Catatan LAKIP Dinas Kesehatan Polewali Mandar Tahun 2013

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.- Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Nomor 29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan, akhinya penulis selesai juga menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun anggaran 2013. LAKIP ini yang merupakan wujud pertanggung jawaban pelaksanaan Perencanaan Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, dimana penulis bekerja, berisi informasi tentang keberhasilan maupun kegagalan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan, termasuk hambatan yang dihadapi dan pemecahan masalahnya.

LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2013 disusun dengan maksud untuk menjabarkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Indikator Kinerja Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Tujuannya adalah mempertanggungjawabkan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar kepada Kepala Daerah Kabupaten Polewali Mandar dan pihak yang berkepentingan, dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) yang ditandai dengan adanya transparansi dan akuntabilitas. Memberikan umpan balik dalam rangka peningkatan kinerja instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Catatan Eksekutif LAKIP

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar merupakan unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten di bidang kesehatan, dipimpin oleh  seorang kepala setingkat eselon II berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Mempunyai 20 Puskesmas sebagai UPT  (Unit Pelaksana Tehnis) Operasional yang mempunyai wilayah kerja desa/kelurahan setingkat Kecamatan Operasional. Dalam melaksanakan Tugas pokok dan fungsinya Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar mempunyai 4 unit Pelaksana Tehnis Penunjang yaitu UPT Penunjang Instalsi dan gudang Farmasi, UPT Kesehatan Keluarga, UPT Promosi Kesehatan dan UPT Laboratorium Kesehatan Keluarga.

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dalam pembangunan  bidang kesehatan mempunyai visi Terwujudnya kemandirian sehat masyarakat Polewali Mandar berdasarkan agama dan nilai-nilai budaya. Visi ini merupakan penjabaran visi Bupati terpilih dan dari harapan seluruh masyarakat Polewali Mandar  yang tertuang RPJMD 2010-2014 didalamnya tertuang indikator kesehatan yang ditetapkan sebagai Indikator Kienerja Utama (IKU), yang kemudian dijabarkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar 2010-2014.

Selalu berusaha  mewujudkan  keadaan sehat fisik-jasmani, mental-spiritual serta sosial yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis adalah “Motto Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar”

Hasil kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar yang mempunyai total Sumber Daya Manusia Kesehatan ( SDM-Kesehatan) sebanyak 596 orang adalah indikator derajat kesehatan masyarakat Polewali Mandar yang dilihat dari Realisasi Kinerja dan Anggaran disimpulkan adaanya peningkatan derajat kesehatan dan kualitas pelayanan  masyarakat Polewali Mandar, dari beberapa indikator kinerja utama ditetapkan diantaranya, menurunnya angka kematian ibu dan dan menurunkan angka kematian bayi, serta adanya peningkatan cakupan pelayanan.

Capaian-capaian tersebut dapat lebih dimaksimalkan lagi jika sasaran strategis penurunan angka kesakitan secara signifikan pada semua kasus penyakit dan efektifitas pencegahan  dan penanggulangan kasus penyakit menular  dapat ditingkat presentase  80-90%.

Secara keseluruhan Kinerja  Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2013, telah bekerja sesuai dengan sasaran strategis dari Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan oleh Bupati Polewali Mandar, bahkan ditahun 2013 oleh Pemda Polewali Mandar telah memberikan pengharggaan “Piala Citra” SKPD dengan kinerja terbaik. Ini berarti bahwa kabupaten Polewali Mandar telah berkerja dengan keras dan terarah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya.

Kesimpulan  dan Saran dari LAKIP

Beberapa gambaran indikator kinerja Kesehatan yang dicapai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten  dan seluruh jajarannya dapat disimpulkan  sebagai berikut

  1. Umur Harapan Hidup sebagai Indiktor Kinerja, terlihat bahwa  jumlah anggaran langsung  dan tidak langsung yang dikeluarkan untuk  pencapaian sasaran strategis meningkatkan umur harapan hidup yaitu sebesar  Rp 6.365.918.185.- dari Rp 6.674.288.315.- yang dianggarkan atau sebesar 95, 38% yang dapat direalisasikan, dapat sedikit meningkatkan angka harapan hidup menjadi 65.8
  2. Angka Kematian Bayi sebagai indikator kinerja, terlihat bahawa umlah anggaran langsung yang dikeluarkan untuk  sasaran startegis menurunkan angka kematian bayi  yaitu sebesar  Rp 33.593.500.-  dari Rp. 38.323.500.- yang dianggarkan atau 87,66 % yang terealisasikan.  Berhasil menurunkan angka kematian bayi 11 per 1000 kelahiran hidup  dengan penanganan 80% nenatus yang komplikasi  yang ditangani dan 90 % bayi yang  dapat dilayani kesehatannya.
  3. Angka Kematian Ibu sebagai Indikator Kinerja, terlihat bahwa jumlah anggaran langsung  dan tidak langsung yang dikeluarkan untuk  sasaran strategis  yaitu menurunkan angka kematian ibu  yaitu  sebesar  Rp 156.334.000.-  dari Rp 172.931.000 yang dianggarankan atau dapat direalisasikan sebesar  90.4 %. Kurang berhasil meningkatkan cakupan pelayanan  kesehatan ibu hamil, penanganan komplikasi kebidanan, pertolongan persalinan dan pelayanan nifas yaitu rata-rata pencapaian dibawah yang ditargetkan, disebabkan adanya mobilisasi  sasaran ibu hamil pada waktu pemeriksaan kehamilan, persalinan maupun pelayanan nifas selalu tidak berada di tempat.
  4. Status Gizi Buruk sebagai Indikator Kinerja, terlihat bahwa jumlah anggaran langsung  dan tidak langsung yang dikeluarkan untuk  sasaran startegis  menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita  yaitu sebesar  Rp. 6.960.340.514.-   dari Rp. 7.620.526.785 anggaran yang disiapkan  atau sebesar  91.34`%.  Berhasil mengendalikan peningkatan sstatus gizi buruk dan meningkatkan cakupan  pelayanan gizi buruk, pelayanan kesehatan balita dan pemberian makanan pendamping ASI usia 6-24 bulan yaitu dengan pencapaian 100% kecuali pelayanan kesehatan balita yang hanya 50%
  5. Jumlah anggaran langsung  dan tidak langsung yang dikeluarkan untuk  sasaran strategis menurunkan angka kesakitan secara signifikan pada semua kasus penyakit dan efektifitas pencegahan  dan penanggulangan kasus penyakit menular  yaitu sebesar  Rp. 6.960.340.514.-   dari Rp. 7.620.526.785 anggaran yang disiapkan  atau sebesar  91.34`%. Hasilnya adalah  rasio sarana kesehatan dan tenaga kesehatan telah sesuai dengan standar pelayanan  dan beberapa indikator masih perlu mendapat perhatian yaitu  rujukan  penderita dari keluarga miskin dan cakupan pelayanan keluarga miskin

Beberapa Saran perbaikan Kenerja Dinas Kesehatan untuk pelaksanaan tahun 2014 adalah

  1. Sasaran strategis meningkatkan umur harapan hidup  harus terus ditingkatkan guna mencapai angka diatas rata-rata Propinsi maupun nasional
  2. Sasaran strategis menurunkan angka kematian bayi  waluapun berhasil menurunkan  nilai angkanya, upaya-upaya peningkatan harus terus dilakukan untuk tahun berikutnya
  3. Sasaran strategis yaitu menurunkan angka kematian ibu Kurang berhasil meningkatkan cakupan pelayanan  kesehatan ibu hamil, penanganan komplikasi kebidanan, pertolongan persalinan dan pelayanan nifas yaitu rata-rata pencapain dibawah yang ditargetkan, hrasu lebih menjadi prioritas ditahun 2014.
  4. Sasaran startegis  menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita  Berhasil masih perlu mendapat perhatian atau prioritas pada pelayanan kesehatan balita yang hanya 50 %
  5. Ssasaran strategis menurunkan angka kesakitan secara signifikan pada semua kasus penyakit dan efektifitas pencegahan  dan penanggulangan kasus penyakit menular  perlu mendapat perhatian rujukan  penderita dari keluarga miskin dan cakupan pelayanan keluarga miskin.

Akhirnya penulis sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam proses penyusunan Laporan Akuntabiltas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan ini dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk serta memberikan kekuatan kepada kita semua dalam melaksanakan pembangunan kesehatan, amin.

Baca juga tulisan terkait

  1. Manajemen Data Dalam Peraturan Epidemiologi Kesehatan
  2. Mencermati Angka Kematian Ibu di Propinsi Sulawesi Barat.
  3. Perencanaan Kegiatan Program BOK Tahun 2014

 —————————————

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: