Gerakan Percepatan Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008,– Istilah Gerakan Percepatan Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan, oleh penulis mengambilnya dari Peraturan Presiden RI nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Ketika Pepres ini dipublish, saya sempat membacanya secara kilat, dan hanya mengambil subtansinya, bahwa telah ada istilah, ” 1000 hari pertama kehidupan’.

Sekarang, lima tahun kemudian, Saya baru mencermati pepres ini, inipun karena adanya permasalahan gizi di diwilayah ini (bc. Provinsi Sulawesi Barat), yaitu status gizi stunting yang masuk kategori Hitam. (Bc. Akut dan Kronis) presesentase tertinggi di Indonesia diatas 25 %, hanya mengalahkan Provinsi NTT.  Dan adanya amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri no 38 2018 tentang pedoman penyusunan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah tahun 2019. Telah disebutkan bahwa Upaya percepatan penanggulangan stunting dengan mempedomani Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi khususnya Penanggulangan Gizi Buruk.

BTU

Pada Pepres ini, bagian menimbangnya tertulis bahwa Peningkatan Sumber Daya Manusis, Sehat, Cerdas dan Produktif dan selanjutnya saya disingkat SDM-SCP merupakan komitmen global, tertulis pada bagian menimbang bahwa  upaya SDM-SCP ini sangat dipengaruhi oleh  adanya status gizi yang optimal dan harus dilakukan secara terus –menerus. Dan oleh Pemerintah sebagai penanggung jawab untuk selalu berupaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya gizi dan pengaruhhnya terhadap peningkatan status gizi. Artinya Terwujudnya SDM-SCP hanya bisa sukses jikalau adanya perhatian penuh pada Perbaikan gizi. Inilah yang menjadi dasar pertimbangan tanggung jawab pemerintah dalam mengeluarkan Peraturan Presiden ini.

Pada pasal 1 Peraturan Presiden ini menyebutkan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi adalah upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat prioritas pada SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN.

Ayat ini jelas menunjukan bahwa dasar hukum pelaksanaan 1000 pertama dalam kehidupan manusia dalam upaya perbaikan gizi adalah inti dari peraturan presiden ini. Seribu hari pertama kehidupan adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 (dua) tahun, (bc. 9 bulan 10 hari dalam kandungan di tambahan 24 bulan masa dibawah dua tahun).

Dalam Pepres ini juga disebutkan pentingnya Organisasi Masyarakat, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Gubernur, Bupati dan Wali Kota) berusaha untuk mewujudkannya. Namun yang terpenting secara perorangan bagi para petugas gizi yang bekerja diunit-unit kesehatan terdepan misalnya puskesmas dan jariangan adalah pedoman yang berkekuatan hukum untuk focus bekerja memberikan pelayanan pada 1000 hari pertama kehidupan.

baca tulisan terkait : Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Puskesmas

Beberapa catatan lainnya dari Peraturan Presiden ini untuk menjadi pelajaran secara perorangan bagi para petugas gizi adalah

  1. 1000 hari kehidupan adalah prioritas dalam upaya perbaikan gizi masyarakat. Dan juga merupakan subtansi dari Pepres ini sebagai payung hukumnya.
  2. Pemangku kepentingan dalam hal ini pelaksana langsung (bc. Petugas Gizi), adalah KEY PLAYER yang harus mampu memberikan perlindungan dan pemenuhan gizi selama 1000 hari kehidupan.
  3. Pengelolaan program gizi, focus pada 1000 hari kehidupan dan penting koordinasi antar sektoral dalam mensukseskan pengelolaan program 1000 hari pertama kehidupan.
    • Pertanyaan, apakah Program 1000 Hari Kehidupan yang sudah ditingkat pengelolaan program, khususnya yang diberlakukan di Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupatennya? Jika ada, mengapa hasil survey terakhir ditahun 2017, permasalahan gizi (stunting) adalah hitam.
  4. Memperkuat implementasi konsep program gizi yang bersifat langsung (spesifik) dan tidak langsung (sensitive).

Strategis disebutkan dalam Pepres ini

  1. Arus Utama dalam Pembanguna SDM, Sosial Budaya dan Perekonomian
  2. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi pemerintah dan swasta
  3. Peningkatan intervensi berbasis bukti berbagai tatanan masyarakat
  4. Diarahkan pada penerapan norma dan perilaku sadar gizi.

Sasarannya bagi para petugas gizi adalah 1000 hari pertama kehidupan sebagai sasaran populasi. Dan untuk sasaran Program Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizinya meliputi : Masyarakat, khususnya remaja, ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah usia dua tahun adalah sasaran Populasi utama perbiakan gizi, yang juga merupakan sasaran spesifiknya sebagai sasaran langsung.

Sementara sasaran tidak langsungnya adalah

  1. Kader-kader masyarakat seperti Posyandu, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, dan/atau kader-kader masyarakat yang sejenis;
  2. Perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi
  3. Kemasyarakatan dan keagamaan;
  4. Pemerintah dan Pemerintah Daerah;
  5. Media massa;
  6. Dunia usaha; dan
  7. Lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan internasional.

Sasaran ini lebih diarahkan pada pemangku kepentingannya. Pertanyaan, Dimanakah Sasaran utama 1000 Hari Kehidupan Pertama ? Yaitu Bayi Dalam Kandungan, sampai dengan sang bayi lahir mencapai usia 2 ?. ini yang oleh para petugas gizi menjabarkannya secara operasional dengan pendekatan prospektif khohor, dimulai dari 1 hari pertama sampai dengan 1000 hari kehidupan.

baca tulisan : Yang perlu di ketahui di Hari Gizi Nasional ke 58 Tahun 2018

KEGIATAN yang dilaksanakan dalam Gerakan Percepatan Perbaikan Gizi secara Nasional disebutkan dilakukan melalui

  1. Kampanye nasional dan daerah;
  2. Advokasi dan sosialisasi lintas sektor dan lintas lembaga;
  3. Dialog untuk menggalang kerja sama dan kontribusi;
  4. Pelatihan;
  5. Diskusi;
  6. Intervensi kegiatan gizi langsung (spesifik);
  7. Intervensi kegiatan gizi tidak langsung (sensitif); dan
  8. Kegiatan lain.

Kegiatan lainnya.

  1. Kampanye Nasional
  2. Advokassi dan sosialisasi lintas sektoral dan lintas program
  3. Dialog
  4. Pelatihan
  5. Intervensi kegiatan gizi langsung (spesifik)
  6. Intervnsi kegiatan gizi tidak langsung (sensitive)

GUGUS TUGAS dan SEKRETARIAT GERAKAN NASIONAL BERPUSAT DI JAKARTA, SEMENTARA  PELAKSANAAN GERAKAN NASIONAL PERCEPATAN PERBAIKAN GIZI DI DAERAH dilakukan oleh Pemerintah Daerah melaksanakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi di daerah masing-masing dengan mengacu pada rencana dan program kerja yang disusun oleh Gugus Tugas. Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan pelaksanaan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi secara berkala. TENTUNYA PETUGAS GIZI HARUS MAMPU MENGETAHUI DAN PENJABARKAN SECARA OPERASIONAL, sebagaimana yang diamanatkan dalam pepres ini, ketentuan penutup, Agar setiap orang mengetahuinya, (diulang: Agar Setiap Orang Mengetahuinya).

Baca juga tulisan terkait : Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat

KESIMPULAN

Bagi para petugas Gizi (bc.Tenaga Pelaksana Gizi) yang bekerja di Puskesmas dan Jaringannya.

  1. Bahwa SDM-SCP adalah amanat yang harus dipertanggung jawabkan, karena tidak adanya petugas lainnya yang mengelola program perbaikan gizi di puskesmas dan jaringannnya, kecuali Tenaga Pelaksana Gizi. Terwujudnya SDM-SCP, terletak pada Teman-teman Pelaksana Gizi dengan sentuhan 1000 hari kehidupan pertamanya.
  2. Sentuhan 1000 hari kehidupan pertama adalah Layanan prima kepada mereka Ibu Hami, Ibu menyusui dan bayi-anak usia 0-24 bulan. Maka berikanlah layanan itu dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Satu sendok makan yang mengandung zat gizi mikro, sangat berarti untuk ibu hamil (bc.janin) dan bayi dan anak sampai usia 2 tahun. Daripada orang dewasa baik dari segi jumlah dan kualitas.
  3. Kunci keberhasilannya dari Program Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang selanjutnya disebut Program Perbaikan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah PERHATIAN PADA 100 (bc. Seratus) HARI KEHIDUPAN PERTAMA, SEBAGAI LANGKAH AWAL YANG DILAKUKAN DENGAN PENDEKATAN PROSPEKTIF KHOHORT 1000 HARI KEHIDUPAN PERTAMA.

Download : Peraturan Presiden tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi

 –

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: