Pemilihan Indikator Analisis Kesehatan Situasi Ibu dan Anak

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Pemilihan Indikator Analisis Situasi Ibu dan Anak akan terpenuhinya Hak Anak dan Ibu untuk mendapatkan Kesehatan dan Kesejahteraan, penulis lakukan untuk  bahan penyusunan Laporan Analisis Situasi Ibu dan Anak di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2012. Perumusan masalah yang dilakukan berdasarkan situasi ibu dan anak, berkaitan dengan belum terpenuhinya hak anak atas kesehatan berpedoman pada data situasi ibu dan anak di Kabupaten Polewali Mandar yang telah dihasilkan melalui data yang penulis olah. Ada tiga masalah prioritas dari Hasil Analisis Situasi Ibu dan Anak yang harus mendapat perhatian Kabupaten Polewali Mandar tahun 2012.

Ketiga Prioritas masalah Analisis Situasi Ibu dan Anak akan terpenuhinya Hak Anak dan Ibu untuk Mendapatkan Kesehatan dan Kesejahteraan diperoleh dari perhitungan strategisnya masalah, keterlibatan lintas sektoral, urgensi dan apakah masalah anak dan ibu adalah masalah bersama maka diperoleh tiga masalah besar prioritas yaitu

  1. Kematian maternal masih tinggi
  2. Kekurangan Gizi pada masyarakat masih sangat tinggi :
  3. Kematian bayi masih tinggi

Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut

Kematian Maternal masih tinggi

Kematian Maternal masih tinggi adalah Tingginya angka kematian ibu selain kecelakaan yang menunjukkan bahwa keadaan ibu (ibu hamil, ibu bersalinan dan nifas) memiliki banyak masalah terhadap pelayanan yang diterima oleh ibu. Bukan hanya masalah kesehatan yang dihadapi tetapi juga masalah kemiskinan, masalah pengetahuan, perilaku, sosial budaya, peranan dukun dan masalah-masalah ibu lainnya. Oleh karena itu sangat diperlukan identifikasi yang mendasar untuk upaya-upaya melahirkan strategi penanggulangan yang sifatnya lebih komprehensif.

Salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran status kelangsungan  hidup di suatu wilayah adalah angka kematian ibu (AKI) yang diperoleh dari jumlah kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian ibu di Kabupaten Polewali Mandar dinyatakan dalam bentuk jumlah, karena jumlah kelahiran hidup tidak mencapai 100.000.  Jumlah Kematian ibu bila dibandingkan dengan standar Nasional (MDGs) tahun 2015 yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup, dalam angka absolut selayaknya berada dibawah atau sama dengan 8  kematian ibu. Ada 13 kematian  dari 7.193 kelahiran hidup pada tahun 2011 dan 13 kematian dari 8.062 kelahiran hidup pada tahun 2011. Presentase terbesar kematian Ibu disebabkan oleh faktor pendarahan.

Penilaian Situasi Kematian Maternal Masih Tinggi di Kabupaten PolewaliMandar

Masalah kunci

Kelompok sasaran

Besarnya masalah

Hak yang tidak terpenuhi

Kematian Ibu yang masih tinggi
  1. Ibu hamil
  2. Ibu bersalin
  3. Ibu nifas
  4. Ibu menyusui
  5. Pasangan usia subur
Jumlah kematian ibu Tahun 2010 = 13 . Tahun 2011 = 13 kematian kematian. Presentase penyebab kematian terbesar  adalah pendarahan baik sebelum melahirkan (7 bln–partus=5 ibu) maupun setelah melahirkan (0-7hari=7 ibu) yaitu sekitar 65%. Jumlah kematian ibu pada  tahun 2010 tertinggi di Kec. Polewali dengan 3 kematian. Dan tahun 2011 di kecamatan campalagian Hak untuk hidup (DUHAM Pasal 25 ayat 1 dan 2Indikator PilihanAngka kematian ibu

Kekurangan Gizi pada masyarakat masih sangat tinggi

Kekurangan Gizi pada masyarakat masih sangat tinggi  adalah kekurangan  makanan yang dikonsumsi terhadap kebutuhan gizi tubuh, kekurangan gizi juga bisa disebabkan oleh penyakit yang mengakibatkan kebutuhan tubuh akan gizi lebih besar dari  kebutuhan sehari.

Kekurangan Gizi pada masyarakat dapat dilihat kelompok masyarakat yang paling rawan mengalami kekurangan gizi yaitu bayi dengan BBLR,  Status Gizi kurang+buruk pada Balita, Status Pertumbuhan Berat Badan Turun Balita dan beberapa penyakit yang dapat mengakibatkan kekurangan gizi misalnya TB-Paru.

Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir mempunyai berat badan kurang dari 2,5 Kg. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi pada masa kehamilan dan akan mempunyai resiko tinggi terhadap kematian pada umur yang sangat dini atau lebih lanjut cenderung mengalami pertumbuhan dan perkembangan di bawah normal.

Di Kabupaten Polewali Mandar Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) meningkat sebesar 3.0% dari seluruh bayi yang dilahirkan ditahun 2011. Jika dibandingkan pada tahun sebelumnya BBLR sebanyak 2.95%.  Status Gizi buruk dan kurang adalah status gizi yang diukur dengan menggunakan indeks BB/U (WHO-NCHS). Status Gizi buruk dan kurang mengalami peningkatan dari 3,23%  ditahun 2010 menjadi 9,31 % ditahun 2011.

Status pertumbuhan Berat Badan Balita  adalah status pertumbuhan Berat Badan Balita berdasarkan garis pertumbuhan pada KMS , pada Tahun 2010 ada 73.85%, turun menjadi 70,2% (19.040/27.134) di tahun 20112.

Penyakit TB adalah penyakit yang dapat menurunkan berat badan bagi penderita sampai kepada tingkat yang berat  dan dapat mengakibatkan kematian.

Angka Kematian TB pada Tahun 2010 ditemukan angka kejadiannya sebesar 2  per 100.000 penduduk menjadi 32 per 100.000 penduduk di tahun 2011 Karena berbagai penderita TB mengalami komplikasi penurunan  berat badan.

Penilaian Situasi Kekurangan Gizi pada Masyarakat Masih Tinggi di Kabupaten PolewaliMandar

Masalah kunci

Kelompok sasaran

Besarnya Masalah

Hak yang tidak terpenuhi

Gizi buruk dan kurang (kekurangan Gizi) Balita Luasnya : 9,31 % Gizi buruk dan kurang.Penduduk yang terkena : Sebagian besar masyarakat miskin Hak-hak atas standar kesehatan tertinggi (Konvensi PBB tentang Hak Anak, Pasal 24 dan 27)Indikator PilihanPresentase BBLR atau prevalensi gizi buruk atau %N/D
Masih tingginya angka kekurangan Gizi pada balita Ibu dan balita BBLR : 2.95 % (2010). BBLR : 3.00 % (2011). Jumlah tertinggi tahun 2009 terjadi di Kec. Binuang dan Tinambung, sedangkan pada tahun 2010-2011  tertinggi di Kec.Bulo.
Masih rendahnya Status Pertumbuhan Berat Badan Balita Ibu dan balita N/D = 73% (2010). N/D = 70% (2011). Terendah di kecamatan Matanga  dan Binuang
Tinggi Kematian TB akibat kekurangan gizi Penderita TB dan keluarganya Kematian TB= 2/100.000 pddk (2010). Kemtaian TB =32/100.000 pddk (2011). Tertinggi di campalagian dan tinambung

Kematian Bayi yang masih Tinggi

Kematian Bayi yang masih Tinggi  adalah kematian yang masih banyak ditemukan mulai saat bayi dilahirkan sampai usia 1 tahun. Kematian bayi dapat  yang tinggi dapat diketahui dengan pemilihan indikator Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, dapat memberikan gambaran salah satu indikator status kelangsungan  hidup di suatu wilayah yang dipengaruhi oleh status kesehatan anak melalui dukungan status pelayanan kesehatan  anak yang optimal.

Angka Kematian Bayi di Kabupaten Polewali Mandar ditemukan 96 kematian pada tahun 2010.  Turun 21 kematian ke 75 kematian  bayi yang terjadi di tahun 2011. Kematian ini juga sangat berhubungan dengan Persentase Cakupan pemberian ASI Ekslusif di Kab. Polewali Mandar pada Tahun 2010 adalah sebanyak 55,2%, dan turun di tahun 2011 yaitu masih jauh dari target SPM yakni 80% yaitu sebesar 34,5% (2.780/8.062).

Penilaian Situasi Kematian Bayi Masih Tinggi di Kabupaten PolewaliMandar

Masalah kunci

Kelompok Sasaran

Besarnya Masalah

Hak yang Tidak Terpenuhi

Indikator

Kematian bayi masih banyak dan rendahnya penggunaan ASI Eksklusif
  1. ibu hamil dan janin
  2. ibu melahirkan bayi baru lahir
  3. ibu menyusui dan bayi diberi ASI
    1. Tahun 2010sebanyak 96 bayi.
    2. Tahun 2011 sebanyak 75 bayi
Tertinggi di Kecamatan Polewali, Binuang dan luyoPenyebab kematian bayi tertinggi pada 2011 adalah BBLR, Asfiksia, dan penyakit bayi berbasis lingkungan. Serta penggunaan ASI Eksklusif yang rendah (34,5%)
  1. Hak untuk hidup (DUHAM Pasal 25 ayat 1 dan 2
  2. Hak-hak yang melekat pada diri anak untuk hidup (Konvensi PBB tentang Hak Anak, pasal 6)
  3. Hak-hak atas standar kesehatan tertinggi (Konvensi PBB tentang Hak Anak, Pasal 24 dan 27.
Angka kematian bayi

Berdasarkan penentuan prioritas  masalah kesehatan tersebut (tingginya kematian ibu, presentase Gizi Buruk dan Gizi kurang yang masih tinggi dan masih tingginya kematian bayi), perlu telaah lanjut analisis kausalitas (sebab-akibat). Dan yang terpenting adalah bentuk intervensi yang tepat untuk menurukan ketiga prioritas masalah kesehatan dan kesejahteraan  dalam pemenuhan ha-hak anak dan perempuan.

Baca juga tulisan terkait

  1. ASIA-HAM Bidang Kesehatan
  2. Indeks Komposit MDGs (IKMDGs) Kesehatan Ibu adalah Prioritas
  3. Dari Angka Kesakitan, Kematian, dan Penyembuhan TB-Paru
  4. Dari 100 Pelayanan Kesehatan Balita di Kabupaten Polewali Mandar.
  5. Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eksklusif di Polewali Mandar

——————————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: