Data Kesehatan dalam Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM)

Polewali Mandar Sulawesi Barat, @arali2008.—Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM) pada dasarnya telah dikembangkan di Kabupaten Polewali Mandar sejak tahun 2004 dan Kabupaten Mamuju sejak tahun 2008. Isinya berbasis sensus mencari data anak yang telah memasuki atau berada pada usia sekolah tetapi tidak sekolah untuk  diberikan akses layanan bersekolah bagi anak. Pada tahun 2013 ini akan dikembangkan menjadi SIPBM dengan Pendekatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia)

Menghadiri Undangan Loka Karya Penyempurnaan Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM) Kerja sama Pemerintah Propinsi Sulawesi Barat dan Unicef Tahun Anggaran 2013. Penulis di undang sebagai peserta mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar. Diundang sebagai Penanggung Jawab Data dan Sistem Informasi Kesehatan, berkontribusi pada Pengembangan Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat berbasis Indesk Pembangunan Manusia  (IPM). Peserta lainnya yang diundang adalah  Tim SIPBM Polewali Mandar`dan Beberapa SKPD terkait terutama Bappeda dan Dinas pendidikan dari Kabupaten Mamuju, Majene, Mamasa dan Mamuju Utara. Jumlah seluruh peserta adalah 25 orang.

Peserta Lokakarya SIPBM

Peserta Lokakarya SIPBM dari 5 Kabupaten di Propinsi Sulawesi Barat “saat-saat santai sesse penutupan”

Data lainnya  yang ada pada SIPBM adalah data keluarga yang anggota keluarga melek huruf dan  capaian pendidikan tertinggi. Data-data dalam SIPBM ini merupakan penjabaran dari upaya-upaya peningkatan  2 Indikator yang ada pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM).  Data Melek Huruf dan Lama Pendidikan, merupakan data yang selalu rendah presentasenya di Kabupaten Polewali Mandar di bandingkan dengan Kabupaten Lainnya di Propinsi Sulawesi Barat.

Pada Loka Karya Penyempurnaan Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM) Kerja sama Pemerintah Propinsi Sulawesi Barat dan Unicef Tahun Anggaran 2013, yang dilaksanakan selama 3 hari (minggu, 12 Mei s/d Rabu 15 Mei 2013) di d’Maleo Hotel dan Convention Mamuju. Dilakukan untuk penyempurnaan instrumen SIPBM bukan saja data tentang pendidikan khususnya Data Melek Huruf dan Lamanya Pendidikan, tetapi juga data-data yang berpengaruh langsung ataupun tidak langsung  terhadap peningkatan indeks pendidikan, terutama indeks-indeks yang terdapat dalam IPM (indeks Pembangunan Manusia) yaitu Indeks Kesehatan dan Indeks Peningkatan income perkapita.

Catatan dari penulis dari lokakarya  yang menggunakan metode diskusi ada tiga fokus materi diskusikan yaitu

  1. Identifikasi Data-data yang ada di Setiap SKPD yang tidak ada tetapi sangat dibutuhkan
  2. Penyempurnaan Instrumen  Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat
  3. Penjelasan maksud data, indikasi pengukurannya dan kriteria objektifnya.

Fasilitator memandu dan mengarahkan peserta untuk mengidentifikasi data-data yang ada di setiap SKPD “Data yang tidak ada tetapi sangat dibutuhkan”, khususnya SKPD Kesehatan  data-data tersebut adalah

  1. Data Angka Harapan Hidup (AHH), Karena data ini belum tersedia di SKPD Kesehatan secara rutin bahkan BPS yang tidak diundang dalam acara ini hanya menyediakannya dalam skala Kabupaten. sebagian besar peserta mencoba bahkan semuanya (kecuali penulis), menerjemahkan Angka Harapan hidup ini dengan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Memang tidak salah bahwa AKI dan AKB sangat berpengaruhi terhadap AHH. Permasalahannya adalah data AKI dan AKB  secara rutin telah disediakan oleh SKPD Kesehatan, dimasukannya AKI dan AKB dalam SIPBM yang berbasis IPM justru akan menghilangnya peluang untuk mendapatkan data (variabel) penyusun dari AHH yaitu Data Komponen Usia Hidup (long life) diukur dengan angka harapan hidup atau e0 yang dihitung menggunakan metode tidak langsung (metode Brass, varian Trussel) berdasarkan variabel rata-rata anak lahir hidup dan rata-rata anak yang masih hidup.
  2. Data Kesehatan lainnya dimungkinkan dapat mempengaruhi anak untuk bersekolah  yaitu Data Konsumsi Garam beryodium, Data Keluarga memiliki Jamban Keluarga dan Data Alasan tidak memiliki Jamban Keluarga, Data Kualitas air minum, Data Pertolongan Persalinan, Data pemeriksaan Ibu Hamil fokus diperiksa atau tidak diperiksa pertamakalinya, Data Fasilitas Posyandu, Pustu/Poskesdes terdekat, Data Fasilitas Puskesmas terdekat, Data Fasilitas Rumah Sakit/Klinik Swasta terderkat, Data penyandang Cacat dan  penyebab penyebab cacat

Fokus diskusi materi berikutnya adalah Penyempurnaan Instrumen  Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat yaitu dengan memasukan data-data yang diidentifikasi dalam Instrumen SIPBM yang lama menjadi Instrumen Terbaru SIPBM berbasis IPM, karena bukan saja data data AHH dan data kesehatan lainnya yang berpengaruh terhadap pendidikan tetapi data Income Perkapita dan data-data pendukungnya dimasukan dalam Instrumen SIPBM ini. Secara garis besarnya instrumen SIPBM dengan metodelogi sensus ini terdiri dari

  1. Keterangan Tempat
  2. Keterangan Rumah Tangga (RT)
  3. Keterangan Kepala Keluarga (KK) sebagai responden sensus yang terdiri dari Data Pendapatan (income perkapita), Data Kesehatan dan lainnya dalam lingkup Kepala Keluarga.
  4. Keterangan Anggota Keluarga (AK) sebagai sasaran Data Pendidikan diantaranya data data anak yang telah memasuki atau berada pada usia sekolah tetapi tidak sekolah untuk  diberikan akses layanan bersekolah bagi anak dan data anggota keluarga melek huruf dan  capaian pendidikan tertinggi.

Setelah Penyempurnaan Instrumen  Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat Fokus diskusi lokakarya  adalam pemberian penjelasan maksud data, indikasi pengukurannya dan kriteria objektifnya. Salah satu contoh pemberian penjelasan data yang ada dalam instrumen adalah Data Angka Harapan Hidup sebagai berikut

Variable Angka Harapan Hidup

Variable Angka Harapan Hidup adalah variabel untuk mengetahui  lama hidup dan sehat pada suatu  wilayah administrasi desa, kecamatan dan kabupaten dalam satu tahun kalender, digunakan untuk mengetahui salah satu Indesk Pembangunan Manusia (IPM) yaitu Indeks Lama Hidup dan sehat yang dihitung dari Besar kecilnya Angka Harapan Hidup sejak lahir.

Indikasi pengukurannya adalah dengan menanyakan kepada ibu rumah tangga, “ Berapa Kali  ibu yang telah nikah melahirkan anak hidup?” dan “Berapa jumlah anak yang dilahirkan  masih hidup?”

Kreteria Objektifnya adalah

  1. Jumlah anak yang dilahirkan hidup ibu ditulis jumlahnya,
  2. Jumlah anak yang dilahirkan masih hidup ditulis jumlahnya.
Penutupan Lokakarya SIPBM

Penutupan Lokakarya SIPBM (dari Kiri Kekanan (Zakir Akbar-konsultan Unicef, Junaid Diknas Propinsi Sulbar, Piterson- Ketua Tim SIPBM)

Tiga fokus materi telah didiskusikan  dan telah memberikan draf gambaran format terbaru dari SIPBM dengan pendekatan IPM (dapat disebut SIPBM-IPM) yang akan digunakan dan dilaksanakan  ditahun 2013 oleh Pemerintah Propinsi Sulawesi Barat cq Dinas Pendidikan  untuk lima Kabupatennya (Mamuju, Polewali Mandar, Majene, Mamasa dan Mamuju Utara).

Sebelum acara ditutup, ada sessi terakhir yaitu sessi yang diberi judul “Open Forum” yaitu sessi komentar yang disediakan kepada peserta, fasilitator dan  narasumber. Komentara berupa review, masukan, dan gambaran pelaksanaan SIPBM kedepannya.

Penulis mewakili SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, pada kesempatan “Open Forum”  mencoba memberikan Komentar seebagai berikut

YANG PERTAMA YANG INGIN SAYA SAMPAIKAN adalah Sangat perlu diketahui kita semua peserta dan fasilitator SIPBM bahwa hal-hal yang berhubungan dengan data pada di Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar telah terlaksana  dalam suatu sistem yang disebut dengan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Kesehatan. Bahwa  pelaksanaan sistem ini sudah melekat dalam tugas dan fungsi dari setiap tenaga kesehatan, sudah merupakan bagian dari pekerjaan setiap tenaga kesehatan, tidak lagi membutuhan biaya yang besar seperti halnya pelaksanaan SIPBM ini, biaya terutama jasa dari setiap pencatatan dan pelaporan kesehatan sudah merupakan satu paket dengan gaji yang diterima setiap bulannya. Bila setiap tenaga kesehatan tidak mempunyai pencatatan dan pelaporan dari kegiatannya (pekerjaannya) otomatis gaji mereka tidak akan dibayarkan.

YANG KEDUA YANG INGIN SAYA SAMPAIKAN  adalah  data-data kesehatan yang masuk dalam SIPBM sesuai dengan kesepakatan adalah data yang tidak ada dalam Sistem Pencatatan dan Pelaporan SKPD tetapi sangat dibutuhkan. Oleh karenanya saya ingin sampaikan dan kita dapat tahu bersama bahwa  sebagian peserta yang ingin mencantumkan data-data kesehatan dalam SIPBM  sangalah kurang tepat apalagi yang bersifat tehnis. Data-data misalnya jumlah kematian ibu, jumlah kematian bayi,  ASI Ekslusif dan data-data lainnya kurang tepat tetapi bukan berarti tidak penting, karena data kesehatan tersebut telah disediakan oleh SKPD Kesehatan secara rutin dalam sistem pencatatan dan pelaporannya. Terlepas dari berbagai kekurangannya, merupakan dinamika internal SKPD untuk melakukan pembinaan terhadap kekurangan-kekurangan data kesehatannya.

YANG KETIGA YANG INGIN SAYA SAMPAIKAN adalah pada profil Kesehatan yang dikeluarkan pertahunnya ada 2 tabel data informasi  yang selalu kosong yaitu (1) Presentase penduduk berumur 10 tahun keatas yang melek huruf perjenis kelamin per kecamatan  kabupaten Polewali Mandar. (2) Presentase penduduk laki-laki dan perempuan  berusia 10 tahun keatas menurut tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan per kecamatan Kabupaten Polewali Mandar.  Kedua data ini selalu kosong. Sangat diharapkan melalui SIPBM, kedua data ini dapat terisi dan terupdate per tahunnya, permasalahannnya data SIPBM sepertinya sensus yang bersifat tiga tahunan. Update data pertahunnya kiranya dapat penuhi. Merupakan permasalahan yang harus segera dicari jalan keluarnya.

Setelah acara ditutup ada satu pertanyaan besar yang mengganggu pikiran dan perasaan penulis yaitu ada beberapa data yang muncul dalam diskusi yang sangat berpengaruhi terhadap pendidikan misalnya data anggota keluarga yang merokok, data  kepala keluarga yang berinteraksi minimal 10 menit pada anak, keberadaan komite sekolah terhadap anak yang bermasalah dalam sekolah, Peran UKS dan lain-lain. ENTAH KENAPA TIDAK DIKEMBANGKAN DAN DIMUNCULKAN DALAM INSTRUMEM SIPBM. Penulis kurang memahaminya.

Baca juga tulisan terkait

  1. Pemilihan Indikator Analisis Kesehatan Situasi Ibu dan Anak
  2. Data Sasaran Proyeksi Penduduk Versus Data Sasaran Real
  3. Catatan dari Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak

——————————————

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

2 Responses to Data Kesehatan dalam Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM)

  1. Sofiandi mengatakan:

    Sangat bagus pak pieterson dkk. Semoga daerah kami Aceh berkelanjutan supaya jangan mengambang
    Selamat kepada tim SIPBM Polman

  2. pembuatan sistem informasinya sudah tepat, tinggal masyarakat bisa atau tidak untuk menggunakan sistem tersebut.

    arali2008 menjawab
    ….. masyarakat bisa atau tidak untuk menggunakan sistem tersebut? yach itu yang menjadi cacatan saya waktu sessi “open Forum” jangankan masyarakat. petugas saja khususnya Dinas Pendidikan masih belum bisa menggunakan data ini sebagai data rutin yang melekat pada tugas dan fungsinya atau melekat pada pekerjaannya. SIPBM ditopang dengan dana yang besar dari Unicef dan Daerah serta bersifat proyek.
    Pertanyaan Anda (Jagat Sistem Informasi) “Apakah masyarakat bisa atau tidak untuk menggunakan sistem tersebut?” juga merupakan pemikiran penulis…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: