Di Kursi dan Sofa Hotel d’Maleo Mamuju

Selasar Hotel dMaleo

Lorong antar Kamar Hotel D’Maleo and Convention Mamuju Propinsi Sulawesi Barat

Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.@arali2008.  Dari pertemuan e-renggar ke pertemuan sosialisasi RKAKL Program Gizi dan KIA, meninggalkan pekerjaan rutin kantor dan keluarga.  Teman-teman dari Instansi lain Beppeda meminta segera koordinasikan dokumen rencana kerja program kegiatan  tahun 2014 maupun tahun 2013 yang sementara dilaksanakan, penulis tidak bisa berbuat banyak, karena berada di luar kota, tugas luar, tidak berada di kantor, tetapi mengikuti Pertemuan e-renggar dari senin-rabu 23-25 September selanjutnya jeda satu hari ikut pertemuan sosialisasi RKAKL Gizi-KIA Kamis-Sabtu 26-28 September2013 di Mamuju. Jeda sehari semalam, inap di rumah staf Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Barat Muh. Shaleh. Penulis, hanya bisa melihat, seperti sepenggel cerita, di kursi pertemuan dan sofa lobi di Hotel d’Maleo and Convention Mamuju, kategori bintang 3, Provinsi Sulawesi Barat.

“ia di ruang lobi lantai bawah, mengambil koran harian radar mandar, duduk di sofa lobi, menunggu sambil membaca koran, dengan berita yang cukup hangat “ Gubernur Akan Membangun Rumah Sakit Bertaraf Internasional dengan Nilai Investasi 200 milyar” @arali berpikir sedikit keras, …. Kapan investasi kembali !?” Pusing dibuatnya.

Dia, Arsad Rahim Ali biasa dipanggil Asad, di dunia blogger dipanggil @arali, diantara ruang pertemuan Hotel DMaleo Mamuju, Lantai dua, sambil melangkah ringan, dengan tas ransel tergantung dipunggung, berisikan  beberapa lembar pakaian, dan laptop, sambil terus berjalan melihat jam pada telepon genggamnya, tepat jam 10 pagi, kamis, September 2013,  berhenti di pintu ruang pertemuan tertulis, CAMAR Bina Gizi-KIA, membuka pintu dengan pelan,  melihat keseluruhan ruangan, belum ada panitia apalagi peserta pertemuan, @arali termenung sejenak, dan kemudian mengambil kursi sebelah kiri, duduk seorang diri, ditemani deretan meja dan kursi pertemuan membisu, sedikit galau, perasaan kurang nyaman,  @arali membuka laptopnya dan menulis tulisan ini, untuk mengikuti pertemuan Sosialisasi RKAKL Gizi dan KIA Tahun Anggaran 2014 Tingkat Provinsi, sebagaimana yang tertulis pada spanduk yang sudah terpasang di dinding depan ruang pertemuan.

Sehari sebelumnya @arali,  yang sementera mengikuti pertemuan e-enggar di Mamuju, dari senin hingga rabu, dihubungi Pimpinan via telepon genggam, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, drg. Hj. Nurwan Katta, MARS, untuk mengikuti pertemuan tingkat propinsi, Kamis, jam 10 pagi pembukaannya. Untuk memastikan pertemuan tersebut @arali menghubungi staf lainnya Bu Yunida, melalui telpon genggamnya;

“ Asalam “alaikum bu yunida‘ katanya setelah telepon tersambung, “Saya baru saja ditelpon Kadinkes, tentang pertemuan besok yang akan dibuka jam 10 pagi dan Cek ini jam 13.00 wita,”

bu Yunida menjawab, “Ya!? Pa’asadkan sudah di Mamuju tidak usah Pulang, langsung saja besoknya ikut pembukaannya jam 10 pagi”, OK!!” jawabnya, @arali pun mengiyakan dan menutup telpon genggamnya.

Pagi ini jam 10 pagi telah lewat 30 menit, belum ada seorangpun yang hadir. @arali kembali mengingat sehari sebelumnya ketika bu Yunida mengirimkan SMS contak person pertemuan. Dia @arali menelpon ;

“ Hallo… saya asad, ini bu dewi yach !

terdengar jawaban “yach!? diseberang telepon,

 “yach kenapa!?”.

@arali kemudian bertanya kepadanya “ besok ada pertemuan sosialisasi, pembukaannya jam 10 pagi, cek in jam 1 siang, apa tidak salah?,

bu dewipun menjawab, “oh ya salah pak, cek innya jam 10 pagi pembukaanya juga jam 10 pagi.

@arali kembali bertanya “untuk hadir pembukaan jam 10 pagi, peserta harus berangkat malam, apa bisa cek ini jam  malamnya?. Bu dewi sang kontak person menjawab, “tidak bisa pak! Cek innya jam 10 pagi dan langsung acara pembukaanya” @arali pun menjawab “ oh gitu” yaa sudahlah kalau gitu, terima kasih, salaam” sambil menutup telepon genggamnya.

@arali yang sudah sering mengikuti pertemuan di hotel d’Maleo, sedikit mengeleng-geleng kepalanya, ia hanya mengingat bahwa mulainya cek in dan cek out di hotel ini, jam 13.00, sebagai hitungan satuan satu hari inap, bila cek in dimulai jam 10 pagi, itu artinya sudah masuk dalam hitungan satu hari yang telah dimulai sehari sebelumnya, tetapi dalam hal pertemuan ini, tidaklah mungkin karena panitia pertemuan akan mengalami kerugian, tidak sesuai dengan cost biaya pertemuan selam 3 hari, kamis-sabtu.

Masih dalam ruang pertemuan, sudah 45 menit berlalu dari jam 10 pagi, masih tetap belum ada panitia apalagi peserta. Tiba-tiba telepon genggamnya berdering. @arali tampa berpikir panjang langsung  menekan tanda terima “ yach Hallo,” rupanya staf Bappeda Polewali Mandar melalui telepon kantornya “Pa’asad dokumen renja dinkes tahun 2014 dan 2013 tolong dibawah sekarang, mau dikirim ke Pusat” jawabnya. “Aduh! bagaimana yach!?, saya sementara di Mamuju, “Tolong pa asad”, pintanya, asadpun menjawab “ kalau yang tahun 2014 sudah ada sama kepala bidang ta, coba diminta, kalau yang tahun 2013 harus di edit dulu,” ok kalau gitu, cepat yach !?, pintahnya diseberang telepon.

Di dalam ruangan seorang diri, @arali mulai kurang nyaman, dia kemudian menelepon sang kontak person bu Dewi, telepon berdering sampai bunyi terakhir nada panggil, baru kemudian terespon “ Hallo, saya Asad peserta pertemuan sudah berada di ruangan, katanya jam 10 pagi pembukaanya, mengapa belum ada panitia dan peserta lainnya” bu dewi sang kontak person hanya menjawab “cek ini dulu pak! di resepsionisnya”. “oh gitu” dijawab dengan singkat oleh @arali dan kemudian menjawab penjelasannya “jadi pembukaan belum,”  sang contok person tidak bisa menjawab ia hanya menyarankan untuk cek in dulu di bagian resepsionist.

“Yaach…!? sambil mengucapkan yaa sedikit galau, dengan terpaksa @arali, menulis dilaptopnya, dan kemudian menutupnya, sebelum berdiri meninggalkan tempatnya pergi ke resepsionist. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, panitia dan Kepala Bidang Gizi dan KIA Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dr Hj. Hamsiah dipanggil dr Cia, masuk ;

Ibu dewi panitia sekaligus juga panitia menyampa, “eeee pak asad” disambut juga dengan sapaan dr.Cia. “Ini semua maunya mantan kepala dinasnya pa’asad, jam 10 pembukaannya, eeh berangkat ke jakarta malamnya”. Ocehan dr. Cia. “Yaaa gitulah!?” sambut @arali

@arali pun keluar, pamit kepada panitia dan sang kepala bidang, dr. Cia, “Saya ke Resepsionist dulu, mau cek in.” Ungkap @arali dan kemudian keluar meninggalkan ruang pertemuan. Ia tidak langsung melapor pada resepsionist karena waktu cek ini belum menunjukkan jam 13.00, ia di ruang lobi lantai bawah, mengambil koran harian radar mandar, duduk di sofa lobi, menunggu sambil membaca koran, dengan berita yang cukup hangat “ Gubernur Akan Membangun Rumah Sakit Bertaraf Internasional dengan Nilai Investasi 200 milyar” @arali berpikir sedikit keras, “penduduk mamuju dan sekitarnya hanya 300 ribuan, yang sakit 15 %  atau sebesar 45.000 pasein, yang sakit dengan rawat inap 2 % atau sebanyak 900 pasien pertahun, pendapatan rumah sakit satu-satunya dari biaya cost per pasien kurang lebih sebesar 2 juta, didapat 1.8  milyar  pertahun, kurangi biaya operasional 40 %, atau sebesar 720 juta, sisanya sebesar 1.08 milyar pertahun, 15 tahun  baru kembali investasi…..sejak itu juga gedungnya sudah rusak,  pasien yang rawat inap sudah tidak produktif lagi… Kapan investasinya kembali ?!…..coba untuk investasinya di kembangkan untuk pengembangan anak usia dini, 15-20 tahun kemudian mereka sudah menjadi bibit unggul SDM Sulbar, tetapi mereka tidak akan peduli, Pusing aku dibuatnya” Cetus @arali, mengkosongkan pikirannya, sambil menarik nafas dalam-dalam, menikmati suasana lobi hotel maleo?

Ditulis, Kamis pagi, jam 10 tanggal 26 September 2013. Pertemuan akhirnya di buka jam 14.45 wita yang hanya dihadiri 10 orang peserta dari 20 peserta yang diundang.

Dari sepengel kisah nyata ini, penulis mencatat, terasa sangatlah penting untuk menjadi renungan :

  1. Kutinggalkan pekerjaan kantor
  2. Pengorganisasian pertemuan tingkat propinsi kurang rapi
  3. Telepon genggamku sebagai alat komunikasi efektif
  4. Masih ada beda antara teori dan praktek
  5. Akan kembali dengan pekerjaan yang lebih menantang
  6. Investasi 200 milyar “kapan kembali invetasinya !?”
  7. Semoga bukan merupakan halangan dan keluarga sehat-sehat wal-afiat.

 ———————————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

3 Responses to Di Kursi dan Sofa Hotel d’Maleo Mamuju

  1. faatih mengatakan:

    mohon maaf jika kami juga selalu merepotkan bapak

  2. Arsad Rahim Ali mengatakan:

    Trims atas kunjungannya

  3. azuiway mengatakan:

    mantep gan…
    jangan lupa mampir🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: