Di Makassar; Lokalatih Panitia Kemitraan (PAKEM) Regional II Program PAMSIMAS II Tahun 2013

Makassar Sulawesi Selatan@arali2008.  Di Grand Clarion Hotel & Conventional Makassar,  jalan AP Pattarani Nomor 3 Makassar Sulawesi Selatan mengikuti “Lokalatih Panitia Kemitraan (PAKEM)  Regional II Program PAMSIMAS II Tahun 2013” dari tanggal 6-9 November 2013.

Dari Polewali hari Rabu tanggal 6 jam 12 00 naik mobil travel tujuan langsung ke hotel Clarion Makassar tiba jam 19.30,  sejam kemudian setelah jamuan makan malam yang disajikan bersama di dalam ruang pertemuan, acara pembukaan dimulai dengan, protokol, laporan panitia dan materi pengantar Peran POKJA Nasional dan Daerah dalam program Pamsimas II.

Bapak Eko Wiji, dari Pokja AMPL Nasional setelah membuka acara  dan langsung membawahkan materi mengatakan “Program PAMSIMAS bukan saja  membangun fisik tetapi juga membangun filosofi; membangun masyarakat yang berkelanjutan, dimana peran pokja adalah  penggerak, koordinator, advokasi dan focal point”, ungkapnya dengan memberikan penekanan subtansi dari adanya program PAMSIMAS di Indonesia. Dijelaskan bahwa cakupan PAMSIMAS  Pertama telah dilaksanakan di 96 kabupaten dan pada PAMSIMAS II akan dilaksanakan  di 124 Kabupaten baru termasuk Kabupaten Polewali Mandar dimana tempat penulis bekerja dan juga ditunjuk sebagai salah anggota dari 9 anggota Panitia KEMITRAAN Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

Setelah acara diskusi dan tanya jawab dari materi pengantar Acara pembukaan dan pengantar Materi akhirnya  selesai pada jam 22.00 WITA. Peserta yang terdiri dari Propinsi Kalimatan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara, sebagian menikmati jamuan snack malam hari sebagian juga meninggalkan ruangan pertemuan, masuk kamar yang  ditempati 2 peserta, istirahat tidur agar  besok harinya dapat mengikuti acara lokalatih dengan nyaman dan segar.

Hari Kamis, 8 November 2014 hari kedua lokalatih.

Hari kedua lokalatih, peserta yang sebelum telah dibagi menjadi 4 kelas,  Kabupaten Polewali Mandar  berada di kelas A beserta 2 kabupaten Lainnya yaitu  Kutai Barat (Kaltim), Bone (Sulsel) dan Polewali Mandar (Sulbar) dengan pemandu (fasilitator) sdr. Suyanto dan sdri. Sarinah.

Materi pada hari kedua di sessi pagi hari adalah

  • Belajar bersama yang menguraikan kesepakatan antara pemandu (fasilitator)  dan peserta yaitu mitra belajar, orientasi belajar, kontrak belajar dan pre test
  • Pemberdayaan manusia dan pemberdayaan sejati yang menguraikan  hal-hal tentang paradigma (Red; Kumpulan dari nilai-nilai yang membentuk citra subjektif induvidu) tentang pembangunan manusia, konsep pemberdayaan sejati.

Sebenarnya materi sudah ada pada slide powerpoint,  oleh Sdri Sarinah (red. Pemandu lokalatih) mengewalinya dengan diskusi, mengali apa yang telah ditahu oleh peserta dan kemudian membandingkan dengan materi yang telah ada — telah disiapkan— dan kemudian sebagai mitra belajar menyepakati point-point penting dari  sub-sub materi.

“orang-orang yang berdaya  adalah orang-orang yang memiliki pendidikan (baca : terdidik  formal maupun non formal), memiliki mental dan materi untuk dapat memberdayakan dirinya, orang lain dan lingkungan di sekitarnya, Orang-orang yang berdaya ini kemudian menjadi konsep dari pembangunan manusia sebagai paradigma pemberdayaan sejati”

Untuk dapat membedakan orang-orang yang berdaya ini yang selanjutnya nyatakan sebagai pemberdayaan sejati, dapat dilihat dari hasil diskusi tentang pemberdayaan orang-orang (manusia) dan pemberdayaan hewani. Pemberdayaan manusia akan berakhir  orang-orang yang terdidik, bermental dan bermateri yang dapat digunakan untuk dirinya, orang lain dan lingkungan disekitarnya. Sementara pemberdayaan hewani  akan tetap berakhir dengan peningkatan kepekaaan naluri hewani, kuat untuk dapat bertahan hidup dari bahan dan materi yang disediakan oleh alam.

Materi pada sessi siang dan sore hari  setelah Ishoma (istirahat sholat dan makan siang) adalah Pengenalan program PAMSIMAS, Tugas dan Tanggung jawab PAKEM dan Pemilihan desa dan proposal desa dalam program PAMSIMAS,.

Pengenalan program Pamsimas II yang berisi hal-hal yang harus diketahui dan difahami pada program Pamsimas. Yaitu yang berisi 3 (tiga) modul utama yaitu modul perluasan, pengembangan dan optimalisasi. Fasilitator (sdr. Suyanto) yang memjelaskan materi ini memberikan kasus untuk didiskusi, menetapkan desa yang dikategorikan  desa perluasan, desa pengembangan dan desa dengan optimalisasi.

Desa dengan perluasan adalah desa yang ada sumber airnya dapat dilakukan perluasan untuk pengadaan SPAMnya (Sistem penyediaan Air Minumnya). Sedangnya Desa dengan Pengembangan adalah Desa dengan sumber air minumnya, telah miliki SPAM dan  beroperasi dengaan baik dan dapat direncanakan untuk dikembangkan penambahan cakupan penerima manfaatnya. Sementara  Desa optimalisasi adalah desa yang sudah ada SPAM dengan sumber airnya namun operasional jaringan-jaringan SPAM ke penerima manfaat rusak, memungkinkan untuk diperbaiki dan dikembangkan bagi penerima manfaat yang baru.

Materi tugas dan tanggung jawab Panitia Kemitraan (PAKEM) yang berisi penjelasan dan diskusi tentang  tugas dan tanggung jawab PAKEM sebagai penganti atau pembantu kerja dari Pokja Pamsimas Kabupaten dilakukan secara berurutan.

Kabupaten Polewali Mandar dalam program Pamsimas II akan mendapat alokasi 10 desa,  8 (80%) desa dengan sumber dana APBN dan 2 (20%) Desa sebagai pendampingan bersumber APBD. Baik dana APBN dan APBD pengelolaan di bagi berdasarkan ; dana bersumber  APBN/APBD 80 %,  dan 20 %  Bersumber dari masyarakat (In Cost 4 % dan In kind 16%).

Tata-cata pemilihan desa, sosialisasi dan pengajuan proposal, penerimaan dan pembukaan proposal, Materi ini telah mempunyai pedoman tehnisnya sehingga hanya diberikan dalam bentuk pengenalan  dengan penjelasan setiap-setiap bagiannya.  materi ini sebenarnya dijadwalkan malam hari, diselesaikan pada waktu sore hari menjelang maggrib. Malam diisi dengan istrirahat.

Hari Jumat, 9 November 2014 hari kedua lokalatih.

Materi-materinya adalah Verifikasi proposal, penyusunan rekomendasi daftar pendek desa/kelurahan sasaran, proses penyusunan  Rencana Kerja Masyarakat dan evaluasinya serta materi Monitoring dan evaluasi program PAMSIMAS. Malam harinya membuat Rencana Kerja Tindak Lanjut program PAMSIMAS tahun 2014  dan post test serta  review dan evalusi penyelenggaraan Lokalatih

Lingkup Tugas PAKEM Panitia Kemitraan sebagai perpanjangan tangan dari Pokja AMPL Kabupaten terdiri dari

  1. Membantu Pokja AMPL dalam sosialisasi pamsimas ke desa dan kecamatan
  2. Melaksanakan seleksi dan verifikasi proposal desa
  3. Menyusun daftar pendek (short list) desa sasaran pamsimas berdasarkan hasil seleksi dan verifikasi proposal desa dan menyampaikannya kepada Ketua Pokja AMPL
  4. Melakukan koordinasi dengan DPMU antara lainnya dalam hal sinkronisasi rencana kerja tahunan (annual work plan), evaluasi RKM, evaluasi dan pelaporan kemajuan kegiatan dan keuangan pelaksanaan Pamsimas, memfasilitasi penyelesaian/penanganan pengaduan masyarakat sehubungan dengan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Pamsimas
  5. Merekomendasikan perubahan kebijakan terkait perbaikan pengelolaan pamsimas kepada ketua pokja AMPL
  6. Menyusun laporan evaluasi triwulan  kemajuan kegiatan dan keuangan  dan membantu pokja AMPL dalam pembinaan  penyelenggaraan  baik dalam perencanaan, penggangaran, pemantauan dan evaluasi

Yang jelas tujuan adanya pamsimas adalah dengan sumber air masyarakat dapat mengaksesnya, dapat membuang hajat (BAB) pada tempat jamban yang memenuhi syarat oleh karenanya harus disediakan fisik jamban dan rancangan perubahan perilaku “tidak membuang hajat disembarang tempat”, sehingga. masyarakat tidak lagi mengalami kesakitan dan kematian akibat diare.

Antara Filosofi Pamsimas dan KKM… ?

Penulis masih sedikit penasaran dari  pemahaman yang dikemukakan Bpk Eko Wiji Parwanto dari Pokja AMPL Nasional bahwa filosofi PAMSIMAS II adalah “membangun masyarakat yang berkelanjutan” dan kemudian dilanjutkan oleh pemandunya (fasilitatornya) bahwa “Filosofi PAMSIMAS adalah Partisipatif, Akuntabilitas, Akurat,” sepertinya belum menyentuh secara menyeluruh pola pemikiran penulis,   KKM (singkatan dari Kelompok Keswadayaan Masayarakat)  adalah subjek ataupun objek dari filosofi dari PAMSIMAS ini selama lokalatih kurang terurai dengan jelas. Yang terurai hanyalah  mekanisme  pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh pemerintah, konsultan, koordinator dan fasilitator termasuk yang akan dilakukan oleh Panitia Kemitraan (PAKEM), Peran dari KKM masih hanya sebagai “OBJEK” untuk menjastifikasi adanya proposal yang dibuat oleh tim desa, Pembuatan Rencana Kerja Masyarakat (RKM), melaksanakan kegiatan yang dibebankan pada unit-unit yang dibentuk (Unit tehnis, unit yuran, Unit pemeliharaan dan unit lainnya), dan kemudian dimasukan dalam struktur Organisasi KKM. Penulis berpikir, ada tidaknya KKM alias Kelompok Swadaya Masyarakat atau biasa juga disebut Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) program akan tetap berjalan maksudnya adalah  tampa adanya KKM program PAMSIMAS akan tetap berjalan karena  telah dilaksananaua oleh unit-unit yang dibentuk sendiri oleh program dan dibawah tanggung jawab pemerintahan desa.

Penutupan

Akhir dari “ Lokalatih Panitia Kemitraan (PAKEM)  Regional II Program PAMSIMAS II Tahun 2013”  penutupan yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 9 November 2013 jam 10 Pagi dihadiri oleh Ketua Tim Pemandu Nasional dan Propinsi (Bpk Sugeng) yang juga memberikan laporan penutupan, semua peserta dari  5  Propinsi ; Kalimatan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara, …… ada Pesan dan kesan dari perwakilan peserta laki-laki dan perempuan………  PPK PAMSIMAS yang memberikan sambuatan sekaligus menutup acara. “Inti dari Kerja PAKEM adalah Pemilihan Desa, jika pemilihan Desa salah maka tahapan selanjutnya dapat dipastikan akan menemui banyak masalah dan akan berakhir dengan kegagalan pelaksanaan program, oleh karena adanya tiga faktor yang harus difahami oleh PAKEM, pertama pengetahuan dan pemahaman  selama proses Lokalatih harus terus ditingkatkan, Kedua ; Komitmen pelaksanaan program untk dilaksanakan dengan baik dan benar yang menjadi  nilai utama dan Ketiga adalah Koordinasi  internal dan eksternal dari PAKEM harus selalu menjadi perhatian dalam memajukan dan menyelesaikan setiap pelaksanaan kegiatan.” Ungkap, PPK Program PAMSIMAS Sulawesi Selatan yang mewakili Ketua Pokja AMPL PAMSIMAS Sulawesi Selatan. Sebelum bubar ada pembacaan doa,  …… SEMOGA KEGIATAN INI KHUSUSNYA PARA PAKEM DAPAT MELAKSANAKAN  TUGASNYA   DENGAN BAIK DAN BENAR…… setelah selesai pembacaan doa, Penulis dan peserta lainnya Chek Out dari Hotel Clarion Jam 12.00.

——————

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: