Asumsi dan Capaian IPM Kabupaten Polewali Mandar 2019-2024

Meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kualitas sumber daya manusia  sebagai tujuan pertama dalam RPJMD 2019-2024 Kabupaten Polewali Mandar. Menilainya dengan target capaian IPM dari 63.74 ditahun 2018 menjadi 70.13 tahun 2024 diakhir pelaksanaan RPJMD atau sampai dengan status Taraf hidup menengah keatas (66<IPM>80). Sepertinya agak sulit untuk dicapai. Apalagi dengan dampak pandemi covid19 yang sangat mempengaruhi capaian dimensi pengukurannya, “Panjang umur dan sehat, Pengetahuan dan Kualitas hidup yang layak.”

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Dalam RPJMD Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2019-20204 disebutkan salah tujuan utama pembangunan yang harus dicapai adalah meningkatkan  taraf hidup masyarakat  dan kualitas sumber daya manusia dengan indiktor yang digunakan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks yang mengukur pencapaian keseluruhan suatu negara wilayah tertentu yang oleh negara Indonesia telah dikembangkan ketingkat propinsi dan kabupaten/kota yang direpresentasikan dengan 3 dimensi yaitu

  1. Dimensi umur panjang dan sehat, yang dapat dilihat dari Indikator Angka Harapan Hidup pada saat lahir dihitung dari Anak yang Lahir hidup dan anak yang masih hidup dari seorang wanita yang telah nikah. Capaian AHH kabupaten Polewali Mandar tahun 2019 sebesar 62.18 persen
  2. Dimensi Pengetahuan, yang dapat dilihat dari indicator Angka Melek Huruf dan Rata-Rata Lama Sekolah. Capaian masing indikator ditahun 2019 adalah 98.13 dan 7.4
  3. Dimensi Kualitas hidup yang layak, yang dilihat dari Indikator Pengeluaran Per kapita riil yang disesuaikan (disingkat PPP Rupiah). Capaian tahun 2019 berdasarkan PDRB tahun 2019 Kabupaten Polewali Mandar sebesar Rp. 13.369.000 (BPS Polman 2020)

Gambaran hasil Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Polewali Mandar dari tahun 2015-2019 dan target capaian sampai dengan tahun 2024 yang sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Polewali Mandar tahun 2019-2024 dan Asumsinya akan dicapai selama pelaksanaan RPJMD dapat dilihat pada gambar dibawah ini

status IPM

Pada gambar memperlihatkan capaian IPM dari tahun 2015 sampai tahun 2019  cenderung naik. Target capaian yang tertuang dalam RPJMD tahun 2019-2024, tidak mengikuti pola asumsi berdasarkan capaian lima tahun sebelum dan sumber daya yang tersedia pada tahun rencana.

Gambaran ini dapat memberikan asumsi capaian bahwa tujuan pertama dalam RPJMD 2019-2024 yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kualitas  sumber daya manusia  dengan target capaian IPM Kabupaten Polewali Mandar dari tahun 2018 sebesar 63.74 menjadi 70.13 ditahun 2024  agak sulit untuk dicapai. Apalagi dengan dampak adanya pandemi covid19 yang sangat mempengaruhi capain dimensi pengukurannya.

Berdasarkan data pada gambar bahwa capaian IPM dari tahun 2015 sampai dengan 2019 dengan kriteria UNDP (United Nation Depelopment Programme) memberikan kualitas tingkat status IPM. Bahwa Polewali Mandar berada pada status menengah kebawah (50<IPM<66) artinya tingkat kesejahteraan masyarakat Polewali Mandar masih dikategorikan dengan status menengah kebawah.

Faktor-Faktor yang berkontirbusi Besar terhadap Pencapaian IPM Polewali Mandar. Berdasarkan dimensi indicator IPM yaitu kelompok dimensi umur panjang dan sehat, kelompok  dimensi pengetahuan dan kelompok dimensi kehidupan yang layak.

Faktor yang berkontribusi terhadap dimensi umur panjang dan sehat

Dari berbagai forum diskusi dapat diidentifikasi titik kritis sekaligus juga merupakan strong point penurunan Angka Kematian Bayi dan juga Angka Kematian Ibu sebagai factor utama dari variabel  Angka Lahir Hidup (ALH) dan Angka Masih Hidup (AMH) dari anak seorang wanita yang telah nikah sebagai indicator utama dari Angka Harapan Hidup. Titik kritis dan atau strong point tersebut adalah Status Gizi Ibu Hamil.

Status Gizi Ibu Hamil ini dipilih dari penyebab utama kematian bayi di Polewali Mandar  yaitu bayi yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah, Disamping itu diambil dari  penyebab utama kematian ibu di Polewali Mandar  yaitu pendarahan yang masih cukup tinggi

Bayi yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang kemudian meninggal dunia, sudah sangat jelas factor utamanya adalah bayi tersebut tidak cukup mengkonsumsi kebutuhan gizi embrio/janin, sementara itu sumber dari kebutuhan gizi embrio/janin adalah kebutuhan gizi ibu hamil. Ketidak cukupan kebutuhan gizi ibu hamil, bukan saja harus memperhatikan gizi ibu, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan gizi embrio/janin.

Sementara itu ibu maternal (ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas) yang meninggal karena pendarahan, kalau dilihat dari factor ibunya, dapat dipastikan ibu tersebut mengalami kekurangan gizi  alias status gizinya kurang, bisa karena kurang gizi makro bisa juga karena kurang gizi mikro ataupun keduanya. Jelasnya kekurangan gizi pada ibu hamil bukan saja membuat ibu menjadi lemah —–tidak cukup kuat untuk melahirkan—–juga karena produksi hormon oxitocin berkurang, yang sebagai fungsi utamanya memberian kontraksi untuk menghentikan proses pendarahan.

UNICEF memang merekomendasikan persalinan tenaga kesehatan atau karena kekurangan tenaga penolong persalinan dari tenaga kesehatan, maka dilakukan kemitraan bidan dan dukun. Rekomendasi tersebut hanya dilihat dari sisi pemberi pertolongan persalinan. Dari sisi ibu hamil, factor gizinya sangatlah menentukan penyebab dari kematian bayi dan penyebab kematian ibu maternal.

Faktor yang berkontribusi terhadap dimensi Pengetahuan

Dimensi Angka Melek Huruf dan lama sekolah ditemukan persoalan klasik di Kabupaten Polewali Mandar  masih berkisar pada anak-anak yang putus sekolah dan anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi.

Perihal lama sekolah yang lebih sulit ditangani adalah anak-anak yang tidak mau sekolah.

Solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan  dimensi pengetahuan —– bebas buta huruf dan pendidikan maksimal setara Sarjana Muda adalah masih berkisar pada program pendidikan gratis 9 tahun plus 3 tahun beasiswa dan akses pendidikan tinggi yang terjangkau oleh masyarakat.

Faktor yang berkontribusi terhadap dimensi kehidupan yang layak

Dimensi daya beli secara garis besar berkisarnya ditemukan pada masalah mata pencaharian penduduk Kabupaten Polewali Mandar masih sekitar 64% adalah petani —————— sebagian besar adalah penggarap terutama diwilayah pelosok Polewali Mandar, yang nasipnya sangat berbeda  (terbelakang) dengan  masyarakat yang berada disepanjang jalan propinsi———– dan rendahnya komoditi primer dan sekunder. Solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan indicator daya beli adalah pemantapan produktifitas pertanian yang dibarengi dengan peningkatan komoditi primer dan sekunder.

Demikian ringkasan hasil olah data Asumsi dan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Polewali Mandar tahun 2019-2024 dan faktor-doktor yang berkontribusi terhadap capaian dimensi penyusunan dan juga pengaruh dampak pandemi covid19. Hal penting perlu dicatat adalah perlunya penyesuaian target berdasar pola capaian lima tahun sebelumnya dan kemampuan sumber daya pada tahun rencana, sehingga target yang telah ditetapkan benar-benar memberikan dampak yang terukur pada peningkatan taraf hidup masyarakat dan sumber daya manusia kabupaten Polewali Mandar.

_____________

Bahan bacaan

Arsad Rahim Ali, (2010), “ Hasil Diskusi Analisis Rata-rata Indeks Pembangunan Kabupaten Polewali Mandar Bekerja sama dengan Univef“ dalam https://arali2008.wordpress.com/2010/06/28/analisis-rata-rata-indeks-pembangunan-manusia-polewali-mandar/

 –

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi, Kesehatan dan Pembangunan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: