Selamat Eliminasi Filaria (Kaki Gajah) Polewali Mandar.

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.— Akhirnya Polewali Mandar, mendapatkan sertifikat eliminasi Filaria, bersama 13 kabupaten/kota. Diberikan bertepatan dengan acara peringatan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) tahun 2017 di Desa Jatisono Kabupaten Demak (7/10), Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) menyerahkan sertifikat eliminasi Filasiasis kepada 13 Kabupaten / Kota atas keberhasilan pengendalian penyakit kaki kajah di wilayahnya.

penyerahan sertifikat oleh menteri kesehatan

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) menyerahkan sertifikat eliminasi Filasiasis kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Bpk H. Suaib Nawawi, SKM. M.Kes

Kab. Polewali Mandar, diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan H. Suaib Nawawi, SKM, M.Kes, hasil eliminasi ini didasarkan pada hasil evaluasi penilaian penularan tahap ketiga (di ketiga belas Kab/Kota)tahun 2017 telah menunjukkan penurunan prevalensi filariasis yang bermakna sehingga tidak memungkinkan adanya penularan kembali.  Demikian disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

12 Kabupaten/kota lainnya yang mendapat sertifikat eliminasi filaria adalah : 1) Kota Depok 2) Kota Dumai 3) Kota 4) Kab. Belitung 5) Kab. Bangka Barat, 6) Kab. Lima Puluh Kota, 7) Kab. Parigi Moutong 8) Kab. Gorontalo, 9) Kab. Gorontalo Utara, 10) Kab. Pahuwato, 11) Kab. Enrekang, dan 12) Kab. Alor,

Program pengobatan massal Filaria  atau penyakit Kaki Gajah di Polewali Mandar telah dilakukan sejak tahun 2008 dan berakhir  di tahun 2013, setelah hasil survey awal Prevalensi  Mikrofilaria kabupaten Polewali Mandar tahun 2007 ditemukan diatas 1 % (yaitu 2,37 %) sebagai  standar WHO perlunya dilakukan pengobatan massal  guna memutuskan mata rantai penularannya selama 5 tahun.

Dan setelah dilakukan pengobatan massal selama lima tahun (2008-2013), kemudian  dilakukan evaluasi ulang di tahun 2014, prevalensi telah berada  dibawah 1 %,  dan untuk memastikan eliminasi, maka di tahun 2015  dan tahun 2016 dilakukan survei ulangan untuk memastikan selama tiga tahun tersebut prevalensi benar-benar (bermakna) telah berada di bawah 1 %, sebagai syarat  suatu daerah telah bebas dengan penyakit filarial (bc. Kaki Gajah).

Sebagaimana diberikan di Depkes RI, Eliminasi Filariasis adalah Perang Panjang yang Belum Usai. Dan kabupaten Polewali Mandar di tahun 2017 telah mengakhirinya alias bebas penyakit kaki gajah.

Di Indonesia upaya pengendalian untuk mengeliminasi Filariasis, ibarat sebuah peperangan yang telah dimulai sejak lama dan masih berlangsung hingga kini. Upaya pengendalian Kaki Gajah di Indonesia dimulai sejak 45 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1970. Pertengahan tahun 2002 Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat itu telah menetapkan Eliminasi Kaki Gajah sebagai salah satu program prioritas. Sejak itu pula Indonesia memulai tahap akselerasi untuk mempercepat pencapaian pengendalian Filariasis di Indonesia, salah satu upayanya melalui pemberian obat pencegahan massal (POPM) untuk memutus mata rantai penularan Filariasis.

Filariasis atau yang lebih dikenal dengan sebutan kaki gajah adalah penyakit infeksi yang bersifat menahun dan disebabkan cacing filaria dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bisa mengenai siapa pun, baik orang tua maupun anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, dan bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan cacat menetap  berupa pembesaran kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara, dan alat kelamin.

Eliminasi Filariasis adalah sebuah kondisi (keadaan) di mana penularan Filariasis di masyarakat sudah sedemikian rendahnya, sehingga penyakit kaki gajah sudah tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Kerja keras dalam pengendalian Filariasis yang dilakukan selama belasan bahkan mungkin puluhan tahun, kini mulai menuai hasil. Dari sejumlah 236 Kab/Kota — termasuk Polewali Mandar —- yang merupakan daerah endemis Filariasis, sebanyak 150 Kab/Kota masih melaksanakan POPM, sementara 86 Kab/Kota lainnya —- termasuk Kabupaten Polewali Mandar yang pelaksanaan Pengobatan Massal dilakukan di tahun 2008-2013.—- telah selesai melaksanakan POPM selama lima tahun berturut-turut dan sedang dalam tahap evaluasi. Evaluasi di Kabupaten Polewali Mandar dilakukan tiga tahap selama tiga tahun (2014-2016).

Kab/Kota yang sebelumnya merupakan daerah endemis Filariasis layak mendapatkan sertifikat eliminasi Filariasis jika berhasil memenuhi kriteria, antara lain:

  1. Telah melaksanakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis selama 5 tahun berturut-turut, dengan cakupan 65% cakupan total populasi tercapai. Kabupaten Polewali Mandar yang terdiri dari 16 Kecamatan, cakupan pengobatan massal telah  berada di atas 65 %, tiap tahunnya selama pengobatan missal lima tahun.
  2. Prevalensi Mikrofilaria ( MF) di desa Sentinel dan spot-check < 1% setelah putaran POPM efektif terakhir di setiap desa.
  3. Dinyatakan lulus dalam transmission assessment survey (TAS) atau Survei Penilaian Penularan selama 3 kali berdasarkan kriteria yang  dilaksanakan sesudah pelaksanaan tahun ke-5 POPM Filariasis, akhir tahun ke-2 periode stop POPM Filariasis, serta akhir tahun ke-4 periode stop POPM Filariasis.
staf dinas kesehatan

Sertifikat dan Plakat Eliminasi Filaria, dengan Kabid. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (H. Haedar), Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (H. Arfa) dan Pelaksana program pencegahan dan pengendalian penyakit berbasis nyamuk. (H. Saldy Kursana) Dinas Kesehatan Kabupatebn Polewali Mandar.

Tentu merupakan sebuah kemenangan dari perang panjang melawan kaki gajah bagi ketujuhbelas Kab/Kota yang telah berhasil mendapatkan sertifikat eliminasi Filariasis. Tapi perjuangan belum berakhir, masih banyak daerah yang membutuhkan dukungan seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyakit Filariasis. Bersama-sama kita wujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah 2020. Semoga Kabupaten Lainnya dapat menyusul terutama Kabupaten diwilayah Provinsi Sulawesi Barat yaitu  kabupaten Mamuju dan mamuju utara

Selamat untuk Polewali Mandar telah  mengeliminasi penyakit filaria / penyakit kaki gajah.

Baca juga artikel terkait Tahun Ke II Pengobatan Massal filaria di Polewali Mandar.

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Tentang Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi, kesehatan dan Pembangunan Kabupaten di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: