Penanganan Stunting Tidak Fokus Pada intervensi Tinggi Badan Potensial

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Diskusi Virtual Sinkronisasi Perencanaan program dan kegiatan serta kebijakan dalam Penanganan Stunting antara Bappenas dan Pemda Polewali Mandar. Hari Kamis 25 Juni 2020. Saya punya tanggapan dan komentar; “Bahwa Potensi Pertumbuhan Tinggi Badan Potensial itu berada pada kebutuhan gizi Embrio, atau tepat 100 (bc. Seratus ) Hari Kehidupan Pertama Embrio dari 1000 (bc. Seribu) Hari Kehidupan Pertama Manusia”.

Saya melihat program dan kegiatan hampir semuanya tidak diarahkan pada intervensi kunci membangun Tinggi Badan Potensial pada 100 Kehidupan Pertama Embrio Tersebut sebagai pencegahan bayi-bayi lahir baru dengan stunting.

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik,” (QS. Al-Mu’minun Ayat 14)

Dan membangun tinggi badan potensial itulah dimulai dengan pembentukan tulang belulang;

…. dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang) Yakni tulang yang mengeras agar menjadi penopang badan dengan bentuk-bentuk yang tersendiri………


Padahal apabila ini dilakukan maka bayi yang lahir tidak akan stunting — Berada dalam ukuran panjang bayi lahir normal 50-53 cm— dan bila tahun berikutnya bayi lahir tidak sunting lagi maka dalam dua tahun Polewali Mandar bebas stunting

Seharusnya ada gerakan bebas stunting di wilayah ini (bc. Polewali Mandar), sebagaimana di amanat dalam Peraturan Presiden RI nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.

Perpres ini sudah 7 tahun usianya, terbit dengan sasaran populasi 1000 hari pertama kehidupan, tujuannya juga jelas yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusis, Sehat, Cerdas dan Produktif dan selanjutnya saya disingkat SDM-SCP. Ini jelas sekali disebutkan, pada pasal 1 Peraturan Presiden ini menyebutkan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi adalah upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat prioritas pada SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN.

Ayat ini jelas menunjukan bahwa dasar hukum pelaksanaan 1000 pertama dalam kehidupan manusia dalam upaya perbaikan gizi adalah inti dari peraturan presiden ini. Seribu hari pertama kehidupan adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 (dua) tahun, (bc. 9 bulan 10 hari dalam kandungan di tambahan 24 bulan masa dibawah dua tahun).

Tapi apa yang terjadi setelah 7 tahun terbitnya Perpres gerakan nasional perbaikan gizi. adalah hanya ada Kesepakatan Intervensi Prevalensi stunting Polewali Mandar Hasil Riskedes 2018 sebesar 38% Dan Survei lokal stunting Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2019 sebesar 27% hanya disepakati diturunkan per 3 % pertahun yaitu ditahun 2022 menjadi 20%.

Jelas ini sangat jauh dari prinsip memenuhi kebutuhan gizi pertumbuhan tinggi badan potensial sebagai indikator kunci keberhasilan percepatan penuntasan stunting di Polewali Mandar dan Sulawesi Barat.

Apakah sulit!?. mengarahkan program dan kegiatan pencegahan percepatan penurunan stunting pada intervensi kunci membangun Tinggi Badan Potensial pada 100 Kehidupan Pertama Embrio sebagai pencegahan bayi-bayi lahir baru dengan stunting — Berada dalam ukuran panjang bayi lahir normal 50-53 cm— dan bila tahun berikutnya bayi lahir tidak sunting lagi maka dalam dua tahun Polewali Mandar bebas stunting.

Saya tidak tahu sumber daya apa yang kurang di wilayah Polewali Mandar ini,;

  1. Money atau Biaya intervensi ada,
  2. Man atau Tenaga pelaksana (Dokter Spealisiat Anak, Dokter Spesialis Kandung, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Ahli Gizi, Pelaksana Gizi Kabupaten maupun Puskesmas, Bidan dll) tersedia,
  3. Ada Aturan Kebijakan seperti halnya Peraturan Presiden RI nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.
  4. Tersedia Sarana dan Prasarana percepatan membebaskan kasus stunting dalam program perbaikan gizi
  5. Tersedia Petunjuk pelaksanaan, baik kegiatan harian, mingguan, bulanan, triwulan dan tahunan,
  6. Dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk melakukan gerakan bebas stunting, sangat tersedia.

Atau mungkin orang tua dari sasaran populasi 1000 hari pertama kehidupan kurang berpartisipasi dalam membebaskan mereka dari tingginya prevalensi stunting di wilayah Polewali Mandar. Tidak mungkin!?

Yang jelas setelah saya mengikuti rembuk singkronisasi perencanaan program dan kegiatan serta kebijakan percepatan penurunan prevalensi stunting antara Bappenas dan Teman-teman Bappeda Polewali Mandar, saya hanya ingin katakan bahwa “Penanganan percepatan penurunan stunting tidak fokus pada intervensi pertumbuhan berat badan potensial 100 (bc. seratus) hari kehidupan embrio.”

NB. Ini tulisan ditulis karena adanya rasa kepedulian yang mendalam terhadap kasus stunting di wilayah ini, Polewali Mandar. Dalam 7 tahun intervensi sejak tahun 2013 sampai dengan 2019 prevalensi tidak perna bergerak dari kategori masalah kesehatan tingkat berat yaitu diatas 15 %. Sulit sekali diturunkan sampai dibawah 15%

~~~

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi, Kesehatan dan Sosial
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: