Pedoman Menilai Zat Gizi Bahan Makanan

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.— Menilai Zat Gizi Bahan Makanan dan mempraktekannya merupakan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memperkenalkan dasar-dasar kebutuhan zat gizi kepada klien setiap berkunjung pada klinik-klinik konsultasi gizi, mengetahui tentang bahan makanan dari komponen-komponen zat gizinya yaitu Karbohidrat, Lemak, Protein, Vitamin dan Air, menimbang bahan makanan sesuai dengan Ukuran Rumah Tangga (URT) dan menilai berapa nilai gizinya yang dapat dilihat dari Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), dan kemudian membandingkannya dengan Angka Kecukupan Gizi Yang diAnjurkan (AKG) adalah hal yang wajib di ketahui seorang petugas gizi klinik ataupun masyarakat.

Hasil Penilaian Zat Gizi Bahan Makanan

Hasil Penilian Zat Gizi Bahan Makanan berdasarkan DKBM, URT dalam Format Kebutuhan gizi dalam sehari yang telah disesuaikan dengan Kebutuhan Gizi yang dianjurkan dalam sehari untuk orang dewasa laki-laki

Pengantar

Pengetahuan dan keterampilan dalam menilai zat gizi dalam bahan makanan ini sangat penting nantinya dalam menghubungan kebutuhan gizi dengan nilai gizi makanan yang akan dikonsumsi sebagai salah satu dasar kopentensi yang harus diketahui dalam pengetahuan ilmu gizi dasar.

 Bahan makanan yang dinilai zat gizi adalah bahan makanan yang terdiri dari sumber Karbohidrat, Lemak, Protein, Vitamin dan Air. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut

  1. Karbohidrat adalah sumber utama tenaga dan mempermudah proses pencernaan. Fungsinya adalah menyediakan keperluan energi tubuh, otak dan syaraf, pengatur peristaltik usus dan pemberi muatan pada sisa makan, diperlukan juga untuk metabolisme lemak dan aksi penghematan protein. Sumber adalah serealia, bijian, gula, buah-buahan, menyumbang > 50 % Kebutuhan energi total.
  2. Protein Adalah suatu melekul tersusun dari asam amino yang dihubungkan satu dengan lainnya dengan ikatan peptida. Fungsi-fungsi zat makanan sumber Protein (protein hewani dan nabati) adalah Membangun sel-sel yang rusak, Membentuk zat-zat pengatur seperti enzim dan hormon dan Membentuk zat inti energi. Sumbernya adalah daging, susu, telur dan kacang-kacangan. Menyumbang antara 25-35 % Kebutuhan energi total.
  3. Lemak atau minyak adalah LIPIDA, Senyawa organik yang terdiri dari unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O), Sebagian mengandung zat seperti Fosfor, Nitrogen, KH, Protein, Struktur kimianya terdiri : gliserol dan asam lemak. Lemak dalam tubuh diantaranya dipergunakan untuk memperbaiki struktur sel, menjadi cadangan trigliserida dan fosfolipid, Penguraian menjadi CO2 dan Air menghasilkan sejumlah energi yang digunakan sel yang memerlukan energi. Sumbernya adalah minyak dan lemak, menyumbang < 25 % Kebutuhan energi total.
  4. Vitamin dan Mineral adalah zat utama bagi fungsi tubuh dan kesehatan. Bermacam-macam jenis vitamin dan mineral seperti Vitamin A, B compleks b(B1,B2,B3,B5,B6,B12, biotin,cholin, asam folat &   inositol), C,D, E, Kalsium, Florida, Yodium, Zat Besi, Kalium natrium dan sebagainya. Jumlah kebutuhan per hari sesuaikan dengan RDA (Recommended Dietary Allowance)
  5. Air (H2O) adalah salah satu zat gizi yang dipergunakan oleh tubuh untuk meningkatkan suplai oksigen ke setiap sel tubuh, melarutkan zat gizi dan mendistribusikannya keseluruh tubuh, merangsang kelangsungan hidup sel, mengatur suhu tubuh, serta melarutkan bahan-bahan berbahaya dan zat buangan keluar tubuh. Asupan (intake) zat gizi air diperoleh dari konsumsi air minuman, makanan, sayuran, buah dan hasil dari metabolisme KH, Protein dan lemak. Air yang dipergunakan oleh tubuh harus sama dengan asupan (intake) air yang dikonsusmsi termasuk air yang dihasilkan oleh metabolisme tubuh, adalah zat gizi air yang seimbang. Untuk memperoleh keseimbangan zat gizi air dalam tubuh maka air mengkonsumsi air dengan kualitas yang baik. Air yang berkualitas baik adalah air dengan dengan kelarutan oksigen yang cukup untuk membentuk formasi melekul air heksagonal.

Tujuan

Tujuan untuk menilai zat gizi bahan makanan adalah untuk mengetahui bahan makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin-mineral, dan air serta kandungan gizinya serta ukuran yang biasa digunakan dalam rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian membandingkannya dengan Angka kebutuhan gizi yang dianjurkan.

Prinsip

Membagi-bagi setiap bahan makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamian-mineral, dan air, menjadi 100 gram, 75 gram, 50 gram dan 25 gram, menentukan nilai gizinya dan kemudian dikonversikan dalam ukuran rumah tangga, kemudian disusun dengan memperhatikan Angka kebutuhan gizi yang dianjurkan.

Alat dan bahan

Alat :

–          Pisau
–          Timbangan Rumah Tangga
–          Piring
–          Gelas
–          Sendok makanan
–          Kantongan plastik gulung
–          DKBM

Bahan :

Bahan makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamian-mineral, dan air.

Daftar dan Format yang dibutuhkan

  1. Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)
  2. Tabel Angka Kecukupan Gizi Yang Di Anjurkan (AKG)
  3. Bahan Makanan Penukar Ukuran Rumah Tangga (URT)
  4. Format Daftar Belanja
  5. Format Konsumsi Gizi dan Makanan Sehari
  6. Format Analisa Menu Makanan
  7. Format Daftar Diet Pembagian Makanan sehari
  8. REKOMENDASI Angka Kecukupan Gizi Anjuran Induvidu

Prosedur

  1. Siapkan bahan makanan karbohidrat, protein, lemak, vitamian-mineral, dan air. minimal masing-masing 250 gram termasuk yang tidak dapat dimakan.
  2. Timbang dan catat masing-masing bahan menjadi 100 gram, 75 gram, 50 gram dan 25 gram dengan timbangan rumah tangga.
  3. Pisahkan bahan makanan yang dapat dimakan dan yang tidak dapat dimakan kemudian timbang dan catat persen yang dapat dimakan, konversikan ke dalam ukuran rumah tangga (satu piring, satau gelas, satu sendok dll)
  4. Dengan menggunakan DKBM tentukan masing-masing nilai gizi bahan KH tiap 100 gram, 75 gram, 50 gram dan 25 gram dan sajikan dalam ukuran tangga atau dalam ukuran kemasan lengkap dengan nama, berat dan nilai gizinya.
  5. Dengan Angka Kecukupan Gizi Yang diAnjurkan (AKG) dalam sehari untuk kelompok umur tertentu dan jenis kelamin, disusun baham makanan tersebut sesuai dengan kebutuhan gizi yang dianjurkan dalam sehari.

Kesimpulan

Menilai Zat Gizi Baham Makanan ditulis dengan tujuan sebagai pedoman praktikum bagi petugas gizi dan kesehatan lainnya atau para peminat masalah gizi terhadap pengetahuan dan keterampilan ilmu gizi dasar. Dilakukan dengan metode Membagi-bagi setip bahan makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamian-mineral, dan air, menjadi 100 gram, 75 gram, 50 gram dan 25 gram, menentukan nilai gizinya dan kemudian dikonversikan dalam ukuran rumah tangga. Hasilnya nilai gizi dari bahan makanan dapat disusun berdasarkan Angka kecukupan gizi anjuran menurut golongan umur, jenis kelamin dan aktifitas.

Catatan : Konsultasi penggunaan pedoman praktis menilai zat gizi bahan makanan, bagi pengunjung blog yang berada di wilayah Polewali Mandar, dapat menghubungi penulis pada kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

Baca juga tulisan terkait

——————————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: