Menyimpulkan Pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Polewali Mandar tahun 2011.

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Tujuannya adalah memberikan gambaran hasil pelaksanaan pembangunan kesehatan  yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan dan sektor-sektor terkait dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Disajikan dengan cara mengambil kesimpulan-kesimpulan penting dari proses penyusunan narasi profil kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2011.

Bahwa hasil pelaksanaan pembangunan kesehatan yang dilihat dari situasi derajat kesehatan, situasi upaya kesehatan dan situasi sumber daya kesehatan harus diselenggaraakan dengan strategi peningkatan kemampuan mencatat dan melaporkan upaya-upaya kesehatan secara tepat dan cepat. Dari catat dan laporan dapat dilakukan tindakan penanggulangan bila ada kecendeungan munculnya masalah kesehatan, dan dari catatan dan laporan juga dapat dilakukan peningkatan kualitas layanan pada kegiatan-kegiayan yang telah dilaksanakan dengan baik dan benar.

Berikut ini beberapa kesimpulan dari pelaksanaan pembangunan kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2011.

Situasi Derajat Kesehatan

Angka Kematian

Kematian Bayi dalam 5 tahun terakhir menunjukkan angka  yang cenderung naik, terlihat sangat sulit untuk menekan  kematian bayi melalui program-program kesehatan. Dari 8.062 bayi yang kelahiran hidup sampai mereka usia 1 tahun, ditemukan 75 bayi meninggal sebelum  ulang tahun pertamanya

Kematian Ibu  pada tahun 2011 didominasi oleh factor perdarahan yaitu 8 dari 13 kematian ibu (61.5%) kemudian disusul oleh penyebab yang lainnya infeksi dan eklampsia. Pendarahan banyak terjadi pada kala III persalinan dan atau pada saat melahirkan sampai dengan 7 hari setelah melahirkan.

Angka Kesakitan

ISPA  masih merupakan penyakit yang banyak ditemukan di Puskesmas, pneumonia yang menjadi pokok pemantauan penyakit ISPA dilakukan dengan cara penemuan dan tatalaksana penderita pneumonia mendapat antibiotik sesuai standar kasus pneumonia Puskesmas,  ditahun 2011 ditemukan kasus sebanyak 181 atau 4.1 % dari perkiraan 4.418 kasus.

Sementara diare masih merupakan penyakit terbanyak ditemukan pada rawat inap RSUD Polewali. Diare di Puskesmas di temukan penderita dan ditangani sebanyak 13.507   atau dengan dengan angka kejadiannya  37 per 1000 penduduk

Jumlah  kasus penderita  penyakit malaria (suspek dan kasus positif) sangat fluktuatif (naik turun) namun cenderung mengalami penurunan . Kasus-kasus positif yang ditemukan dengan sediaan darah selalu  mendapatkan standar pengobatan penderita malaria oleh petugas yang terlatih.

Perkembangan penyakit DBD periode tiga  tahun terakhir cenderungan dipengaruhi  transportasi  kasus antar wilayah  yang masuk ke wilayah Polewali Mandar misalnya ditahun 2009 tindakan pencegahan yang intensif sehingga kejadian kasus DBD tidak ditemukan, namun ditahun 2010 dan tahun 2011  masing-masing ditemukan kasus 10 dan 6 penderita, merupakan kasus antar wilayah.

Data Prevalensi Penyakit kusta di Polewali Mandar selama 5 tahun (2005-2011) berada pada angka 2-4 per 10.000 penduduk atau dapat diartikan setiap tahunnya dalam 10.000 penduduk ada sekitar 2-4 orang ditemukan menderita baru penyakit kusta.

Angka prevalensi TB  per 1000 penduduk dari tahun 2006-2011 telah berada dibawah target yang anjurkan yaitu kejadian penyakit TB dibawah 2.1 per 1000 pendduk. Kematian Penyakit TB di tahun 2009 ditemukan sebanyak 6 orang, ditahun 2010-2011 jumlah kematian penderita TB paru masing-masing  9 dan 14 kematian, hal yang utama penyebab kematian TB-paru adalah adanya komplikasi penyakit  yang  terjadi pada penderitanya

Masih sering ditemukan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi terjadi pada kelompok sasaran yang diimunisasi misalnya campak ditemukan 8 penderita, 15 penderita dengan positif hepatitis B. 46 penderiat tetanus non neonatorum,  penyakit TB Paru dan penyakit lainnya.

Masalah Gizi

Ditahun 2010, terjadinya penurunan status gizi kurang dan gizi buruk yang sangat signifikan yaitu masing-masing 2.69 % dan 0.44%, namun penurunan ini tidak disertai dengan penurunan penemuan kasus-kasus gizi buruk yang terjadi selama tahun 2010, kasus gizi buruk terus berlanjut sampai tahun  2011 walaupun status gizi kurang dan buruk sudah berada berada dalam presentase 9,32 % atau dibawah 15 % sebagai indikator suatu wilayah bebas dari daerah rawan gizi, namun demikian masih sering ditemukan kasus-kasus gizi buruk di tahun 2011, masih juga ditemukan kasus BBLR sebanyakk 225 atau 3.0% dari 8.062 bayi yang lahir hidup.

Situasi Upaya Kesehatan

Program KIA

Capaian K1 mulai tahun 2005 -2011 telah berada di atas target pelayanan minimal 90%, hanya  untuk pencapaian K4 mulai dari tahun 2005-2011 capaiannya selalu di bawah target 80%, ditahun 2011 capaian K4 telah berada di presentase 76.2 %.

Presentase persalinan dari tahun 2005-2011 menunjukkan cakupan yang terus meningkat, bahkan persalinan oleh tenaga kesehatan ditahun 2010 dan tahun 2011 telah  mencapai target yang ditetapkan sebesar 80%

Program Gizi

Ibu Nifas yang mendapat kapsul vitamin A selama periode nifas  umur 6 jam sampai periode 42 hari pasca persalinan yang mendapatkan kapsul vitamin A Dosis Tinggi 200.000 IU, ditahun 2011 tercapai sebesar 82.42 % (7640 dari 9269  ibu nifas)

Pemberian vitamin A pada bayi (6-11 bulan)  dicapai 57.7% atau 4652 dari 8062 bayi usia 6-11 bulan, sedangkan pada kelompok umur 1-5 tahun berhasil dicapai sebesar 74.3% atau 26.743 dari 36.122 anak balita.

Program Keluarga Berencana

Peserta KB aktif  (MKJP dan  non MKJP)  sebanyak 32.006  akseptor yang mana peserta non MKJP adalah yang terbanyak yaitu 89,2 % (28736 akseptor) sisanya adalah MKJP 3270 akseptor (10,2%). Sementara itu peserta akseptor baru sebanyak 3.926 (6.6%) dari keseluruhan Pasangan Usia Subur  59.542. pasangan.

Program Imunisasi

Persentase  Cakupan desa/kelurahan  UCI menurut kecamatan   di Kab. Polewali Mandar tahun 2011  hanya 4  dari 16 kecamatan yaitu  kecamatan Polewali, Wonomulyo, Matakali dan Anreapi yang telah mencapai UCI diatas 80% desa/kelurahannya.

Program penyediaan air bersih dan sanitasi

Akses Air Bersih di Kabupaten Polewali Mandar  menurut hasil data yang diperoleh tahun  2007-2011, menunjukkan peningkatan yang cukup baik, di tahun 2010  rumah tangga yang dapat mengakses air bersih sebanyak 78,2%  dari 29.142  rumah tangga, ditahun 2011 sebanyak (79.4%) dari 60.354 rumah tangga.

Masih terlalu sulit  untuk meningkatkan cakupan jamban keluarga agar dapat mencapai semua keluarga membuang hajat pada tempatnya,  ditahun 2011 hanya ada 49.6 % (45.722 KK) yang miliki jamban keluarga dari 92.141 KK.

Program Peran serta masyarakat

Jumlah posyandu dari tahun 2007-2011 terus  mengalami peningkatan kecuali tahun 2011 ada 7 posyandu yang dikembangkan di tahun 2010 dilebur kembali ke posyandu induknya. Jumlah total posyandu sampai dengan tahun 2011 sebanyak 502 posyandu, dari keadaan strata posyandu terlihat bahwa posyandu yang aktif  hanya sebanyak 85 (16,93%) posyandu  yaitu posyandu dengan Strata  Purnama dan Mandiri. Ada posyandu  yang mengalami penurunan status, dan ada juga posyandu mengalami peningkatan status. Idealnya status posyandu yang menunjukkan partisipasi masyarakat  dalam usaha kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) harus berada dalam status aktif yaitu posyandu dengan Strata  Purnama dan Mandiri.

Pemanfaatan fasilitas Kesehatan

Jumlah kunjungan total dari 20 puskesmas pada tahun 2007-2011 menunjukkan rata-rata kunjungan pasien ke puskesmas antara angka 900-1000 pasien perhari. Ada 37.760 rawat jalan di RSUD Polewali,  terjadi peningkatan dua kali lipat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk Kunjungan rawat inap di Rumah Sakit Polewali berhasil dirawat sebanyak 9.095 pasien.

Hasil penilai penampilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali yang dapat diketahui dengan menggunakan beberapa indicator antara lain : Bed Occupancy Rate (BOR), Length of Stay (LOS), BTO, TOI, NDR, GDR, bahwa Rumah Sakit ini masih terus ditingkatkan kualitas pelayanannnya, misalnya LOS yaitu rata-rata lama perawatan seorang pasien. Indikator ini disamping dapat memberikan gambaran tingkat efisiensi juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan terutama bila diterapkan pada diagnosis tertentu yang dijadikan tracer (yang perlu pengamatan lebih lanjut). Hasil normalnya (ideal) ALOS berkisar antara 6-9 hari.  Rata-rata  lama perawatan  seorang pasien di Rumah Sakit Umum Polewali  dari tahun 2011, selama 4 hari.

Situasi Sumber Daya Kesehatan

SDM-Kesehatan

SDM-Kesehatan yang ada di lingkup kesehatan (Puskesmas, RSUD Polewali, Dinas Kesehatan) dibagi kedalam 3 kelompok yaitu; Medis, Paramedis, dan Non Medis, khusus paramedic terbagi 2 lagi yaitu paramedic perawatan dan Non perawatan. Jumlah tenaga kesehatan yang selalu mendapat perhatian adalah dokter dan bidan.

Jumlah Dokter Umum bila rasiokan dengan jumlah penduduk Kabupaten Polewali Mandar (401.272 jiwa) memperlihatkan rasio 10 dokter per 100.000 penduduk atau 1 dokter per 10. Penduduk, angka ini sudah dapat dikatakan cukup untuk dapat melayani kesehatan masyarakat terutama pelayanan yang bersifat kuratif dan rehabilitative.

Jumlah Keseluruhan Bidan yang bekerja di puskesmas dan jaringannya di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2011 sebanyak 201 bidan yang terdiri dari 87 bidan PTT dan 114 bidan PNS. Jumlah Bidan ini sebenarnya telah mencukupi bila dibandingkan dengan 167 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Polewali, masalahnya adalah distribusi yang belum merata disetiap pelayanan kesehatan Puskesmas dan jaringannya.

Pembiayaan Kesehatan

Total keseluruhan anggaran kesehatan Kabupaten Polewali Mandar adalah Rp. 62,5.- milyar atau 8.4% dari dana Total Anggaran APBD Kabupaten Polewali Mandar tahun 2011, Rp. 659 milyar, jika dilihat rasionya jumlah penduduk perkapita, anggaran ini telah lebih  dari  jumlah Rp. 100.000.- perkapita yaitu sebesar  Rp.155.931.- perkapita anggaran kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Polewali Mandar

Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan Dinas kesehatan Kab. Polewali Mandar periode tahun 2005 – 2011 tidak terjadi perubahan sarana pelayanan kesehatan, semua sarana kesehatan yang disebutkan yaitu Rumah sakit, Puskesmas, Pustu, balai/klinik kesehatan, poskesdes, Polindes/Pobindes , Apotek, Posyandu, Kecuali apotik/toko obat yang setiap tahunnya terus bertambah dan Poskesdes yang diterget dibangun disetiap desa ditahun 2011 baru mencapai 70 poskesdes

Demikian kesimpulan dari profil Kesehatan kabupaten Polewali Mandar tahun 2011 semoga dapat menjadi pembelajaran untuk proses pembangunan kesehatan di tahun 2012 dan proyeksi  pembangunan kesehatan di tahun-tahun yang akan datang sebagai upaya untuk melakukan upaya-upaya perbaikan guna mewujudkan keadaan sehat fisik-jasmani, metal spritual dan sosial  bagi setiap orang agar dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Download Selengkapnya Profil Kesehatan dari tahun 2006 -2011 di Halaman download

——–—–——-—-——–——

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: