Medical Chek Up DPRD Polewali Mandar

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.— Perihal Medical Chek Up untuk DPRD Polewali Mandar dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan Dan Administratif Pimpinan Dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pada bagian Jaminan Kesehatan, disebutkan Selain Jaminan Kesehatan, Pimpinan dan Anggota DPRD disediakan pemeriksanaan kesehatan — Medical Chek Up —– yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan di luar cakupan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Di tahun 2017 DPRD Polewali Mandar telah melakukan medical chek up untuk anggota dan pimpinan DPRD, dan di tahun 2018 akan direncanakan kembali medical chek up-nya, penting dilakukan untuk melihat gambaran perubahan status kesehatan dari item-item pemeriksaan dengan 4 (empat) criteria utama, yaitu :

  1. Status kesehatan yang diindikasikan berada dalam standar Normal
  2. Status kesehatan yang diindikasi dari keadaan normal dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari kisaran normalnya.
  3. Status Kesehatan yang diindikasikan lebih tinggi atau lebih rendah dari normal, setelah intervensi telah menjadi normal
  4. Status kesehatan yang diindikasikan tidak mengalami perubahan, tetap berada lebih tinggi atau kurang dari standar normalnya

Status kesehatan ini disamping memberikan gambaran kesehatan induvidu (anggota dewan) juga dapat memberikan gambaran status kesehatan secara kelompok Anggota Dewan.  Misalnya saja hasil medical chek up terhadap thorax melalui rontgen thorax secara kelompok dewan didapatkan kesimpulan 2 dari 10 anggota DPRD mengalami gangguan thorax tingkat ringan.

rontgen

Beberapa catatan pelaksanaan tahun 2017, sedikit penulis uraian sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan tahun 2018, adalah Medical chek up ini seyogyanya dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSUD) Daerah Polewali Mandar, hasil koordinasi penulis dengan RSUD ini,  penyediaan medical chek up belum di sediakan secara paket lengkap, yang tersedia hanya paket terpisah pada masing-masing unit layanan, dengan alasan ini sehingga dilakukan dilakukan survey terhadap penyedia layanan medical chek up yang berada di makasar diantaranya di Rumah Sakit Wahidin, Sudirahudo Makassar, Prodia Makassar dan beberapa penyedia layanan laboratorium di Makassar.

Secara keseluruhan  input dan proses  pelaksanaan kegiatan medical chek up oleh sekretariat DPRD Polewali Mandar sebagai berikut :

  1. Membuat rencana survey layanan medical chek up, melaksanakannya dan Membuat hasil survey unit layanan dan meminta masukan dari DPRD atas unit layanan yang terpilih,
  2. Mendiskusikan dengan pihak penyedia tentang hal-hal yang menjadi permintaan DPRD point-point penting diantaranya, dapat disediakan akan paket lengkap, Pelayanan yang diberikan khusus, langsung dilayani dan mendapatkan hasilnya, Pelayanan tetap dilakukan melalui perjanjian kerja sama, bila beberapa anggota dewan ada yang belum melakukan medical chek up setelah masa perjanjian, dapat dilakukan permintaan perjanjian kerja sama namun masih dalam tahun anggaran berjalan.
  3. Membuat surat permintaan penawaran kepada Unit layanan laboratorium terpilih secara resmi. Pemilihan satu layanan saja dimaksudkan untuk mempermudah dalam hal pemberian pelayanan medical chek up dan pengadministrasian pertanggung jawaban baik secara induvidu juga secara keseluruhan Anggota Dewan, termasuk gambaran status kesehatan secara individu maupun kelompok dewan.
  4. Menerima penawaran penyedia dan melakukan negosiasi serta membuat Berita Acara Hasil Negosiasi serta meminta KPA untuk membuat surat Penunjukkan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) untuk pelaksanaan : Pengadaan Medical Chek Up Bagi Pimpinan dan anggota DPRD Polewali Mandar.
  5. Pertemuan penyusunan perjanjian kerja sama dan penandatanganan Perjanjian Kerja sama.
  6. Membuat surat kepada anggota dan pimpinan DPRD bahwa medical chek up telah dapat dilakukan yang ditembuskan kepada penyedia layanan.
  7. Anggaran yang disediakan setiap anggota Dewan adalah Rp 5.422.000.- dengan biaya perjalanan Dinas luar daerah dua hari satu malam.

Paket pemeriksaan medical chek up lengkap adalah paket lengkap untuk mengetahui status kesehatan secara keseluruhan dengan sub-sub status kesehatan dengan variabelnya sebagai berikut :

  1. Status Hematologi lengkap, Retikulosit,
  2. Status SGOT (, 37 U/l (37*), SGPT (<42 U/I 37*)
  3. Status Gamma GT, Alkali Fosfatase,
  4. Status Bilirubbin Total/Direk (0,3-1 g/dl, / <0,4 mg/dl)
  5. Status Glukosa Puasa ( <110 mg/dl) dan Glukosa 2 jam sesudah makan (,145 mg/dl)
  6. Status Hb (laki-laki 13-16 d/dl, perempuan 12-14 g/dl)
  7. Status Cholesterol Total ( < 200 mg/dl)
  8. Status Cholesterol LDL (<130 mg/dl), Cholesterol HDL 35-55 mg/dl),
  9. Status Trigeliserida, ApoB,
  10. Status Urea N, Ureum, Kreatinin, Cystatin –C, eLFG Kreat-Cys-C (CKD-EPI),
  11. Status Asam Urat, (3,4 – 7 mg/dl)
  12. Status Rasio Albumin-Kreatini Urine sewaktu,
  13. Status Hs-CRP, HBSAg, Anti HBs, Anti-HCV,
  14. Status Urin rutin, pH (5-8)
  15. Status Faeces Rutin,
  16. Status AFP, PSA, TREADMILL,
  17. Status USG Whole Abdomen,
  18. Status Rontgen Thorax,
  19. Status Fisik

Capaian pemeriksaan medical chek up dari 45  ( L=35 orang dan P =10 orang) anggota DPRD Polewali Mandar 100% melakukan medical chek up,  status kesehatan yang di dapatkan dari hasil pemeriksaan, dari 45 orang bervariasi dari berbagai status pemeriksaan menderita gejala penyakit, namun secara keseluruhan, mereka masih dapat melakukan aktifitas kedewanannya. Beberapa gejala penyakit yang harus sarankan dapat di tindak lanjuti oleh masing-masing anggota dewan melalui jasa pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional yang di kelola BPJS atau  unit pelayanan kesehatan lainnya.

HASIL PEMERIKSAAN; merupakan kesimpulan untuk mendapatkan perhatian setiap anggota Dewan, misalnya saja an. Xxx (Nama dirahasiakan) hasil pemeriksaan tahun 2017 disimpulan : 1). KADAR TRIGLISERIDA BATAS TINGGI. 2), TIDAK TERINFEKSI VIRUS HEPATITIS B DAN VIRUS HEPATITIS C SERTA MEMILIKI KEKEBALAN TERHADAP VIRUS HEPATITIS B.  3). URINE: – UROBILINOGENURIA, – HEMATURIA, – TERDAPAT KRISTAL AMORF FOSFAT DALAM URINE.  4). THORAX : TB AKTIF PADA PULMO DEXTRA. MATA : PENURUNAN PENGLIHATAN JARAK JAUH  (OD : 6/18, OS : 6/7.5 ).  5). PENURUNAN PENGLIHATAN JARAK DEKAT ( ODS : AS 25 ). 6). GIGI : – PALSU 3 BUAH. – KARIES 1 BUAH. 7). TREADMILL : MERAGUKAN.

Dan Kepada klien an. XXX tersebut disarankan : 1) Kadar trigliserida yang tinggi juga banyak dikaitkan dengan faktor resiko kardiovaskular secara independen dari faktor resiko utama lainnya. Peningkatan kadar trigliserida meningkatkan resiko PJK. Peningkatan kadar trigliserida dapat diturunkan melalui perilaku hidup sehat antara lain : Pola makan sehat dan seimbang  dengan memperbanyak konsumsi sayuran, buah segar dan serat. Membatasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan karbohidrat. Dan Kurangi makanan yang digoreng dan minuman yang mengandung soda. 2), Melakukan kegiatan fisik yang sesuai dengan umur dan kemampuan. 3), Mencapai berat badan yang ideal sesuai dengan tinggi badan 4), Konsultasi ke dokter layanan BPJS / dokter Keluarga 5). Konsultasi ke dokter Layanan BPJS / dokter Spesialis Paru. 6) Konsultasi ke dokter Layanan BPJS / dokter Spesialis Mata. 7). Konsultasi ke dokter Layanan BPJS / dokter Spesialis Jantung

yudhi Rps

Salah Satu Anggota DPRD Polewali Mandar Sementara melakukan Medical Chek Up

Hasil pemeriksaan Medical Chek Up ini, setidaknya dapat menjadi perhatian setiap anggota dewan sehingga status kesehatan dengan diindikasi baik dapat dipertahankan atau ditingkatkan kwalitasnya (Negatif – Negatif) dan Status Kesehatan yang diindikasikan kurang baik dapat diupayakan menjadi baik (positif – negatif).

Secara umum Penyedian medical chek up anggota DPRD bertujuan untuk mengetahui status kesehatan yaitu diketahuinya keadaan sehat secara dini — sakit dan tidak sakit secara fisik jasmani berdasarkan medical chek up—- yang memungkinkan setiap anggota dewan  dapat bekerja secara social-politik.

Indikasi pengukurannya; dilakukan dengan medical chek up. Kriteria objektifnya; bila ditemukan indikasi negative (artinya status kesehatan baik) mereka dapat bekerja dengan baik secara social dan politik. Dan Bila ditemukan indikasi positif (artinya status beresiko atau menderita sakit), secara social politik mereka kurang dapat bekerja secara maksimal.

Semoga status kesehatan setiap anggota DPRD Polewali Mandar di tahun 2018 lebih baik daripada status kesehatan di tahun 2017, demikian juga gambaran status kesehatan secara kelompok  dewan lebih baik adanya.

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: