Sudah Ada PP Pemberian ASI Eksklusif !

Polewali Mandar Sulawesi Barat. @arali2008.—Diawal tahun 2012 saya (penulis) dalam suatu forum pertemuan penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten di Tingkat Propinsi Sulawesi Barat mempertemukan para penanggung jawab program 5 kabupaten (Mamuju, Mamaju Utara, Majene, Polewali Mandar dan Mamasa). Dalam satu sessi pembahasan Capaian Pemberian ASI Eksklusif masing-masing program terutama Gizi dan KIA serta Penyusun Profil Kesehatan mempunyai pengertian operasional yang berbeda-beda tentang pemberian ASI Eksklusif.

Dengan adanya Peraturan Pemerintah tentang pemberian ASI EKSKLUSIF  yang telah memuat pengertian tentang pemberian pemberian ASI EKSKLUSIF maka perbedaan ini tidak boleh lagi terjadi, Sudah Ada PP Pemberian ASI Eksklusfi! sudah harus mempunyai pengertian yang sama antar sesama program yaitu  “ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak lahir selama 6 (enam) bulan, tampa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.”

Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 33 tahun 2012.  Tentang Pemberian  Air Susu Ibu Eksklusif.  PP Pemberian ASI Eksklusifini  merupakan  penjabaran dari Undang-Undang Kesehatan  nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 129, ayat 1 “Pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi untuk mendapatkan air susu ibu secara eksklusif”. Dan ayat 2 : “ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah”

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

[Surat Al Baqarah ayat 233]

Dalam Peraturan Pemerintah ini pengertian Air Susu Ibu Eksklusif yang selanjutnya di singkat ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak lahir selama 6 (enam) bulan, tampa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.

Tujuan dan Uraian PP pemberian ASI Eksklusif

Tujuan pemberian ASI Eksklusif sebagaimana diatur dalam PP ini adalah

  1. Menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif sejak lahir  sampai dengan berusia 6 (enam) bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya.
  2. Memberikan perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI Eskklusif kepada bayinya dan
  3. Meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, penerintha Daerah dan pemerintah terhadap pemberian ASI Eksklusif.

Dalam PP Pemberian ASI Eksklusif  ini juga diuraian tentang :

  1. Tanggung jawab Pemerintah
  2. Tanggung Jawab pemerintah propinsi
  3. Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Kabupaten/kota
  4. Uraian secara rinci tentang Air Susu Eksklusif terdiri dari
    • Bagian umum yang berisi “ Setiap Ibu  yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya” kecuali ada indikasi medis, tidak mempunyai ibu  atau ibu terpisah dari bayi.
    • Bagian Inisiasi Menyusu Dini
    • Bagian Pendonor Air Susu Ibu yang masih perlu diatur lebih jelas dengan peraturan menteri keseahatan
    • Bagian Informasi dan Edukasi
    • Bagian Sanksi Administrasi bagi setiap tenaga kesehatan dan penyelenggaran fasilitas kesehatan yang tidak melaksanakan Peraturan Pemberian ASI Eksklusif ini berupa teguran lisan, teguran tertulis dan pencabutan izin. Penjabarannya masih perlu diatur dengan peraturan menteri kesehatan.
  5. Uraian tentang penggunaan Susu Formula Bayi dan Produk Bayi lainnya.  Uraian ini walaupun sudah cukup jelas masih perlu diatur dengan peraturan menteri kesehatan.
  6. Uraian tentang tempat kerja dan temapt sarana umum
  7. Uraian tentang dukungan masyarakat
  8. Tentang sumber pendanaan
  9. Uraian tentang Pembinaan dan Pengawasan
  10. Ketentuan peralihan yang menyatakan  wajib untuk semua yang berkepentingan menyesuaikan PP ini paling lama 1 (satu) tahun.

Catatan dari Penulis

Dari Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2012.  Tentang Pemberian  Air Susu Ibu Eksklusif  ini ada beberapa yang menjadi catatan operasional dari penulis adalah  :

PERTAMA : Peraturan ini masih diperlukan  3 (tiga) penjabaran dalam bentuk peraturan menteri kesehatan yaitu

  1. Tentang Donor Air Susu Ibu
  2. Tentang sanksi administrasi bagi petugas kesehatan dan penyelenggara fasilitas  kesehatan
  3. Tentang penggunaan susu formula bayi dan produk bayi lainnya.

KEDUA  : Bahwa Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif   dalam  operasional di masyarakat selama ini hanya dalam bentuk “KEGIATAN” dengan adanya peraturan ini  telah menjadi suatu “PROGRAM”, yang wajib.

KETIGA : Sebagai suatu program dengan nama Program Pemberian ASI Eksklusif maka dalam tingkat operasional terutama ditingkat Kabupaten/kota  harus dikelola secara utuh dalam penyelenggaraan manajemen suatu program.

KEEMPAT : Sebagai suatu manajemen suatu program  maka selayaknya Departemen Kesehatan Republik Indonesia juga dapat membuat Pedoman Penyelenggaran Program Pemberian ASI Eksklusif Tingkat Kabupaten dan Puskesmas yang akan dipedomani penanggung jawab program di kabupaten atau di Puskesmas.

KELIMA : Dengan PP ini dapat menyatuhkan presepsi yang berbeda tentang pengertian operasional Pemberian ASI Eksklusif.

Berbagai pengertian tentang ASI Eksklusif diberbagai  pelaksana program yang berbeda-beda ditingkat operasional misalnya :

  1. program gizi dikenal dengan ASI eksklusif 1 bulan, ASI eksklusif 2 bulan, ASI eksklusif 3 bulan, ASI eksklusif 4 bulan, dan ASI eksklusif 5 bulan 29 hari.
  2. Program Kesehatan bayi dikenal dengan ASI Eksklusif dengan sistem pencatatan kohort.
  3. Dan beberapa program kesehatan lainnya yang mempunyai pengertian yang berbeda-beda.

Dengan adanya pengertian ASI Eksklusif dari peraturan ini sudah harus mempunyai pengertian yang sama antar sesama program yaitu  “ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak lahir selama 6 (enam) bulan, tampa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.”

Dalam pengertian ini ada dua kata yang perlu difahami yaitu  kata “ASI” dan Kata “EKSKLUSIF”.  ASI adalah Air Susu Ibu dan EKSKLUSIF adalah mengandung dua pengertian dalam satu kesatuan  yaitu selama 6 (enam) bulan,  dan tampa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.

Oleh karenanya tidak ada lagi istilah ASI Eksklusif 1 bulan, 2 bulan dan seterusnya, dan berbagai istilah-istilah yang berbeda khususnya dalam pelaksanaan operasionalnya di masyarakat.

Sudah sangat jelas Kriteria objektifnya adalah dengan memantau bayi  selama 6 bulan (=bayi usia 6 bulan) mulai dari sejak lahir sampai dengan usia 6 bulan hanya konsumsi Asi Saja.

Indikasi pengukurannya  dapat dilakukan dengan  dua pertanyaan. Pertama  berapa bayi usia 6 bulan dengan ASI saja ? dan Kedua berapa jumlah bayi dengan usia 6 bulan? Maka selanjutnya capaian pemberian ASI Eksklusif dalam suatu wilayah dan waktu tertentu dapat diketahui. Standar Capaian Normalnya adalah 90% sisanya 10 % toleransi karena adanya ada indikasi medis, tidak mempunyai ibu  atau ibu terpisah dari bayi.

Contoh pada bulan Februari di Posyandu X ada 10 bayi berusia 6 bulan, 8 diantaranya mulai sejak lahir sampai dengan usia 6 bulan mendapat ASI EKSKLUSIF maka Capaiannya adalah 8/10 x 100 = 80%. Demikian  terus tiap bulan dalam satu tahun (12 bulan = usia bayi 1 tahun) akan didapatlan capaian kumulatif tahunannya.

OK!?…… Sudah Ada PP Pemberian ASI Eksklusif !.

Baca juga tulisan terkait

  1. Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eksklusif di Polewali Mandar
  2. Menelaah Hasil Cakupan K1-ANC Program Kesehatan Ibu dan Anak
  3. Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat
  4. Patogenesis Penyakit Defisiensi Gizi
  5. Pemilihan Indikator Analisis Kesehatan Situasi Ibu dan Anak
  6. Membaca Undang-Undang RI No. 36 th 2009 tentang Kesehatan
  7. Indeks Komposit MDGs (IKMDGs) Kesehatan Ibu adalah Prioritas
  8. Download PPnya :  Peraturan Pemerintah RI no. 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif

———————————————————-

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: