Pengertian Stunting dalam Perpres No. 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penuruan Stunting.

Ada perbedaan pengertian stunting dalam peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, dengan pengertian yang mendefinisikan secara operasional tentang stunting dari tenaga-tenaga profesional bidang kesehatan. Para penyelenggara program dan para pengambil keputusan-kebijaksanaan cenderung lebih mempresentasekan pengertian stunting dari peraturan presiden. Tenaga profesionalpun ikut-ikutan mengutib pengertian stunting tersebut.

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Disebutkan dalam bagian pertimbangan  peraturan presiden tersebut alasan diterbitkannya peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting  adalah bahwa Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2OI3 tentang Gerakan Nasional Percepatan perbaikan Gizi belum dapat mengakomodasi upaya pelaksanaan percepatan penurunan stunting secara efektif sehingga perlu diganti.

Sasaran utama dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan kunci dari Peraturan presiden  yang diganti tersebut bulan lagi menjadi sasaran  peraturan penggantinya. Seribu hari pertama kehidupan adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 (dua) tahun.

Sasaaran Stunting  disebutkan pada pasal-pasal dari perpres tersebut  adalah sasaran percepatan penurunan stunting dengan kelompok sasaran meliputi: a. remaja; b. calon pengantin; c. ibu hamil; d. ibu menyusui; dan e. anak berusia O (nol) – 59 (lima puluh sembilan) bulan. Dengan pendekatan Keluarga Beresiko Stunting.

Pengertian stunting dalam ketentuan umum disebutkan bahwa stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Mencermati pengertian ini pada dasarnya ada dua hal yang berbeda, Pertama; Adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Kedua;  indikasi adanya tinggi badan (TB) anak yang berada dibawah standar umurnya.

Indikasi TB menurut Umur (TB/U) hanya melihat status anak yaitu tinggi atau pendek, kurang dapat memperlihatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Lain halnya bila Tinggi Badan (TB) menjadi sasaran dari perubahan Berat Badan (BB) maka dengan mudah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dideteksi, bila dalam beberapa hari si anak kurang makan dengan gizi seimbang atau adanya penyakit infeksi maka dengan pengukuran BB per TB maka dengan mudah dapat memperlihatkan indikasi gangguan tersebut.

Artinya setelah membaca pengertian stunting menurut peraturan tersebut yang mengganti pengertian sasaran utama peraturan yang lama yaitu 1000 HPK. Sebagaiman disebutkan dalam Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2OI3 tentang Gerakan Nasional Percepatan perbaikan Gizi Seribu hari pertama kehidupan adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 (dua) tahun.

Menunjukan bahwa pengertian stunting tersebut berbeda dengan melihat stunting dengan pengukuran tinggi badan menurut standar umur dengan melihat tinggi badan anak sebagai sasaran dari adanya perubahan berat badan dalam standar umur tertentu.

***

Tinggi badan memberikan gambaran  fungsi pertumbuhan yang dilihat dari keadaan  kurus kering dan kecil pendek. Tinggi badan  sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama yang berkaitan dengan  keadaan   berat badan lahir rendah dan kurang gizi pada masa balita. Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk Indeks TB/U ( tinggi badan menurut umur), atau juga  indeks BB/TB ( Berat Badan menurut Tinggi  Badan)  jarang dilakukan karena perubahan tinggi  badan yang lambat dan biasanya  hanya dilakukan setahun sekali. Keadaan indeks ini pada umumnya memberikan gambaran keadaan lingkungan yang tidak baik, kemiskinan dan akibat tidak sehat yang menahun ( Depkes RI, 2004).

Berat badan dan tinggi badan   adalah salah satu parameter penting untuk menentukan status kesehatan manusia, khususnya yang berhubungan dengan status gizi. Penggunaan Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB merupakan indikator status gizi untuk melihat adanya gangguan fungsi pertumbuhan dan komposisi tubuh (M.Khumaidi, 1994).

Penggunaan berat badan dan tinggi badan akan lebih jelas dan sensitive/peka dalam menunjukkan  keadaan gizi kurang bila  dibandingkan dengan penggunaan BB/U. Dinyatakan dalam BB/TB, menurut standar WHO bila prevalensi  kurus/wasting < -2SD diatas 10 % menunjukan suatu daerah tersebut mempunyai masalah gizi yang sangat serius  dan berhubungan langsung dengan  angka kesakitan. Sementara Tinggi Badan yang dinyatakan dengan Indeks TB/U  dengan prevalensi diatas 20 % menunjukkan keadaan   berat badan lahir rendah dan kurang gizi pada masa balita yang sangat serius untuk mendapat intervensi.

***

Sementara pengertian Percepatan Penurunan Stunting disebut dalam perpres adalah setiap upaya yang mencakup Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui kerja sarra multisektor di pusat, daerah, dan desa.

Dalam intervensi disebut dalam peraturan  baru tersebut  ada dua bentuk intervensi yaitu Intervensi Spesifik adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab langsung terjadinya Stunting.  Dan Intervensi Sensitif adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi penyebab tidak langsung terjadinya Sunting. Yang kemudian dinyatakan sebagai bentuk intervensi Percepatan Penurunan Sunting adalah setiap upaya yang mencakup Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui kerja sarra multisektor di pusat, daerah, dan desa.

Pencapaian target nasional prevalensi Stunting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 ditetapkan target antara yang harus dicapai sebesar 14% (empat belas persen) pada tahun 2024. Target antara prevalensi Stunting dijabarkan dalam sasaran, indikator sasaran, target dan tahun pencapaian, penanggung jawab, dan kementerian/lembagal pihak pendukung. Target nasional prevalensi Stunting dalam kurun waktu tahun 2O25-2O3O ditetapkan berdasarkan hasil Evaluasi pencapaian target antara pada tahun 2024.

Mencermati pengertian stunting dan tidak dijadikan lagi 1000 HPK sebagai sasaran stunting serta target pencapaian stunting sebesar 14%  ditahun 2024, petugas profesional dibidang kesehatan seyogyanya tidak serta-merta menjadikan rujukan dalam kerja profesionalnya, tetapi bekerja dengan lebih memperhatikan prinsip-prinsip kemanusian  dalam percepatan penurunan stunting, dengan tetap fokus pada 1000 HPK. tetap memperhatikan bayi yang masih dalam kandungan ibu (9 bulan 10 hari Kehamilan=280) dan anak sampai usia 24 bulan (720 hari).

Demikian beberapa catatan penulis setelah membaca pengertian stunting dalam peraturan presiden tentang percepatan penurunan stunting, memberikan gambaran  keadaan Stutus Kesehatan dan Gizi, Status Pelayanan Kesehatan, Status Kelangsungan Hidup dan Status Pembangunan di wilayah Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulawesi Barat.

Baca Selengkapnya : Perpres Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting

 –

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi, Kesehatan dan Sosial
di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang Nutritionist, Epidemiolog Kesehatan, Perencana Pembangunan Daerah, Citizen Jurnalist Blog, Pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Negara Republik Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: