Telaahan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Sulawesi Barat

Polewali Mandar Sulawesi Barat, @arali2008. Dengan terpilihnya Bupati dan wakil Bupati Polewali Mandar  sejak tanggal 7 Januari 2014, maka selanjutnya periode kepemimpinannya akan dimulai tahun 2014 dan akan berakhir di tahun 2019, Langkah awal yang akan dilakukan akan menyusuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2014-2019, dan kemudian untuk SKPD diwajibkan untuk menyusun ulang Rencana Strategisnya. SKPD Dinas Kesehatan adalah salah satu, penulis ditugaskan untuk membuat draf rancangan awalnya. Dalam Dokumen Renstra SKPD salah satu sub bab yang dimuat adalah Telaah Renstra Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Barat. Berikut ini telaahnya

Telaahan Renstra  Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.

Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat adalah Visi Propinsi Sulawesi Barat, salah satu misinya adalah akses pelayanan kesehatan. Dan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat kemudian menjabarkannya dalam VISI, “Terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mandiri di tahun 2016”

saya mencoba menelaah misinya dengan menempatkan posisi misi dan sasaran strategis yang ingin dicapai, karena dalam dokumennya belum tersusun sesuai dengan hirarki antara misi dan tujuan sasaran strategis, saya meletakannya agar mudah untuk telaahnya.

Berikut dengan MISInya,  adalah

Pertama, mewujudkan, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Dengan sasaran strategis.

  1. Penurunan angka kematian ibu  sampai dibawah 102 per 100.000 kelahiran hidup
  2. Penurunan angka kematian bayi sampai di bawah 10 per 1000 kelahiran hidup
  3. Penurunan status gizi kurang dan buruk,  sampai dibawah 15 %

Kedua, mengupayakan pengendalian  penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan,  dengan sasaran strategis Penurunan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular, sampai dibawah kategori kejadian luar biasa dan masalah kesehatan masyarakat tingkat sedang dan berat.

Ketiga, menjamin ketersediaan obat esensial  sesuai standar. Dengan sasaran strategis : Pembiayaan dan jaminan kesehatan serta aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas terutama pada kelompok rentan seperti penduduk miskin, daerah tertinggal, terpencil dan kepulauan.

Keempat, menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan Sasaran strategis  adalah Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan guna mewujudkan kemandirian sehat dalam perilaku hidup bersih dan sehat.

Kalau diperhatikan antara misi dan sasaran strategis ada yang tidak nyambung misalnya misi dan sasaran strategis ke  satu, tiga dan ke empat diatas, tetapi tidak apa, mungkin saya yang salah menempatkanya.

Saya coba melihat arah dan semangatnya sebagai bahan untuk menyusun  tujuan dan sasaran strategis SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar 2014-2019 yaitu menurunkan anhgka kemtaian ibu dan bayi serta gizi kurang dan buruk dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik kepada kabupaten melalui  pengendalian penyakit menular dan tidak menular, jaminan dan pembiayaan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh pengelolaan pemerintahan yang baik.

setelah menelaah misi dan hubungannya dengan strategis Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, selanjuta mencoba menelaah secara sederhana Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Barat dalam hubungannya dengan pembangunan kesehatan.

Telahaan RTRW

Dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Polewali Mandar dalam hal pembangunan kesehatan, menempatkannya sebagai wilayah  layanan dan rujukan kesehatan khususnya wilayah Kabupaten sekitranya yaitu Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamasa. Sarana-sarana yang telah ditunjukan sebagai pusat layanan dan rujukan kesehatan diantaranya adalah RSUD Polewali Mandar, Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD-PMI) cabang Polewali Mandar. UPT Laboratorium Kesehatan Daerah, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan yang berorientasi pada pengabdian masyarakat.

Telahaan RTRW ini dapat dilihat strategisnya wilayah kabupaten polewali mandar dalam hal pembangunan kesehatan dalam skala Provinsi Sulawesi Barat untuk kabupaten-kabupaten sekitarnya yaitu Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamasa serta wilayah perbatasan dengan Kabupaten Pinrang Porvinsi Sulawesi Selatan. Hal ini juga yang sangat mempengaruhi Perkembangan Issu-Issu Strategis dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar.

 Penentuan Isu-Isu Strategis.

Penataan manajemen pelayanan kesehatan,Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis dan para medis, pelaksanaan jaminan kesehatan dan Peningkatan sarana dan prasarana Pelayanan Kesehatan  adalah empat issu strategis  urusan kesehatan yang menjadi prioritas pembangunan  Kesehatan  Kabupaten Polewali Mandar, ini adalah hasil diskusi penulis dengan teman-teman dari Bappeda Kabupaten Polewali Mandar dan beberap obeservasi internal dan eksternal terhadap pembangunan kesehatan di Polewali Mandar. 

Ke empat issu strategis tersebut adalah

PERTAMA Penataan manajemen pelayanan kesehatan SECARA INTERNAL penataan manajemen pelayanan kesehatan meliputi penerapan manajemen puskesmas yang meliputi rancangan perencanaan (P1), penggerakan pelaksanaan (P2) dan pengawasan pengendalian dan penilaian (P3) belum mampu diselenggarakan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan, status kesehatan dan status pertumbuhan perkembangan dan kelangsungan hidup ibu dan anak. Disamping itu juga manajemen pelayanan kesehatan belum secara maksimal dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal kesehatan yang berorientasi pada standar operasional prosedur program dan kegiatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Khusus untuk rumah sakit umum Polewali masih perlu mendapat perhatian pengembangan RSUD Polewali sebagai badan layanan umum (BLUD) termasuk juga didalamnya penyediaan tenaga medis spesialis gunan mempersiapakan RSUD polewali sebagai pusat rujukan dengan akreditasi type b non pendidikan. SECARA EKSTERNAL penataan manajemen pelayanan kesehatan didasarkan pada tuntutan masyarakat  yang bukan saja sebagai klien yang sangat mengharapkan pelayanan minimal tetapi juga sebagai costumer  yang mengharapkan pelayanan maksimal tetapi juga  berkembang  masyarakat kota (citizen) yang sangat mengharapkan pelayanan prima.

KEDUA Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis dan para medis. SECARA INTERNAL, diprioritaskan dalam hal kuantitas masih perlu penambahan tenaga gizi, kesling, perawat gigi, analis kesehatan, perawat, dokter umum dan dokter gigi puskesmas. Dalam hal kualias masih banyak ditemukan permasalahan pada interpretasi sistem pencatatan dan pelaporan yang salah, termasuk juga skill dan keterampilan individu dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu (prima). SECARA EKSTERNAL, semakin kompleksnya permasalahan kesehatan baik induvidu, kelompok maupun masyarakat menuntut peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis dan para medis, bukan saja mampu menangani  penyakit dan masalah kesehatan tetapi juga factor-foktor penyebab ekternal terjadinya penyakit dan masalah kesehatan.

KETIGA Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.  SECARA INTERNAL, Pelaksanan Program Jaminan Nasional (JKN) merupakan peluang bagi unit-unit pemberi layanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan, juga peningkatan sarana layanan kesehatan terhadap kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional. Peluang ini sangat penting bukan saja  untuk meningkatkan status kesehatan dan kelangsungan hidupnya peserta JKN sekaligus juga peningkatan kesejahteraan petugas kesehatan terhadap jasa dari pelayanan yang diberikan. SECARA EKSTERNAL, diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional pengganti jamkesmas sebagai amanat uu no 40 thn 2004 tentang penyelenggaraan jaminan sosial yaitu menyediakan instrumen (sisdur pelayanan, data peserta, data fasilitas kesehatan, aplikasi p-care / instrumen manual agar dapat digunakan untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan nasional dengan mutu, sistem pelayanan dan pembayaran yang efektif efisien di puskesmas maupun di rumah sakit..

KEEMPAT Peningkatan sarana dan prasarana Pelayanan Kesehatan SECARA INTERNAL adalah masih perlu penambahan satu puskesmas di wilayah kecamatan Tubbi Taramanu, pembangunan rumah sakit pratama, dan pembangunan poskesdes. Penting juga pengadaan ambulance dan puskesmas keliling, penyediaan alat kesehatan termaduk obat dan bahan pakai habis termasuk rehabilitasi poskesdes dan pustu puskesmas dan pengembagan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap. SECARA EKSTERNAL, tersedianya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan akan memudahkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat Polewali Mandar

Sebelum penulis akhiri telaahan ini, catatan penting yang saya dapat ambil adalah Sasaran strategis Dinas Kesehatan Provinsi Harus didukung melalui pencapaian strategis kabupatennya. Demikian telahaan rencana strategis Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, hubungannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sulawesi Barat dan Issu-issu strategis yang berkembang di Kabupaten Polewali Mandar secara internal maupun internal, ditelaah sebagai bahan penyusunan rencana strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar sebagai penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bupati dan Wakil Bupati Terpilih 2014-2019.

Baca juga tulisan terkait

  1. Catatan dari Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak
  2. Rapat Kerja Kesehatan Bersama Menkes RI
  3. Data Kesehatan dalam Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM)
  4. Penguatan Manajemen Informasi Perlindungan Anak Tingkat Propinsi Sulawesi Barat.

——————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: