Tiga Cobaan Fenomena Calon Presiden JOKOWI

Polewali Mandar Sulawesi Barat @rali2008.— Dari Sulawesi Barat tepatnya di Kabupaten Polewali Mandar, saya tulis OPINI di blog saya yang sederhanya ini,  JOKOWI di calonkan oleh Pimpinan tertinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ibu Megawati Sorkarno Putri, JOKOWI menerimanya dan kemudian banyak orang memberikan opini mendukung dan tidak mendukung, kritik dan tidak kritik dan saya juga mau ikut-ikutan beropini. Ini adalah OPINI saya tentang pencalonan JOKOWI sebagai calon Presiden, saya beri judul “Tiga Cobaan Fenomena Calon Presiden JOKOWI”

Ooh Negriku

Dalam beberapa kesempatan, melalui facebook saya kadang mengomentari fenomena pencalonan JOKOWI sebagai presiden, “Jokowi sementara di uji oleh YANG MAHA KUASA, apakah tetap mengabdikan diri, menuntaskan masa jabatan gubernurnya atau memilih menjadi Calon Presiden meninggalkan tugas gubernur yang belum selesai masa jabatannya”. Balasan komentarnya, “Pokoknya JOKOWI Presiden”. Saya coba mencermati Fenomena Jokowi ini dengan melihat aktifitas Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang bersumber dari pemberitaan media massa eletronik, cetak dan online.  Fenomena ini saya kemudian nyatakan sebagai COBAAN pertama JOKOWI.

Terlihat dalam beberapa aktifitas kinerjanya sebagai Gubernur DKI Jakarta, JOKOWI kadang  memposisikan diri sebagai Presiden, mencoba-coba jikalau saya jadi presiden dan kemudian mencoba memperhatikan opini yang berkembang. Di lain kesempatan JOKOWI benar-benar memposisikan dirinya  sebagai Gubernur DKI Jakarta dan kemudian mencoba melihat kembali opini yang berkembang……. hmmmmm.

Dari kedua lakon posisi tersebut, opini yang berkembang tetap sebagai calon Presiden RI, hingga akhirnya JOKOWI di identikan sebagai calon Presiden Republik Indonesia bukan Gubernur DKI Jakarta.

Pilihan JOKOWI

Apakah yang akan dipilih JOKOWI ? memilih Calon Presiden atau Tetap Gubernur. Proses dan tahap pemilihan umum terus berjalan, hingga saat terakhir dimulainya masa kampanye, akhirnya JOKOWI menentukan pilihan atas lakon yang  selalu terlihat jelas di media massa.

Ternyata ! JOKOWI memilih Calon Presiden, dari pemberitaan media massa ada tiga alasan yang terungkap sebagai berikut :

  • Pertama ; Amanat dari Ibu Megawati Soekarno Putri yang tentunya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan internal dan ekstenal partai PDIP.
  • Kedua ; Pengaruh survey Calon Presiden yang selalu menempatkan JOKOWI pada urutan pertama dari calon-calon presiden lainnya sebagai akibat dukungan-mendukung calon presiden dikalangan kelompok-kelompok tertentu.
  • Dan Ketiga ; tentunya adanya keinginan JOKOWI sendiri, apa motivasinya hanya Jokowi sendiri yang tahu.

Ternyata ! JOKOWI tidak memilih menghabiskan pengabdiannya sebagai gubernur DKI Jakarta. Saya mencoba menanyakan diri saya,” Bisakah meninggalkan amanat yang belum tuntas dan kemudian menerima amanat lain yang belum tentu terwujud karena baru sekedar calon belum presiden?”

Ini adalah cobaan yang kedua kalinya bagi JOKOWI, Bisa saja terpilih, bisa juga tidak terpilih sebagai presiden Republik Indonesia beriode berikutnya. Kalau tidak terpilih tentunya Jokowi dengan berbesar hati kembali menjabat Gubernur dan menuntaskan masa pemerintahannya. Bisa dipastikan suasananya akan jauh berbeda jika saja Jokowi sejak awal tetap berkomitmen menghabiskan masa jabatannya. Kecenderungan ini saya kemudian nyatakan sebagai COBAAN Kedua JOKOWI.

Jikalau JOKOWI terpilih sebagai Presiden, tentunya Jokowi akan melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar 45 dan  Undang-Undang  Negara beserta peraturannya dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dan Amanat sebagai Gubernur DKI Jakarta hanya akan menjadi dokument untuk para pimpinan pemerintahan DKI Jakarta yang ditinggalkannya, “Apakah tetap berkomitmen untuk melaksanakannya atau mengalami perubahan-perubahan?”

Sumpah Gubernur DKI Jakarta Terpilih JOKOWI, “Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh UUD Negara RI 1945 dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti pada masyarakat, nusa dan bangsa,”

Bisa dipastikan akan mengalami perubahan karena JOKOWI bukan Gubernur lagi,——— paling tidak akan kehilangan semangatnya ——- intervensi perubahan document amanatnya dalam bentuk RPJMD akan kehilangan semangatnya ——-  DKI Jakarta akan kehilangan semangat JOKOWI ——– Dan ini adalah cobaan untuk JOKOWI jika dipilih sebagian warga NKRI sebagai Presiden Republik Indonesia. Dan kehilangan semangat ini, saya kemudian nyatakan sebagai COBAAN ketiga JOKOWI.

Kehilangan semangat JOKOWI di DKI Jakarta,  sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak serta merta dapat di intervensinya dengan konsep blusukan yang diterapkannya. Sudah lain konteksnya JOKOWI sudah jadi Presiden ( jika terpilih).

Kejadian Luar Biasa dan Indonesia Baru

JOKOWI hanya bisa mengintervensinya jika Pemerintah DKI Jakarta telah menyatakan KEJADIAN LUAR BIASA, dari berbagai amanatnya yang tidak mampu lagi dilaksanakan oleh pemerintahan DKI Jakarta yang ditinggalkannya, dan kemudian di serahkan kepada Pemerintah Pusat. Jika demikian untuk apa menjadi Presiden to kembali juga mengurus Jakarta.

Bagaimana dengan daerah lainnya yang perlu juga mendapat perhatian, akan sangat beda bentuk intervensinya untuk DKI Jakarta dengan Provinsi Lainnya,  Untuk DKI Jakarta, Jokowi akan  mengintervensi amanat yang ditinggalkannya dan melaksanakan amanat sebagai presiden untuk  seluruh wilayah NKRI, ada dua bentuk intervensi disana bahkan tiga bentuk intervensi karena posisi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara. Untuk Wilayah lain atau Provinsi, Jokowi hanya mengintervensi amanat sebagai presiden RI, hanya ada satu bentuk intervensi. INI JELAS TIDAK ADIL !? melihat Indonesia hanya dalam konteks Jakarta, …hiemm semoga ini tidak terjadi.

Jika JOKOWI menjadi Presiden, sebagaimana yang saya baca dalam pemberitaan terakhir. “ Disini Kita Mulai INDONESIA BARU”. Para eksekutif pusat dan daerah, akademisi dan praktisi akan bekerja keras merubah konsep RPJMN RI yang telah dilakukan sejak 6 bulan terakhir, tentu disesuaikan dengan konsep Indonesia Baru, MAMPUKAH ! seharusnya memang bisa, sepertinya sulit, 15 tahun masa reformasi hanya menghasilkan REZIM KORUPSI, kecuali REVOLUSI dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, . “ Disini Kita Mulai INDONESIA BARU” tapi ini juga sulit, karena kita semua tidak menghendaki REVOLUSI. Kalaupun JOKOWI kelak menjadi presiden, telah tercipta rezim baru REZIM AMANAT, …… kewajiban di tinggalkan  karena ada amanat baru …….. fenomena itu sudah terjadi terutama di daerah-daerah yaitu keseringan terjadi mutasi amanat alias mutasi jabatan sementara kewajibannya belum dipenuhi, belum dituntaskan. Dan fenomena Jokowi ini adalah puncaknya.

Semoga Aman-aman saja, siapapun yang terpilih, itu adalah presidenku.

Teringat akan pesan leluhur, “Manakah yang Engkau Pilih “jalan yang penuh cahaya putih atau jalan yang penuh dengan cahaya emas” mereka cenderung memilih cahaya emas. Itu kesan dari saya, hanya sebuah Opini dari fakta yang terlihat, tertulis di blog http://www.arali2008.wordpress.com. dengan judul Tiga Cobaan Fenomena Calon Presiden JOKOWI.

——————————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

2 Responses to Tiga Cobaan Fenomena Calon Presiden JOKOWI

  1. Iwan Djamaluddin mengatakan:

    terimah kasih tulisannya sebagai inspirasi dan motivasi pembaca

  2. Rasyid mengatakan:

    Hanya orang-orang yang optimis yang bisa menakhlukkan masa depan……..
    orang yang melihat kesulitan sebagai tantangan, hambatan sebagai peluang,
    justru dari kesulitan dan hambatan itulah (jika terus bergerak) kita akan menemukan jalan keluarnya ……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: