Visitasi ke Kec. Rappocini untuk Penguatan Inovasi Kepemimpinan Operasional

Makassar @arali2008.– Kami 35 orang reformer LAN (Lembaga Administrasi Negara) Makassar, Peserta Latihan Kepemimpinan Operasional, jalan-Jalan ke Kecamatan Rappocini, dengan maksud melihat bentuk pelayanan public, yang tercatat terbaik di Kota Makassar, dikembangkan dengan ide-gagasan yang inovatif berbeda dengan kecamatan lainnya di wilayah kota Makassar Sulawesi Selatan. Tiba di Kecamatan ini ternyata ‘Wow”.

Yaa… kunjungan ini adalah Hari pertama, di LAN setelah seminggu off campus, dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Operasional, mengembangkan ide dan gagasan, oleh Pengajar/panitia pimpinan Rombongan (Ibu Salviah, red) mengarahkan kami untuk memahami lebih  aplikatif terhadap ide dan gagasan yang telah dibuat dengan mentor selama off campus. Ibu Salviah mengatakan, “Kunjungan ini dimaksudkan untuk dapat mengembangkan lebih jauh tentang ide dan gagasan,  para reformer di harapkan dapat mengembangkan dan menguatkan ide dan gagasan yang telah dibuat peserta selama off Campus di Organisasi tempat kerjanya masing-masing”.

Latpim 11111

Foto Bersama Camat (tengah red), bu Salviah (baju batik.red) dan kami 35 Reformer Latihan Kepemimpinan Operasional di LAN Makassar angkatan 11 tahun 2018

Disini (di kantor Camat red), setelah berputar dari satu ruangan-keruangan pelayanan, kami kemudian berkumpul di tempat pertemuan lantai tiga gedung kecamatan, “wow.. ruangannya mini bioskop!,” ungkap hatiku membatin,  kami kemudian mendapatkan penjelasan langsung dari Camat Bpk Hamri Haya.

Sang Camat penyuka warna orange ini memberikan penjelasan, “Ide dan gagasan dituangkan dalam tampilan kecamatan Rappocini, yang bermuara pada fungsi kantor sebagai unit pelayanan ke pada warga kecamatan, perubahan Kantor sebagai pelayanan public memberikan hasil  terbaik se kota Makassar selama 2 periode berturut-turut, sebagai kecamatan dengan pelayanan public terbaik,”

Lebih lanjut sang camat  yang bergelar Doktor (S3) berucap, “prinsip kami, siapapun yang datang adalah raja, memberikan pelayanan sampai kelorong-lorong, sudah merupakan tugas utama untuk menjemput dan melayani, membereskan administrasi warganya di kantor dan kemudian menyerahkan kembali kepada  setiap warga.”

Di informasikan bahwa telah ada 47 rombongan bintek kepemimpinan yang telah melakukan kunjungan ke kantor camat ini, hanya sekedar melihat ide-ide dan gagasan inovatif yang tervisualisasikan, Beberapa pengunjung bintek kepemimpinan setingkat eselon II tingkat Provinsi maupun tingkat kementerian kadang bertanya, “ Kenapa Harus datang kecamatan, apa korelasinya”, Sang camat yang bergelar Doktor ini mengatakan, “Proyek Perubahan  sama dengan Inovasi dan terbungkus dalam pelayanan public dan semua instansi pasti mempunyai fungsi pelayanan public.”

Sang Camat bercerita, “Awalnya, kami bekerja dan dihadapkan pada masalah freme birokrat adalah penguasa, sulit berinovasi  bila hal ini tidak di hilangkan, maka tuntunan kebutuhan warga kecamatan sebagai warga kota Makassar, akan  sulit terpenuhi, disinilah INOVASI MUNCUL MEMENUHI KEBUTUHAN WARGA KECAMATAN Ada 4 inovasi yang dikembangkan di kecamatan ini, yang pertama kami lakukan adalah pelayanan motor lorong, ia mengatakan, “monopoli birokrasi yang dilakukan harus mampu menciptakan jenis-jenis pelayanan yang inovatif, pelayanan motor lorong salah satunya, prinsipnya adalah mendekatkan pelayanan ke warga.”

Rupanya sang camat sangat mengenal karakter warganya, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan (masalah. red) warganya, “ada tiga karakter warga yang harus dilayani. Pertama, Warga Kecamatan yang sibuk dengan berbagai urusan kehidupannya masing-masing. Kedua, bila warga berkunjung ke keluruhan dan kecamatan, warga inginnya dilayani dengan cepat. Dan ketiga, Warga Kecamatan selalunya ingin mendapat kenyamanan dalam  urusan-urusan di keluruhan dan kecamatan’’. Ungkap Bpk Hamri yang lebih memilih menjadi pejabat “walikota kecamatan” daripada pejabat OPD/SKPD Kota Makassar.

Dari keliling antar ruang pelayanan, Kami, 35 Reformer sangat berkesan terhadap Kreatifitas pimpinan dan stafnya, “Kami terkesan dengan Informasi dan Tehnologi sebagaimana terlihat pada Mini War Room yang dapat mengamati 11 kelurahan yang menjadi wilayah kerja kecamatan.” Inovasi yang dikembangkan sedikitnya memberikan penguatan terhadap proyek perubahan yang akan kami lakukan di Organisasi tempat kerja masing-masing.

diagnosis reading

Jalan-jalan ke Kec. Rappocini Kota Makassar SulSel  adalah tahapan ke tiga (Inovasi.red) dari 5 agenda Pembelajaran Pemimpin Perubahan

Di Kecamatan Roppocini ini, ada beda dengan kecamatan-kecamatan lainnya, sehingga tidak heran telah ada 47 rombongan bintek kepemimpinan, yang berkunjung di kecamatan ini hanya sekedar untuk membangkitkan inovasi mereka dalam bekerja pada masing-masing instansinya, demikian juga kunjungan kami yang telah tercatat sebagai kunjungan rombongan ke 48. Terhadap kunjungan ini, ide gagasan kreatifitas dan inovatif yang kami amati dan di Kecamatan Rappocini kami dapat simpulkan sebagai berikut :

  1. Inovasi yang ada di kecamatan Rappocini adalah
    1. Kendaraan Pelayanan Lorong
    2. Mini War Room
    3. Sistem DIstribusi Sampah Online
    4. Zero Sampah ( Bidang Pemberdayaan Masyarakat)
    5. Memenuhi Standar Kenyamanan dalam pelayanan dalam  gedung Kecamatan
    6. Dan sedang akan dibuat adalah E ‘ Pelayanan yaitu suatu jenis pelayanan yang berbasis internet.
  2. Munculnya inovasi, karena adanya tuntutan kebutuhan warga kecamatan sebagai warga kota Makassar, yang harus segerah dipenuhi, dan perubahan mainset kerja yang lama yang harus segera berubah
  3. Mereka-mereka yang membangun inovasi, adalah yang terlibat dalam inovasi adalah para stakeholder mulai dari keinginan walikota, para pemberi pelayanan yaitu para pimpinan dan staf kecamatan dan pimpinan dan staf keluruhan serta para pendamping tenaga ahli. Dan warga kecamatan Rappocini.
  4. Dilakukan dengan kerja tim dan penggunakan pendampingan tenaga ahli, menumbuh-kembangkan kreatifitas staf baik di Kecamatan dan 11 Keluruhan.
  5. Kendala yang sangat berat pada dasarnya adalah keinginan untuk berubah.

Ibu Salviah mengatakan saat membawakan materi Kreatifitas dan Inovatif dikelas pembelajaran, “kata kunci dari Inovasi dan kreatifitas, adalah Inovatif setidaknya ada tiga unsure 1) Pembaharuan, 2) Implementatif dan 3) ada manfaat. Dan Kreatifitas  atau kemampuan untuk kreasikan ide dan gagasan. Inovasi muncul karena adanya kreatifitas.”

Mampukah Anda untuk berinovasi ? …..

 —

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: