
  9. Tambahan Penjelasan dari staf ahli, sebaiknya dapat di putuskan melalui 2 opsi. 1) litigasi  atau melalui pengadilan atau 2) non litigasi atau melalui negosiasi. Dan harus ada keputusan ini. Diharapkan ada penyelesaian dengan baik.

Akhir Rapat Dengar Pendapat

Akhir Rapat Dengar Pendapat disimpulkan sementara oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat adalah

  1. Pihak ahli waris belum mendapat kepuasaan
  2. Pihak pemda Polman belum dapat mengambil keputusan karena masih dikonsultasikan atau disampaikan kepada Bupati Polewali Mandar
  3. Komisi tidak dapat menfasilitasi untuk pembuatan rekomendasi kepemilikan ahli waris, karena bukan merupakan kewenangannya
  4. Diharapkan dari dua opsi,
    • litigasi  atau melalui pengadilan sebaiknya di hindari
    • non litigasi atau melalui negosiasi. Opsi non litigasi ini yang dapat di ambil opsinya.

Demikian  catatan proses  hasil Rapat Dengar Pendapat  (RDP)  Status  terakhir Kepemilikan eks pasar Pasar Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.

————————————————-

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: