Mutasi Kepala Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar tahun 2013.

Polewali Mandar Sulawesi Barat, arali2008.– Posisi penulis dalam kepemimpinan dan mutasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat tahun 2013 adalah mitra kerja, bersama-sama  bekerja secara profesional untuk kepentingan organisasi. Ada dua peristiwa penting terhadap penulis saat-saat Mutasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2013, Mutasi dari dr. H. Ayub Ali, MM  ke drg. Nurwan Katta, MARS. Pelantikan dilakukan oleh Bupati Polewali Mandar tanggal 12 Februari 2013 di Ruang Pola Gedung Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Pelantikan sebagai eselon II ini menggantikan dr. H. Ayub Ali, MM yang telah selesai memasuki masa pensiun sejak tanggal 3 Oktober 2012.

Masa jabatan  dr.  Ayub Ali  kurang lebih 3 tahun (Baca tulisan mutasi sebelumnya : Kepemimpinan dan Promosi Jabatan Dinas Kesehatan Polewali Mandar) didimulai sejak akhir  tahun 2009 dan  berakhir tanggal 12 Februari 2013, ada perpanjangan setahun  dari 3 Oktober 2012 sampai dengan 3 Oktober 2013, namun karena kepentingan kaderisasi jabatan dan telah selesainya pelaksanaan  pertanggung jawaban Anggaran APBD, perpanjangan harus berhenti di tanggal 12 Februari 2013.

Dua peristiwa penting saat-saat Mutasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar  tersebut adalah :

Pertama;  Diinterogasi Tipikor Polda SulSelBar

Sehari  telah pelantikan drg. Hj. Nurwan Katta, MARS sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, dipromosikan dari direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali, Tipikor Polda SulSelbar melakukan Interogasi laporan LSM tentang  Penyelesaian Pembangunan Konstruksi Gedung  RSUD Polewali. Interogasi dilakukan terhadap Panitia Lelang, Pejabat Pembuat Komitmen RSUD Polewali dan Para pelaksanan pekerjaan konstruksi yang ditunjuk sebagai pemenang/pekerja.

Hubungannya dengan  penulis   terhadap interogasi ini adalah penulis sebagai panitia dan hubungannya dengan Direktur RSUD selaku Pejabat Pembuat Komitmen.  Ada 25 pertanyaan dengan pertanyaan inti Tipikor adalah Panitia yang dibentuk oleh Direktur RSUD Polewali melalui SK tentang pembentukan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa “Panitia bertanggung jawab kepada  siapa ?,

Penulis sangat hati-hati menjawabnya, kalau panitia bertanggung jawab  kepada Direktur RSUD ini sama saja Direktur menunjuk langsung pelaksana pekerjaan kontruksi Pembangunan RSUD, ini adalah kesalahan, jika pimpinan Institusi menunjuk langsung para penyedia barang dan jasa tampa melalui proses lelang.

Kalau panitia selaku pokja pengadaan barang dan jasa bertanggung jawab kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP), ini sama artinya penulis menunjukkan kelemahan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang tidak membentuk Organisasi ULPnya.

Penulis sebagai penitia hanya menjawab “panitia bertangung jawab terhadap tugas pokok dan kewenangan sebagaimana yang tertuang pada SK panitia” Setelah Tipikor Polda Sulselbar mengkonfirmasi lebih lanjut kepada di direktur RSUD tidak ada interogasi lebih lanjut. Sepertinya Tipikor telah mencatat bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar  Tidak membentuk ULPnya, bukan merupakan kesalahan panitia ataupun direktur RSUD.

Kedua : Meminta Masukan Fit and Proper Test

Sebelum pelantikan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) melakukan fit and proper test (kepatuhan dan kelayakan) terhadap  pejabat-pejabat yang akan di promosikan ke  jabatan eselon II lingkup Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Salah satunya adalah drg. Hj. Nurwan Katta, MARS  pejabat struktural eselon IIIb direktur RSUD Polewali yang bakal di promosikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Hubungannya dengan penulis adalah sang direktur meminta kepada penulis untuk menggali Visi dan Misi dari retrospektif dan prospektif drg. Hj. Nurwan Katta, MARS yang selama ini telah bekerja secara profesi (dokter gigi), Kepala  Puskesmas, Kepala Bidang di Dinas kesehatan dan direktur RSUD Polewali.

Catatan-catatan penulis drg. Nurwan Katta sebagai bahan masukan wawancara fit and proper test adalah visi pribadi “Mempunyai cukup pengalaman dan prestasi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya” Misinya adalah (1), Mengelenggarakan organisasi SKPD dengan nilai dan budaya organisasi yang mandiri dan profesional serta terintegrasi. (2) Menggerakan dan mengendalikan sumber daya organisasi dalam penyelenggarakan pembangunan kesehatan kabupaten. (3) Menyelenggarakan kebijakan dan program  kesehatan sesuai dengan tujuan pemecahan masalah dan peraturan perundang-undangan guna mencapai tujuan yang telah dibuat oleh Renstra SKPD.

Pengalaman dan Prestasinya adalah

Secara pribadi sebagai proses doker gigi  adalah dapat mempraktekan profesi kedokteran gigi bagi orang-orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan gigi. Sebagai Kepala Puskesmas dapat  mengorganisasikan sumber daya manusia dengani nilai-nilai dan cara kerja  secara profesional

Sebagai Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinkes Polman dapat :  menurunkan Status Gizi Buruk pasca krisis ekonomi  dengan pendekatan kemanusian dan budaya sipamandar, membebaskan Polewali Mandar sebagai daerah Endemik Berat GAKI menjadi endemik Ringan, mengendalikan cakupan pelayanan kesehatan keluarga selalu berada dalam alur rencana strategi

Sebagai Kepala Bidang Sarana dan Parsarana Kesehatan Dinkes Polman dapat :  Mampu menyediakan dan mengendalikan sarana dan prasarana kesehatan agar tenaga kesehatan dapat memaksimal dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diantara; Pendistribusian dan penggunaan Alat kesehatan ; Pendistribusian dan penggunaan obat dan bahan kesehatan

Sebagai Direktur RSUD Polewali dapat : Melakukan Akreditasi RS untuk pertamakalinya bagi RSUD Polewali dengan menggerakan semua sumber daya yang dan berhasil membuktikan bahwa 5 (Lima) Pelayanan dasar Akreditas telah dipenuhi oleh RSUD Polewali ; Telah membuat blue print pengembangan RSUD Polewali sebagai Badan Layanan Umum

Disimpulkan sang direktur  sudah cukup mempunyai pengalaman dan prestasi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Setiap organisasi yang  dipimpin mempunyai sumber daya (manusia), nilai dan cara kerja yang harus dimaksimalkan untuk mencapai tujuannya

 Tentang Kepemimpinan dr. Ayub Ali, MM

Tulisan saya tentang kepemimpinan dr. Ayub Ali,  selama menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar sebenarnya  tidak jauh berbeda  dengan tulisan penulis  tentang “dibalik Layar Mutasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar” antara dr.H. Achmad Azis, M.Kes dengan dr. H. Ayub Ali, MM.

Profesionalisme… mereka bekerja bukan karena pimpinannya tetapi mereka bekerja semata-mata untuk kepentingan pembangunan kesehatan di Polewali Mandar. Mereka bekerja tidak mengejar jabatan, apalagi yang namanya ”uang”, kadang mereka dimarahi, disalahkan karena terlambat beberapa menit saja menyelesaikan pekerjaannya, tetapi mereka bangga ketika pekerjaan mereka berhasil diemban oleh pimpinan. (oleh arali2008)

Dr. Azis lebih menekankan pengendalian staf, sementara dr Ayub lebih menekankan pada pengabdian dan penyerahan wewenang sepenuhnya kepada staf. Cara pemimpin kedua mantan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar  tentunya mempunyai keuntungan dan kelemahan, Namun yang sangat beresiko adalah kepemimpinan Dr. Ayub Ali, karena ketika bawahan yang diserahi  kewenngan  yang besar melakukan kesalahan maka akan merusak citra sang kepala Dinas. Masa-masa terakhir kepempinan  dr. Ayub, sangat terlihat, ia lebih mempercayai orang-orang terdekat,  yang loyal secara pribadi, tetapi tidak dekat dan loyal secara organisasi, sehingga penulis bisa sangat mengerti ketika  terjadi mutasi (promosi) drg. Nurwan Katta  menggantikan dr. Ayub Ali yang belum selesai masa perpanjangan setahun masa pensiunnya.

Tentang kepemimpinan drg. Hj. Nurwan Katta, MARS

drg. Hj. Nurwan Kata, MARS adalah seorang wanita  kedua yang memimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar sejak adanya Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar (dulu Kab. Polewali Mamasa) atau pimpinan wanita pertama sejak  Kabupaten Polewali Mandar berpisah dengan wilayah Mamasa menjadi Kabupaten Mamasa.

Pada dasarnya kepemimpinan beliau dilebih didasarkan pada  kemampuan bawahan —— terutama pejabat struktural dibawahnya—-–  untuk menindak lajuti keputusan yang dibuatnya.  Keputusan yang dibuatnya cenderung standar sebagaimana setiap pimpinan organisasi pada umumnya, sehingga bawahan menindak lanjutinya dengan standar pula dan kurang memuaskannya, padahal sang bawahan telah dilengkapi dengan berbagai sumber daya yang seharusnya menghasilkan lebih dari sekedar standar. Sang Pimpinan (drg. Nurwan Katta) selalu mengatakan “ini tidak efektif dan efisien”. Hingga akhirnya keputusan yang dibuatnya kadang bersifat ganda (Standar Ganda). Dalam suatu permasalahan  ada keputusan namun dalam prakteknya ada keputusan lainnya.

Kesimpulan : Hubungan dengan Penulis

Kesimpulan dibalik Layar Mutasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2013, bagian kedua dari tulisan pertama penulis tentang Dibalik Layar Mutasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar  antara dr. H. Ahmad Azis, M.Kes dan dr. H. Ayub Ali, MM yang terjadi tahun 2009 adalah

  1. Ketika Dinas Kesehatan di Pimpinan oleh dr. H. Achmas Azis, M.Kes, posisi penulis sebagai  orang-orang yang bekerja secara profesional membantu pimpinan untuk membuat keputusan yang tepat untuk kepentingan organisasi dan kepentingan karir sang pimpinan
  2. Ketika Dinas Kesehatan di Pimpinan oleh Dr. H. Ayub Ali, MM, posisi penulis  hanya sebagai orang-orang yang bekerja secara profesional yang bekerja secara mandiri hanya semata-mata demi kepentingan organisasi, hubungan dengan sang pimpinan hanya sebatas bawahan dan atasan.
  3. Dinas Kesehatan yang sementara di Pimpinan oleh drg. Nurwan Katta. Posisi penulis adalah mitra kerja, bersama-sama  bekerja secara profesional untuk kepentingan organisasi.

Ditulis saat mutasi kepemimpian Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, dan baru dipublis 1 Juni 2013. Hanya catatan untuk otobiografi blog @arali2008.

Baca juga tulisan terkait

  1. Kepemimpinan dan Promosi Jabatan  Kepala Dinas Kesehatan Polewali Mandar
  2. Aku Pusing ! Sistem Organisasi Terganggu
  3. Selamat Jalan BKKBN Polewali Mandari
  4. Bedah Konsep Strategi RPJPM 2007-2012 Propinsi Sulawesi Barat

————————————————————————

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: