Rapat Kerja Kesehatan Bersama Menkes RI

Ibu Nafsiah Mboi

Saat-saat Jamuan Makan Pagi, antara Bupati Polewali Mandar (Bpk Alibaal Masdar) bersama Ibu Menkes RI (Ibu Nafsiah Mboi) dalam Acara RAKERKESDAS SULBAR 2013 Mamuju 14-12-2013

Polewali Mandar Sulawesi Barat, @arali2008,— Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang selanjutnya disingkat Rakerkesda Prov. Sul-Bar tahun 2013,  yang dilaksanakan di Mamuju mulai hari Kamis tanggal 12 s.d Sabtu tanggal 14 Desember 2013, penulis tidak sempat hadir pada hari pertama pelaksanaannya, hanya ikut pada hari kedua dan ketiga. Ikut pada hari kedua Jumat 13 Desember 2013, pagi materi Kesiapan fasilitas kesehatan dasar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan siang sebelum jumat materi Hasil Rikesdas dan pelaksanaan program PDBK.

Setelah Jumatan di Mesjid Agung Mamuju, dilanjutkan dengan diskusi yang dibagi dalam empat komisi. Malamnya mencoba mengamati dan mencatat momen-momen kedatangan Menteri Kesehatan RI Ibu Nafsiah Mboi di dalam ruang convertion Hotel dMaleo Mamuju, yang membawakan materi dan berdialog bersama dengan peserta Rakerkesda.

Ibu Menteri Kesehatan Memasuki Ruangan

JAM 19.20, Kamis malam tanggal 13 Desember 2013, Ibu Menteri memasuki ruangan, penulis duduk deretan kursi bagian samping belakang bersama teman kepala Puskesmas Matakali Kabupaten Polewali Mandar …Pak Ahmad…. yang turut diundang dalam rapat kerja ini, terdengar suara protokol “Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia, didampingi Gubernur Provinsi Sulawesi Barat bersama rombongan memasuki ruangan” mereka berjalan santai dengan sambutan beberapa pejabat yang berdiri berjejer sepanjang perjalanan menuju kursi bagian terdepan yang telah disediakan, beberapa menit kemudian terdengar suara protokol berlanjut, “menyanyikan lagu Indonesia Raya” mahasiswi dari Poltekes Mamuju terlihat mengambil tempat diatas panggung bertindak sebagai dirjen, dengan ayunan tangan memberi perintah pengantar musik untuk memulai menyanyikan lagu Indonesia Raya, suara peserta kurang lebih 400 an bersama Ibu Menkes dan pejabat Provinsi kemudian terdengar mengema dalam ruangan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, “……… Indonesia…….” terus hingga akhir lagu, …….”hiduplah Indonesia Raya…….” peserta yang tadi berdiri, bernyanyi kemudian duduk kembali.

Tampa terdengar suara protokol, muncul dari samping enam putri penari tradisional dan dua putra pemukul gendang menuju panggung menyajikan tarian,……penulis tidak mengetahui apa nama tarian ini…… tampa ada pengantar sedikit dari protokol untuk memberi nama dan mengartikan tarian ini, “sepertinya ini tarian penyambutan, cukup menghibur”  komentarku pada Pa Ahmad yang duduk disampingku. Akhir persembahan tarian, ada bentangan spanduk kurang lebih ukuran 50 x 50 cm, pada masing-masing penari, dengan tulisan yang sempat penulis lihat dan baca dari tempat duduk berjarak kurang lebih 45 meter ……”kami siap mencegah HIV”……. Para penari dengan pelan meninggalkan panggung.

Satu menit kemudian, terdengar suara protokol “Lagu Himne Kebangsaan” tampa penjelasan lebih lanjut dari protokol, peserta, …..karena mereka memakai jas almamater,…….” sepertinya ini mahasiswa Poltekes Mamuju” ungkapku dalam hati, ada dua lagu Himne kebangsaan yang mereka nyanyikan.

Setelah sajian vokal group selesai, terdengar kembali suara protokol …..”Pembacaan Doa”….. terlihat sang pembaca doa maju kepodium, dan kemudian mengajak seluruh peserta untuk menundukkan kepala dan pembacaan doa dimulai dengan cara Islam, hingga akhir bacaan “……….subhaanaka rabbika rabbil izzati ammayasifun, wassalaamu alaikum warahmatullahi wabarakatu,”

Ketua Panitia Melapor

Selanjutnya dari suara protokol terdengar,….. “Laporan Ketua Panitia Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Barat oleh Bapak dr.H.Akhmad Azis, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat”, dokter Akhmad Azis adalah, mantan kepala Dinas Kesehatan penulis ….. Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dua periode….. maju ke podium dan mulai membacakan laporannya.

“Bismillah …….. Dengan Hormat,” yang ditunjukan kepada Ibu Menteri Kesehatan dan rombongannya yang disebutkan satu persatu…. “Yang saya hormati”, ditujukan kepada Gubenur bersama rombongan, yang disebutkan satu persatu…. “Yang kami hormati”, …kepada peserta lainnya “Assalamu alaikum ….. Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semua.”

Bapak dr. H. Akhmad Azis, melaporkan ” Rakerkesdas tahun 2013 ini diselenggarakan dalam rangka mempercepat pembangunan kesehatan Provinsi Sulawesi Barat untuk dapat sejajar dengan provinsi lain di Indonesia” ungkapnya.

Dr. Akhmad memberikan laporannya lebih lanjut “Materi-materi yang dipanelkan dan dikomisikan dalam rakerkesda ini adalah pertama; Kesiapan fasilitas kesehatan dasar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kedua; Kesiapan Rumah Sakit dalam JKN. Ketiga; Percepatan pencapaian MDGs 2015 dan keempat; Hasil Rikesdas dan pelaksanaan program PDBK.”

Beberapa uraian laporan lainya pertama; Pencanangan program spesifik lokal, yaitu Taman Siola di Mamuju, Taman Siwalliparri di Polewali Mandar, Sahabat Keluarga Mamasa di Mamasa. Kedua; Sarana fasiltas pelayanan kesehatan yaitu di Propinsi Sulawesi Barat, ada 93 puskesmas terdiri dari 41 puskesmas rawat inap dan 52 puskesmas dengan puskesmas non rawat inap.

Sebelum mengakhiri laporannya, sang ketua panitia mengungkapkan, “dengan sarana dan prasarana yang ada provinsi Sulawesi Barat siap melaksanakan JKN, 1 Januari ditahun 2014, bahwa apa yang telah kami lakukan, semua karena peran dan dukungan serta inisiatif dari bapak gubernur Sulbar” ungkap ketua panitia seakan mengingatkan Gubernur Sulbar.

Bapak dr. H. Akhmad Azis, kemudian mempersilahkan sambutan dari gubernur dan juga memohon kepada Ibu Menteri Kesehatan untuk memberikan sambutan dan arahan. Turun dari podium kembali ketempat duduknya semula.

Gubernur Sulbar beri sambutan

Terdengar kemudian, Protokol mempersilakan Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Bapak Anwar Adnan Shaleh “….Sambutan Gubernur Sulawesi Barat”,… Gubernur berdiri dari tempat duduknya, memberikan hormat …… minta izin……kepada Ibu Menteri, mempersilakan, dengan langkah yang santai gubernur menuju podium, memastikan suara mikrofon berfungsi dan kemudian menyampaikan sambutannya,

“Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu, Yang saya Hormati Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia” dan seterusnya pada pejabat yang lainnya. “saya bersyukur semua Bupati hadir, Bupati Polewali Mandar, Mamuju, Majene, Mamasa, Mamuju Tengah sebagai daerah otonom baru dan wakil Bupati Mumuju Utara, ” ungkap gubernur dengan rasa bersyukur, beliau sedikit menjelaskan ketidak hadiran Bupati Mamuju Utara ” Bupati Mamuju Utara tidak hadir, yang hadir adalah wakil Bupati karena masih menemani kehadiran ketua DPR RI di Kabupaten Mamuju Utara”…

Para peserta yang hadir, Gubernur mengungkapkan “yang saya banggakan peserta Rakerkesda, indah pertemuan, yang paling indah pertemuan ini karena dihadiri oleh Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia, saya kira pertemuan ini jarang terjadi, dihadiri para Bupati, pejabat Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa dan para pejuang-pejuang kesehatan yang bekerja ditingkat desa.” Ungkapnya, …. ” saya juga sangat bersyukur karena selama terbentuk Sulbar baru kali ini dikunjungi Menteri Kesehatan, dan ini adalah yang kedua kalinya” ….. terdengar tepuk tangan peserta bergemuruh mendengar ungkapan sang gubernur, beliau kemudian melanjutkan sambutannya “……. daerah ini telah banyak melaksanakan kebijakan kesehatan dan telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik, satu lagi kebijakan yang akan dilaksanakan adalah sistem jaminan kesehatan nasional dan BPJS, merupakan amanat yang akan kami sukseskan demi perbaikan kesehatan masyarakat Sulawesi Barat” ungkap sang gubernur, “kebijakan yang telah dilaksanakan tentunya sesuai dengan Undang-Undang dan kemampuan Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa, kami laporkan, tahun 2013 masyarakat miskin sebanyak 643.000 jiwa atau sekitar 53 % dari jumlah penduduk Sulawesi Barat, sementara yang tidak mampu sebanyak 299.000 jiwa atau sekitar 33%, provinsi ini adalah Provinsi termuda untuk melaksanakan uji coba JKN oleh BPJS ditahun 2013, sehingga kami yakin, benar-benar, sungguh-sungguh dapat diimplementasikan apa yang telah menjadi program Nasional”, Ungkap sang gubernur dengan semangat, dan beberapa ungkapan lainnya yang mengharapkan seluruh peserta dapat mengambil bagian dalam menyuseskan program JKN di Sulawesi Barat.

Akhir dari sambutan, Gubernur kemudian mempersilakan ibu Menteri Kesehatan untuk memberikan sambutan dan arahannya. ” apa yang terbaik dalam implementasi JKN diharapkan dapat dijelaskan oleh Ibu Menkes”, tidak lupa Gubernur membuka secara resmi acara “akhirnya atas izin Menkes, perkenangkan, jumat tanggal 13 Desember 2013 jam 20.15, saya buka dengan resmi Rapat Kerja Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, semoga bisa berjalan dengan baik dan sukses”. Tepukan tangan hadirin mengema, setelah mengucapkan salam, Gubernur turun dari podium, terdengar suara protokol ” Penandatangan Kerja Sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan BPJS Provinsi Sulawesi Barat tentang pelaksanaan JKN antara Gubernur dan kepala BPJS” kemudian dilanjutkan dengan Para Bupati dan BPJS 5 Kabupaten yang ada di Sulawesi Barat. Ada juga penyerahan donasi dari BNI Makassar kepada Dinas Kesehatan atas keberhasilan beberapa program kesehatan yang dilaksanakan selama tahun 2013.

Ibu Menkes Berdialog

Beberapa menit setelah penandatanganan kerja sama dan penyerahan donasi, terdengar kembali suara protokol “sambutan dan arahan dari ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia” Dari tempat duduk sang menteri, berdiri, berjalan menujuh podium, membuka salam, mengungkapkan hormat kepada peserta yang hadir, kemudian mengajak seluruh peserta…. “mari kita bersama-sama membangun kesehatan di Sulawesi Barat, kita semua dan seluruh masyarakat Sulbar untuk selalu sehat, proaktif, berpikir, berjuang karena kita adalah pejuang untuk bersungguh-sungguh membangun Sulawesi Barat” arahan disambut dengan tepuk tangan yang bergemuru dalam ruang peserta yang hadir. Sambutan kemudian beralih ke penyajian Materi dengan judul “Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan JKN” yang dibawahkan sendiri oleh Ibu Menteri Kesehatan. Beberapa catatan ringan penulis isi materi untuk pembelajaran adalah IPKM Sulbar pelan tapi pasti telah bergerak kearah yang baik, hanya ada sedikit catatan tentang penggunaan dan BOK, disebutkan oleh menteri Kesehatan berdasarkan data riskesdas

….”di Sulawesi Barat, sebelum ada dana BOK cakupan program terutama status gizi kurang rendah, setelah ada dana BOK prevalensi gizi kurang mengalami kenaikan dari 20 % menjadi 29%,” Komentar Ibu Menkes, disertai tampilan slide powerpoint pada dua LCD proyektor yang terpajang lebar 5×5 cm sudut kanan-kiri ruang Convention, kemudian mengajukan pertanyaan …”ini, bagaimana Sulbar, tiap puskesmas 100 juta resapan dana baik, tapi kinerja kurang baik?…

Terlihat hampir seluruh peserta diruangan saling berbisik pelan antar sesama menyimak pernyataan Ibu Menteri, …….“Memang.! ada yang salah!“……penulis turut berbisik, memperdengarkan pa’akhmad yang berada disampingku, —- pak akhmad hanya tersenyum—- Setelah kurang lebih 45 menit menyajikan materi, acara kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama ibu menteri, dipimpin oleh Gubernur dan didampingi oleh kepala Dinas Kesehatan.

Bupati Polewali Mandar, memberi laporan dan permintaan

Karena waktu sudah menjelang malam, bapak gubernur hanya lebih memprioritaskan Para Bupati untuk memberikan laporan, pertanyaan dan permintaan serta dukungan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan kesehatan di 6 Kabupaten di Sulawesi Barat. Diantaranya dari Bupati Polewali Mandar Bpk Alibaal Masdar ….” Ibu menteri yang saya hormati, assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu, saya laporkan, di Polewali Mandar RSUD polewali, kami sudah BLUDkan, Insya Allah Tahun 2015 sudah mandiri 100%, mempunyai 15 dokter spesialis, dan ada 27 dokter calon dokter spesialis yang sementara mengikuti pendidikan, RSUD Polewali ini, oleh Pemerintah Provinsi telah ditetapkan sebagai pusat rujukan untuk Kabupaten Majene dan Mamasa”….. bapak Alibaal berhenti sejak kemudian melanjutkan permintaan….. ” Kabupaten Polewali Mandar bila tidak ada halangan akan memiliki daerah otonomi baru yaitu Kabupaten Balanipa, kami mengharapkan ada bantuan berupa pembangunan baru Rumah Sakit Pratama, lokasinnya telah siap, mengenai pelaksanaan JKN selain Rumah Sakit, 20 Puskesmas yang ada, telah memiliki SDM Kesehatan dan fasilitas pendukung, sehingga kami dapat nyatakan mulai 1 Januari 2014 Polewali Mandar Siap Melaksanakan JKN,” ……. Menteri Kesehatan menanggapi semua laporan, pertanyaan, permintaan dan dukungan dari kelima bupati, dan telah menjadi catatan pimpinan dan staf Dirjen Kemenkes RI yang ikut bersamanya.

Jam 23.00 acara berakhir dengan sajian 2 lagu vokal group trans jender,…group bencong….bahwa mereka berkomitmen untuk mencegah penularan HIV di Sulawesi Barat.

————————-

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: