Hubungan Status Gizi dengan Ketersediaan Pangan

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Setelah membawahkan materi “Hubungan status gizi dengan ketersediaan pangan” diketahui bahwa penyebab gizi buruk di Polewali Mandar adalah Ketiadaan rasa kemanusiaan orang-orang yang kelebihan pangan terhadap jeritan kelaparan anak-anak dari keluarga miskin.

Judul materi tersebut adalah salah satu judul materi dari Pelatihan Lomba Cipta Menu Pangan 3B +A (Beragam, Bergizi, Berimbang dan Aman). Pelatihan ini diselenggarahkan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Kabupaten Polewali Mandar pesertanya adalah  ibu-ibu penggerak PKK tingkat Kecamatan se kabupaten Polewali Mandar. Dillaksanakan dalam rangka peningkatan mutu dan Keamanan pangan, pengembangan diversifikasi pangan lokal dan percepatan penganekaragaman pangan dan gizi (P2KPG) untuk menyujudkan Pola Makan Sehat (Beragam, Bergizi, Berimbang dan Aman) mulai dari tanggal 13 s/d 16 maret 2012 di Ruang Pertemuan BP4KKP Polewali Mandar.

Sesuai dengan judul Materi yang diberikan panitia “Hubungan Status gizi dengan Ketersediaan Pangan” tanpa ada uraian materi yang diberikan, saya mencoba menguraikan materi ini menjadi tiga sub pokok materi agar nantinya materi ini lebih mudah dimengerti dan difahami, yaitu

  1. Sub pokok materi Status Gizi
  2. Sub pokok materi Ketersedian pangan
  3. Sub Pokok materi hubungan status gizi dengan ketersediaan pangan

Harapannya agar peserta (Ibu-Ibu PKK Kecamatan) dapat mengetahui dan menjelaskan pengertian dan dapat memahami status gizi selama proses penjelasan materi  status gizi, mereka (ibu-ibu PKK) dapat mengerti istilah dari maksud dari “status” dapat mengerti pula maksud dari “Gizi” dan secara keseluruhan mengerti dan memahami maksud dari  “status gizi” yaitu keadaan gizi yang hubungan dengan pola makan sehat yang Beragam, Bergizi, Berimbang dan Aman.

Untuk materi sub pokok ketersedian pangan diharapkan peserta (Ibu-ibu PKK Kecamatan), dapat mengerti arti dari “ketersediaan” kemudian mengerti maksud dari istilah “pangan” dan secara keseluruhan dapat mengerti dan memahami maksud dari “Ketersediaan Pangan” terutama ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga

Dengan mengerti dan memahami “status gizi” dan “Ketersediaan pangan”. diharapkan peserta (ibu-ibu-PKK Kecamatan) dapat dengan mudah mengerti dan memahami  serta mampu  menghubungkan antara status gizi dan ketersediaan pangan.

Status Gizi

Sebenarnya banyak pengertian dari status gizi yang dikeluarkan oleh pakar gizi, namun pada pelatihan ini yang tentunya sesuai dengan status peserta sebagai Ibu-Ibu pengurus PKK tingkat kecamatan atau perwakilan dari desa diwlayaha kecamatannya, saya menjelaskan pengertian gizi sebagai keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk tumbuh kembang, aktifitas, kecerdasan, pemeliharaan kesehatan, penyembuhan penyakit dan proses  biologis lainnya.

Keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dapat dijelaskan bahwa gizi baik adalah gizi seimbang, maksudnya asupan zat gizi, atau makanan yang dimakan harus sama dengan kebutuhan zat gizi seseorang. Gizi yang tidak seimbang menandahkan bahwa asupan gizi makanan yang dimakan tidak sesuai dengan kebutuhan zat gizi seseorang. Gizi yang tidak seimbang bisa dikatakan gizi kurang juga bisa dikatakan gizi lebih.

Gizi kurang atau gizi tidak seimbang, menandahkan bahwa asupan zat gizi makanan lebih kecil dari kebutuhan zat gizi seseorang, sebaliknya gizi lebih yang juga dikatakan sebagai gizi tidak seimbang menandahkan bahwa asupan zat gizi makanan lebih besar dari kebutuhan zat gizi  seseorang.

“Zat gizi”  adalah unsur yang terdapat dalam bahan makanan. “Makanan”  adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi berguna bila dimasukan kedalam tubuh seseorang untuk kesehatan. Jadi “Gizi” adalah  segala sesuatu tentang makanan dan hubungannya dengan kesehatan.

Zat gizi  atau unsur yang terdapat dalam bahan makanan  terdiri dari Karbohidrat, Protein, Vitamin, Mineral dan air. Gizi seimbang menandahkan bahwa unsur Karbohidrat, Protein, Vitamin, Mineral dan air harus juga seimbang antara asupan unsur gizi tersebut dengan  kebutuhan unsur gizi tersebut dalam tubuh seseorang.

Karbohidrat sebagai sumber utama tenaga dan untuk mempermudah proses pencernaan, bila dikonsumsi tidak seimbang, kelebihan karbohidrat misalnya  maka dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk glikogen, bisa membuat seseorang kegemukan, kalau tidak dapat disimpan dalam bentuk glikogen, glukosa sebagai produk karbohidrat dalam tubuh dapat mengakibatkan peningkatan kadar gula darah  sebagai tanda orang tersebut menderita penyakit gula (Diabetes Melitus). Sebaliknya Jika seseorang kekurangan karbohidrat, maka dia akan tampa lemah tak bertenaga, terjadinya penurun berat badan dan terlihat kurus dan apabila dibiarkan akan mengganggu kesehatannya.

Protein adalah asam amino, sumber utama zat pembangun, keseimbangan protein penting untuk tumbuh kembang, membangun sel-sel yang rusak dan membentuk zat pengatur seperti enzim dan hormon juga dapat membentuk zat inti energi menggerakan metabolisme basal. Kelebihan protein akan membentuk otot sehingga terlihat orang tersebut berotot, sebaliknya bila kekurangan, maka tubuh dan organ-organ akan terlihat lemah terjadi perusakan organ tubuh dan penimbungan cairan pada sel-sel otot yang seharusnya berisi protein.

Lemak sebagai unsur pelindung tubuh atau organ-organ tubuh dari berbagai benturan fisik. Lemak sebagai lipida mempunyai kemampuan memperbaiki struktur sel tubuh, menjadi cadangan trigliserida dan fosfolipid, dapat menguraikan menjadi CO2 dan Air  menghasilkan sejumlah energi yang digunakan  sel yang memerlukan energi.

Vitamin sebagai zat pengatur, dalam makanan ada  yang larut dalam lemak (vitamin = A,D,E,K) dan ada yang  larut dalam air (vitamin = B dan C). Dalam keadaan seimbang antara asupan dan kebutuhan tubu dapat berfungsinya sebagai katalis, koenzim, aktivator dalam metabolisme. Berfungsi mempertahankan kesehatan susunan syaraf, penyusun sel tubuh dan berfungsi dalam proses oksidasi dalam sel-sel tubuh. Kebutuhan tubuh per hari nya sesuaikan dengan  RDA (Recommended Dietary Allowance).

——Ibu-ibu kalau masak sayur bening jangan sampai terlalu lama mendidihnya, karena vitamin B dan C akan larut dalam air sayur, rusak dan menguap. kalau dikonsumsi ibu-ibu tidak bisa mendapatkan vitamin B dan Cnya. Ibu-ibu juga kalau masak makanan menggunakan minyak (tumis misalnya) jangan terlalu lama karena vitamin ADEK akan larut dalam minyak, rusak karena panas, Jadi pandai-pandailah memasak agar vitaminya tidak hilang———-

Zat gizi Mineral diantarnya : Natrium. Clorida, Florida, Yodium, Zat Besi, Kalium, Kalsium, Fosfor, Magnesium dalam keadaan seimbang dalam tubuh dapat berfungsi sebagai bagian dari zat yang aktif dalam metabolisme atau sebagai bagian penting dari struktur sel, juga dapat memelihara dan menjaga keseimbangan  fungsi  sel dan jaringan tubuh. Jumlah kebutuhan per hari  tubuh disesuaikan dengan  RDA (Recommended Dietary Allowance).

Zat gizi yang terakhir adalah air sebagai zat pelarut, sekitar 70 % bobot  tubuh orang dewasa berisi air. Apabila air yang dikonsumsi berkualitas buruk, maka kesehatan kita  menurun, demikian sebaliknya. Dalam keadaan seimbangan dalam tubuh berfungsi meningkatkan suplai oksigen ke setiap sel tubuh, melarutkan zat gizi dan mendistribusikannya keseluruh tubuh, merangsang kelangsungan hidup sel, mengatur suhu tubuh, serta melarutkan bahan-bahan berbahaya dan zat buangan keluar tubuh.

Ketersediaan Pangan

Pangan  merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannnya  adalah HAK ASASI MANUSIA. Pangan harus Aman, Bermutu, Bergizi, Beragam  dan Tersedia serta Berimbang sebagai prasyarat utama dalam pembahasan pangan (sistem pangan), untuk perlindungan  kesehatan, kemakmuran dan kesejahteraan. Pangan sebagai komoditas  dagang yang dalam sistem perdagangan dapat dijangkau oleh daya beli masyarakat

Pangan adalah bahan makanan yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang di olah maupun yang tidak di olah. Pangan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan makanan, bahan baku pangan dan bahan lainnya. Digunakan melalui proses penyiapan, pengolahan dan atau pembuatan makanan atau minuman dengan cara yang baik dan benar.

Ketersediaan pangan  dalam hal ini ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga adalah kondisi tersedianya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun  mutunya, aman, bergizi, beragam, merata dan terjangkau oleh daya beli keluarga.

Hubungan Status Gizi dengan Ketersediaan pangan

Hubungan Status Gizi dengan Ketersediaan pangan dapat ditunjukkan oleh konsep yang dikeluarkan oleh Unicef bahwa  ketersediaan pangan yang cukup di tingkat rumah tangga akan mempengaruhi dikonsumsi makanan semua anggota keluarga dan selanjutnya status gizi yang baik atau seimbang dapat diperoleh tubuh untuk tumbuh kembang, aktifitas, kecerdasan, pemeliharaan kesehatan, penyembuhan penyakit dan proses  biologis lainnya.

Akibat yang terjadi bila status gizi tidak didukung oleh ketersediaan pangan ditingkat rumah tangga adalah “Gizi Buruk!?” kata peserta pelatihan. Bukan Gizi Buruk, yang pertama-tama terjadi ketika dirumah tangga tidak ada pangan atau makanan untuk dimakan adalah  “Lapar!? ” KELAPARAN.

Kelaparan adalah Rasa “tidak enak” dan sakit akibat kurang atau tidak makan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja diluar kehendak dan terjadi berulang-ulang, serta dalam jangka waktu tertentu menyebabkan penurunan berat badan dan gangguan kesehatan. (E. Kennedy, 2002)

Kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah penduduknya sekitar 396.120 jiwa, sekitar 25%nya dikategorikan miskin, setiap harinya kekurangan pangan, kurang atau tidak cukup untuk dikonsumsi memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya setiap harinya, padahal daerah ini adalah daerah lumbung pangan (padi) di Propinsi Sulawesi Barat. Anehnya keluarga miskin tetap kekurangan pangan, yang paling merasakan adalah anak-anak, setiap hari dapat didengar jeritan kelaparan.

Aaaadedeeeee Kindo’ (adede’ mama)

Monge mie Are’u ( sakiiit perutku)

Talu ngallo Talu bongi mie (tiga hari-tiga malam)

Andiyanga U’mande macoA (saya hanya makan sedikit )

Kelaparan adalah cikal bakal terjadi gizi buruk. Permasalahan gizi buruk yang selalu muncuk di kabupaten Polewali Mandar sebenarnya adalah masalah kemanusiaan. Apabila terjadi gizi buruk disuatu wilayah kabupaten Polewali Mandar, bukan berarti diwilayah ini kekurangan ketersediaan pangan, bukan karena lintas sektoral tidak terlibat, bukan karena pelaksana program gizi dan kesehatan tidak melaksanakan programnya. Masalahnya adalah rasa kemanusiaan, gizi buruk yang terjadi disuatu wilayah, karena masyarakat wilayah tersebut tidak lagi mempunyai rasa kemanusiaan. Jeritan kelaparan anak-anak pada keluarga miskin, tidak didengar, seharusnya sebagai sesama manusia atau sebagai manusia, jeritan kelaparan anak dari keluarga miskin tersebut sebagai jeritan kemanusiaan untuk bisa saling berbagi akan pangan, memenuhi kebutuhan gizinya, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai generasi penerus cita-cita bangsa.

Dalam bentuk PowerPoint anda bisa baca dibawah ini :

Baca juga tulisan terkait
  1. Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)
  2. Pengertian Ilmu Kesehatan Keluarga dan Penerapan Pendidikan Gizi
  3. Pendidikan-Penyuluhan Gizi dan Kesehatan
  4. Apakah Masalah Gizi Itu ?
  5. Patogenesis Penyakit Defisiensi Gizi
  6. Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat

——————————————————

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: