Benchmarking ke Lokus Kota Surabaya

Surabaya, @arali2008.- Melakukan Benchmarking di kota Surabaya tgl 17-18 April 2018, dimulai dari kunjungan ke Balai Kota Surabaya, dan kemudian ke lokus Mall Pelayanan Masyarakat dan dilanjutkan ke Dinas Sosial Kota Surabaya yang menjadi lokus Utama Kelompok Sosial.

Tim Benchmarking Latihan Kepemimpinan Operasional LAN Makassar angkatan 11 tahun 2018; Arsad Rahim Ali, Ketua Tim., Muh.Yusuf,S.IP., Hj.Evi Andariani,SE., Jamaluddin,SKM.,MPH., Jimmi Gunawan,S.Pd., Muh.Inwan,S.STP.,MP., Sabri,S.Pd., Sumantri,S.ST

Kunjungan ke lokus ini bertujuan membandingkan ide-gagasan perubahan dan rancangan proyek perubahan yang telah di susun oleh reformer dengan Inovasi yang telah dilakukan OPD sebagai lokus (tempat-tempat yang membentuk kondisi pembelajaran) yang selanjutnya disebut “Benchmarking ke Lokus” yaitu  1) melihat Inovasi yang ada dilokus Balai Kota dan Dinas Sosial Kota Surabaya, 2) melihat bagaimana inovasi muncul, 3) melihat hal penting dibalik inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya cq Dinas Sosial, 4) mencari tahu  apa yang terjadi dibalik inovasi dan 5) melihat apa yang membuat inovasi berjalan dengan baik. 6) Manfaat yang diperoleh dan Kendala yang di hadapi dalam implementasi inovasi. Metode yang dilakukan dalam benchmarking ini dilakukan dengan dua cara yaitu  1) penggalian informasi dari Narasumber dan 2), Telaahan secara Mandiri (visualisasi dan Fokus Group Discusi) sebagai model pembelajaran.

Slide2

Gambar;   Penyerahan cendramata dari Bpk Hidayat Syah Asisten 3 Pemkot Surabaya kepada Dr.  Johan Tanru, M.Si di ruang sidang Balai Kota Surabaya ketika acara penyambutan peserta Benchmarking

Di Ruang Sidang Balai Kota

Di Ruang sidang Balai kota, kami mendapatkan pengarahan oleh Ir Hidayat Syah, Asisten III administrasi umum Kota Surabaya,  tentang pembangunan kota Surabaya dengan pendekatan E-Government Surabaya Cyber City, yang secara garis besarnya dibangun dua system pendukung yaitu e-Pengelolaan Pembangunan dan e-Layanan Masyarakat. Khusus untuk e-Layanan Masyarakat di pusatkan pada  satu gedung dengan nama Mall Pelayanan Public  dengan Call 112.

Misalnya saja layanan ambulance, ada 8 armada yang disediakan gratis Dinas Sosial Kota Surabaya, disimpan disejumlah titik yang dapat digunakan oleh masyarakat jika dibutuhkan melalui Layanan Public Call 112.

Slide1

Mobil Panggil Ambulance  dengan command center call 112 Kota Surabaya

Di jelaskan “Jika sebelumnya pemanggilan ambulans gratis melalui nomor telepon Dinas Sosial, saat ini bisa dihubungi melalui command center di nomor telepon 112, Warga hanya menyebut nama pasien dan alamat lengkap, maka mobil ambulans akan meluncur ke lokasi”  warga kota sangat merasakan manfaat dari penyediakan ambulance gratis 24 jam ini, walaupun tanntangan yang dihadapi para satgasnya, selalu konsisten siap siaga, memberikan yang terbaik kepada warga kota adalah wujudkan dari pengadian ASN kepada warga kota.

Lebih lanjut Bpk Hidayat Syah memaparkan, system pemerintahan kota sudah berbasis elektronik  atau kerap disebut dengan eletronik Goverment (e-Gov), di kota Surabaya, pelayanan di kecamatan sudah berganti dari yang sebelumnya melakukan pelayanan administrasi sekarang sudah sepenuhnya berubah menjadi pelayanan public, di tingkat kota pelayanan sudah berbasis elektronik dan bisa diakses dimana saja oleh warga yang membutuhkan seperti pembuatan akte kelahiran dan akte kematian, yang dulunya warga harus datang kekelurahan dan kecamatan harus mengurus, namun sekarang mereka bisa mengurus dari rumah sendiri (upload data scanner sendiri.red) dan mencetak akte kelahiran dan juga akte kematian baru kemudian secara administrasi menyerahkan berkas kekelurahan.

Bapak Hidayat, menjelaskan  model inovasi yang dikembangkan di kota Surabaya dilakukan secara berjenjang dari menggali kebutuhan masyarakat, diolah ditingkat OPD harus selesai, bila tidak selesai akan dilanjutkan pada tingkat Asisten harus dapat diselesaikan dan jika juga belum dapat diselesaikan, akan diselesaikan pada Walikota, “Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan,  kalau kita dapat bekerja sama,’ ungkapnya melanjutkan kata wali kota, Ibu Risma.

Di Dinas Sosial Kota Surabaya

Dari Balai kota, kunjungan dilanjutkan ke Dinas Sosial Kota Surabaya, di jemput oleh Ibu Dra Inda Puspandari, MM mewakili Kepala Dinas Sosial yang tidak sempat hadir karena sedang melakukan perjalanan Dinas ke luar Daerah.

Slide3

Gambar : Para Reformer sementara melakukan mendengar penjelasan dari Ibu Indah Puspandari (sekretaris dina. Red) dan melakukan diskusi pendalaman inovasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya

Di ruang rapat Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, dilakukan Diskusi dengan ibu Indah Puspandari Sekretaris Dinas Sosial mengganti Kepala Dinas yang behalangan hadir, bersama tim reformer, sedang memberikan  penjelasann program dan kegiatan rutin dan  program dan kegiatan pengembangan  dari hasil pembangunan komitmen permasalahan warga kota dengan Dinas Sosial, dan Pemerintah kota secara berjenjang pada tingkat asisten dan berakhir pada wali kota Surabaya.

Program inovasi  yang telah dilakukan dan dikembangkan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya adalah :

  1. Pengembalian 1000 anak putus sekolah
  2. Pebas Penyemis, pengamen dan anak nakal di lampu merah
  3. Pengembalian Penderita jiwa sembuh pada keluarga dan Pengembalian Lansia pada keluarga
  4. Kampung anak negeri untuk anak kebutuhan khusus
  5. Pemenuhan kebutuhan dasar orang miskin

Bentuk-bentuk fasilitasi  inovasi yang digunakan adalah

  1. Fasilitasi kegiatan keagamaan
  2. Fasilitasi Bantuan Maka bagi orang miskin yang tidak makan.
  3. Selamatkan anak yang putus sekolah oleh Pendamping Mahasiswa
  4. Perbaikan dan atau rehabilitasi rumah, termasuk perbaikan jamban warga kota
  5. Memaksimalkan kerja Pekerja Sosial Masyarakat tingkat keluruhan

Pengembalian 1000 anak putus sekolah. Dinas sosial menargetkan setiap tahunnya 1.000 anak yang putus sekolah dapat dikembalikan pada tingkat pendidikan dasar (SD, SMP dan SMA) menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Kota Surabaya dengan memanfaatkan mahasiswa sebagai pendamping/kakak asuh bagi mereka.

Slide7

Pak Ahmad dari LAN Makassar yang mendampingi para reformer sedang mengamati warga binaan UPTD Lingkungan Posko Sosial (LIPOSOS) yang berada di dalam penampungan. Kondisi dari orang orang ini sedang trauma,stress,dan dsangat butuh pertolongan.

Perguruan tinggi akan merekrut beberapa mahasiswanya kemudian Dinas Sosial menyaring kembali mahasiswa tersebut untuk dijadikan pendamping sesuai kemampuan masing masing. Satu orang anak jalanan di bimbing oleh satu orang Mahasiswa sebagai kakak asuh, Tantangannya adalah setiap mahasiswa mengikat komitmen  dengan Universitasnya dan Pemerintah Kota Surabaya cq Dinas Sosial untuk dapat melakukan pendampingan agar adik-adiknya dapat kembali kesekolah.

Manfaat yang diperoleh dalam kegiatan pengembalian anak sekolah ini adalah disamping bermanfaat mengembalikan anak-anak untuk kembali sekolah dan anak-anak mempunyai komitmen dengan kakak asuhnya, agar anak dapat menyelesaikan  pendidikan dasarnya yaitu sampai tamat SMA dan bagi mahasiswa menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap adik-adik asuhnya sebagai langkah awal bagi mereka untuk selalu lebih peduli lagi kepada cita-cita bangsa dan Negara dalam mencerdasan anak-anak bangsa.

Bebas Penyemis, Pengamen dan Anak nakal di lampu Merah (Traffic Ligth.red). Anak Jalanan  (Pengemis, Gelandangan)  yang dirazia oleh Satpol PP dan Polisi, karena selalu mengganggu kenyaman para penggunan kendaraan di perempatan lampu merah. Mereka yang tertangkap  dibawa Ke Dinas Sosial untuk pembinaan Mental Dan Jiwa.

Dalam proses Ini tantangan yang dihadapi Dinas Sosial  adalah menggali dan mempelajari potensi dan kemampuan mereka dengan berbagai macam masalah dan kemampuannya terbatas, menemukan kunci kebutuhan dan keinginannya, kemudian Dinas Sosial memberikan Pelatihan dari lembaga-lembaga pelatihan yang terkait, sesuai dengan bakat dan kemampuan Mereka.

Beberapa contoh yang telah dilakukan diantaranya;  Bila dtemukan hobby menyanyi maka Pelatihan Atau Keterampilan yang diberikan adalah kemampuan menyanyi yang dapat menghasilkan uang, Bila memiliki keterampilan bertinju di latih untuk menjadi Petinju Profesional, Bila ditemukan mempunyai kemampuan teknikal maka diberikan pelatihan-pelatihan seperti Pelatihan Service Hp dan Komputer.

Pengembalian Penderita jiwa sembuh pada keluarga dan Pengembalian Lansia pada keluarga. Kegiatan mengembalikan penderita jiwa yang telah sembuh kepada keluarga dan juga kepada lansia yang terlantar dan kemudian dibina, adalah kegiatan inovasi untuk memastikan kepada keluarga mereka bahwa para penderita jiwa dan para lansia, telah dinyatakan  sehat,  dapat diterima oleh keluarga dan lingkungannya.

Dalam kegiatan pengembalian  kerumah keluarganya ini, kendala yang dihadapi sering ditemukan adalah mereka tidak punya keluarga lagi, mereka bukan warga kota Surabaya, yang membuat tim satgas pengembalian harus mencari keluarga mereka sampai ke wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Juga Wilayah Provinsi Jawa Barat, bila keluarga tidak ditemukan, oleh pemerintah Kota Surabaya cq Dinas Sosial atas instruksi walikotanya akan menjadi warga binaan  (dipelihara.red) oleh Negara cq Pemerintah Kota Surabaya, sebagaimana yang diamanat oleh negara bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar di pelihara oleh negara.

Warga binaan Dinas Sosial pada UPTD Lingkungan Posko Sosial (LIPOSOS) adalah mereka ditampung dari berbagai wilayah dengan kasus yang berbeda beda. Ada yang mengalami gangguan jiwa, Lansia, anak anak terlantar, Gangguan NAPZA, PSK Eks Doli, Waria. Mereka diberikan pendampingan sesuai masalah  mereka. Apabila mengalami gangguan jiwa maka akan diberikan pendampingan psikologi, apabila mengalami gangguan lebih berat maka akan dirujuk ke RS.Jiwa. juga diberikan pelatihan sesuai kemampuan mereka, dan apabila sudah mampu untuk mandiri maka akan dikembalikan ke keluarga masing masing.

Ibu Indah sekretaris Dinas yang menggantikan kepala Dinasnya sebelum mengakhiri  diskusi bersama kami memberikan Closing Statement, “ Kami bekerja berdasarkan kebutuhan masyarakat, berkomitmen memenuhi kebutuhan masyarakat dengan melibatkan semua sector dari tingkat lurah sampai ke tingkat kota, keberhasilannya adalah semata-mata demi kesejahteraan warga kota”

Kesimpulan

ketua tim

Ketua Tim Arsad Rahim Ali, Benchmarking Lokus Dinsos Kota Surabaya

Inovasi muncul!  Inovasi muncul dari teridentifikasinya kebutuhan masyarakat, semua sasaran populasi sebagaimana yang diamanat oleh UU untuk dikerjakan oleh Dinas Sosial, yaitu, “semua fakir miskin dan orang-orang terlantar dipelihara oleh Negara”, diidentifikasi kebutuhannya, yang pada faktanya tidak ada yang tidak bisa diselesaikan, tetapi dapat diselesaikan, bila masyarakat butuh makanan maka dipenuhi kebutuhan makanannya, bila ada anak yang putus sekolah karena ketiadaan biaya maka diberikan biaya. Inovasinya muncul ketika kebutuhannya diberikan, difasilitasi dan didampingi untuk mandiri tergantikan dengan mendapatkan kebutuhan dari pengembangan kemampuan yang dimiliki, bukan lagi dari bantuan sosial.

Hal Penting dibalik Inovasi !? Hal yang penting  dilakukan oleh Dinas Sosial adalah difasilitasi oleh pemerintah Kota Surabaya cq Dinas Sosial dengan cara membangun komitmen bersama pihak-pihak yang terkait, mulai dari tingkat akar rumput, desa, kecamatan sampai ketingkat puncak Pimpinnan yaitu Ibu Wali Kota.

Yang Membuat Inovasi berjalan Baik ! Yang membuat Inovasi berjalan dengan baik di kota Surabaya terkhusus pada kerja-kerja pada Dinas Sosial kota Surabaya adalah kebutuhan masyarakat  dan mencoba untuk memenuhi kebutuhan dengan melibatkan semua pihak terkait, yang bekerja adalah bukan Dinas Sosial tetapi pihak-pihak yang terkait dengan berkomitmen untuk menyelesaikan kebutuhan warga binaan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya atas kemampuan sendiri.

Manfaat yang diperoleh. Manfaat yang diperoleh yang paling dirasakan masyarakat adalah terpenuhinya semua kebutuhan dasar warga kota terutama yang menjadi sasaran Dinas Sosial, semua terdata, berbagai kebutuhan tersalur melalui mekanisme yang terbangun secara rapi dan sistematik, baik secara manual melalui pelayanan public maupun secara e-government melalui mall pelayanan public call 112.

Tantangan yang di hadapi, Tuntutan pemenuhan kebutuhan warga kota terutama yang diamanatkan UU yaitu Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara cq. Pemerintah Kota Surabaya, selalu konsisten dan koordinasi vertical siap siaga, memberikan yang terbaik kepada warga kota adalah wujudkan dari pengadian ASN Dinas Sosial berserta Jaringannya dari tingkat Keluruhan sampai ke Wali Kota, merupakan tantangan untuk mewujdukan kepada  warga kota yang miskin dan terlantar  agar terpenuhi kebutuhan dasarnya.

Demikian hasil benchmaking, yang para reformer tim Dinas Sosial Kota Surabaya Lakukan, semoga dapat bermanfat, lebih memantapkan dan mengisi rancangan proyek perubahan yang sementara di susun dan siap untuk dipresentasekan.

 —

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: