Penanggulangan Kemiskinan di Polewali Mandar

Polewali Mandar Sulawesi Barat. @arali2008 .– Balitbangren dalam Pendekatan lintas sektor berbasis data untuk percepatan penanggulangan kemiskinan. Menyadari ketertinggalan dalam tingkat kemiskinan dibandingkan kabupaten lain di Prov. Sulbar, Pemerintah Polewali Mandar berupaya melakukan perbaikan dan inovasi program penanggulangan kemiskinan. Salah satunya dengan penyusunan kebijakan berupa Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) dengan pendekatan lintas sektor dan bidang pada setiap perangkat daerah.

Jika selama ini penanggulangan kemiskinan cenderung menjadi urusan sosial maka dalam SPKD ini pendekatannya lebih komprehensif. Seluruh bidang di Bappeda baik Ekonomi, Infratruktur, Sosial dan Pengendalian berkontribusi sesuai dengan bidangnya. Proses yang melibatkan setiap Perangkat Daerah yang relevan yaitu Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Tenaga Kerja, Koperasi/UKM dan Pemberdayaan Masyarakat.

Dokumen SPKD yang telah disahkan dalam Peraturan Bupati No. 25 Tahun 2020 akan dijadikan sebagai arah kebijakan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan penurunan kemiskinan pada RPJMD 2019-2024 yaitu menurunkan kemiskinan dari 15.97% ditahun 2018 menjadi 9.50 di tahun 2023.

Kondisi dan Isu Utama Kemiskinan

Presentase Kemiskinan di Polewali MandarSalah satu persoalan pembangunan terbesar di Kabupaten Polewali Mandar adalah tingginya angka kemiskinan. Kabupaten ini memiliki tingkat kemiskinan tertinggi diantara kabupaten diwilayah Provinsi Sulawesi Barat. Angkanya masih ada 15.26 % dari seluruh penduduk Kabupaten Polewali Mandar yang dinyatakan miskin.

Pendapatan masyarakat miskin dari pekerjaan yang dilakukan tidak cukup untuk dibelanjakan memenuhi kebutuhan makanan dan non makanan. Mereka tidak memiliki kemampuan dalam memenuhi standar kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

50%, mereka yang miskin 
dominan bekerja di sektor pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan

Pekerjaan Orang Miskin di Polewali MandarData yang terlihat pada aplikasi SEPAKAT menunjukan kurang lebih sebesar 50%, mereka yang miskin dominan bekerja di sektor pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan.

Mereka yang miskin bukan saja kurang dalam memenuhi kebutuhan akan makanan tapi juga kebutuhan non makanan. Kebutuhan makanan masih kurang dari kebutuhan total Kalori yang dianjurkan yaitu masih dibawah 2100 Kalori perhari. Demikian dengan kebutuhan untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan masih berada dibawah kebutuhan yang layak.

71.35% Rumah Tidak Layak Huni ditempati oleh Orang Miskin

Prsentase Rumah Tidak Layak Huni di Polewali MandarMereka yang miskin masih ada 71.35%  memiliki rumah tidak layak huni (BPS, 2020), kebutuhan sandang atau pakaian masih sering ditemukan sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Di bidang pendidikan, anak-anak yang berada pada keluarga miskin hanya memiliki Angka Partisipasi Sekolah sampai SMA hanya sebesar 63.95 % (BPS Polman, 2020)  dan masih sering ditemukan anak yang putus sekolah.

Di bidang Kesehatan, prevalensi stunting masih merupakan masalah tingkat berat, masih sulit untuk diturunkan sampai dibawah 20% sebagai batas ambang keluar dari masalah tingkat berat.

Pandemi Covid-19 Menjadi Isu Peningkatan Jumlah Orang Miskin

Peta Stunting Di Polewali MandarAngka Kemiskinan Kabupaten Polewali Mandar yang  masih tinggi ini semakin menjadi isu regional ketika pandemi covid-19 sebagai bencana non alam ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, akan terjadi peningkatan angka kemiskinan di Polewali Mandar.  Misalnya saja salah satu akibatnya Akibat Pandemi Covid-19, tingkat pengangguran di Kabupaten Polewali Mandar meningkat 0.46% pada tahun 2020 (3,65%) jika dibandingkan dengan tahun  2019 (3,19%).  Disamping permasalahan lainnya  yaitu rendahnya cakupan pelayanan dasar dan ketimpangan antara kelompok kesejahteraan. Sebagai ilustrasi, berdasarkan data SEPAKAT cakupan air minum layak sebesar 69,2%, namun untuk 29% penduduk termiskin cakupannya baru 42%.

Perubahan Arah Kebijakan.

Dibutuhkan strategi penanggulangan kemiskinan daerah dengan pendekatan baru

Anggaran untuk Urusan Polewali MandarAdanya pandemic covid19, mengubah arah kebijakan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan penurunan kemiskinan pada RPJMD 2019-2024 yaitu menurunkan kemiskinan dari 15.97% ditahun 2018 menjadi 9.50 di tahun 2023  tidak lagi relevan lagi atau tidak dalam koridor prioritas yang telah ditetapkan.

Dibutuhkan strategi penanggulangan kemiskinan daerah dengan pendekatan baru yaitu stratregi dan kebijakan lebih ditekankan pada kemandirian dan kemampuan peningkatan pendapatan dari pekerjaan di sektor pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan sebagai faktor kontribusi terbesar dari penyebab kemiskinan. Dengan pendapatan yang cukup sektor pekerjaan ini, setidaknya dapat memberi kesempatan  mereka yang miskin memiliki kemandirian dan kemampuan dalam memenuhi standar kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan dapat

Strategi dan Program Unggulan Penanggulangan Kemiskinan

Berdasarkan permasalahan yang muncul  maka Pemerintah kabupaten Polewali Mandar menyusun strategi dan program penanggulangan kemiskinan antara lain dikelompokan dalam 4 kelompok dengan program yang dikembangkan dengan sumber penganggaran dari berbagai sektor sebagai berikut :

  1. Kelompok program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, – Intervensi kelompok program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga melalui APBD Kabupaten Polewali Mandar dilaksanakan untuk menambah jangkauan (kuota) yang dibiayai Pemerintah. Program-program tersebut diwujudkan melalui :
    • Pendampingan operasional PKH dan Rastra
    • Pemberdayaan social bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT),
    • Pemberian bantuan jaminan permakanan kepada lansia terlantar dan kelompok rentan lainnya,
    • Penganekaragaman konsumsi pangan, Pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan
    • Pelaksanaan operasi pasar 9 bahan pokok, Perlindungan konsumen, Pengawasan Distribusi Tabung Gas 3 Kg,
    • Parenting bagi orang tua siswa (Fokus penanganan stunting),
    • Program Bedah Rumah dan Stimulan Jamban,
    • Pemberian Bantuan Jaminan Kesehatan bagi masyarakat yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah;
    • Pemberian bantuan Biaya Hidup bagi Pasien yang di rujuk, SIPAMANDAQ Kawal Ibu Hamil, dan Pemberian Bantuan bagi Pasien Miskin yang belum terdaftar BPJS.

Secara umum program-program tersebut sangat membantu masyarakat miskin, bertujuan untuk pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin. Hanya saja perlu adanya perbaikan dalam jangkauan seluruh masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

  1. Kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat Intervensi kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui APBD KabupatenPolewali Mandar bertujuan untuk mengembangkan potensi dan memperkuat kapasitas kelompok masyarakat miskin untuk terlibat dalam pembangunan yang didasarkan pada prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut diwujudkan melalui :
    • Pemberian kartu KUSUKA,
    • Asuransi Ternak dan Nelayan
    • Asuransi Pertanian.

Program-program tersebut bermanfaat untuk meningkatkan ketrampilan dan membuka peluang kesempatan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan  dengan fokus mendukung program-program untuk pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin.

  1. Kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil Intervensi kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil bertujuan untuk memberikan akses dan penguatan ekonomi bagi pelaku usaha berskala mikro dan kecil. Program ini diwujudkan melalui :
    • Fasilitasi akses dana KUR,
    • pelatihan-pelatihan melalui Balai Latihan Kerja dan pemagangan, serta pelatihan pemuda pelopor dan wirausaha,
    • bantuan modal peralatan bagi pelaku UMKM, dan Fasilitasi pemasaran produk UMKM secara online.
  2. Kelompok Program Lainnya – Intervensi kelompok program lainnya yang dilaksanakan dengan harapan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat miskin, diwujudkan melalui
    • Fasilitasi Program Inovasi Desa,
    • Padat karya tunai melalui kegiatan pembangunan desa, Pembangunan sarana dan prasarana transmigrasi, termasuk Proyek transmigrasi lokal masyarakat miskin yang tidak memiliki /menguasai asset tanah,
    • Pemberian bantuan operasional pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C,
    • Pengembalian anak putus sekolah
    • Pamsimas dan Pembangunan SPAM Regional
    • Penyertaan modal PDAM,

Capaian Penurunan Kemiskinan dan Perkiraan Capaian Akhir

Ada Trend Penurunan Presentase Kemiskinan

Capaian, Target dan Regresi Presentase Kemiskinan di Polewali MandarDari Dokumen SPKD yang telah disahkan dalam Peraturan Bupati No. 25 Tahun 2020 sebagai arah kebijakan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan penurunan kemiskinan pada RPJMD 2019-2024 yaitu menurunkan kemiskinan dari 15.97% ditahun 2018 menjadi 9.50 di tahun 2023.

Balitbangren yang bertanggung jawab dalam perencanaan dan dengan pendekatan lintas sektor pada lingkup Pemerintahan Kabupaten Polewali Mandar, sedikitnya tren penurunan penanggulangan kemiskinan di Polewali Mandar ditengah-tengah isu naiknya kemiskinan akibat Covid-19 secara nasional, Kabupaten Polewali Mandar berhasil menurunkan kemsikinannya dari 2019-2020 sebesar 0,34%. Yaitu dari 15.59 % menjadi 15.26 %

—————————-

Sumber Pustaka

  1. Pemerintah Kab. Polewali Mandar (2020), “Peraturan Bupati Kabupaten Polewali Mandar nomor 25 tahun 2020 tentang Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Polewali Mandar tahun 2020-2024”
  2. Balitbangren Kab. Polewali Mandar (2021), “Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2022”.

 –

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi, Kesehatan dan Sosial
di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: