Capaian Angka Harapan Hidup Polewali Mandar tahun 2014

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008,– Ditulis Capaian Angka Harapan Hidup yang selanjutnya di singkat AHH Kabupaten Polewali Mandar tahun 2014 dengan tujuan memberikan data dan informasi salah Indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang akan digunakan oleh Bappeda Kabupaten Polewali Mandar dalam menyusun Laporan Akhir Indeks Pembangunan Manusia sebagai Indikator Pembangunan Kabupaten  yang telah menjadi tanggung jawab Bupati selama 5 tahun menjabat (tahun 2014-2019).

Angka Harapan hidup dapat di interpretasikan sebagai dimensi umur panjang dan sehat, dihitung dari Anak yang Lahir hidup dan anak yang masih hidup dari seorang wanita yang telah nikah. Di tahun 2014 capaiannya di kabupaten Polewali Mandar berada pada usia 65.62 tahun, kisaran idealnya berada pada 25 tahun minimal dan 85 tahun maksimal. Artinya usia maksimal umur panjang dan sehat belum mencapai umur maksimal 85 tahun, seringnya ditemukan kematian anak diusia muda misalnya saja kematian bayi yang masih tinggi dan kematian ibu serta kematian-kematian karena kesakitan dan penyakit adalah penyebab utamanya.

Angka Harapan Hidup
Kabupaten Polewali Mandar tahun 2009 s.d 2014
Angka Harapan Hidup per tahun
Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014
64.44 64.71 64.99 65.26 65.62 65.62
Sumber. BPS Polewali Mandar

AHH yang dicapai sebesar 65 tahun dapat diartian bahwa  bayi-bayi yang lahir dari lima tahun terakhir dapat hidup sampai dengan usia 65 tahun. Keadaan angka harapan hidup ini menunjukkan masih kurang adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Polewali Mandar selama lima puluh tahun terakhir,

Uraian singkat pelaksanaan Program dan Kegiatan penentu Pencapaian AHH

Secara garis besarnya program dan kegiatan penentu pencapaian AHH diarahkan untuk pencapaian Tujuan dan Sasaran Utama sasaran strategi sebagaimana yang tertuang dalam renstra Dinas Kesehatan 2014-2019 yaitu Program dan Kegiatan yang diarahkan pada Peningkatan Status pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan Kelangsungan hidup yaitu

  1. Program Peningkatan Keselamatan Ibu dan Bayi, dengan Indikator 2 indikator penentu yaitu 1) Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000 di tahun 2013 menjadi 11.18 per 1000 kelahiran hidup ditahun 2014. Capaiannya ditahun 2014 adalah 11.05 per 1000 kelahiran hidup, tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Dan 2) Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000 ditahun 2013 menjadi 120 per 100.000 kelahiran hidup ditahun 2014. Capainnya adalah 65 per 100.000 kelahiran hidup. Tercapai sesuai dengan yang direncanakan.
  2. Program Perbaikan Gizi Masyarakat dengan Indikator Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari 15.32% ditahun 2013 menjadi dibawah 12.0% ditahun 2014. Capaiannya adalah 4.32 % ditemukan prevalensi gizi kurang dan buruk.

Jumlah Kematian Ibu

Program dan kegiatan penentu pencapaian AHH penunjang lainnya adalah

  1. Program dan Kegiatan yang diarahkan pada Peningkatan Status Kesehatan agar masyarakat dapat hidup sehat, produktif secara sosial dan ekonomis, dengan indicator penurunan angka kesakitan penyakit menular dan penyakit tidak menular, dengan beberapa indicator berhasil ditekan dibawah prevalensi yang tidak dikategorikan sebagai masalah kesehatan masyarakat yaitu penyakit-penyakit TB Paru, Kusta, Malaria, DBD, Diare, Pneumonia, untuk penyakit menular, Dan Untuk penyakit tidak menular adalah penyakit Hipertensi, Diabetes Militus dan Strok.
  2. Program dan Kegiatan yang diarahkan pada Peningkatnya capaian Standar pelayanan Minimal Kesehatan (SPM –Kesehatan) sampai dengan target yang ditetapkan. Dengan indicator Pencapaian SPM masih perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan pelayanan sampai batas toleransi yang sehat tetap sehat.

Pencapaian Standar sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sampai dengan yang ditargetkan, masih terus di tingkatkan sampai mencapai standarisasi yang di targetkan, misalnya Standarisasi fasilitas pelayanan 20 puskesmas, yang optimal baru 6 puskesmas juga upaya untuk meng BLUDkan puskesmas masih terus diupayakan.

Kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaian AHH

Beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapaian AHH adalah

  1. Penggunaan Data dan informasi sebagai dasar dalam penyusunan program dan kegiatan belum maksimal terutama Puskesmas dalam menjabarkan penggunaan dana Kapitasi JKN-BPJS belum optimal.
  2. Sistem kerja program dan kegiatan belum diarahkan secara maksimal untuk pencapaian kinerja sebagaimana yang tertuang dalam Renstra dan Renja Urusan Kesehatan
  3. Kerja sama lintas program dan lintas sektoral untuk mempercepat pencapaian indicator kinerja secara vertical dan horizontal kurang dilakukan secara tim work, masih ditemukan berjalan sesuai dengan program dan sector masing-masing.

Evaluasi dan monitoring pencapaian kinerja kegiatan dan program belum dapat diakses secara umum, sehingga upaya-upaya perbaikan yang melibatkan masyarakat belum dilakukan secara maksimal.

Solusi yang telah diupayakan tahun 2014

Beberapa solusi yang telah diupayakan ditahun 2014 adalah

  1. Bahwa penjabaran penggunaan dana Kapitasi dan non kapitasi puskesmas untuk kegiatan pelayanan kesehatan diarahkan pada perbaikan dan bimbingan tehnisk puskesmas dalam merancang kegiatan dan program berdasarkan data dan informasi yang dihasilkan.
  1. Bahwa Sistem kerja program dan kegiatan akan diarahkan secara ketat untuk pencapaian kinerja sebagaimana yang tertuang dalam Renstra dan Renja Urusan Kesehatan
  2. Bahwa Kerja sama lintas program dan lintas sektoral untuk mempercepat pencapaian indicator kinerja secara vertical dan horizontal diarahkan pada cara-cara kerja secara tim.
  3. Bahwa Evaluasi dan monitoring pencapaian kinerja kegiatan dan program dapat diakses secara umum, melalui elektronik- goverment (Komunikasi Data Online dinkes.polman.id ) sehingga upaya-upaya perbaikan segera dapat dilakukan secara maksimal.

Baca tulisan terkait :

  1. Membeda KUA-PPAS tahun 2015 Provinsi Sulawesi Barat Urusan Kesehatan.
  2. Rencana Strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2014-2019
  3. Analisa Regresi Data Profil Kesehatan
  4. Mencermati Angka Kematian Ibu di Propinsi Sulawesi Barat.
  5. Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat

—————————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

3 Responses to Capaian Angka Harapan Hidup Polewali Mandar tahun 2014

  1. Darmi Amiah mengatakan:

    Semoga dengan inovasi-inovasi kesehatan yang dilakukan serta kerjasama lintas sektoral yang lebih terarah dapat meningkatkan lagi usia harapan hidup masyarakat polman ditahun mendatang.

  2. Arsad Rahim Ali mengatakan:

    arali2008 menjawab
    ok ini emaiku ucang(at)yahoo.com …. (at) = @

  3. pak, bisa minta alamat email ? saya mau bertanya tentang artikel bapak berjudul “Catatan Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak”

    Dhani-Enrekang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: