Riskesdas tahun 2013 Polewali Mandar Telah Selesai !

RISKESDAS 20133

Penulis (Arsad Rahim Ali) bersama Kadinkes Polewali Mandar (drg. Hj. Nurwan Kattta, MARS) Pada saat menyusun Presentase Rencana RISKESDAS 2013 Untuk Kabupaten Polewali Mandar

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.–Riset Kesehtan Dasar yang selanjutnya disingkat RISKESDAS yang dilaksanakan di Kabupaten Polewali Mandar dinyatakan telah selesai sejak tanggal 2 September 2013 yaitu tanggal penyerahan sisa dan kegiatan pengumpulan data termasuk honorarium enumerator, penanggung jawab pelaksana tehnis, penanggung jawab operasional, penanggung administrasi dan logistik serta koordinator kabupaten.

Semua tahapan pelaksanaan riskesdas di kabupaten Polewali Mandar telah sesuai dengan rencana kerja sebagaimana yang dibuat pada saat pertemuan rapat koordinasi tehnis yang dilaksanakan di tingkat provinsi Sulawesi Barat yang membawahi 5 kabupatennya yaitu Kabupaten Mamuju, Majene, Mamasa, Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju Utara.

Hasil pelaksanaan riskesdas di kabupaten Polewali Mandar  yang dilaksanakan dengan jangka waktu pengumpulan data 49 hari telah selesai tepat waktu. Suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk proses-proses pengumpulan data berikutnya

Ketika penulis bertemu dengan pjo dan pal riset kesehatan dasar tahun 2013 wilayah provinsi Sulawesi Barat , ada hal yang sangat berbeda dengan pelaksanaannya di kabupaten Polewali Mandar terutama dalam hal pertanggung jawab kegiatannya yang menjadi tanggung jawab seorang yang ditunjuk sebgai PJO.

Perbedaan tersebut adalah :

  1. Pelaksanaan riskesdas tahun 2013 kabupaten Polewali Mandar telah selesai sesuai dengan Rencana Kerja yang dibuat baik dari segi tahapan kegiataanya maupun waktu pelaksanaannya.
  2. Waktu pelaksanaan adalah tiga bulan yang dibagi dalalam tiga tahap, tahap pertama 30 hari adalah persiapan rekruitmen enumerator (pengumpul data) dan pelatihan tehnis pengumpulan data bagi enumetator yang dinyatakan lulus. Tahap kedua adalah pengumpulan data yang membutuhkan waktu 49 hari.Dan tahap ketiga atau terakhir adalah pembuatan laporan pertanggung jawaban kegiatan dan keuangannya yang membutuhkan waktu 10 hari.
  3. Sangat berbeda dengan kabupaten lainnya diwiayah provinsi sulawesi barat terutama dalam hal waktu dan pertanggung jawab kegiatannya.  Kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Barat membutuhkan waktu lebih lama jika dibandingkan dengan pelaksanaan di Kabupaten Polewali Mandar.

Saya penulis yang ditunjuk oleh pimpinan sebagai PJO mempunyai tugas :

  1. Menyelenggarakan administrasi rekruitmen enumerator
  2. Berkerjasama dengan Penanggung Jawab Teknis  untuk verifikasi usulan enumerator;
  3. Memastikan kesiapan operasional di lapangan, di puskesmas, di kelurahan/desa, lingkungan/ dusun
  4. Monitoring pengumpulan data
  5. Mengelola administrasi keuangan dan logistik pengumpulan data
  6. Mengatur mekanisme kerja, distribusi Blok Sensus kesmas bersama Penanggung Jawab Teknis dan Tim Enumerator;
  7. Bekerjasama dengan Penanggung Jawab Teknis untuk menjaga mutu operasional pengumpulan data
  8. Mengirimkan kuesioner hasil pengumpulan data kepada koordinator wilayah
  9. Menyiapkan dokumen Berita Acara Serah Terima Barang (BAST);
  10. Menyiapkan dokumen hibah khusus peralatan kesmas yang akan dihibahkan dari B2P2TO2T kepada Dinas Kesehatan
  11. Membimbing dan mendampingi Penanggung Jawab Administrasi tentang administrasi keuangan dan logistik

Pengorganisasian Tim

RISKESDAS Kab.Polewali Mandar

Koordinator : drg. Hj.Nurwan Katta, MARS

PJO Kab  : Arsad Rahim Ali, SKM

PAL :  Syamsul

PJT :  H.Andi Salim, SKM.M.Kes

Enumerator   :  4 Tim (20 enumerator)

Bidan 4 orang

Nutritionist  = 4 orang

Sanitarian 4 orang

Analisis Kes/Perawat = 4 orang

Perawat gigi/perawat = 4 orang

Penunjuk Jalan :  26 orang

Tempat Inap ; 25 tempat

—————————————————–

Mengapa RISKESDAS POLEWALI MANDAR Selesai tepat sesuai dengan yang direncanakan ?

  1. Riskesdas Polewali Mandar Tahun 2013 berupa pengempulan data dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat pada saat Rapat Koordinasi Tehnis RISKESDAS Tahun 2013
  2. Kami bekerja secara tim yang dengan nama TIM RISKESDAS KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2013
  3. Setiap BLOK SENSUS terdiri dari 25 Sampel Rumah Tangga atau secara keseluruhan 26 BS x 25 RT = 650 Rumah Tangga dibagi  habis ke empat TIM. Ada dua tim mendapat 7 BS dan dua Tim Lainnya mendapat 6 BS.
  4. Seuai point 2 diatas  jadi ada 7 gerakan yang penulis lakukan  gerakan pertama atau hari pertama sebelum pengumpulan data ke empat tim ini di arahkan untuk bekerja  selama 8 hari, dan kemudian  gerakan berikut  7 hari sampai 7 gerakan terakhir, kami melakukan pertemuan setiap gerakannya untuk  memantau dan memastkan semua pengumpulan data berjalan sesuai rencana, baik proses pengumpulan datanya maupun proses pembiayaannya.

Berbagai permasalahan yang muncul dapat kami selesaikan misalnya ada rumah tangga yang hanya mempunyai lebih dari anggota keluarga yang memenuhi syarat untuk dijadikan sampel, kami sepakat hanya lima yang diambil, sebaliknya bila hanya dua anggota keluarganya maka yang dua yang diambil karena hal yang demikian telah menjadi kesepakatan pada saat rapaat koordinasi tehnis.

“bila ada keluarga yang lebih dari lima, saya (enumerator) tetap mengambilnya untuk menutupi keluarga yang tidak cukup anggota keluarga 5 “ saya katakan tetap yang lebih dari lima misalnya tujuh yang diambil adalah 5 dan anggota keluarga yang dua yang diambil tetap 2, jangan kita berpikir nanti jumlah sampelnya kurang, tetapi kita berpikir secara metodologi bahwa informasi kesehatan pada keluarga A tidaklah mungkin dapat memberikan informasi pada keluarga yang lainnya.

Perihal biaya  dan hubungannya dengan kerja

“bekerjalah sesuai dengan arahan kwisioner secara objektif jangan sekali-kali dilakukan secara objektif, Enumerator bekerja, enumerator dibayar”

Berbagai tantangan proses pengumpulan bagi para enumerator telah menjadi catatan yang sangat berharga dalam memberikan makna dalam riset kesehatan dasar tahun 2013, adalah merupakan bagian yang terpenting untuk melihat hasil riskesdas  Kabupaten Polewali Mandar, Apakah masih dinyatakan sebagai Daerah Bermasalah ataukah daerah yang dinyatakan bukan darah bermasalah kesehatan ? jawabnya adalah bukan karena adanya rekayasa dari para enumerator dalam proses pengumpulan data.

Makan bersama

Makam Malam bersama hanya dengan sinar Lampu Lilin

Hasil Kegiatan RISKESDAS tahun 2013 ini nantinya akan memberikan gambaran pencapaian MDGs untuk domain Propinsi (33 Propinsi) , untuk domain Kabupaten akan memberikan gambaran Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat  (IPKM) bukan saja kabupaten Polewali Mandar tetapi semua kabupaten di Indonesia (497 Kabupaten/kota). Apakah Kabupaten Polewali Mandar akan memiliki Tingkat Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM)  terbaik di Propinsi Sulawesi Barat? Jawabnya akan kita lihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 ini.

Baca juga Tulisan terkait

  1. Rapat Koordinasi Tehnis RISKESDAS Tahun 2013
  2. Catatan dari Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: