Pengantar Prinsip Kerja Pembangunan Kesehatan Kabupaten

Polewali Mandar Sulawesi Barat, arali2008.– Ditulis dengan tujuan untuk mengantarkan pemahaman prinsip kerja pembangunan kesehatan kabupaten. Dibuat sebagai kerangka pikir bagi para petugas kesehatan yang bekerja di tingkat kabupaten (Dinas Kesehatan Kabupaten) dengan menggunakan indikator yang jelas, terukur dan spesifik, dengan mengabungkan dua konsep, 1) target rencana strategis kesehatan dan 2) capaian kinerja kesehatan Kabupaten.

Sebenarnya seorang tenaga kesehatan yang bekerja di tingkat Kabupaten/kota, harus memahami dua hal penting, yaitu ia bekerja dalam periode lima tahunan, dan kemudian terurai dalam kerja tahunan dan oleh karenanya ia harus memahami dua hal prinsip, PERTAMA, Rencana Strategis Kesehatan Kabupaten yang dibuat setiap lima tahun sekali, KEDUA, Pencapaian kinerja tahunan dalam periode lima tahun.

Kedua prinsip ini, adalah dasar dalam pembangunan kesehatan setingkat  kabupaten/kota. Kedua prinsip ini tidak bisa dilepaskan dari konsep dan  ilmu kesehatan, oleh karenanya seseorang yang bekerja dalam bidang pembangunan kesehatan, ia harus mempunyai ilmu kesehatan. Konsep Ilmu kesehatan dalam penerapan dua prinsip tersebut adalah prinsip-prinsip yang terdapat dalam epidemiologi kesehatan, sebagai ibu dari ilmu kesehatan masyarakat dan atau konsep dari pembangunan kesehatan setingkat Kabupaten/Kota. Misalnya saja konsep tentang faktor resiko, prognosis dan profilaksis.

Faktor resiko adalah besarnya kemungkinan orang sehat mengalami sakit, sedangkan prognosis adalah besarnya kemungkinan orang sakit (bc. Tidak Sehat) mengalami kematian, dan profilaksis adalah upaya-upaya pencegahan adanya faktor resiko (bc, mencegah orang sehat agar tidak sakit) dan faktor prognosis (bc. Mencegah orang sakit agar tidak mati).

Untuk memperjelas prinsip kerja pembangunan kesehatan ini, berikut ditulis pengantar prinsip kerja pembangunan kesehatan di kabupaten/kota berdasarkan pengalaman empiris pembuatan rencana strategis Dinas Kesehatan Kabupaten dalam tiga periode kepemimpinan Bupati Terpilih. Dan Kemudian di gabungkan dengan  pengalaman empiris dalam melaksanakan program dan kegiatan kesehatan di Kabupaten dan Puskesmas, selama tiga periode Kepemimpinan Bupati Terpilih.

Dari dua pengalaman empiris ini, penulis kemudian meramunya menjadi Konsep Pembangunan Kesehatan Kabupaten, yang terurai atau dibangun dari dua konsep yaitu konsep Rencana Strategis Kesehatan dan konsep Pencapaian Kinerja Kesehatan

Konsep Rencana Strategis Kesehatan yang dimaksud disini adalah konsep perencanaan kesehatan untuk periode 5 tahun, sedangkan Konsep Pencapaian Kinerja Kesehatan yang dimaksud disini adalah konsep capaian kinerja kesehatan yang harus dicapai setiap tahunnya selama periode 5 tahun.

Untuk mempermudah konsep pembangunan kesehatan ini, dibuat model konsepnya, seperti yang terurai pada gambar Prinsip kerja dan Hubungan antara Pencapaian Kinerja dan Penetapan Target Renstra Dinas Kesehatan dalam konsep pembangunan kesehatan kabupaten, yang disajikan pada gambar 01 dibawah ini.

prinsip kerja

Rencana strategis kesehatan.

Rencana strategis (renstra) kesehatan kabupaten, wajib di buat dan diketahui oleh mereka yang bekerja di tingkat kabupaten, visi dan misi  yang sudah ada sebagai penjabaran dari visi misi bupati dan wakil bupati terpilih. Selanjutnya dijabarkan oleh mereka yang bekerja di tingkat kabupaten dengan benar-dan sesuai tahapan pencapaian target-target yang tertuang dalam rencana strategis kesehatan kabupaten.

Target Tujuan dan Sasaran utama Renstra, meliputi penetapan tujuan dan sasaran.  Tujuan dalam kerangka rencana strategis adalah tingkatan dengan tujuan tertinggi, merupakan hasil akhir dari periode lima tahunan tetapi diluar control program.

Sasaran program  merupakan rincian atau bagian dari tujuan, bagaimana kita mencapai Tujuan, namun sasaran ini selalunya diluar kontrol program. Tujuan  dan sasaran diluar kontrol program karena kegiatan-kegiatan tidak langsung mempengaruhinya tetapi dapat dicapai dengan gabungan beberapa dari program yang satu dengan program yang lainnya.  Kontrol antar program ini adalah inti dari pencapain Tujuan dan Sasaran (Goals and Objetives). Dan seorang petugas kesehatan setingkat kabupaten, dituntut bukan saja mengetahui satu program tetapi juga mengetahui program lainnya.

Target Outcome program  Renstra  adalah Hasil spesifik apa yang harus diperoleh sesudah program berakhir.  dan Target output kegiatan  adalah Kegiatan-kegiatan yang tersusun untuk memperoleh outputs. Outcome program dan ouput kegiatan, merupakan kegiatan yang dapat dikontrol secara langsung. Pemahaman yang baik dan benar akan program dan kegiatan adalah kunci pencapaian target-target outcome dan output.

Pencapaian Kinerja Kesehatan.

Pencapaian kinerja kesehatan  adalah uraian rencana pencapaian kinerja yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip ilmu kesehatan yaitu prinsip keadaan sehat, sakit dan mati atau lama hidup. Keadaan sehat berhubungan dengan pelayanan kesehatan (Status pelayanan Kesehatan), keadaan sakit berhubungan dengan pelayanan orang sakit (Status Kesehatan atau kesakitan), dan keadaan mati berhubungan dengan pelayanan pencegahan kematian (Status Derajat Kesehatan). Disusun secara vertical dari bawah keatas, Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut

  1. Peningkatan Status Pelayanan Kesehatan yang didasarkan pada pencapaian Standar Pelayanan Minimal Kesehatan, disusun setiap tahunnya, yaitu pada awal tahun sebagai sasaran kerja yang harus dicapai selama satu kerja. Ada dua sasaran kerja yaitu 1) Sasaran Populasi misalnya jumlah penduduk, jumlah ibu hamil, ibu bersalin, bayi, anak balita, WUS, PUS, usila dan sasaran populasi lainnya dan 2) Sasaran Sarana dan Prasarana. Misalnya jumlah Posyandu, Pustu, Puskesmas, Tenaga Kesehatan, obat-obatan, Alat Kesehatan dan sasaran sarana dan prasarana kesehatan lainnya. Prinsip kerja dalam menentukan status pelayanan ini adalah mencegah orang sehat agar tidak sakit, Semakin tinggi capaian pelayanan kesehatan sehat, semakin rendah angka kesakitan.
  2. Peningkatan Status Kesehatan, yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara social dan ekonomis. Sebagaimana status pelayanan kesehatan, status kesehatan dalam pencapaiannya terlebih dahulu juga dibuat sasaran pencapaiannya yaitu faktor resiko yang langsung dihubungkan dengan populasi yang beresiko (bc. Suspek) berdasarkan jumlah penduduk dalam periode satu tahun. Prinsip kerjanya adalah semakin tinggi capaian pelayanan populasi yang beresiko, semakin rendah angka kesakitan.
  3. Pencapaian Derajat Kesehatan yang setinggi-tingginya yang memungkinkan setiap orang hidup sehat dan lama, sangat di pengaruhi capaian status pelayanan (kesehatan) dan status kesehatan (kesakitan), capaiannya adalah angka harapan hidup dengan angka-angka  yang mempengaruhinya yaitu kematian ibu, bayi dan balita.

Yang terpenting dalam pengelolaan capaian kinerja adalah pengelolaan data capain, pola-pola data yang terbentuk untuk melihat kecederungan capaian, naik, turun dan tetap, dan pembuatan rekomendasi keputusan (bc. Kebijaksanaan) dalam menyingkapi naik-turunnya capaian kinerja.

Hubungan Rencana strategis kesehatan dan Pencapaian Kinerja Kesehatan

Rencana strategis kesehatan adalah rencana strategis yang dibuat secara bertahap, dimulai dari penetapan target tujuan dan sasaran, kemudian dijabarkan dalam penetapan target outcome program dan diuraikan dalam bentuk penetapan target ouput kegiatan, prinsipnya adalah diuraikan secara vertical dari atas ke bawah (top-down). Capaian kinerja kesehatan adalah capaian dari sasaran kinerja yang telah dibuat, melihatnya secara prospektif dari bawah ke atas (down-top) dimulai dari pelayanan kesehatan, pelayanan kesakitan dan pencegahan kematian. Hubungan rencana strategis dan capaian kinerja adalah cara melihat 3 elemen yang terbentuk (bc. Lihat Gambar), secara vertical dan horizontal (logical vertical and logical horizontal) berdasarkan indicator yang telah dibuat, baik pada penetapan target pada rencana strategis maupun capaian kinerja yang dibuat setiap tahunnya.

Hubungan vertical – horizontal Rencana strategis kesehatan dan pencapaian kinerja kesehatan yang dibuat secara bertahap tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.

  1. Target Tujuan dan Sasaran utama Renstra Dinas Kesehatan, ini adalah target lima tahun, dan untuk mempermudah pengendaliannya dapat ditargetkan setiap tahunnya, hal ini dimaksudkan untuk melihat, apakah program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar mengarah pada pencapaian tujuan dan sasaran yang telah dibuat atau ditetapkan dalam rencana strategis kabupaten, analisis yang digunakan biasanya memakai analisis regresi yaitu  memasukan data-data capaian lima tahun sebelumnya guna mendapatkan formula target capaian lima berikutnya. Target tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam rencana strategis Kesehatan Kabupaten/kota, dalam penyusunan tidak boleh dipisahkan dari konsep pencapaian kinerja, yaitu secara horizontal seperti yang disajikan dalam gambar yaitu Pencapaian Derajat Kesehatan yang setinggi-tingginya yang memungkinkan setiap orang  hidup sehat dan lama. Oleh karena itu target-target yang dicantukan disini adalah target-target yang berhubungan dengan angka kelangsungan hidup misalnya angka kematian dan lama hidup.
  2. Target Outcome program Renstra  Dinas Kesehatan, ini adalah target 2-3 tahunan, dan untuk mempermudah pengendaliannya dapat ditargetkan setiap tahunnya. Target Outcome Program  adalah target program, bukan target kegiatan artinya penentuan target program didasarkan pada  penjabaran target-target kegiatan. Untuk mempermudah pemahaman target program ini, dapat dilihat atau dihubungkan secara horizontal  pada gambar dengan  pencapaian kinerja yaitu diarahkan Peningkatan  Status Kesehatan, yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara social dan ekonomis, oleh karena itu target-target yang dicantukan disini adalah target-target yang berhubungan dengan angka-angka kesakitan.
  3. Target output kegiatan Renstra  Dinas Kesehatan adalah target tahunan dan untuk mempermudah pengendaliannya dapat dibuat target bulanan dan triwulan dalam tahun bersangkutan. Target Output ini biasaya biasa disebutkan juga target standar pelayanan minimal. Setiap kegiatan yang ditetapkan mempunyai standar pelayanan minimal, bila dihubungkan dengan pencapaian kinerja, maka kegiatan yang dilaksanakan diarahkan pada pencapaian status pelayanan kesehatan.

Untuk mempermudah  pemahaman penetapan target dan capaian kinerja, penulis lampirkan  Hubungan antara penetapan Target dalam Rencana strategis Kesehatan dan Pencapaian Kinerja Kesehatan Kabupaten/kota selama periode 5 tahun Kabupaten Polewali Mandar 2014-2017

download PENGANTAR PRINSIP KERJA PEMBANGUNAN KESEHATAN KABUPATEN

Kesimpulan

Dari Uraian Pengantar prinsip kerja pembangunan kesehatan kabupaten dapat disimpulkan sebagai berikut

  1. Target-target pada rencana strategis yang disusun secara vertical (topdown) mulai dari penetapan tujuan dan sasaran, kemudian outcome program dan output kegiatan, harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip ilmu kesehatan misalnya Faktor resiko, prognosis dan profilaksis.
  2. Perhitungan pencapaian kinerja sebagai dasar dalam bekerja dimulai dari menetapkan status pelayanan yaitu memberikan pelayanan kepada orang sehat, status kesehatan yaitu memberikan pelayanan kepada mereka dicurigai sakit dan sakit,  dan kemudian status kelangsungan hidup
  3. Hubungan antara target-target rencana strategis dan pencapaian kinerja adalah Target Tujuan dan Sasaran adalah pencapaian kinerja pada status kelangsungan hidup. Target Outcome adalah pada pencapaian status kesehatan dan Output adalah pada pencapaian status pelayanan kesehatan. Ke tiga elemen tersebut harus di lihat dalam kerangka pikir vertical dan horizontal (logical vertical and logical horizontal)
  4. Uraian dalam tulisan ini, hanya sebuah pengantar mengenal prinsip pembangunan kesehatan setingkat kabupaten, mengkajinya lebih jauh masih dibutuhkan pemahaman akan program dan kegiatan kesehatan dan prinsip-prinsip dalam ilmu kesehatan misalnya faktor resiko, prognosis dan profilaksis.

———–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: