Bag. 2. Di Bogor, Mengikuti Pelatihan Tehnis Profil Kesehatan

Polewali Mandar Sulawesi Barat @ arali2008,— Saya di Bogor, di hotel Amaroossa, mengikuti pelatihan Tehnis Profil Kesehatan, tertanggal 29 November – 1 November 2013, Beberapa proses pembawaaan materi di sajikan dalam blog ini, salah satunya adalah  materi yang dibawakan Ibu Sabarinah Prasetyo dari Universitas Indonesia FKM Jurusan Statistik Kesehatan, Menyajikan Materi Penyajian Data dengan  dua sub materi Penyajian data dengan tabel dan grafik dan sub materi penyajian data yang efektif, ia memulai dengan beberapa pernyataan para pakar tentang penyajian data statistik .

 There are three kinds of lies: lies, damned lies and statistics.Twain attributed this to B. Disraeli
It has long recognized by public men of all kinds … that statistics come under the head of lying, and that no lie is so false or inconclusive as that which is based on statistics.H. Belloc
Figures don’t lie, but liars figure.Samuel Clemens (alias Mark Twain)
If your experiment needs statistics, you ought to have done a better experimentErnest Rutherford
 
Arti lepasnya :
Ada tiga jenis kebohongan : Kebohongan, Kebohongan Terkutuk dan Statistik. – Twain attributed this to B. Disraeli
Telah lama diakui oleh orang-orang umum dari berbagai pihak … bahwa statistik berada di bawah kebohongan, dan bahwa tidak ada dusta yang begitu palsu atau tidak meyakinkan seperti apa yang ada pada statistik. – H. Belloc
 
Angka tidak berbohong, tapi pembohong mencari. – Samuel Clemens (alias Mark Twain)
Jika percobaan Anda membutuhkan statistik, Anda harus melakukan percobaan yang lebih baik – Ernest Rutherford

Sabarina yang dipanggil bu Rina kemudian menjelaskan arti kata Penyajian  yang berhubungan tampilan data  adalah  SIMPULAN CEPAT, penyajian data bisa dalam bentuk tabel dan grafik, penyajian dalam bentuk tabel lebih diarahkan pada cara mengola data yang disajikan dalam 3 bentuk tabel yaitu (1) tabel sebaran frekuensi, (2) tabel ringkasan dan (3) Tabel silang. Sedangkan penyajian dalam bentuk grafik diarahkan pada bentuk gambar yang memperlihatkan jenis grafik berdasarkan skala variabel. Baik tabel maupun grafik akan dengan cepat menyimpulkan perihal data yang tersajikan.

Bentuk penyajiannya tergantung dari  skala variabel dari data yang terkumpul. Data yang mempunyai satu skala variabel yaitu numerik  maupun kategorik,  berbeda dalam hal penyajian datanya, untuk skala variabel numerik, grafiknya dalam bentuk Histogram, Stem & leaf,  dan Box-Plot. Untuk skala variabel kategorik disajikan  dalam bentuk diiagram balok, diagram Binka/ Pie

Sedangkan data yang mempunyai 2 skala variabel dari data yang terkumpul berupa data numerik dapat disajikan dengan grafik tebar. Data numerik dan kategorik dapat disajikan dengan grafik Box-plot. Data kategorik-kategoril dapat disajikan dalam bentuk diagram balok. Trend – Kategorik(waktu) dapat disajikan dalam bentuk diagram garis.

Penyajian Data Dalam Tabel dan Grafik

Penyajian Data dalam tabel bersifat Self explanatory (red : cukup jelas) dengan beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah Judul harus menjawab What —- angka apa yang dilihat dalam sel pada tabel—-, Where dan When, judul tabel  selalu berada di atas tabel berbeda dengan Judul grafik  dapat diletakan pada di atas atau di bawah grafik.

Selengkapnya  bagian-bagian tabel adalah

  • Judul. Letak di atas tabel. Ada nomor tabel. Judul merujuk ke angka yang disajikan. Jelas, singkat, what, when, where
  • Stub (red: Bagian Keterangan)  : Kolom paling kiri, termasuk kepala kolom tersebut. memberi keterangan terinci tentang gambaran tiap baris.
  • Box head (red Judul Tabel): Termasuk kepala kolom.  Memberi keterangan terinci tentang gambaran tiap kolom
  • Body (red : isi tabel)  : Berisi angka-angka
  • Catatan kaki  : Keterangan angka, satuan, sumber,  dan lain-lain

Jenis Tabel terdiri dari  (1) Tabel Induk (Master/General Table) yang menyajikan data terinci dan lengkap,  (2) Tabel Distribusi Frekuensi hanya menyajikan data distribusi dan frekwensi, termasuk didalamnya juga dalam bentuk tabel ringkasan yang berisi  ringkasan dari  beberapa data variabel yang diukur Dan yang terakhir (3) Tabel Silang mengambarkan kasus tertentu menurut variabel-variabelnya, pada tabel silang ada analisis presentase dan yang menarik dapat  dirancang sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian ( kohort-prospektif,  kasus-kontrol, potong melintang (cros seksional)

Ibu Rina kemudian memberikan beberapa contoh penyajian tabel dan grafik diantaranya : Pie Diagram,  Scatter plot, Grafis garis, X-Chart yang memperlihatkan batas atas, batas bawah dan nilai rata-rata, Histogram,

Ibu Rina kemudian sedikit memberikan penekanan penjelasan tentang penggunaan grafik Poligon,  harus memperhatikan :

  • Permukaan area frekuensi poligon sama luasnya dengan histogram
  • Melihat pola sebaran frekuensi
  • Identifikasi titik-titik tengah kelas interval di bagian atas tiap bar pada histogram. Hubungkan titik-titik sehingga membentuk garis inilah yang disebut frekuensi poligon
  • Frekuensi poligon harus tertutup di kedua ujungnya.

Penyajian Data yang Efektif.

Profil Kesehatan  yang dibuat oleh Kabupaten/Kota setiap tahunnya setidaknya dapat memberikan gambaran situasi kesehatan masyarakat di kabupaten /kota tersebut.  Digunakan untuk  pengambilan keputusan dalam memantau dan mengevaluasi serta mengenali masalah kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan meningkatkan pemerataan akses ke pelayanan kesehatan. Data dan informasi dalam profil kesehatan telah membuat sejumlah data  sekaligus juga Informasi, Data perlu untuk  disajikan agar dapat memberi simpulan informasi. data harus disajikan dengan efektif. Demikian kata-kata pembuka dari ibu Rina ketika memulai materi Penyajian Data Yang Efektif.

Penyajian data yang efektif dapat dilihat dari  : Cepat dapat memberikan kesimpulan, Deskripsi kesehatan saat ini, membandingkan dengan target Program atau Angka Nasional,  data-data Person berupa Gender,  Umur. Data Sosial Ekonomo, Waktu yang lalu  atau Kecenderungan,

Area lainnya adalah Ringkasan/ Summary, Sesuai dengan kerangka penyajian/ konsep, deskripsi pola berdasarkan nilai numerik yang diamati,  berurut:  besar ke kecil, atau sebaliknya, mulai dengan pesan apa yang ingin disampaikan, kemudian rancang cara penyajiannya

Yang terpenting  juga adalah  pengorganisasian data dengan langka-langka sebagai berikut

  1. Lihat secara spesifik dengan mengajukan pertanyaan Which is high?…apa yang tinggi ? dan How much high is? Dan berapa banyak yang tinggi ?
  2. Kemudian Urutan data ditata sesuai:
    1. Alfabet
    2. Urutan sesuai item pengumpulan data
    3. Empiris: descending (Tinggi ke Rendah) atau Ascending (Rendah ke Tinggi)
    4. Teoritis
  3. Rancangan Tabel dan grafik
    1. Judul tabel di atas, direkomendasikan diletakkan di pinggir kiri
    2. Judul grafik bisa di atas atau di bawah
    3. Huruf judul dapat dibuat berbeda (jenis font dan ukuran), dan dapat ditebalkan
  4. Rancangan Tabel dan Grafik dengan penggunaan warna
    1. Tidak harus tabel dan grafik selalu diwarnai
    2. Fokus pada tujuan  bukan dekoratif
    3. Pertimbangan ekonomis
    4. Buta-warna
    5. Skala variabel
    6. Warna untuk dana nominal warna bisa berbeda-beda tetapi data untuk ordinal dan interval warnanya harus berurutan

Penulisan TEKS dalam penyajian data efektif harus dengan kalimat yang baku (SPOK = Subjek, Predikat, Objek, Keterangan), mudah untuk menjelaskan POLA yang terbentuk,  bila sulit untuk organisasikan angka, tulis dengan huruf  bila angka  dibawah  nilai sepuluh (< 10), angka yang diungkap dengan teks tidak lebih dari empat item berangka.

Sementara penyajian TABEL  data yang efektif  harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut

  1. —Dapat sajikan banyak angka / numerik
  2. Terinci, dan presisi angka
  3. Tak perlu bingkai setiap sel angka
  4. Self explanatory – Kaidah tabel
  5. Tabel rinci – bisa diletakkan di appendix
  6. Jangan pakai output komputer —Sulit untuk lihat POLA

Dan untuk penyajian GRAFIK harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut

  1. —  Dapat sajikan banyak angka, namun demikian sangat sulit untuk melihat angka spesifik
  2. —  disajikan sesederhana mungkin
  3. —  Self explanatory
  4. —  Mudah untuk lihat POLA  (Trend, Perbandingan, hubungan)

Dari penjelasan  materi  PENYAJIAN DATA —– terdiri dari sub materi  Penyajian data  tabel-grafik, dan Sub Materi Penyajian Data Yang Efektif——  Ibu Rina menyimpulkan : Bahwa dengan penyajian data  akan menghasilkan kesimpulan yang tepat , Ingat jangan menyebabkan kesimpulan keliru, skala harus seimbang antara absis dan ordinat,  Dimensi 3 atau tiga dimensi selalu menyajikan  3 variabel, Warna  harus kontras,  Hitam dan putih dan Polos dan bergaris arsir. Ingat!? …… bu rina mengingatkan …………kesimpulan yang efektif cepat selalu memperlihatkan POLA trend-kecenderungan, perbandingan dan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.

Sebelumnya Baca : Di Bogor, Mengikuti Pelatihan Tehnis Profil Kesehatan

—————————-

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: