Rumah Sakit Pratama (Type D) Wonomulyo “Dirancang Tak Tuntas ???”

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.- Tulisan ini adalah kelanjutan tulisan saya sebelumnya dengan judul “Ada penyimpangan Konsep Pembangunan Rumah Sakit Pratama Wonomulyo” yang saya postingkan beberapa minggu lalu (20/01/2017). Penyimpangan yang dimaksudnya adalah pembangunan konstruksi bangunan rumah sakit, berubah menjadi penimbunan lahan dan fondasi dasar rumah sakit, dipaksakan tampa pembangunan konstruksi bangunan, dipaksakan lagi bahwa belanja anggaran dalam RKA-DPA SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar  tidak ditemukan belanja penimbunaan lahan bangunan, tetap di masukan sebagai  belanja penimbuhan lahan bangunan rumah sakit. Idealnya setiap bangunan kesehatan yang dibangun sudah termasuk rancangan fondasi dan timbunannya.

Lebih diutamakam penimbunan lahan dan sarana pendudukung lahan (fondasi dasar), dapat di pastikan bahwa Pembangunan Rumah Sakit ini tidak akan tuntas. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar  H. Suaib Nawawi, SKM.M.Kes, belakangan baru menyandari bahwa pembangunan rumah sakit Pratama Wonomulyo di tahun 2016-2017 tidak TUNTAS, sebagaimana di kutib Koran Harian Lokal Radar Sulbar (Jumat, 11/01/20017). “Pembangunan Rumah Sakit Pratama Wonomulyo terancam tak akan  Tuntas di tahunnya 2017”, ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan ini menggantikan drg. Hj. Nurwan Katta, MARS, yang pindah kerja ke Pemerintah Daerah Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat sejak tanggal 1 Juni 2016.

Keinginan tenaga kesehatan  sukarela yang bertebaran di 20 Puskesmas dan juga Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali, dan juga pegawai negeri sipil profesional kesehatan yang belum di tempatkan pada tempat sesuai keahlian, agar dapat berpartisipasi pada Rumah Sakit Pratama Type D, kurang lebih 150-200 tenaga kesehatan yang dapat terserap,  harus bersabar lagi.      

“aduu.. pak arsad, padahal saya ingin sekali pindah ke rumah sakit baru yang dibangun itu untuk mengaplikasikan ilmu keperawatanku,” kata pa elly salim, salah seorang teman yang bekerja di kantor Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar, yang mempunyai profesi perawat kesehatan (Ners).

Tercatat dalam dokumen penulis bahwa DAK tambahan pembangunan Rumah sakit pratama wonomulyo tahun 2016 berasal dari usulan/proposal DAK Tambahan Usulan Daerah (UD) yang disampaikan/ditembuskan kepada DPR awal tahun 2015. Berdasarkan usulan ini kemudian di sampaikan kepada BPKP Provinsi Sulawesi Barat, sebagaimana surat keterangan yang dibuat oleh Bupati Polewali Mandar tanggal 30 Juni 2015, yang ditanda tangani oleh wakil Bupati Polewali Mandar, yang menyatakan bahwa

  1. Usulan/proposal DAK Tambahan UD (Usulan Daerah) telahdisampaikan/ditembuskan kepada DPR sebelum tanggal 13 Februari 2015.
  2. Usulan/proposal DAK Tambahan UD (Usulan Daerah) yang disampaikan kepada BPKP adalah dokumen yang sama dengan dokumen yang disampaikan/ditembuskan kepada DPR.

Pada tanggal 30 Juni 2015 Penulis Bersama kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar waktu itu dijabat oleh dr Hj. Nurwan Katta, MARS, mengajukan berkas usulan proposal Dana Bantuan Tambahan Sarana dan Prasarana Kesehatan Tahun Anggaran 2015 Kabupaten Polewali Mandar yang sumber Dana dari DAK Tambahan Usulan Daerah untuk mendapat review oleh BPKP Provinsi Sulawesi Barat.

Tujuan Review adalah mendapatkan nota persetujuan alokasi anggaran DAK Tambahan Usulan Daerah, yang sesuai dengan Proposal yang di ajukan ke DPR Pusat, disertai dukungan dokumen bahwa paket usulan yang diajukan siap dan mampu dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar cq Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandarnya.

Hasil review BPKP Provinsi Sulawesi Barat  disetujui  8 (delapan) paket pengadaan dengan nilai anggaran usulan proposal Rp. 23,535,000,000.00 dan penyesuaian pagu anggaran DAK Tambahan Usulan Daerah (UD) didapatkan nilai sebesar Rp. 22.882.739.050.- Uraian paket kegiatannya sebagai berikut

  1. Pembangunan Puskesmas Matakali menjadi Puskesmas Rawat Inap
  2. Pengadaan Alat Kesehatan untuk 3 Puskesmas Perawatan
  3. Pembangunan Rumha Dokter 2 unit
  4. Pembangunan Rumah Dinas Puskesmas Tutallu 2 unit
  5. Rehabilitasi Labkesda (rehabilitasi berat)
  6. Pengadaan Puskesmas Keliling 4 unit
  7. Pengadaan Alat Kesehatan Laboratorium kesehatan daerah
  8. Pembanguna Rumah Sakit Ambo Padang yang direvisi menjadi Pembangunan Rumah Sakit Pratama Wonomulyo. Termasuk pengadaan 2 unit Ambulancenya

Untuk mendukung Nota persetujuan dari BPKP Provinsi Sulawesi Barat, Penulis bersama Kepala Dinas Kesehatan  (drg. Hj. Nurwan Katta, MARS)  melakukan konsultansi tehnis ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasilnya adalah

  1. DAK Tambahan Usulan Daerah Tidak melalui mekanisme pengusulan ke Kementerian Kesehatan tetapi Usulan Daerah Ke DPR Pusat yang dilanjutnya persetujuan ke Kementerian Keuangan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia tidak tahu menahu perihal DAK Tambahan Usulan Daerah Tersebut.
  2. Kementerian Kesehatan cq Bagian Hukumnya agar di kemudian hari tidak menimbulkan masalah di himbau dalam pelaksanaaannya tetap berpedoman pada peraturan-peraturan yang telah ada yang telah di keluarkan oleh Kementerian Kesehatan, diantaranya  peraturan tentang pembangunan Rumah Sakit Pratama Type D

Hasil Nota persetujuan  BPKP Provinsi Sulawesi Barat dan Hasil Konsultansi di Kementerian Kesehatan di Jakarta, kegiatan mulai dilaksanakan dengan waktu kerja hanya 5 bulan selama tahun 2015, sudah bisa di prediksi kegiatan ini tidak akan terealisasi 100% baik fisik maupun keuangannya, apalagi mekanisme pencairan dana dilakukan melalui mekanisme kuncuran dari Kementerian Keuangan selelah laporan realisasi pekerjaan minimal telah di kerjakan.

akhirnya 20 mobil Puskesmas Baru

Paket Pengadaan Ambulance yang bersumber DAK Tambahan Usulan Daerah (UD Tahun 2016. Realisasi 6 Unit (4 Unit untuk Puskesmas dan 2 unit untuk Rumah Sakit Pratama (Type D) Wonomulyo

Dalam pelaksanaan proyeknya, atau Realisasi kegiatannya di tahun 2015 hanya dapat di kerjakan 2 paket  yaitu pengadaan puskesmas keliling 4 unit-2 unit ambulance dan rancangan pembangunan rumah sakit pratama wonomulyo, yang menyebrang pelaksanaan di tahun 2016.

Salah satu penyebab utama rendahnya realisasi fisik dan keuangan yang rendah diantaranya terlambat terbitnya SK PPK (Pejabat pembuat Komitmen), dan juga ketidak mampuan PPK dalam mengorganisasikan kegiatan, sehingga waktu pelaksanaan yang tidak memungkinkan untuk direalisasikan 100 % di tahun 2015. Realisasi Keuanganya hanya mencapai 80.0% (Baca :  Rp. 18.306.192.00 / Rp. 22.882.739.050.- x 100%), dari  Rp. 18.306.192.00, dikurangi paket pengadaan 6 unit Mobil Ambulance 2.730.300.000.- sisanya  Rp. 15.575.892.000.-  untuk penyelsaian pembangunan Rumah Sakit Pratama (type D) Wonomulyo yang menyebarang di tahun 2016.

Dengan Anggaran  Rp. 15.575.892.000.- yang menyebrang ke tahun 2016, dituntut untuk mendesaikan ulang rancangan pembangunan Rumah Sakit Pratama (type D) Wonomulyo, yang kemudian menjadi lahan kepentingan orang-orang tertentu, keluar dari maksud dan tujuan utamanya  pembangunan Rumah Sakit  baru untuk memback up Keberadaan  Rumah Sakit Umum Daerah Polewali yang akan di arahkan menjadi type B, tidak terwujud (bc. Tidak Tuntas) di tahun 2016-2017.

Sebenarnya masih ada dana dari sumber DAK sarana prasarana kesehatan tahun 2016 yang nilainya 22 milyar yang dapat digunakan untuk mendukung tuntasnya pembangunan Rumah Sakit Pratama Wonomulyo ini, hanya sayang sekali, mereka memutasi saya, keluar dari Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, agar konsep pembangunan dan pengembangan rumah sakit di Polewali Mandar dapat direkayasa. Saya tahu, kita semua punya niat baik, terutama untuk kepentingan masyarakat, enta catatanku ini kalau sesuatu yang “dirancang tak tuntas” kepentingan siapa yang harus diutamakan?. Yang jelas hanya berupa timbunan kurang lebih 2 hektar dan fondasi dengan tiang-tiang besi serta 4 rumah medis yang terlihat, TIDAK TUNTAS.

Baca Tulisan sebelumnya “Ada Penyimpangan Konsep Pembangunan Rumah Sakit Pratama Wonomulyo


Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: