Antara Persiapan Pelatihan APN dan Kalakarya II Kesehatan

Polewali Mandar Sulawesi Barat. @arali2008.– Kamis tanggal dua puluh satu bulan Juni tahun dua ribu dua belas jam apel pulang di kantorku, seperti biasa ada pesan-pesan dari pimpinan, salah satu pesan dari pimpinan Apel (Kadinkes Polewali Mandar) mengingatkan bahwa, besok Jumat kita akan mengadaan pertemuan persiapan Penyelenggaraan Pasca Kalakarya Tahap II yang akan dilaksanakan sehari,  senin tanggal 25 Juni 2012, pada saat yang bersamaan saya menerima pesan SMS pengelola P2KP Polewali Mandar  bahwa besok jumat pagi jam 8.00 saya diharapkan hadir mengikuti pertemuan persiapan penyelenggaraan Pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal) yang akan dilaksanakan  mulai tanggal 24 Juni s/d 30 Juni 2012, bagi 10 tenaga kesehatan bidan (D3 dan D4) suka rela dan honorer  Kabupaten Polewali Mandar.

Dari rumah…..

Besoknya jumat dari rumah, saya langsung ke RSUD Polewali di ruang pertemuan Obstetrik dan Ginekologi tepat jam 08.00 wita, kami tim P2KP yang terdiri dari orang-orang profesional dibidangnya, diantaranya dua Dokter Spesialis Obsterik dan Ginekologi RSUD Polewali. Kami mengadakan pertemuan persiapan penyelenggarakan pelatihan, kami telah mempunyai prinsip dan komitmen bahwa setiap pelatihan (APN=Asuhan Pelatihan Normal) yang akan kami laksanakan harus terlebih dahulu dilakukan pertemuan persiapan, gunanya untuk memastikan semua komponen penyelenggaraan pelatihan  telah siap difungsikan atau digunakan. Komponen penyelenggaraan pelatihan tersebut diantaranya :

  1. Kesiapan peserta dan Kesiapan pelatih.
  2. Kesiapan penginapan dan konsumsi peserta dan tim P2KP
  3. Kesiapan ruangan pelatihan  meliputi  meja, kursi dan bahan serta peralatan praktek pada model
  4. Kesiapan administrasi dan perlengkapan pelatihan , ATK  peserta, materi pelatih dan fasilitator, LCD, Papan tulis, spidol dll.
  5. Kesiapan bahan proses belajar mengajar yang disesuaikan dengan  alur dan proses satuan pelatihan yang dibuat, ini merupakan kesiapan yang penting.

Dari pertemuan persiapan ini semua komponen-komponen ini dibahas dengan tujuan memastikan semuanya dalam keadaan siap, kami meyakini bahwa apabila persiapan ini  telah dinyatakan siap, maka kegiatan pelatihan sudah dapat dikatakan 50 % berhasil. Kurang lebih satu jam pertemuan persiapan ini dilakukan,  ditutup oleh dr. Annas Budi, SpOG, MARS. Direktur P2KP Polewali Mandar, merangkap sebagai pelatih sekaligus juga sebagai  penanggung jawab Bagian Obstetrik- Ginekologi RSUD Polewali.

Sejam setelah  pertemuan persiapan penyelenggaraan Pelatihan APN, saya tinggalkan RSUD Polewali menujuh  Kantorku Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar untuk siap-siap mengikuti pertemuan persiapan Pascakalakarya sebagaimana yang telah yang diperintahkan oleh Pimpinan (Ka. Dinkes Polewali Mandar) saat apel pulang sehari sebelumnya. Tugas saya pada Pascakalakarya ini adalah mempersiapkan materi Pimpinan dengan Judul “Review Pasca Kalakarya   tahun lalu  yang dilaksanakan 20 Oktober 2011”, dan apa yang telah dilaksanakan  dan yang belum dilaksanakan  sampai dengan pelaksanaan Kalakarya yang kedua ini tanggal 25 Juni 2012 nanti.

Materi sang pimpinan…….

Materi sang pimpinan ini sebagaimana agenda  jadwal adalah materi pembuka sebelum masuk pada materi pokok yang akan difasilitasi oleh tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan juga pendampingan dari tim dari Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Barat.

Materi sang pimpinan sudah saya siapkan dan sudah saya serahkan kepada pimpinan, mungkin ada perubahan nanti pada saat pertemuan persiapan dilaksanakan. Materi dibuat agar menjadi bahan diskusi sebagaimana yang telah disepakati dengan anggota tim pusat yang datang lebih awal dari tim inti yaitu tiga fokus utama :

  1. Peningkatan Indesk Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Kabupaten Polewali Mandar dan dapat keluar dari Kategori Daerah Bermasalah Kesehatan diakhir tahun 2013 nanti.
  2. Apa yang telah dilakukan dan apa yang belum dilakukan pasca kalakarya pertama yang  yang dilaksanakan tahun lalu tanggal 20 Oktober 2011 sampai dengan Pelaksanaan Kalakarya yang kedua tanggal 25 Juni 2012 ini.
  3. Dan dukungan apa yang bisa dilakukan oleh semua stakeholder yang  yang diundang dalam Kalakarya yang kedua ini.

Dari jam 10.00 sampai dengan menjelang sholat Jumat tidak ada tanda-tanda pertemuan persiapan akan dilaksanakan, mungkin setelah sholat jumat pertemuan persiapan akan dilakukan. Waktu berlalu hingga bunyi apel sore (apel pulang) berdering, tidak ada komentar perintah pimpinan sehari sebelumnya bahwa pada hari ini jumat kita akan melaksanakan pertemuan persiapan Kalakarya yang melibatkan semua stakeholder yang lengkap dari pusat, propinsi, kabupaten, kecamatan, desa sampai dengan tingkat posyandu. Apel sore hari hanya berisi pesan-pesan sang pimpinan tentang peningkatan kinerja dan tanggung jawab pekerjaan kepada masing-masing pegawai yang telah diberikan wewenangan yang diberikan.

Saya Sedikit Ragu………

Saya pulang ke rumah dengan sedikit bertanya dalam hati “Mengapa pertemuan persiapan tidak dilakukan ?! sangat jauh berbeda dengan pertemuan persiapan penyelenggaran pelatihan APN pada hari yang sama dengan suatu komitmen dan prinsip bahwa pertemuan persiapan  menunjukkan keberhasilan 50% dan apabila pertemuan persiapan tidak dilakukan, kurang lebih dapat menunjukkan ketidak berhasilan 50%.

Hari minggu ketika saya menghadiri  pelaksanaan Pelatihan APN yang dilaksanakan mulai hari minggu. Pimpinan Saya (Ka.dinkes Polewali Mandar) menelpon menanyakan kesiapan pertemuan Kalakarya II  terutama Sambutan Buputi Polewali Mandar, dengan sedikit ragu dengan harapan keyakinan saya menjawab  “Sudah disiapkan semuanya oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Verikasi !  jawabanku, dibalas  sang pimpinan dibalik telepon dengan ucapan “yach terima kasih!.

Hari “H” Pelaksanaan Kalakarya II Kesehatan….

Hari senin tanggal 25 Juni 2012 pelatihan APN  dan memasuki hari ke dua, sementara pertemuan Pascakalakarya mulai dilaksanakan, di Baruga pertemuan rumah jabatan Bupati Polewali Mandar peserta sudah hadir, fasilitator, narasumber dan panitia telah siap. Acara pembukaan dimulai, seperti biasa dimulai dengan pembacaan protokol acara, laporan panitia dan kemudian pembukaan  dilakukan oleh Bupati Polewali Mandar.

Setelah  acara resmi dibuka oleh Bupati, mikrofon langsung diambil Ka. Dinkes Propinsi, peserta yang yang sementara menikmati makanan ringan (snack) mendengar dengan seksama tentang posisi Kabuputen Polewali Mandar sebagai daerah bermasalah kesehatan (DBK) berat dari indikator Indesk Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM),————-“sebenarnya masuk kategori Ringan bukan berat” kata memoriku menimpali pernyataan sang kepala Dinas—————- setelah beberapa menit kadinkes propinsi memberikan penjelasan, mikrofon berikutnya di serahkan kepada Ka. Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kab. Polewali Mandar,  dengan tidak membuang-buang waktu, Kabidpun menjelaskan upaya  bantuan pelayanan  kepada puskesmas melalui tampilan foto-foto kegiatan pelayanan kesehatan sebagai upaya yang telah dilakukan untuk menjangkau daerah-daerah  di Polewali Mandar yang masih bermasalah dengan kesehatan. Seakan memancing Narasumber dan Fasilitator dari Kementerian Kesehatan RI untuk segera mengfasilitasi pertemuan, “yach! Benar?!” dengan penglihatan mataku saya pastikan. Mikrofon kemudian diambil mereka. Acara terus mengalir, mikrofon terus dipegang oleh fasilitator Kemenkes sampai masuk acara diskusi dan tanya jawab, ada yang bertanya dan ada yang menjawab, silih berganti antara peserta yang bertanya dijawab oleh fasilitator Kemenkes dan sekali-sekali bahkan cukup banyak secara bergantian mikrofon juga diambil oleh Kadinkes Propinsi, dengan semangat kadinkes propinsi mengfasilitasi, sehingga terlihat ini adalah acaranya Dinas Kesehatan Propinsi dengan fokus diskusi hanya membahas satu persoalan “Mengapa Di Polewali Mandar ada sekitar 2.000 an ada balita tidak ditimbang”

Waktu terus berputar, waktu Ishoma (Istirahat Sholat dan Makan) memaksa diskusi dan tanya jawab harus berhenti. Saya masih duduk dibangku peserta, masih menunggu Presentase Kepala Dinas Kesehatanku “Review Pasca Kalakarya   tahun lalu  yang dilaksanakan 20 Oktober 2011”, yang sesuai agenda berada pada Agenda pertama, namun sekarang sudah waktu Ishoma, sepertinya presentase Kadinkesku tidak akan dipresentasekan, karena acara diskusi dan tanya jawab akan dilanjutnya setelah Ishoma, dan memang benar, acara diskusi terus berlanjut sampai dengan penarikan kesimpulan tentang upaya penimbangan 100% balita di Polewali Mandar dan kemudian dilanjutkan dengan penutupan.

Maaf !.. ini mungkin salah, karena bersifat kritik..

Saya sedikit ngomel  kepada teman-teman panitia “Mengapa Presentase Kadinkes Polewali Mandar tidak Diagendakan?, padahal sudah jelas diagenda acaranya,  bahwa presentasenya akan menjawab tiga pertanyaan  yang telah disepakati yaitu “Review Pasca Kalakarya   tahun lalu  yang dilaksanakan 20 Oktober 2011”, dan apa yang telah dilaksanakan  dan yang belum dilaksanakan  sampai dengan pelaksanaan Kalakarya yang kedua ini tanggal 25 Juni 2012.  Kalau ada yang sudah dilaksanakan  apakah sudah bisa meningkatkan IPKM Polewali Mandar, atau kalau ada yang belum dilaksanakan apa yang bisa dibantukan oleh Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi dan Stakeholder yang hadir dalam Kalakarya kedua ini.  Jawaban teman-teman panitia hanya pasrah dengan keadaan, seakan tidak ada masalah presentase kadinkes yang telah diagendakan tidak dipresentasekan.

“Yach! Sudahlah kalau begitu”, bibirku berbicara tampa suara,  dengan sedikit kecewa, diam-diam saya mau tinggalkan acara pertemuan, pergi ke acaraku yang lainnya Pelatihan Asuhan Persalinan Normal yang dilaksanakan di RSUD Polewali, mengobservasi proses pelatihannya yang menjadi tangung jawabku. Entah Kenapa  kakiku tidak bisa bergerak  ketika Fasilitator ingin menutup rekomendasi kesimpulan, mencoba menanyakan kembali kepada peserta apa yang belum tersampaikan…. “Apakah masih ada ide dan solusi belum terekomendasikan?“……. tampa menunggu peserta yang lain untuk konfirmasi, Saya langsung menunjuk tangan, dipersilakan maju kedepan dan dipersilakan memegang mikrofon, dan kemudian menjawab pertanyaan  fasilitator “apa yang belum tersampaikan.?! Sebelum saya menjawab, saya mohon maaf kalau jawaban saya ini salah karena bersifat kritik, mungkin saya yang salah, bisa panitia dan bisa juga pada fasilitator———-memang ini tidak enak di dengar tapi saya harus menjawab pertanyaan fasilitator———  Jawabku adalah sesuai agenda acara, ada satu presentanse yang belum disampaikan, saya sangat kecewa bila presentase tersebut tidak jadi dipresentasekan, karena sebenarnya apa yang didiskusikan dari pagi hingga menjelang penutupan sebenarnya sudah ada jawaban strategisnya,—–Fasilitator bertanya “apa itu?— saya langsung menjawab  ada 4 strategi  yang sudah dilakukan yaitu Pendampingan Puskesmas, Bantuan Pelayanan, Penggunaan Dana BOK bukan untuk kegiatan Rutin dan Penguatan pada Sistem Pencatatan dan Pelaporan. Dan  sesuai kesepakatan tim, sebenarnya hanya satu yang kita butuhkan di acara ini yaitu dukungan dari lintas sektoral, dan satu hal juga yang ingin saya tanyakan sebenarnya apa dukungan Dinkes Propinsi dalam acara kalakarya ini?

Kadinkes Propinsi seakan tersinggung yang kemudian menjelaskan bahwa dukungan dari propinsi sudah sangat banyak, padahal maksud saya adalah dukungan dalam pengertian proses acara kalakarya ini, saya tidak perlu klarifikasi karena semua peserta yang hadir dan melihat acara secara menyeluruh akan dengan mudah mengetahuinya. Materi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandarpun akhirnya di Presentasekan menjelang Arahan dan Penutupan  Bupati Polewali Mandar. Terasa kurang bermakna materi yang seharusnya dibawahkan pada sessi pertama  bergeser ke sessi terakhir.

bersambung ke ….. Batal !?…Materi Subtansi KALAKARYA II POLEWALI MANDAR

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

One Response to Antara Persiapan Pelatihan APN dan Kalakarya II Kesehatan

  1. candra e mengatakan:

    Bapak arsad saya ingin menanyakan, saya berloksi di sampit kalimantan tengah, ingin mengadakan pelatihan APN untuk bidan. pertanyaannya siapa yang memberikan pelatihan APN tersebut ya, apakah cukup dokter spesialis obsgyn atau ada tim khusus APN. Terimakasih atas jawabannya.

    arali2008 menjawab
    Yang meberikan pelatihan APN itu adalah Tim Khusus (5-6 orang) Diketui oleh Dokter SPesialis Obsbyn, di TOT oleh Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR) yang berkedudukan di Jakarta dan Surabaya. Tim ini membentuk Pusat Pelatihan Cabang dari JNPK-KR, di tingkat Propinsi disebut P2KS ( Pusat Pelatihan Klinik Sekunder ) dan ditingkat Kabupaten disebut P2KP ( Pusat Pelatihan Klinik Primer).

    Apakah cukup dokter spesialis obsgyn ? yang pasti dia ahli dibidangnya tetapi belum tentu sesuai standar yang dikeluarkan Oleh JNPK-KR dan Amanat SK 786/Menkes/SK/VII/1999 yang berlaku secara nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: