Disajikan Dengan pendekatan Epidemiologi Narkoba

Polewali Mandar Sulawesi Barat. @arali2008.— Merdeka atau Mati ! Merdeka dengan bebas dari Narkoba atau mati konnyol dengan Narkoba, segala upaya pencegahan penggunaan Narkoba telah kami lakukan. Semua tergantung Induvidu-Induvidu.

Kasus Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) di Indonesia mulai dari tahun 2000 sampai dengan 2012, menunjukan angka 3000 an kasus diawal tahun  2000-2003 dan selanjutnya meningkat terus 7000 an kasus setiap tahunnya hingga mencapai 5 jutaan orang (prevalensi 2.5%)  sampai dengan tahun 2012 (Sumber : BNN tahun 2012)

Adalah beberapa bagian dari materi penulis tentang Narkoba  sebagai tindak lanjut dari  surat Komandan Kodim Wilayah Kabupaten Polewali Mandar Bpk Yudhi Murfi, surat permintaan petugas Dinas kesehatan Kabupaten Polewali Mandar untuk membawah materi Jenis dan Bahaya Norkoba, untuk para anggota TNI dan Istrinya Senin tanggal 9 Maret 2013 diruang Aula Kantornya. Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali ( drg. Hj. Nurwan Katta MARS) menunjuk Penulis untuk membawah materi tersebut.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

ICD 10 untuk program Eliminasi Malaria

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.-–  Penyakit Malaria, tidak ada data pasti kapan pertama kalinya kasus malaria ini di jumpai masyarakat Polewali Mandar. Data tiga tahun terakhir Angka Insidensi Malaria Positif (jumlah kasus klinis malaria/10,000 penduduk ) tahun 2009 (API) ditemukan 3-4 kasus per 10.000 penduduk, tahun 2010 ditemukan peningkatan kasus menjadi  4-5 kasus per 10.000 penduduk,  ditahun 2011  dengan sedikit intervensi  melalui dana GF ( Global Fund)  berupa kegiatan pemeriksaan laboratorium di beberapa UPK (Unit Pelayanan Kesehatan) Puskesmas, ketersediaan alat dan logistic Laboratorium ,dan  Pelatihan tenaga mikroskopis malaria. Angka Insidensi Malaria Positif turun menjadi 3-4 kasus per 10.000 penduduk. Baca pos ini lebih lanjut

Pemilihan Indikator Analisis Kesehatan Situasi Ibu dan Anak

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Pemilihan Indikator Analisis Situasi Ibu dan Anak akan terpenuhinya Hak Anak dan Ibu untuk mendapatkan Kesehatan dan Kesejahteraan, penulis lakukan untuk  bahan penyusunan Laporan Analisis Situasi Ibu dan Anak di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2012. Perumusan masalah yang dilakukan berdasarkan situasi ibu dan anak, berkaitan dengan belum terpenuhinya hak anak atas kesehatan berpedoman pada data situasi ibu dan anak di Kabupaten Polewali Mandar yang telah dihasilkan melalui data yang penulis olah. Ada tiga masalah prioritas dari Hasil Analisis Situasi Ibu dan Anak yang harus mendapat perhatian Kabupaten Polewali Mandar tahun 2012. Baca pos ini lebih lanjut

Pentingnya Penyelidikan Epidemiologi KLB/Wabah

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Banyak  kasus penyakit dan masalah  kesehatan yang terjadi tidak diketahui penyebabnya, tidak ditahu cara terjadinya, tidak ditahui sumber terjadinya dan tidak diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pada induvidu sebagai host dari kasus penyakit ataupun masalah kesehatan yang terjadi dalam suatu kelompok masyarakat. Tidaklah mengherankan kasus penyakit dan masalah kesehatan ini selalu muncul, lalu hilang dan kemudian muncul lagi dengan kasus dan masalah yang sama. Misalnya Kasus Gizi Buruk, Kasus Diare, dll.

Kasus-kasus penyakit tersebut seakan dibiarkan terjadi, pencegahannya seakan dibiarkan secara alamiah karena biasanya kasus-kasus penyakit tersebut seiring dengan berlalu waktu akan hilang dengan sendirinya. Secara alamiah juga kasus-kasus penyakit ini seiring dengan waktu juga akan  muncul kembali. Petugas kesehatan hanya mencatat dan melaporkan bahwa telah terjadi kasus “X” seiring dengan waktu pula dengan tindakan seadanya mereka mencatat dan melaporkan bahwa kasus “X” tersebut telah ditanggulangi. Baca pos ini lebih lanjut

Mengartikan dan memaknai Laporan SP2TP-LB1-Jenis Penyakit Puskesmas

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Bahwa Kunjungan pasien rawat jalan kadang dalam satu bulan, pasien datang berkunjung 2-3 kali ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan lanjutan, jenis penyakitnya kadang bisa merubah kode ICD jenis penyakitnya seperti misalnya infeksi akut pada sistem pernapasan bagian atas, berpindah ke penyakit lain pada sistem pernapasan bagian atas, sehingga tidak mengherankan  penyakit ini  masih ditemukan angka yang cukup besar. Merupakan salah satu catatan penulis sejam dari pertemuan umpan balik, verifikasi dan mencoba mengartikan dan memaknai angka-angka yang terdapat dalam  laporan SP2TP-LB1 Jenis Penyakit pada Dokter (umum dan gigi) dan perawat Puskesmas di Kabupaten Polewali Mandar tanggal  25 Februari 2012 Ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

SP2TP-LB1 Jenis Penyakit adalah Singkatan dari Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas Laporan Bulanan dengan Lembaran Jenis Penyakit.  Laporan SP2TP-LB1-Jenis Penyakit ini adalah salah satu dari 4 jenis laporan yang ada dalam format SP2TP yaitu

  1. SP2TP-LB1- Jenis Penyakit yang masih menggunakan kode penyakit ICD-9.
  2. SP2TP-LB2- Penggunaan Obat
  3. SP2TP-LB3- Program Puskesmas berisi laporan program yang dilaksanakan oleh Puskesmas misalnya Laporan hasil program perbaiakan Gizi, Laporan hasil Program KIA-KB, Laporan Program Imunisasi, Laporan Program P2M dll.
  4. SP2TP-LB4- Kegiatan Pelayanan di Puskesmas yang berisi laporan kunjungan jumlah kunjungan rawat jalan dan inap puskesmas, laporan jumlah pasien dengan perawatan kesehatan masyarakat, laporan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, laporan jumlah kegiatan penyuluhan, laporan jumlah kegiatan kesehatan lingkungan dan laporan jumlah pelayanan laboratorium

Laporan SP2TP-LB1-Jenis Penyakit merupakan Laporan bulanan perpuskesmas dari pencatatan dan pelaporan diagnosa atau penetapan jenis penyakit yang dilakukan oleh dokter Puskesmas dan petugas lainnya yang diberi tanggung jawab (dokter umum, dokter gigi dan perawat senior) terhadap kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas, pustu dan puskemas keliling yang dikategorikan berdasarkan jenis penyakit per kelompok umur  dengan klasifikasi kode penyakit internasional  sembilan (ICD-9). Laporan LB1-Jenis penyakit ini, berhubungan langsung, ———-satu kesatuan sistem  pencatatan dan pelaporan———- dengan LB2 Penggunaan obat demikian juga dengan LB3 hasil-hasil dari laporan program puskesmas dan LB-4 Kegiatan pelayanan yang ada di Puskesmas. Baca pos ini lebih lanjut

Investigasi dan Intervensi Gizi Buruk

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.–– Gizi Buruk sangat berhubungan dengan  kemiskinan, terutama keluarga miskin dengan ketersediaan pangan di rumah tangga  yang tidak cukup untuk konsumsi hariannya. Terjadi juga ketidak mampuan akses pelayanan kesehatan. Akibatnya anak-anak balita yang tumbuh dan berkembang pada keluarga miskin tersebut mengalami kesakitan dan kekurangan gizi, bukan hanya terjadi pada satu anak tetapi juga terjadi pada anak-anak lainnya diwilayah terjadinya gizi buruk tersebut. Secara keseluruhan wilayah tersebut sebenarnya banyak keluarga miskinnya dengan ketersediaan pangan yang terbatas dan akses pelayanan gizi dan kesehatan yang sangat jelek, maka seharusnya setiap Kasus Gizi buruk yang ditemukan dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB), Namun sangatlah disayangkan ketika  satu kasus gizi buruk itu ditemukan para petugas kesehatan terutama petugas gizi———–tampa instruksi yang jelas pada tingkat pengelola dan pengambil keputusan ———-  ragu untuk melakukan investigasi dan intervensi standar Operasional-KLB-Gizi Buruk terhadap kasus gizi buruk yang ditemukan.  Para petugas hanya melakukan intervensi pada kasus gizi buruk tersebut, tetapi tidak melakukan investigasi dan intervensi terhadap  anak-anak balita lainnya diwilayah dimana terjadi kasus gizi buruk. Sehingga tidak mengherankan belum tuntas penanganan gizi buruk yang pertama, pada tempat  (wilayah posyandu)  yang sama muncul kemudian kasus gizi buruk berikutnya. Baca pos ini lebih lanjut

Masalah Gizi Buruk dan Tanda-Tanda Klinisnya

Polewali Mandar Sulawesi Barat.@arali2008.— Gizi buruk di Polewali Mandar terlaporkan Januari s/d Juni 2011 adalah 63 kasus (47 marasmus, 2 kwashiorkor, 14 Marasmus-kwashiorkor). Adalah laporan dari Penanggung Jawab Program Perbaikan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, yang penulis kumpulkan sebagai laporan bulanan untuk pengisian Bank Data Depkes RI dalam jaringan Siknasonline. Ketika Data ini penulis konfirmasi kepada penanggung jawab programnya, “Begitulah laporan yang dikirimkan Petugas Gizi Puskesmas” dan ketika penulis mencoba mengkonfirmasikan kepada petugas gizi puskesmas “Apakah gizi buruk dengan gejala klinis marasmus dan kwashiorkor telah dilakukan investigasi oleh petugas Survailans dan Penanggung jawab Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar ? serta “apakah  setiap satu gizi buruk dengan gejala klinis marasmus, kwashiorkor dan marasmus-kwashiorkor dinyatakan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa)? Jawab sang petugas gizi puskesmas, saya cuma melaporkan kasus yang ada dan gizi buruk ini Cuma kejadian yang biasa saja (Penulis: bukan KLB). Penulis tidak mengetahui dengan pasti “Apa sebenarnya yang terjadi dalam pelaksanaan Program Perbaikan Gizi di Kabupaten Polewalu Mandar? bisa jadi ini adalah kesalahan dalam sistem pencatatan dan pelaporan yang tidak dikelola dengan baik dan benar, atau bisa jadi juga kesalahan dalam interpretasi  penetapan status gizi buruk. Namun demikian Rencananya penulis akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap permasalahan gizi buruk ini. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: