10 Fakta Keberadaan Rumah Sakit Umum Regional Sulawesi Barat

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.— Di akhir tahun 2017, di bulan Desember 2017, berbagai media massa konvesional dan online local Sulawesi Barat dan juga media massa Nasional memberitakan, mundurnya 17 Dokter Spesialis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Provinsi Sulawesi Barat. Diberitakan mundurnya para dokter ini, karena tidak adanya keharmonisan antara pihak manajemen rumah sakit dengan komite medic rumah sakit yang disebut-sebut sebagai Rumah Sakit Regional di Provinsi Sulawesi Barat, yang sangat dibanggakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Gubernur Sulawesi  Barat Bp. Ali Baal Masdar, terpaksa harus turun tangan untuk mencari tahu mundurnya para dokter ini, pertemuan pihak-pihak yang terkaitpun dilakukan, hasilnya dokter menuntut perlu adanya perbaikan manajemen, agar mereka dapat bekerja secara mandiri dan professional, salah satu point perbaikan manajemen adalah memintah digantinya direktur rumah sakitnya, karena “dicurigai” telah menyalagunakan anggaran untuk pembelian bahan medic habis pakai yang setiap digunakan oleh para dokter dinyatakan telah habis dan atau tidak standar digunakan sekelas pelayanan spesialist. Gubernur pun berjanji untuk secepatnya menyelesaikan masalah ini, yaitu dengan meminta bantuan BPKP Sulawesi Barat, untuk segera melakukan audit investigasi dan intervensi.

rsud-sulbar_20171220_150213

Suasana Rumah Sakit Umum Provinsi Sulawesi Barat yang sepi.

Namun selang jangka waktu yanag ditentukan, ternyata BPKP belum bisa memberikan laporan secara menyeluruh, BPKP masih terus bekerja, melakukan pendampingan dalam proses manajamen yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Proses ini masih sementara berlangsung, dan solusi belum bisa dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Barat.

10 Fakta Masalah ….

Hasil penelusuran penulis dari berbagai sumber tercatat bahwa Rumah Sakit Umum Propinsi Sulawesi Barat  —– yang dibangun dengan menggunakan sumber dana pusat dari pengembangan Rumah Sakit Umum Polewali karena ketiadaan pengambilan keputusan akan lokasi harus di pindahkan ke Mamuju-——-  memiliki 112 tempat tidur sebagai salah satu dari 9 Rumah Sakit yang ada  di Provinsi Sulawesi Barat, —– 7 Sebagai rumah Sakit Umum Daerah dan 2 Rumah Sakit Swasta——–. Tercatat bahwa ada 10 Fakta Keberadaan RSU Regional Sulawesi Barat yang penulis dapatkan, ke 10 fakta tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Hanya Bintang Satu, Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, melaporkan bahwa Rumah sakit Regional Sulawesi Barat mempunyai status akreditasinya hanya sebagai Rumah sakit perdana, alias setara dengan rumah sakit dengan Standar Bintang Satu, tanggal SK  21 November 2017 dan berakhir tanggal 20 November 2019.bintang
  2. Alkesnya Tidak Efektif Daya Gunanya. Rumah Sakit ini, memiliki Alat –Alat Kesehatan dengan Standar Bintang Empat, sementara statusnya hanya setingkat Bintang Satu, artinya alat-alat kesehatan yang dimilikinya tidak akan efektif daya gunanya.
  3. Direkturnya bereselon IIb. Rumah Sakit dengan standar Bintang Satu atau Rumah Sakit dengan Type D atau C, Khususnya di wilayah Sulawesi Barat, dipimpin oleh direktur setingkat Eselon IIIa, sementara Rumah Sakit ini direkturnya dijabat dengan status eselon IIb, sebagai pembanding RSUD Polewali dengan statusnya sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional Sulawesi Barat dengan bintang Empat hanya dijabat dengan eselon IIIa.
  4. Status Regional hanya sebuah Nama. Rumah Sakit ini berstatus sebagai Rumah Sakit Rujukan di Sulawesi Barat, pada dasarnya hanya sebagai “Nama Belaka”, status sebagai rujukan dari rumah sakit lainnya diwilayah Sulawesi Barat, dengan standar yang sama yaitu bintang satu adalah  fakta yang sesungguhnya.
  5. 54 Tempat Tidur Tidak Terpakai. Laporan Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Barat satu tahun terakhir 2016-2017, menunjukkan jumlah 112 tempat tidur yang dimiliki hanya 52% (58 Tempat Tidur) yang digunakan setahun, dengan 31 pasien yang berbeda per tempat tidur per tahunnya, selam 3 hari dirawat dan dengan selang 5 hari baru digunakan  pasien berikutnya.  Data-data ini biasanya digunakan untuk menilai atau mengukur penampilan manajemen pengelolaan rumah sakit, telah dikelola Sesuai Standar atau Tidak Sesuai Standar. Fakta menunjukan sebanyak 54 Tempat Tidur dengan peralatan yang melengkapinya tidak terpakai.
  6. Hanya melayani pasien sekitar Mamuju. Dalam konteks wilayah Rumah Sakit Yang katanya Rumah Sakit Regional. Faktanya hanya menerima melayani wilayah kota Mamuju dan sekitarnya, wilayah Majene dan Mamasa cenderung merujuknya ke Rumah Sakit Polewali yang Status dari Kementerian Kesehatan sebagai Pusat rujukan diwilayah Sulawesi Barat dengan standar Bintang empat,. Pasien lainnya didapatkan dari Kabupaten Pasang Kayu (Mamuju Utara) cenderung di Rujuk Ke Palu.
  7. Berbagi dengan RSUD Mamuju. Rumah Sakit ini, dalam hal sasaran populasi sakitnya, karena kedudukannya diwilayah kabupaten Mamaju, pasiennya cenderung masuk dalam wilayah sasaran Rumah Sakit Mamuju dan Rumah Sakit Swasta Manakara Mamuju.
  8. Ada Riwayat Pejabatnya Terlibat Korupsi. Rumah Sakit ini dalam hal penanganan Korupsi, tercatat sebagai salah satu instansi yang pejabat dan stafnya telah mendapatkan vonis pengadilan sebagai koruptor, adalah bukti secara administrasi telah terjadi banyak penyimpangan di Rumah Sakit ini.
  9. Tidak Memiliki Rencana Strategi Bisnis. Rumah Sakit ini, adalah rumah sakit Propinsi yang pengelolaan keuangannya tidak dikelola berdasarkan Rencana Strategi Bisnis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
  10. Kerja Mandiri Para profesional Terganggu. Rumah Sakit ini telah di tinggalkan oleh 17 Dokter Spesialias karena ketidak cocokan kerja-kerja mandiri professional dengan kerja-kerja birokrasi manajemen Rumah Sakitnya. Dan hingga tulisan ini dibuat masih berpolemik, yang melibatkan Gubernur Sulawesi Barat, BPKP dan IDI yang yang mengayomi mundurnya 17 Dokter Spesialisnya. Dan Pihak Manajemen Rumah Sakitnya.

10 Fakta ini dapat mengungkap adanya masalah yang sangat mendasar dari alasan ke 17 dokter Spesialis yang mengundurkan diri, ke 10 Fakta ini juga dapat menjadi 10 solusi perbaikan manajemen Rumah Sakit Umum Provinsi Sulawesi Barat.

10 Solusi Perbaikan …

10 Solusi perbaikan  Manajemen Rumah Rumah Sakit ini adalah

  1. Mempersiapkan akreditasi.  Status Bintang satu dari akreditasi perdana akan berakhir tanggal 20 November 2019. Persiapan di tahun 2018 adalah sesuatu yang diharuskan untuk direncanakan dan diekseskusi di tahun 2018 ini.
  2. Menjadikan Unit Layanan Klinik Spesialist. Rumah Sakit ini, memiliki Alat –Alat Kesehatan dengan Standar Bintang Empat, yang tidak akan efektif daya gunanya, dapat digunakan dengan status penggunaan fungsi klinik spesialis rumah sakit sebagai Unit Layanan Klinik Spesialis.
  3. Menyesuaikan eselonisasi. Status Direktur Rumah Sakit dengan Jabatan eselon IIb, dapat disesuai sesuai standar bintang satu yang dimilikinya yaitu dijabat setingkat eselon IIIa, sebagaimana rumah sakit umum daerah lainnya yang ada di Sulawesi Barat, semisalnya Rumah Sakit Umum Daerah Polewali dengan standar bintang empat dan rujukan di wilayah Sulawesi Barat hanya dipimpin setingkat eselon IIIa.
  4. Pemberian Nama sesuai dengan status yang dimiliki. Rumah Sakit ini berstatus sebagai Rumah Sakit Rujukan di Sulawesi Barat, pada dasarnya hanya sebagai Nama, diberikan nama sesuai dengan status yang dimilikinya, lebih memberikan gambar spesifikasi  layanan yang dimiliki dan menjadi rujukan spesialisasinya.
  5. Fokus pada Manajemen Pelayanan. Menilai atau mengukur penampilan Rumah Sakit  disesuaikan dengan penggunaan tempat tidur yaitu 80%, dengan masa rawat 3-6, penggunaan tempat semaksimal mungkin dengan selang 1-2 hari, harus dikelola dengan manajemen pelayanan BLUD
  6. Fokus pada wilayah sasaran. Dalam konteks wilayah Rumah Sakit yang dinyatakan sebagai Rumah Sakit Regional, harus dapat menerima fakta bahwa hanya menerima pasien wilayah kota Mamuju dan sekitarnya. Wilayah Majene dan Mamasa cenderung merujuknya ke Rumah Sakit Polewali yang Status dari Kementerian Kesehatan sebagai Pusat rujukan diwilayah Sulawesi Barat dengan standar Bintang empat. Pasien lainnya didapatkan dari Kabupaten Pasang Kayu (Mamuju Utara) cenderung di Rujuk Ke Palu.
  7. Kerja sama yang baik antar Rumah Sakit sekota. Harus diakui dalam hal sasaran populasi sakitnya, karena kedudukannya diwilayah kabupaten Mamaju, pasiennya cenderung berbagi dengan Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju dengan status  yang sama dengan standar bintang satu. Dan juga Rumah Sakit Swasta Manakara Mamuju.
  8. Cegah Korupsi. Bertekat mencegah —- Pencegahan ?!—- tidak terulangnya kasus korupsi yang pernah terjadi di rumah sakit ini, yang membuat para pejabat dan stafnya harus masuk bui.
  9. Mempersiapkan Rumah Sakit sebagai BLUD. Sudah merupakan tuntutan peraturan perundang-undangan bahwa rumah sakit umum daerah kabupaten maupun propinsi harus direncanakan dan di kelola dengan Rencana Strategis Bisnis Badan Layanan Umum Daerah.
  10. Kerja Mandiri profesional. Menjamin kerja-kerja mandiri para dokter spesialis dan profesi kesehatan lainnya tampa diganggu dengan system birokrasi manajemen.
17 Dokter Spesialis Mengundur diri

Undur diri ! …..  15 dari 17 Dokter Spesialis RSUD Sulawesi Barat, yang harus memilih Memundurkan Diri

Tahun 2018, adalah tahun perbaikan rumah sakit ini, bila tidak Dikelola dengan Baik dan Benar serta Bersih, apalagi akan difungsikannya gedung Baru Rumah Sakit Regional yang rencananya akan diresmikan tahun 2018 ini, memberikan tantangan terbaru bahwa di tahun 2018-2019 adalah tahun terbaik untuk Rumah Sakit Umum Regional Sulawesi Barat. Insya Allah.

—–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan kemasyarakatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: