Status Daerah Tertinggal dan Kewenangan di Musrembang Provinsi Sulawesi Barat

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Musrembang Provinsi Sulawesi Barat, Jumat –Sabtu, 11 – 12 April 2014. Hari Pertama di Ruang Pertemuan Lantai Empat Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat dan Hari Kedua di Ruang Convetional Hotel DMaleo Mamuju. Ada dua catatan dari hasil musrembang provinsi Sulawesi Barat. Catatan pertama tentang Status Daerah Tertinggal Provinsi Sulawesi Barat dan 5 Kabupatennya. Dan Catatan Kedua tentang Musrembang Sektor Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupatennya.

Catatan pertama :

Status Daerah Tertinggal Provinsi Sulawesi Barat dan 5 Kabupatennya.

Hari Pertama di Ruang Pertemuan Lantai Empat Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat dari berbagai presentase Narasumber diantaranya Prof. Basri Hasanuddin (Mantan Rektor UNHAS, Makassar, Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Duta Besar RI untuk Rab Saudi) dan narasumber lainnya dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Penulis mencatat :

Dari Lima Kabupaten ( Polewali Mandar, Mamasa, Majene, Mamuju Utara dan Mamuju termasuk Mamuju Tengah) di Provinsi Sulawesi Barat dalam RPJMN 2010-2014 terdaftar atau dinyatakan sebagai Daerah Tertinggal. Tiga dari Lima Kabupaten ini, dalam Rancangan RPJMN 2015-2019 nanti akan keluar sebagai Daerah Tertinggal yaitu Mamasa, Majene dan Mamuju tidak termasuk Mamuju Tengah. Sementara Kabupaten Polewali Mandar, Mamuju Utara dan Mamuju Tengah masih dinyatakan sebagai Daerah Tertinggal.
Penulis sedikit malu dan kemudian termenung sejenak, ”Ada apa dengan Kabupaten Polewali Mandar!?”, Kabupaten yang 5-10 tahun lalu dikenal dengan daerah yang maju dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Barat. Walaupun sejak tahun 2010, masih dinyatakan daerah tertinggal, masih bisa di maklumi, karena Provinsi ini adalah Provinsi Baru dalam RPJMN tahun 2010-2014 bersama lima kabupaten lainnya di nyatakan sebagai daerah tertinggal. Dalam Perkembangnnya selama 5 tahun 2010-2014, berdasarkan indicator makronya Provinsi Sulawesi Barat terus Bergerak diantaranya:

  1. PDRBnya terus naik data tahun 2012-2013 telah berada diangka 9,31 % dengan kontribusi terbesar berasal dari sector pertanian (4.10%), Jasa (2.7 %) dan Perdagangan, hotel rumah makan (1.29 %) dan lain-lain (1.91%)
  2. Angka kemiskinan terus turun sampai ditahun 2013 berada pada angka 13 %
  3. Indeks Pembangunan Manusia sebagai salah satu melihat keberhasilan pembangunan di suatu wilayah sampai dengan tahun 2013 telah berada pada angka komposit 70.73 %
  4. Dan beberapa indicator lainnya telah menunjukkan pergerakan yang membaik.

Pergerakan indicator makro pembangunan Provinsi Sulawesi Barat yang semakin membaik ini dapat menunjukkan keberhasilan pembangunan di Sulawesi Barat, sudah bisa dinyatakan “provinsi yang bukan daerah bermasalah lagi atau daerah tertinggal dalam RPJMN 2015-2019 nantinya.” Namun status ini (lepas dari daerah tertinggal) masih terlalu cepat karena belum didukung oleh capaian-capaian indicator makro kabupatennya. Hanya Kabupaten Mamasa, Majene dan Mamuju saja Indikator Makronya yang bisa berkontribusi besar terhadap pencapaian Propinsi, Kabupaten lainnya yaitu Polewali Mandar, Mamuju Utara masih berada di bawah ke tiga Kabupaten tersebut.

Ya begitulah, nanti dalam RPJMN 2015-2019 Provinsi Sulawesi Barat masih dinyatakan sebagai Daerah Tertinggal, namun 3 Kabupaten yaitu Mamasa, Majene dan Mamuju dinyatakan bukan lagi sebagai daerah tertinggal atau telah keluar dari daerah tertinggal. Majene dan Mamuju tidak termasuk Mamuju tengah yang baru saja terbentuk, secara umum dapat diakui dapat lepas dari daerah tertinggal, namun Mamasa sebagai Kabupaten Pencahan dari Kabupaten Polewali Mandar (dulu Kabupaten Polewali Mamasa) telah meninggalkan Kabupaten Polewali Mandar masih meragukan kebanyakan orang. Mamasa memang masih terpencil namun indicator makro pembangunannya masih lebih baik dari Polewali Mandar, masalah akses transportasi yang selalu dikeluhkan pemerintahan daerah dan warganya, bagi pemerintah pusat bukan masalah, bagi pemerintah pusat tiada guna akses transportasi baik kalau indicator pembangunan makro rendahnya. Polewali Mandar akses transportasi yang lebih baik dari Mamasa justru indicator makro pembangunnya berada buncit dari lima kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Barat, bahkan lebih rendah dari Kabupaten Mamasa. Ya….! Penulis sedikit malu dan kemudian termenung sejenak.

Catatan Kedua

Musrembang Sektor Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupatennya.

Hari Kedua di Ruang Convetional Hotel DMaleo Mamuju. Musrembang sector kesehatan menempati meja ke 23 dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (dr. H. Achmad Azis, M.Kes) dihadiri 2 orang utusan dari 5 Dinas Kesehatan Kabupatennya dan difasilitasi oleh Bappeda Provinsi Sulawesi Barat. Ada dua issu kesehatan yang dimunculkan, issu pertama : tentang Penyediaan Sanitasi dan Sarana Air Bersih melalui program kesehatan lingkungan Dan issu kedua : Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi melalui peningkatan program Kesehatan Ibu dan anak. Masing-masing kabupaten di minta mengajukan 3 kegiatan dari 2 issu yang diberikan. Ada hal yang menarik dalam proses pengajuan kegiatan ini, “Ada ketidak fahaman Dinas Kesehatan Provinsi dalam menempatkan suatu kegiatan,” yang kemudian menjadi catatan penulis. Sebagai berikut

Ketidak fahaman akan kewenangan, provinsi membuat kegiatan yang seharusnya menjadi kewenangan Kabupaten, diambil oleh propinsi misalnya pemberian pelayanan kesehatan ibu hamil didesa, provinsi telah mengabaikan peran bidan desa, puskesmas dan kabupaten yang telah menjadi tugas pokoknya untuk memberikan pelayanan kesehatan semua ibu hamil diwilayah kerjanya, satu alasan spekulatif yang dibuat pelaksana programnya adalah, “capaian K4 (pemerikaan ibu hamil keempat kalinya) telah turun, jadi kami harus turun untuk meningkatkan cakupan tersebut,” adalah pernyataan seorang anak kecil yang mau dibilang hebat, melihat Kabupaten dengan sudut pandang desa.

Perihal Kewenangan antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten beberapa tahun lalu, penulis dan beberapa teman dari dinas kesehatan kabupaten lainnya telah menyorotinya, namun oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulit sekali untuk memahaminya, sehingga kami sepakat dan juga disadari oleh provinsi bahwa, “Mereka adalah Salah Satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat,” artinya provinsi yang bertindak sebagai Kabupaten.

Satu yang sangat prinsip menyangkut kewenangan provinsi telah diabaikan bahkan oleh pimpinannya di larang adalah Format-Format Sistem Pencatatan dan Pelaporan (R&R) serta petunjuk pelaksanaannya yang jelas-jelas telah menjadi kewenangan propinsi untuk membuatnya, mereka tidak mau membuatnya. Sang pelaksana programnya mengatakan, “Pengadaan format (R&R) dilarang Kepala Dinasku!” Fasilitator musrembang dari Bappeda hanya terpaku dan heran melihat situasi ketidak jelasan kewenangan Provinsi dan Kabupaten. Penulis hanya memberikan komentar ringan, “Propinsi minta Laporan kegiatan, selayaknya provinsi juga menyediakan format laporannya, sehingga nanti, apa yang saya laporkan sesuai dengan permintaannya,” mereka mengerti tetapi mereka tidak memahaminya.

Hal lainnya yang penulis catat dari para narasumber nasional yang hadir dalam musrembang provinsi Sulawesi Barat tahun 2014 ini adalah

  1. Pembangunan dalam konsep musrembang pada dasar meliputi pembangunan sektoral, pembangunan wilayah dan pembangunan pemerintahan hanya dapat dilakukan dengan SINERGISITAS. Dengan sinergisitas juga maka proses pembangunan dapat dipercepat.
  2. Selama ini pembangunan hanya berorientasi pada proses administrasi, kurang bahkan tidak dalam proses manajerial, dalam keadaan demikian inovatif akan sulit terwujud, kalaupun ada proses inovatif itu bukan dalam proses menerjemahkan dokumen manajemen yang telah dibuat. Akibatnya apa yang direncanakan, tidak sesuai dengan apa yang dilaksanakan.

Demikian dua catatan dari hasil musrembang provinsi Sulawesi Barat. Catatan pertama tentang Status Daerah Tertinggal Provinsi Sulawesi Barat dan 5 Kabupatennya. Dan Catatan Kedua tentang Musrembang Sektor Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupatennya. Dan kesimpulan untuk daerah tertinggal khususnya Kabupaten Polewali Mandar, kita masih punya masyarakat miskin terbanyak di Sulawesi Barat, Buta huruf terbanyak di Sulawesi Barat, kematian bayi juga banyak dan status buruk dan kurang dampak dari rendahnya income perkapita juga masih terbanyak, tidak usahlah mencari-cari alasan pembelaan diri bahwa kita telah berbuat selama ini, dan kemudian kita enggan untuk merubah apa yang telah dibuat yang tidak terbukti meningkatkan status sebagai daerah tertinggal. Mungkin ini sulit dimengerti, kasus sederhana, pemberian insentif kader posyandu walaupun itu baik dan sesuai permintaan musrembang, kalau tidak mempengaruhi peningkatan status posyandu yang tiap tahun hanya aktif 25 % (Mandiri dan Purnama), ya… dihentikan saja dan posyandu mandiri dan purnama saja yang diberikan insentif.

Tentang Kewenangan sebagaimana ngobrol-ngrobol ringan, penulis dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Utara (dr.Alif) “sekan-akan kita tidak tahu, padahal kita ini banyak tahu, mereka yang tahu sedikit terlihat banyak tahu.,” Hmm. Semuanya Hanya Basa-Basi.

Baca tulisan terkait

  1. Catatan Review Musrembang Kec. Tubbi Taramanu
  2. Perencanaan Kegiatan Program BOK Tahun 2014
  3. Ada Beda Fasilitasi Musrenbang Desa dan Kecamatan

——————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: