Perjalanan Hidup Seorang Sufi

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Setelah membaca kitab Siyarus Salikin Ala Ibadati Rabbul Alamin yang ditulis oleh Syeik Abdus Samad Al-Jawi Al Palembani murid dari Al Qutb Ar Rabbani wa Al Arif As-Shammani yang dikenal dengan Syeikh Muhammad As-Samman Al Madinah Rahimahullahi Ta”ala kutulis buah bacaanku catatan ringkas tentang membangun Kesehatan Spritual, sebagai status kelangsungan hidup yang berhubungan dengan jiwa yang tenang. Jadilah Sufi dimana saja Engkau Berada, ditempat kamu berusaha ataupun ditempat kamu tinggal.

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal”.(QS. Muhammad 19)

Hidup ini adalah perjalanan, yang kemarin dijalani tidak bakal kembali lagi, hari ini menjalani hidup dengan keimanan, amal sholeh —sholat, baca Al Quran, Zikir dan amal sholeh fardhu ain lainnya—-saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran —dalam fardhu kifayah—– dan mempersiapkan bekal ke esokan harinya untuk perjalanan etape berikutnya, demikian waktu berjalan, silih berganti siang dan malam selama hayat dikandung badan.

Perjalanan Seorang sufi adalah perjalanan bathin menujuh penciptaan dirinya dalam bentuk sebaik-baiknya, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS. At-Tin : 4).

Untuk mencapai kesempurnaan diri akan bentuknya yang sebaik-baiknya, ada 7 etape perjalanan yang harus selalu ditempu seorang sufi, dalam setiap silih bergantinya siang dan malam, dan berlangsung seumur hidupnya. Jadilah seorang sufi dimanapun ia berada.

Setelah seorang calon sufi di i’tiqad dan ditaqlidkan seorang guru mursyid bahwa akhirat lebih baik dari dunia. Dan perjalanan akhirat tidak lebih baik daripada kekekalan akhir hidup dan menjadikan dia seorang sufi dengan berbagai bekal ilmu dan amal dari amanat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam maka dimulailah 7 etape perjalanannya.

Shalli wa salim ala Muhammad Wa ala ali Muhammad. Dengan namaMu ya Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,— hamba memulai perjalanan ini. Segala puji bagiMu ya Allah, Tuhan semesta alam –dunia wal akhirat. Maha Pemurah—terhadap kehidupan hamba didunia ini— lagi Maha Penyayang —terhadap kehidupan hamba diakhirat. Yang menguasai — memberikan nikmat — di Hari Pembalasan.—akan segala ibadah hamba di dunia. Dari shalat hamba dan bersama orang-orang muslimin wal muslimat — Yang Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan —- segala ikhtiar perjalanan kami — hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami — Hidayah — perjalanan yang lurus, Seperti Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, yang tidak dimurkai dan tidak pula disesatkan. (QS. Al Fatihah 1-7)

Perjalanan (bathin) itu adalah.

PERTAMA, Perjalanan ILALLAHI TA’ALA
adalah perjalanan seorang sufi meniadakan segala sesuatu yang disembah melainkan Allahu Ta’ala Semata, “Laa Ilaha Illa Allahu”

KEDUA, Perjalanan LILLAHI TA’ALA adalah perjalanan seorang sufi bahwa segala sesuatunya hanya Allah Taala. ..”Allahu, Allahu, Allahu”

KETIGA, Perjalanan ALALLAHI TA’ALA  adalah Perjalanan seorang sufi yang bertawakal kepada Allahu Ta’ala, …..”Watawakkal Alallahu, Laa Ilaha Illa Huwa Rahmanur Rahiim

KEEMPAT, Perjalanan MA’ALLAHI TA’ALA
Adalah perjalanan ridho dan ikhlas seorang sufi bersama orang-orang yang diridho Allahu Taala…”Ya Allahu, Huwa Malikul Haq, yaa Allahu Antal Haq”.

KELIMA, Perjalanan FILLAHI TA’ALA adalah perjalanan seorang sufi dalam naungan kehidupan sepenuh Keagungan Allahu Ta’ala. …. ya Allahu yaa Al Haiyu.

KEENAM, Perjalanan BILLAHI TA’ALA Adalah perjalanan seorang sufi dengan pertolongan dan pengaturan sepenuh Keagungan Allahu Ta’ala….. “Yaa Allahu yaa Al Qaiyuum”.

KETUJUH, Perjalanan QUWATULLAHI TA’ALA adalah perjalanan seorang sufi akan qudrati dan iradati, kekal abadi sepenuh kuasa dan kekuatan Allahu Ta’ala… ya Allahu ya Qahhar, Laa Ilaha Illa Allahu Wahidul Qahhar.

tetap Istiqomah

Allahumma hassin khalqi wa khuluqi ala Rasulullah, Alhamdulillah, zidni ilman wal amal mutaqabbala, rabbighfirli waliwaalidaiya wal Mu’minin wal mu’minat.

…… Ya Allah sempurnakanlah kejadianku dan akhlakku sebagaimana akhlak Rasululullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Ku ucapkan syukur atas nikmat yang telah Engkau berikan padaku, tambahkan ilmu dan amal hamba mohon diterima serta Ampunilah dosa Hamba yang hina ini, dosa kedua orang tua hamba dan dosa orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.

 –

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemilogi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: