Angka Kematian Ibu Tinggi atau Rendah.

Polewali Mandar Sulawesi Barat.– Salah satu Indikator  untuk menilai keberhasilan pembangunan kesehatan  ditingkat propinsi ataupun di kabupaten/kota  adalah angka kematian ibu, khususnya yang berhubungan dengan indikator status kelangsungan hidup. Angka Kematian Ibu juga dipakai sebagai Indikator MDGs yang bukan saja  harus dicapai ditahun 2014  tetapi juga sebagai alat untuk memonitoring pencapaian  atau posisi  kematian ibu tiap tahunnya yaitu Pencapaian Goal kelima MDGs peningkatan kesehatan ibu dengan salah indikator globalnya yaitu penurunan kematian ibu sampai dengan ¾ dari standar nasional 225 per 100.000 kelahiran hidup.

Angka kematian  ibu ini rupanya di kabupaten Polewali Mandar, ataupun kabupaten-Kabupaten lainnya di Propinsi Sulawesi Barat termasuk Propinsi Sulawesi Barat sendiri para pimpinan pemerintahan (kesehatan) maupun para pelaksana program kesehatan, belum bisa memahami secara menyeluruh. Misalnya saja  beberapa hari yang lalu penulis membaca komentar Kepala Dinas Kesehatan Mamuju Propinsi Sulawesi Barat di harian (Koran) Radar Mandar yang mengatakan bahwa “ Jumlah kematian ibu di Kabupaten Mamuju ditahun 2009  telah RENDAH  yaitu hanya ditemukan (terjadi)  sebanyak 18 kematian”.  Masih di Koran harian yang sama (Radar Mandar) pada pertemuan Analisis ASIA Propinsi Sulawesi Barat, diberikan “Kematian Ibu di Propinsi Sulawesi Barat Masih TINGGI”.

Dalam beberapa pertemuan koordinasi program di tingkat propinsi Sulawesi Barat  yang menghadirkan pelaksana program kesehatan  5 kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi Barat  yaitu Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Majene, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju Utara dan Kabupaten Mamuju, selalu saja coordinator Program di Tingkat Propinsi Sulawesi Barat menyebutkan bahwa kematian ibu di Kabupaten Polewali Mandar TERTINGGI  dan kabupaten lainnya telah RENDAH di Propinsi Sulawesi Barat.

Dari informasi Angka Kematian Ibu yang dimuat oleh Koran Radar Mandar (Koran Utama Sulawesi Barat) dan informasi Angka Kematian Ibu pada pertemuan koordinasi Program Tingkat Propinsi Sulawesi Barat, ada beberapa pertanyaan yang muncul pada benak penulis,

  1. “Apakah Kematian Ibu di Kabupaten Mamuju Telah Rendah ?”
  2. “Apakah Kematian Ibu di Propinsi Sulawesi Barat Masih TINGGI ?”
  3. “Apakah Kematian Ibu di Kabupaten Polewali Mandar yang paling tinggi diantara Kabupaten di Porpinsi Sulawesi Barat?”
  4. Atau pertanyaan secara keseluruhan  adalah “Apa sebenarnya pengertian angka kematian ibu yang telah rendah dan yang masih tinggi?”

Penjelasan  angka kematian ibu dari beberapa tulisan  dalam blog arali2008, sebenarnya sudah sangat jelas, mulai dari rumusan yang digunakan sampai dengan interpretasi yang dihasilkan.

Rumusnya dihitung dengan membagi jumlah kematian ibu maternal (ibu Hamil, Nifas dan bersalin karena gangguan kehamilan) dibagi dengan jumlah kelahiran hidup disuatu wilayah dan dikali dengan konstanta yang telah disepakati yaitu 100.000. Penggunaan konstanta 100.000 ini hanya diperuntukkan untuk jumlah kelahiran hidup  sampai dengan 100.000. Sebagian pendapat juga mengatakan jumlah kelahiran  diatas 50.000 keatas, dengan catatan perkiraan kelahiran bisa mencapai 100.000, dalam pengertian  yang tercatat  sekitar 50.000 an kelahiran hidup namun masih banyak yang belum tercatat yang diperkirahkan bisa mencapai angka 100.000 an kelahiran hidup. Hal ini bisa diketahui dengan melihat jumlah penduduk suatu wilayah dikalikan dengan 1.05 (baca sati koma satu) perkiraan  kelahiran dikali dengan CDR (Angka Kematian kasar) suatu wilayah, hasilnya adalah jumlah kelahiran dalam  suatu wilayah.

Untuk suatu wilayah yang jumlah kelahiran hidup tidak dapat mencapai 100.000 kelahiran hidup baik yang tercatat maupun perkiraan kelahiran hidup, tidak dianjurkan menggunakan rumusan diatas, tetapi hanya menggunakan jumlah kematian absolutnya. Hal in sangat penting agar intepretasi yang dihasilkan dapat dimengerti  dengan jelas  untuk upaya-upaya pengendalian status kelangsungan hidup dalam pembangunan kesehatan dari indikator  angka kematian ibu dan  peningkatan kesehatan ibu.

Angka Kematian ibu yang Rendah atau Tinggi

Adanya angka kematian ibu yang rendah berarti ada kematian ibu yang tinggi maksudnya bila disuatu kabupaten, sebut saja Kabupaten Mamuju kematian ibu rendah berarti ada standar yang  batasan indikator yang menyebutkan  telah rendah atau telah tinggi. Batasan indicator kematian ibu yang ideal sebenarnya adalah tidak ditemukan kematian ibu karena gangguan kehamilan kecuali kecelakaan. Gangguan kehamilan  yang dimaksud diantaranya Pendarahan ketika ibu melahirkan, Infeksi pasca persalinan pada ibu nifas, Keracunan kehamilan dan gangguan kehamilam lainnya ketika ibu sedang hamil, bersalin, nifas dan dapat ditolong oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompotensi.  Sementara kecelakaan yang dimaksud disini——-dalam pengertian bebas —- adalah terjadinya benturan fisik, sengaja maupun tidak sengaja, pada seorang ibu yang sedang hamil, bersalin dan nifas  karena kelalaiannya (seorang ibu) yang dapat menyebabkan kematian dirinya dan sulit untuk dapat ditolong oleh petugas kesehatan  yang mempunyai kompotensi karena kejadian yang tiba-tiba dan diluar perencanaan program.

Batasan indikator kematian ibu yang ideal ini sangat sulit untuk dicapai, sehingga indikator yang digunakan adalah capaian  dari suatu wilayah  diantaranya

  1. Batasan indikator nasional (Indonesia) yang diambil angka dari seluruh kematian  ibu diwilayah  yang ada di Indonesia.
  2. Batasan Indikator Propinsi  yang diambil dari  angka  dari seluruh kematian yang ada di kabupaten/kotanya.
  3. Atau angka dari Negara lain, atau propinsi lain atau kabupaten lainnya sebagai indikatornya.

Untuk memperjelas indikator-indikator ini berikut penulis mengambil data kematian ibu di Propinsi Sulawesi Barat  yang dapat memperjelas apakah kematian ibu di  Kabupaten dan Propinsi Sulawesi Barat telah  rendah atau Tinggi. Batasan Indikator yang diambil  adalah Angka Kematian Ibu Nasional  yaitu 225 per 100.000 kelahiran hidup, yang dikonvesikan kedalam jumlah kelahiran hidup yang ada pada masing-masing Kabupaten  yang ada di Propinsi Sulawesi Barat. Kabupaten Manakah  Angka Kematian ibu  lebih rendah atau lebih tinggi dari  Standar Nasional,? berikut dijelaskan jawabannya

Pada tabel diatas yaitu jumlah kematian ibu pada kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi Barat dan jumlah kelahiran hidup yang diambil dari data profil kesehatan propinsi Sulawesi barat tahun 2009, secara absolute terlihat Kabupaten Polewali Mandar adalah jumlah kematian ibu  yang paling tinggi (17 kematian ibu) dan yang terendah adalah Kabupaten Mamuju Utara (8 Kematian Ibu)  serta jumlah total kematian ibu untuk propinsi Sulawesi Barat adalah 58 Kematian. Ternyata setelah dibandingkan dengan AKI Nasional sebagai standar (225 per 100.000 kelahiran hidup) yaitu dengan cara di konversi kedalam jumlah kelahiran hidup pada masing-masing kabupaten dan juga propinsi —– 225/100.000 x kelahiran hidup kabupaten/propinsi)——– maka didapat atau dinyatakan dalam jumlah sebagai target atau batasan indikator pada masing-masing kabupaten/propinsi  dapat dinyatakan sebagai berikut :

  1. Kabupaten Polewali Mandar adalah Kabupaten dengan jumlah  atau angka kematian ibu yang terendah di Propinsi Sulawesi Barat. Bukan Kabupaten yang Kematian Ibu Tertinggi yang selalu disebut-sebut oleh para Pimpinan dan koordinator Program di Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Barat.
  2. Kabupaten Mamuju yang  oleh kepala Dinas Kesehatannya mengklaim  bahwa angka kematian ibunya telah rendah adalah suatu pernyataan yang tidak jelas dan tampa dasar. Lihat data diatas ditahun 2008 ada 15 kematian sementara berdasarkan standar nasional seharusnya 11 kematian artinya   masih cukup tinggi dari standar Nasional (134%).
  3. Dan Kabupaten Mamasa yang selama ini selalu dinyatakan angka kematian ibu paling rendah di Propinsi Sulawesi Barat justru yang paling Tinggi di Propinsi Sulawesi Barat.

Kematian Ibu dan Target MDGs Peningkatan Kesehatan Ibu

Sebagaimana penulis sebutkan diatas Angka kematian ibu  disamping dapat memberikan gambaran hasil pembangunan kesehatan khususnya yang berhubungan dengan status kelangsungan hidup, juga merupakan indicator keberhasilan pencapaian target-target  MDGs goal kelima Peningkatan kesehatan ibu  dengan penurunan  kematian ibu sampai dengan ¼ dari target nasional 225 per 100.000 kelahiran hidup.  ——- Status Kelangsungan Hidup dapat dicapai dengan peningkatan Kesehatan Ibu———artinya MDGs mendukung atau mendorong peningkatan pembangunan kesehatan di suatu wilayah dengan penggunaan indikator Angka Kematian ibu.

Penjelasan penulis akan kematian ibu ini akan mempermudah menetapkan target penurunan 3/4 kematian ibu di tahun 2014  yaitu  jumlah kematian berdasarkan standar nasional  pada kabupaten juga propinsi dikurangi dengan 3/4nya dari jumlah target kematian kabupaten tersebut  hasilnya   dapat dilihat pada tabel berikutnya dibawah ini. Target ini bukan  saja untuk penetapan target MDGs  ditahun 2014 tetapi juga untuk melihat posisi suatu  wilayah  pada suatu waktu, apakah telah mencapai atau belum mencapai target MDGs.

Data kematian ibu seperti yang diperlihatkan pada tabel berikut ternyata semua Kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi Barat, juga kalau dilihat dari tingkatan propinsi Kematian ibu belum mencapai target MDGs  yang diinginkan  yaitu goal kelima Peningkatan kesehatan ibu dengan indicator penurunan  kematian ibu sampai dengan 3/4 dari target nasional 225 per 100.000 kelahiran hidup.

Angka Kematian Ibu (AKI) secara nasional yang dijadikan sebagai standar untuk kabupaten dan propinsi, dapat juga menggunakan Angka Kematian  Ibu (AKI) Propinsi sebagai standar atau target Kabupaten sebagai sebagai tambahan analisis contoh Propinsi Sulawesi Barat seperti tabel diatas Jumlah Kematian Ibu sebanyak 58 kematian dengan jumlah lahir hidup 19.025 dengan menggunakan rumus dan diambil konstanta 10.000 ( karena jumlah lahir hidup hanya puluhan ribu) hasilnya di dapat 30 per 10.000  kelahiran hidup. Angka ini kemudian dikonversikan pada jumlah kelahiran yang ada pada masing-masing kabupaten. Hasilnya merupakan target atau standar berdasarkan AKI Propinsi Sulawesi Barat. Target  atau standar bisa juga berdasarkan kabupaten dari salah satu kabupaten yang ada dalam propinsi.

Menurut Pengalaman penulis dalam mengelola program  kesehatan,  kombinasi dalam penggunaan target  Nasional, Propinsi, kabupaten  bahkan kecamatan merupakan strategi dalam pelaksanan program-program kesehatan, bila target atau standar nasional sulit untuk dicapai maka sebagai batu loncatan dipergunakan target atau standar propinsi, kalau standar propinsi sulit dicapai maka dipergunakan target atau standar kabupaten sebagai target antara, demikian sampai ketingkat kecamatan dan desa.

Kesimpulannya

  1. Kematian ibu di Propinsi Sulawesi Barat setelah dikonversi  berdasarkan standar Nasional disimpulkan masih sangat Tinggi  yaitu 58 kematian ibu dari yang seharusnya  dapat ditekan dibawah 43 kematian berdasarkan AKI Nasional dan atau 11 kematian  berdasarkan target MDGs
  2. Angka kematian ibu yang dinyatakan dalam bentuk jumlah absolute tetap harus memperhatikan jumlah kelahiran hidupnya yang tertjadi  pada suatu kabupaten  ataupun propinsi dan akan lebih baik jika di konversikan berdasarkan standar Nasional.
  3. Batasan indicator kematian ibu yang ideal sebenarnya adalah tidak ditemukan kematian ibu karena gangguan kehamilan kecuali kecelakaan. Karena s sangat sulit untuk dicapai, sehingga indicator yang digunakan adalah capaian  dari suatu wilayah sebagai pembandingnya.

———————————————————————————————————————————————-

Baca Juga Artikel Terkait

  1. Cakupan Pelayanan ANC (K1 dan K4) Salah dan Tak Terkendali
  2. Tiga Unsur Utama Penyebab Langsung Kematian Ibu
  3. Memprediksi Kematian Ibu dan Bayi di Polewali Mandar
  4. Pelatihan Asuhan Persalinan Normal II, P2KP Polewali Mandar
  5. Indeks Komposit MDGs (IKMDGs) Kesehatan Ibu adalah Prioritas
  6. Kepedulian pada Persalinan Ibu Masih Sangat Rendah.
  7. P2KP Polewali Mandar dan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal
  8. Identifikasi Kematian Ibu Karena Pendarahan di Polewali Mandar
  9. Indikator Goals Kelima MDGs Peningkatan Kesehatan Ibu
  10. Capaian MDGs Peningkatan Kesehatan Ibu di Polewali Mandar
  11. Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat
  12. Menghitung Berat Badan Ideal Ibu Hamil.
  13. Perdebatan Angka Kematian Ibu
  14. Strategi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

———————————————————————————————-

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemilogi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

One Response to Angka Kematian Ibu Tinggi atau Rendah.

  1. Thanks for taking the time to share this, I feel strongly about it and love reading more on this topic. If possible, as you gain knowledge, would you mind updating your blog with more information? It is extremely helpful for me.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: