Catatan Kisah di Hari Besar IDUL ADHA 1439 H.

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Kami sekeluarga mengucapkan selamat merayakan hari besar IDUL ADHA 1439 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Al – Fatihah,– Semoga Qurbannya penuh dengan KESEJAHTERAAN dan BERKAH ALLAHU TA’ALA sebagaimana yang dianugrahkan pada nabi Ibrahim dan keluarganya, serta sesudahnya para nabi dan rasul serta orang-orang saleh. dari kami sekeluarga : Arsad Rahim Ali bin Rahim Ali bin Muhammad Ali bin Abdul Rahim Al Buthuni.

DOA AL-FATIHAH.
Dengan namaMu ya Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagiMu ya Allah, Tuhan semesta alam –dunia wal akhirat.
Maha Pemurah—terhadap kehidupan hamba didunia ini— lagi Maha Penyayang —terhadap kehidupan hamba diakhirat.
Yang menguasai — memberikan nikmat — di Hari Pembalasan.—akan segala ibadah hamba di dunia.
Dari shalat hamba dan bersama orang-orang muslim-muslimat — Yang Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan —- segala ikhtiar kami — hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Tunjukilah kami — Hidayah — jalan yang lurus,
Seperti Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, yang tidak dimurkai dan tidak pula disesatkan.
Aamiin terimalah Ya Allah.

sumber : Al Quran Surat Al Fatihah ayat 1-7

–***—

selamat idul adha

Aku dan Istriku

dan kemudian Allah Ta ala mengfirmankan :

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS Al-An’am: 162-163)

dan Rasulullah Shallallahi Alaihi Wassalam, mengajarkan sebagaimana diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata, “Saya menghadiri shalat idul-Adha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mushalla (tanah lapang). Setelah beliau berkhutbah, beliau turun dari mimbarnya dan didatangkan kepadanya seekor kambing. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelihnya dengan tangannya, sambil mengatakan: Dengan nama Allah. Allah Maha Besar. Kambing ini dariku dan dari orang-orang yang belum menyembelih di kalangan umatku”

Dan inilah catatan kisahku di hari raya Idul Adha tahun ini 2018 Masehi, 1439 H,

qurban di masjid agung syuhada

Pelataran Mesjid Agung Syuhada Polewali dalam kegiatan penyembelihan dan pembagian hewan qurban idul adha 1439 H,  Hari Kamis, 23 Agustus 2018.

Malu mendapatkan daging Qurban.

Sehari setelah perayaan Idul Adha, dipagi hari Kamis 23 Agustus 2018, Handphoneku berdering, “Driiiii.driiinnng..” terbaca pantia qurban menelpon, “assalamu alaikum, pa arsad, ke mesjid syuhada, qurban akan disembeli,” memanggilku, ” alaikum salaam, yaa saya segera meluncur” jawabku singkat.

Dipelataran mesjid agung syuhada polewali, ku parkir mobilku agak jauh dan menyaksikan orang-orang lagi memotong hewan qurban dan membagi-bagikan potongan daging kepada mereka yang berhak.

Sedikit kuberpikir dan merenung, hewan qurban disembeli satu ekor sapi untuk 7 orang pequrban, masing-masing mendapat 5 kg, dimana 3 kg untuk diri pequrban untuk buat sup kondro atau ya soto makassar atau juga sup tulang, mungkin juga nanti dibuat bakso. ” yaa terserahlah tugasnya ibunya anak-anak didapur”, cetus hatiku membatin.

Untuk yang 2 kg akan diberikan kepada orang yang berhaq dari sisi pequrban, saya sendiri nanti memberikannya ke panti asuhan. Sisa daging qurban lainnya diluar jatah 5 kg akan dibagi oleh panitia qurban kepada mereka yang berhaq.

Sampai disitu saya terus berpikir dan merenung untuk mendapatkan arti dan makna bagi’bagi daging qurban tersebut untuk membedakan tahun tahun sebelumnya, yang penting berqurban melaksanakan sunnah nabi dan perintah Allah Ta ala, ” …. dan berqurbanlah.”

Tiba-tiba saja muncul dari balik jendela depan mobilku seorang nenek dan langsung menyapa , “tidak turun na? Tanyanya padaku datar. ” ya nek” jawabku sedikit kaget karena tiba-tiba muncul dibalik jendela mobil.

Belum sempat kujawab sang nenek melanjut sapanya, “Disana lagi qurban!?” Ungkap sang nenek, kemudian kubalas, “kesana nee, bisa dapat daging qurban” saranku padanya, dan mengharapkan agar sang nenek segera ke tempat qurban untuk mendapat sepotong daging. Tapi apa jawabannya. “Malu nah!?,” jawabnya dengan ekspresi malu dengan orang-orang. “saya mau melanjutkan perjalananku ke majene (pen.. 40 km lagi),” katanya dengan harapan empati dariku, “Kalo ada uang na.. saya bisa langsung naik mobil ke tempat tujuan’ pintanya, akupun menjawab “Nenek didompetku tidak ada uang,” sambil mengambil dompetku, memang tidak ada uang kecil apalagi yang besar. Kuingat ada sisa uang dirak mobil, 20 ribu yang sebenarnya uang celengan idul adha anaku diwaktu sholat idul idha yang tidak sempat diberikan.

“Ini nenek semoga cukup” sang nenek menerimanya dengan ucapan terima kasih, nenekpun berlalu, menjauh dariku dan kemudian hilang dipersimpangan jalan.

Pikiran dan renunganku tentang bagi bagi daging qurban beralih ke renungan “MALU MENDAPATKAN DAGING QURBAN” Malu dengan daging hewan, malu dengan sifat hewan.,” berqurbanlah akan sifat hewanmu, gantilah dengan sifat kemanusiaanmu untuk saling berbagi,” kata hatiku membatin.

Himmmm ..

Siangnya, istriku menelpon, “assalamu alaikum, pa.. sup tulangnya sudah masak”,

 —***—

“Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging-daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya” (QS. AL Hajj 36-37).

Semoga Tahun depan dapat berqurban lagi, Insya Allah.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia yang sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu, dan sembelilah qurban,”(QS Al-Khaustar, 1-2)

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: