RENCANA STRATEGIS Promosi Lelang Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

Polewali Mandar Sulawesi Barat. @arali2008.— Peraturan Pemerintah no 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, telah diterapkan di seluruh Indonesia, pengisian jabatanpun mulai dilakukan, salah satu adalah jabatan setingkat eselon IIb Kabupaten/kota, lelang jabatanpun kemudian diterapkan, tak terkecuali jabatan Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten/kota.

Berbagai persyaratan dilengkapi, salah satunya adalah Makala Rencana Strategis bagi calon Kepala SKPD (Kesehatan), dengan sedikit modifikasi tulisan penulis dengan judul “Pengantar Prinsip Kerja Pembangunan Kesehatan di Kabupaten”, maka makalah Rencana Strategi untuk Promosi Lelang Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/kota, dapat penulis sajikan bagi mereka yang berminat untuk menjadi Boss Kesehatan di tingkat Kabupaten/kota. Tapi, Ini cuman salah satu bahan masukan makalahnya, sebagai sasarannya (bc.contoh kasus) penulis ambil Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Pengantar

Sebenarnya seorang calon Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, dalam Hubungannya dengan rencana strategis, harus memahami dua hal penting, yaitu ia bekerja dalam periode lima tahunan, dan kemudian terurai dalam kerja tahunan dan oleh karenanya ia harus memahami dua hal prinsip, PERTAMA, Rencana Strategis Kesehatan Kabupaten yang dibuat setiap lima tahun sekali, KEDUA, Pencapaian kinerja tahunan kesehatan dalam periode lima tahun.

Kedua prinsip ini, adalah dasar dalam pembangunan kesehatan setingkat kabupaten/kota. Kedua prinsip ini tidak bisa dilepaskan dari konsep dan ilmu kesehatan, oleh karenanya seseorang yang bekerja dalam bidang pembangunan kesehatan, ia harus mempunyai ilmu kesehatan dan juga ilmu tentang pemerintahan serta aturan-aturan tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah, misalnya saja Peraturan Pemerintah no 18 tahun 2016 tentang Perangkat daerah yang sangat menekankan pada pentingnya Koordinasi.

Konsep Ilmu kesehatan dalam penerapan dua prinsip tersebut adalah berhubungan konsep tentang faktor resiko, prognosis dan profilaksis.

Faktor resiko adalah besarnya kemungkinan orang sehat mengalami sakit, sedangkan prognosis adalah besarnya kemungkinan orang sakit (bc. Tidak Sehat) mengalami kematian, dan profilaksis adalah upaya-upaya pencegahan adanya faktor resiko (bc, mencegah orang sehat agar tidak sakit) dan faktor prognosis (bc. Mencegah orang sakit agar tidak mati).

Konsep Pembangunan Kesehatan Kabupaten, yang terurai atau dibangun dari dua konsep yaitu konsep Rencana Strategis Kesehatan dan konsep Pencapaian Kinerja Kesehatan, adalah pokok bahasan dalam membuat RENCANA STRATEGI dalam promosi lelang jabatan  Kepala Dinas  Kesehatan setingkat Kabupaten/kota

Tujuan

Membuat Rencana Strategi sebagai kerangka pikir promosi lelang jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/kota.

Tujuan Khusus

  1. Membuat Rencana Strategis Kesehatan
  2. Melaksanakan Pencapaian Kinerja Kesehatan
  3. Menghubungkan Rencana Strategi Kesehatan dan Pencapaian Kinerja Kesehatan

Kerangka Pikir

Dalam Rencana Strategis ini, prinsip yang digunakan adalah prinsip kerja dan hubungan antara pencapaian kinerja dan penetapan target Rencana Kerja Kesehatan dalam konsep pembangunan kesehatan di kabupaten/kota, yang dikembangkan oleh penulis.

MEMBUAT RENCANA STRATEGI KESEHATAN

Rencana strategis (renstra) kesehatan kabupaten, dibuat visi dan misi sebagai penjabaran dari visi misi bupati dan wakil bupati terpilih. Selanjutnya dijabarkan di tingkat kabupaten dengan benar-dan sesuai tahapan pencapaian target-target yang tertuang dalam rencana strategis kesehatan kabupaten.

Seorang Calon Kepala Dinas Kesehatan setingkat Kabupaten/kota harus tegas menyatakan visi misinya,

“Visi saya adalah Bekerja berdasarkan Rencana Strategis Kesehatan Kabupaten. Dan MISI saya adalah Menyelenggarakan pembangunan kesehatan Kabupaten  yang terkoordinasi dengan baik dan benar  sesuai dengan Rencana Strategis pembangunan kesehatan kabupaten.”

Target Tujuan dan Sasaran utama Renstra, meliputi penetapan tujuan dan sasaran. Tujuan dalam kerangka rencana strategis adalah tingkatan dengan tujuan tertinggi, merupakan hasil akhir dari periode lima tahunan tetapi diluar control program.

Sasaran program merupakan rincian atau bagian dari tujuan, bagaimana kita mencapai Tujuan, namun sasaran ini selalunya diluar kontrol program. Tujuan dan sasaran diluar kontrol program karena kegiatan-kegiatan tidak langsung mempengaruhinya tetapi dapat dicapai dengan gabungan beberapa dari program yang satu dengan program yang lainnya. Kontrol antar program ini adalah inti dari pencapain Tujuan dan Sasaran (Goals and Objetives), dinyatakan dengan penuh keyakinan bahwa, “Saya sebagai Calon Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, dituntut bukan saja mengetahui satu program tetapi juga mengetahui program lainnya, baik lintas program maupun lintas sektoral SKPD termasuk juga program kesehatan tingkat provinsi dan Nasional,”

Target Outcome program Renstra adalah Hasil spesifik apa yang harus diperoleh sesudah program berakhir. dan Target output kegiatan adalah Kegiatan-kegiatan yang tersusun untuk memperoleh outputs. Outcome program dan ouput kegiatan, merupakan kegiatan yang dapat dikontrol secara langsung. Pemahaman yang baik dan benar akan program dan kegiatan  oleh para pelaksana program (fungsional maupun structural) dibawah kendali dan koordinasi Kepala Dinas Kesehatan adalah kunci pencapaian target-target outcome dan output.

MELAKSANAKN PENCAPAIAN KINERJA KESEHATAN

Pencapaian kinerja kesehatan adalah uraian rencana pencapaian kinerja yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip ilmu kesehatan yaitu prinsip keadaan sehat, sakit dan mati atau lama hidup.

Keadaan sehat berhubungan dengan pelayanan kesehatan (Status pelayanan Kesehatan), keadaan sakit berhubungan dengan pelayanan orang sakit (Status Kesehatan atau kesakitan), dan keadaan mati berhubungan dengan pelayanan pencegahan kematian (Status Derajat Kesehatan). Disusun secara vertical dari bawah keatas, Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut

  1. Peningkatan Status Pelayanan Kesehatan yang didasarkan pada pencapaian Standar Pelayanan Minimal Kesehatan, disusun setiap tahunnya, sebagaimana yang dimanatkan dalam Permenkes no 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kesehatan yaitu pada awal tahun sebagai sasaran kerja yang harus dicapai selama satu kerja. Targetnya adalah 100 Persen artinya jika sasaran populasinya 100 maka 100 sasaran populasinya yang terlayani, jika sasarannya 100 ibu hamil maka 100 ibu hamil harus mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mutu standar yang ditetapkan. 100 sasaran populasi harus tercatat berdasarkan data nama dan alamat serta jenis layanan yang diberikan (by Name by addres by services).  Prinsip kerja dalam menentukan status pelayanan ini adalah mencegah orang sehat agar tidak sakit, Semakin tinggi capaian pelayanan kesehatan sehat, akan semakin rendah angka kesakitan.
  2. Peningkatan Status Kesehatan, yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara social dan ekonomis. Sebagaimana status pelayanan kesehatan, status kesehatan dalam pencapaiannya terlebih dahulu juga dibuat sasaran pencapaiannya yaitu faktor resiko yang langsung dihubungkan dengan populasi yang beresiko (bc. Suspek) berdasarkan jumlah penduduk dalam periode satu tahun. Prinsip kerjanya adalah semakin tinggi capaian pelayanan populasi yang beresiko, semakin rendah angka kesakitan.
  1. Pencapaian Derajat Kesehatan yang setinggi-tingginya yang memungkinkan setiap orang hidup sehat dan lama, sangat di pengaruhi capaian status pelayanan (kesehatan) dan status kesehatan (kesakitan), capaiannya adalah angka harapan hidup dengan angka-angka yang mempengaruhinya yaitu kematian ibu, bayi dan balita.

Yang terpenting dalam pengelolaan capaian kinerja adalah pengelolaan data capaian, pola-pola data yang terbentuk untuk melihat kecederungan capaian, naik, turun dan tetap, dan pembuatan rekomendasi keputusan (bc. Kebijaksanaan) dalam menyingkapi naik-turunnya capaian kinerja.

MENGHUBUNGKAN RENCANA STRATEGIS KESEHATAN DAN PENCAPAIAN KINERJA KESEHATAN

Rencana strategis kesehatan adalah rencana strategis yang dibuat secara bertahap, dimulai dari penetapan target tujuan dan sasaran, kemudian dijabarkan dalam penetapan target outcome program dan diuraikan dalam bentuk penetapan target ouput kegiatan, prinsipnya adalah diuraikan secara vertical dari atas ke bawah (top-down). Capaian kinerja kesehatan adalah capaian dari sasaran kinerja yang telah dibuat, melihatnya secara prospektif dari bawah ke atas (down-top) dimulai dari pelayanan kesehatan, pelayanan kesakitan dan pencegahan kematian. Hubungan rencana strategis dan capaian kinerja adalah cara melihat 3 elemen yang terbentuk (bc. Lihat Gambar), secara vertical dan horizontal (logical vertical and logical horizontal) berdasarkan indicator yang telah dibuat, baik pada penetapan target pada rencana strategis maupun capaian kinerja yang dibuat setiap tahunnya.

Hubungan vertical – horizontal Rencana strategis kesehatan dan pencapaian kinerja kesehatan yang dibuat secara bertahap tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.

  1. Target Tujuan dan Sasaran utama Renstra Dinas Kesehatan, ini adalah target lima tahun, dan untuk mempermudah pengendaliannya dapat ditargetkan setiap tahunnya, hal ini dimaksudkan untuk melihat, apakah program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar mengarah pada pencapaian tujuan dan sasaran yang telah dibuat atau ditetapkan dalam rencana strategis kabupaten, analisis yang digunakan biasanya memakai analisis regresi yaitu memasukan data-data capaian lima tahun sebelumnya guna mendapatkan formula target capaian lima  tahun berikutnya. Target tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam rencana strategis Kesehatan Kabupaten/kota, dalam penyusunan tidak boleh dipisahkan dari konsep pencapaian kinerja, yaitu secara horizontal seperti yang disajikan dalam gambar yaitu Pencapaian Derajat Kesehatan yang setinggi-tingginya yang memungkinkan setiap orang hidup sehat dan lama. Oleh karena itu target-target yang dicantukan disini adalah target-target yang berhubungan dengan angka kelangsungan hidup misalnya angka kematian dan lama hidup, Dengan kesadaran penuh, seorang calon kepala Dinas Kesehatan harus menyatakan;

Target Saya adalah meningkatkan Angka Harapan Hidup (AHH) dari 65 menjadi 67 di tahun 2019, Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2019. Dan Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahairan hidup di tahun 2019.  Serta menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari 15.32 % menjadi dibawah 7 %  diakhir tahun 2019.

  1. Target Outcome program Renstra Dinas Kesehatan, ini adalah target 2-3 tahunan, dan untuk mempermudah pengendaliannya dapat ditargetkan setiap tahunnya. Target Outcome Program adalah target program, bukan target kegiatan artinya penentuan target program didasarkan pada penjabaran target-target kegiatan. Untuk mempermudah pemahaman target program ini, dapat dilihat atau dihubungkan secara horizontal pada gambar dengan pencapaian kinerja yaitu diarahkan Peningkatan Status Kesehatan, yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara social dan ekonomis, oleh karena itu target-target yang dicantukan disini adalah target-target yang berhubungan dengan angka-angka kesakitan. Katakanlah ;

Target saya diakhir tahun 2019 adalah Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi 150 per 100.000 penduduk;  Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 5 per 100.000 penduduk. Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita menjadi 250 per 1000 balita  dan Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 80%. Serta mengendalikan angka kesakitan masyarakat tidak lebih dari 15 %.

  1. Target output kegiatan Renstra Dinas Kesehatan adalah target tahunan dan untuk mempermudah pengendaliannya dapat dibuat target bulanan dan triwulan dalam tahun bersangkutan. Target Output ini biasaya biasa disebutkan juga target standar pelayanan minimal. Setiap kegiatan yang ditetapkan mempunyai standar pelayanan minimal, bila dihubungkan dengan pencapaian kinerja, maka kegiatan yang dilaksanakan diarahkan pada pencapaian status pelayanan kesehatan.

Katakan juga bahwa, “Target saya  setiap tahunnya sebagaimana yang diamanatkan dalam Permenkes no 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kesehatan, yang berisi 12 pernyataan  yang akan saya wujudkan adalah

  1. Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar;
  2. Setiap ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar;
  3. Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanankesehatan sesuai standar;
  4. Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar;
  5. Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar;
  6. Setiap warga negara Indonesia usia 15 s.d. 59 tahun mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar;
  7. Setiap warga negara Indonesia usia 60 tahun ke atas mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar;
  8. Setiap penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar;
  9. Setiap penderita Diabetes Melitus mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar;
  10. Setiap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar;
  11. Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai standar; dan
  12. Setiap orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan) mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar.

Hubungan antara Rencana Strategi Kesehatan dan Pencapaian Kinerja Kesehatan adalah kunci dari pengembangan rencana strategis induvidu Seorang Calon Kepala Dinas Kesehatan setingkat Kabupaten/Kota.

KESIMPULAN

Dari Uraian Rencana Strategis Promosi Lelang jabatan Kepala Dinas Kesehatan setingkjat Kabupaten/kota dapat disimpulkan sebagai berikut

  1. Target-target pada rencana strategis yang disusun secara vertical (topdown) mulai dari penetapan tujuan dan sasaran, kemudian outcome program dan output kegiatan, harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip ilmu kesehatan misalnya Faktor resiko, prognosis dan profilaksis.
  2. Perhitungan pencapaian kinerja sebagai dasar dalam bekerja dimulai dari menetapkan status pelayanan yaitu memberikan pelayanan kepada orang sehat, status kesehatan yaitu memberikan pelayanan kepada mereka dicurigai sakit dan sakit, dan kemudian status kelangsungan hidup
  3. Hubungan antara target-target rencana strategis dan pencapaian kinerja adalah Target Tujuan dan Sasaran adalah pencapaian kinerja pada status kelangsungan hidup. Target Outcome adalah pada pencapaian status kesehatan dan Output adalah pada pencapaian status pelayanan kesehatan. Ke tiga elemen tersebut harus di lihat dalam kerangka pikir vertical dan horizontal (logical vertical and logical horizontal

Uraian dalam tulisan ini, hanya sebuah pengantar Rencana Strategis promosi lelang Jabatan Kepala Dinas Kesehatan setingkat Kabaupaten/Kota, mengkajinya lebih jauh masih dibutuhkan pemahaman akan program dan kegiatan kesehatan dan prinsip-prinsip dalam ilmu kesehatan misalnya faktor resiko, prognosis dan profilaksis, kerja sama lintas program dan lintas sekroral serta pentingnya koordinasi sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah no 18 tahun 2016 tentang Perangkat daerah.

Demikian, Catatanku dan juga masukan, bagaimana seorang calon Kepala Dinas Kesehatan setingkat Kabupaten/Kota membangun dan mengembangkan strategi kepemimpinannya, TERIMA KASIH.

 –

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: