Pentingnya Mempertahankan, “ALUR STRUKTUR ORGANISASI INFORMASI DAN PENGETAHUAN,”

Polewali Mandar, Sulbar @arali2008,– Seharusnya saya, “Protes!?” Mempertahankan my passion, pada ALUR STRUKTUR ORGANISASI INFORMASI DAN PENGETAHUAN,”  tetapi, saya sangat sadar bahwa setiap pekerjaan itu ada masanya, cepat atau lambat, saya akan melepaskan pekerjaan yang menjadi pengembangan kompetensi, yang saya dapatkan selama bekerja di bidang kesehatan.

Salah satu bagian terpenting dalam pengembangan  kemampuan saya sebagai ASN (Aparat Sipil Negara) adalah, bekerja di institusi SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar. Ketika di pindahkan dari Puskesmas Ke Kantor Dinas Kesehatan langsung bekerja pada level staf, dalam jangka waktu 1-5 tahun, saya langsung menguasai pekerjaan pada level staf, dan mengantarkan saya secara alami pada level kemampuan setingkat pejabat tingkat menengah, seiring dengan perjalanan waktu, kemampuan saya terus meningkat pada level kemampuan pengembilan keputusan, tidak harus saya mendapat jabatan, tetapi kemampuan dalam berbagai level merupakan Kemampuan Sumber Daya Manusia Kesehatan yang dapat di manfaatkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan pada SKPD tempat saya bekerja. Saya miliki kompotensi ini karena struktur pekerjaan, menurut Reeve and  Petch, (1999), saya berada dalam wilayah Struktur Organisasi Informasi dan Pengetahuan,

Struktur Organisasi Informasi dan Pengetahuan adalah struktur kerja dalam satu bidang tertentu dan berhubungan dengan pengelolaan data, pengembangan pola data, pengambilan kebijakan dari pola data yang terbentuk dan keputusan yang muncul  yang dapat langsung di implementasikan, yang diselenggarakan secara berjenjang mulai level staf, manajer and periset dan Pengambil Keputusan.

Sistem ini biasa terdapat pada pegawai yang menduduki jabatan Fungsional, dan atau  yang bekerja pada Unit-Unit Pelaksana Tehnis Fungsional yaitu pekerjaan yang lebih diarahkan pada profesionalisme profesi misalnya kesehatan, guru dan pekerjaan profesi lainnya. Namun sangat  berbeda dengan fenomena yang terjadi pada jabatan Structural Pemerintah Daerah, cenderung diselewengkan, seorang yang sudah berpengalaman sebagai staf disuatu bidang tertentu, dan dianggap cakap untuk didudukan level diatasnya, cenderung keluar dari hirarki struktur informasi dan pengetahuan yang didapatkan selama pegawai tersebut bekerja, dan diisi oleh pejabat lainnya di luar dari strukturnya. Tidak mengherankan kalau kemudian informasi dan pengetahuan yang seharusnya dikembangkan dan dikreasikan menjadi bias, bahkan kebijaksanaan dan pengambilan keputusan untuk peningkatan mutu kegiatan tidak bermakna bila dibandingkan dengan sumber daya yang telah diinvestasikan.

Beberapa penyebab dari tidak konsistennya pengembangan kemampuan pada level jabatan structural pemerintah daerah adalah

  1. Sistem pengembangan kemampuan yang ditangani oleh SKPD semisalnya BKD (Badan Kepegawaian Daerah) lebeh cenderung ke pada kepentingan politik kelompok tertentu,
  2. Kurang fahamnya, Aparat Struktural dalam pengembangan kemampuannya karena ditempatkan pada tempat yang tidak sesuai dengan ke ahlian dasar yang dimiliki, sebagian Aparat Sipil Negara tidak memiliki keahlian profesi, semisal, tenaga kesehatan, guru dan keahlian profesi lainnya.  Mereka ditempatkan dimana saja yang penting ada jabatan yang disandang.

Anehnya, penyebab tidak konsistenan pengembangan kemampuan informasi dan pengetahuan pada level jabatan structural ini, telah dianggap hal lumrah, biasa saja, padahal sangat jelas merugikan adanya kemampuan yang telah didapatkannya selama bekerja.

Saya tiba-tiba dimutasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, setelah sekian tahun saya mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan ke ahlian yang saya miliki, tiba-tiba saja di mutasi ke Sekretariat DPRD Kabupaten Polewali Mandar, adalah bukti nyata (bc. Fakta) kesemrawutan pengembangan kemampuan dalam jabatan structural.

Idealnya seperti yang di kemukaan oleh  Reeve and  Petch, (1999), “In terms of information flows, The Operational level will create spatial data. Furthemore, in the midlle level, Manager and Researchers will process spatial data into spatial information and spatial knowledge.  At the top level, Decision Makers will formulate strategic policy. Feedback from spatial information flows is policy enactment from excutive to be implemented as strategic action by the community.” artinya  bahwa dari segi arus informasi, pada tingkat operasional, kerja seseorang akan menghasilkan data spasial, pada level menengah yaitu manajer dan periset akan memproses data spasial menjadi informasi dan pengetahuan, dan pada level atas, pengambil keputusan akan merumuskan kebijakan strategis untuk diumpan-balikan dan diimplementasikan kepada sumber-sumber layanan masyarakat.

Gambaran struktur organisasi informasi dan pengetahuan yang didapatkan pada tiap levelnya dapat disajikan pada gambar dibawah ini;

Organisasi Informasi dan pengetahuan.jpg

Pada gambar terlihat tiga tingkatan level, yaitu level Staff Operasional, Manager and Researchers dan Decision Makers, yang menggambarkan bagaimana data menghasilkan wisdom dan selanjutnya menjadi keputusan  yang dapat di implementasikan, dalam suatu struktur informasi dan pengetahuan yang akan diperoleh. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut

Staff Operasional.

Adalah  para staf pengelola program dan kegiatan, mereka bekerja menyiapkan data dari sumber-sumber layanan, mengkreasi spasialkan data berdasar pada tabel kolom dan baris, data-data tersebut terdiri dari data-data dasar, maupun dari data hasil dari pelaksanaan program dan kegiatan. Misalnya saja dalam pembangunan kesehatan data-data itu terdiri dari 3 kelompok data yaitu Data yang berhubungan dengan Status pelayanan kesehatan, Data yang berhubungan dengan status kesehatan (kesakitan), Data yang berhubungan dengan data Derajat Kesehatan. Tiga kelompok data ini  yang telah tersedia ini selanjutnya dinyatakan sebagai data kesehatan,

Mereka akan tergembleng dengan kerja-kerja operasional data, mulai dari cara mengumpulkan data dan fakta, diolah dan dibahas serta disajikan dalam berbagai bentuk tabel, gambar, grafik dan berbagai bentuk penyajian data lainnya, kadang mereka akan mengikuti pelatihan-pelatihan dan pertemuan-pertemuan untuk meningkatkan kapasistas. Hasilnya dari kerja-kerja operasional data ini selanjutnya diserahkan kepada atasan langsungnya  yaitu para manager dan periset

Manager and Researchers

Para manager and Periset akan memproses data spasial  ke dalam informasi spasial dan pengetahuan spasial, yaitu melihat dan mencermati pola data yang tersaji, melihat sebab-musebab peristiwa yang terjadi, kemudian disajikan dalam bentuk point-point rekomendasi, dengan kalimat-kalimat pernyataan yang khas, spesifik dan terukur, yang menggambarkan sebab-musebab suatu peristiwa terjadi. Hasil rekomendasi oleh manager and periset dalam Lembaran Rekomendasi, kemudian di serahkan kepada Decision Makers

Wisdom atau Decision Makers

Oleh top level akan akan menformulasikan strategi kebijakan, yang berisi tentang rumusan kebijakan berdasar permasalahan dan tujuan penyelesaian masalah serta aturan yang mendukung, di implementasikan kedalam kegiatan strategis dalam suatu komunitas yang menjadi sasaran dari pelaksanaan program dan kegiatan.

Artinya setiap ASN yang bekerja pada level operasional data, dalam jangka waktu tertentu telah mempunyai kemampuan dalam mengoperasional data secara baik dan benar, ia dapat di tempatkan pada level manager and Periset, demikian setelah ia menguasai kemampuan manager and periset, ia dapat di tempatkan pada lebih wisdom, tidak harus ia dilantik sebagai pejabat structural, tetapi keahlian dan kemampuan yang diperolehnya harus tetap ditempatkan pada Struktur Organisasi Informasi dan Pengetahuan selama ia bekerja sebagai ASN, adalah wajib untuk jabatan profesi, bagi jabatan structural cenderung menyimpang, kecuali kalau sang ASN ingin keluar sebagai ASN, dan mencoba menerima tantangan baru dalam struktur organisasi informasi dan pengetahuan yang baru.

2016-01-25 08.45.20-1Saya harus melepaskan setidaknya beberapa kemampuan, setelah keluar dari struktur organisasi informasi dan pengetahuan yang ada di SKPD Kesehatan. kemampuan itu adalah Sebagai Nutritionist, ahli dibidang Gizi Masyarakat, Sebagai Epidemiologi Kesehatan, Sebagai Perencana Pembangunan Kesehatan tingkat Kabupaten, bersertifikat dan berpengalaman, Sebagai Ahli Pengadaan Barang dan Jasa, bersertifikat dan berpengalaman, Peneliti Kesehatan, bersertifikat dan berpengalaman, Penulis tentang Pembangunan Kesehatan Kabupaten. Dan kemudian memulai dengan New Passion, mulai lagi dari, “The Operational level will create spatial data. Furthemore, in the midle level, Manager and Researchers will process spatial data into spatial information and spatial knowledge.  At the top level, Decision Makers will formulate strategic policy.”

Peliharalah dan Pertahankanlah Kemampuan Anda ….. !

—-

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: