Ada Apa dengan Pengorganisasian Anggaran di Sekretariat DPRD Polewali Mandar?

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.— Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah dituangkan dalam DPA pada setiap SKPD, seyogyanya dapat di organisasikan pada setiap Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) yang melekat pada setiap pejabat setingkat eselon IV. Namun apa bila dalam pengorganisasian anggarannya hanya diperuntukan untuk satu PPTK dan atau pejabat setingkat eselon 4 saja, dan mengabaikan pejabat yang sama, sebagaimana yang terjadi di sekretariat DPRD Polewali Mandar, maka kemudian muncul Pertanyaan, “Ada apa dengan pengorganisasian Anggaran di Sekretariat DPRD Polewali Mandar?”

Fakta DISEPAKATI tetapi tidak DIFAHAMI

Ada beberapa kali pertemuan, saya selalu mengingatkan dan menyatakan kepada teman-teman di sekretariat dan juga kepada Anggota Dewan Yang Terhormat DPRD Kabupaten Polewali Mandar bahwa, anggaran yang di kelola oleh sekretariat DPRD Polewali Mandar  tahun 2017  TELAH DISEPAKATI turun sebesar 4 milyar (Rp. 4.486.130.500.-) yaitu Rp.19.500.000.000.- anggaran pokok di tahun 2016 menjadi  Rp. 15.013.869.500 anggaran Pokok yang harus dikelola di tahun 2017, otomatis anggaran di tiap-tiap program kegiatan akan mengalami penurunan sebagai konsekwensi turunnya anggaran tersebut, tetapi masih ada saja muncul pertanyaan  kepada Saya, “Mengapa anggaran kegiatan program saya bisa Turun?”,  secara spontan saya hanya mengingatkan, “Bapak, Ibu, Pagu anggaran kita Turun, kan sudah disepakati, ya pastilah turun juga anggarannya pada kegiatan dan program,” jawabku dengan santun.

Sulit sekali difahami dan bisa menerimanya dengan jiwa besar, kadang amarah yang saya dapatkan, hingga status my facebook tertulis :

Tolonglah BERJIWA BESAR!?

Tolong difahami dan dimaknai dengan jiwa besar, saya usulkan 25 milyar untuk Anda sekalian yang terhormat, dan itu disetujui dengan pemberian dua tahap.

Tahap pertama 15 milyar dan tahap kedua 10 milyar. jadi kita bekerja dengan 15 milyar dulu, kalau ada kekurangan nanti ditutupi dengan 10 milyar tahap kedua.

Perlu difahami juga 10 milyar itu dipakai- dipinjam dulu untuk membangun jalan dari Tinambung ke Petoosang kampungta sendiri.

Tolong!? jangan sampai tidak difahami dan dimaknai secara kerdil anggaran yang 15 milyar ini, karena dibanding tahun lalu dana yang dikelola 19.5 milyar turun 4 milyar,

Bahwa itu adalah suatu kesalahan “salah!,” hanya karena kepentingan pribadi, dan kemudian saya mau “dipukul” dan dikatai dengan bahasa kotor. “Ada apa boss, sadar boss, jangan marah”, kataku padanya sambil kugowang-gowang kepala ala india dengan penuh keheranan.

>>>> kini semua jelas !? tolonglah BERJIWA BESAR.

Ditemukan juga Pengelola anggaran pada Kasubag yang ditunjuk sebagai PPTK  mengeluh bahwa anggaran yang dikelola di tahun 2017 ini turun, dibandingkan dengan tahun 2016, sementara ada kasubag lainnya yang tidak ditunjuk sebagai PPTK,  bekerja sebagaimana biasa, padahal mereka punya hak sama untuk mengelola anggaran sebagai PPTK.

Fakta menunjukan bahwa disekretariat DPRD Kabupaten Polewali Mandar —– Struktur Organisasi Sekretariat DPRD Polewali Mandar dengan kategori Tipe A terdiri dari 4 bagian dan masing-masing bagian terdiri dari 3 sub bagian, –—- ada  Kasubag yang tidak mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ada kebijakan dari Pengguna Anggaran (PA), mengkuasakan  tanggung jawabnya kepada Kepala-Kepala Bidang, setiap Kepala bidang ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna (KPA), dan satu kepala sub bagian dari tiga kasubag yang ada pada masing-masing bidang ditunjuk sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan), yang ditugaskan mengelola APBD yang terjabarkan dalam Program dan Kegiatan DPA Sekretariat DPRD Polewali Mandar tahun 2017. Bahkan ada kebijakan lainnya perihal pengorganisasian anggaran di sekretariat yang tidak menggunakan Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan tetapi langsung di kelola oleh bendahara dan bertanggung jawab langsung pada PA (Pengguna Anggaran).

Bukan Kepentingan Organisasi

Membaca fakta ini, atau fakta penunjukkan bawah, pengorganisasian anggaran di sekretariat DPRD Kabupaten Polewali Mandar tidak dilakukan secara merata pada setiap jabatan setingkat eselon VI (bc. Kepala Sub Bagian), dari 12 Kasubag yang ada, 4 Kasubag yang di tunjuk sebagai PPTK, 8 Kasubag tidak ditunjuk sebagai PPTK. Gambarannya yang terlihat adalah :

  1. Kasubag yang tidak mengelola Anggaran alias tidak di tunjuk sebagai PPTK, menunjukkan bahwa sumber daya manusia tidak dimaksimalkan untuk bekerja dalam pencapain tujuan kegiatan dan program Sekretariat DPRD Polewali Mandar
  2. Beberapa kegiatan program yang tidak mempunyai PPTK tetapi langsung di kelola oleh bendahara dan bertanggung jawab langsung kepada PA menunjukan bahwa secara tehnis administrasi kegiatan tidak procedural yang dapat berakibat pada penyimpangan penggunaan anggaran.
  3. Bahwa Pengguna Anggaran yang bertanggung jawab terhadap pengorganisasian anggaran menunjukan ketidak konsistenan dalam pengelolaan sumber daya manusia ASN, ada perbedaan pemberian tanggung jawab —--seharusnya tidak!—- antara kasubag tertentu dengan kasubag lainnya, pada halnya  semua  kasubag yang ada mempunyai hak yang sama dalam pengelolaan anggaran  dan mempunyai hak untuk ditunjuk sebagai PPTK.

Sangat Ironis memang, jika  ada kasubag tidak diberi kewenangan untuk mengelola anggaran dalam melaksanakan kegiatannya. Anggaran dan kegiatannnya hanya diberikan kepada kasubag lainnya, sang kasubag tampa kegiatan dan anggaran ini, dengan jabatan setingkat eslon IV, hanya datang, jempol sidik jari tanda kehadiran, duduk dimeja kerja, ngobrol-ngobrol sampai habis jam kerjanya, kemudian pulang kerja.  Tidak diberdayakan oleh Pimpinan SKPD, adalah  suatu kesalahan, dan ini seharusnya tidak terjadi karena tugas seorang pimpinan salah satunya adalah memberdayakan sumber daya manusia ASNnya untuk mendukung kinerja pimpinan terutama yang berhubungan dengan tanggung jawab penggunaan kinerja anggarannya. “Saya yakin Pimpinan tahu akan tanggung jawab ini, karena ini adalah fakta, ini pasti ada unsur kepentingan, bukan untuk kepentingan kerja tim dan organisasi,” Kata hatiku yang membatin.

Seharusnya setiap Kasubag adalah PPTK

Setiap kasubag atau kepala seksi dalam SKPD Pemerintah Daerah, harusnya di tunjuk sebagai PPTK alias Pengelola anggaran,  tidak melihat banyak tidaknya anggaran yang dikelola tetapi yang dilihat adalah jabatan yang didudukinya diharuskan untuk  belajar dan mampu mengelola anggaran kegiatan program dalam satu tahun anggaran, karena hal penting yang harus di fahami adalah jabatan dibentuk karena adanya kegiatan dan atau program yang akan dilaksanakan karena adanya anggaran yang dibiayai APBD kabupatennnya.

Ada 5 program dan 33 kegiatan yang ada pada sekretariat DPRD Kabupaten Polewali Mandar, normalnya 33 kegiatan ini harus terdistribusi habis kesemua pejabat eselon VI yang selanjutnya ditunjuk sebagai Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK)

Kemampuan untuk belajar dan mengelola anggaran dalam kegiatan program setidaknya ada  beberapa point utama, yang harus diperhatikan dan mempunyai nilai manfaat diantaranya sebagai berikut :

  1. Akan mampu dan faham dalam membuat Rencana Kerja Anggaran (RKA) dengan dukungan  dokumen-dokumen anggaran berupa TOR (Term of Refrerence), RAB (Rencana Anggaran Belanja) dan dukumen-dokumen lainnya.
  2. Akan mampu dan faham dalam membaca dan menterjemahkan DPA (Dokumen Penggunaan Anggaran) dan merealisasikan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan, agar tercapai output kegiatan dan outcome program
  3. Akan mampu dan faham dalam melaksanakan penatalaksanaan keuangan terhadap anggaran yang digunakan terutama yang berhubungan dengan Surat-Surat Pertanggungjawaban Keuangan
  4. Akan mampu dan faham dalam melaksanakan serta bertanggung jawab terhadap kegiatan program karena jabatan yang didudukinya.

Kemampuan untuk belajar dan mengelola anggaran dalam kegiatan program adalah sangat penting bagi setiap pejabat setingkat eselon IV, baik untuk kepentingan kerja-kerja kegiatan programnya juga penting untuk pengembangan programnya, lintas program maupun lintas sektoral, yang terpenting juga adalah pengembangan karir pejabat tersebut dalam mengorganisasikan anggaran kegiatan programnya, bila saja ada sumber-sumber penganggaran selain dari APBDnya, maka tidak sulit baginya untuk mengelolahnya

Kesimpulan

Pengorganisasian anggaran adalah strategi kerja menggunakan anggaran agar dapat secara efektif dan efisien mencapai tujuan pencapaian output dan outcome kegiatannya. Strateginya adalah membagi habis semua kegiatan dan anggaranya yang ada pada semua pejabat setingkat eselon IV (kasubag/kasie) dan kemudian ditunjuk sebagai PPTK.

Kepala SKPD adalah Pengguna Anggaran, bila sang Boss tidak melimpahkan Kewenangan Penggunaan Anggaran Pejabat setingkat dibawahnya, maka Kepala Bidang dapat dijadikan sebagai PPTK, sedang para kepala sub bagian atau kepala seksi dapat bekerja sesuai dengan kegiatannya masing-masing yang tertuang dalam DPA SKPDnya. Namun bila Kepala SKPD melimpahkan kewenangan Penggunaan Anggaran kepada setingkat dibawahnya alias Kepala Bidang atau sekretaris SKPDnya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) maka para kepala sub bagiannya atau kepala seksinya masing-masing dapat menjabat sebagai PPTK. Dan jika ada penunjukkan PPTK hanya pada pejabat-pejabat tertentu, apalagi yang selewel, maka dapat disimpulkan bahwa pengorganisasian anggaran dalam SKPD tersebut adalah kepentingan pribadi kelompok, bukan kepentingan tim kerja atau organisasi.

 ——

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: