Sasaran Populasi diantara Program Kesehatan dan Profil Kesehatan Tahunan

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.— Perbedaan sasaran populasi pada masing-masing program kesehatan (yang seyogyanya tidak boleh terjadi), nantinya akan disamakan oleh profil kesehatan tahunan, karena sangatlah tidak konsisten bila pada  format laporan kegiatan gizi  dan format laporan kegiatan  imunisasi serta kegiatan lainnya mempunyai jumlah sasaran populasi  yang berbeda pada satu terbitan buku laporan profil kesehatan tahunan.

Merupakan catatan penting penulis ketika mengikuti pertemuan pemutahiran data profil kesehatan tingkat propinsi Sulawesi Barat, mempertemukan pengelola profil kesehatan propinsi,  pengelola profil kesehatan kabupaten dan para pengelola program KIA, Gizi, Imunisasi, Kesehatan Lingkungan, SDM-Kesehatan kabupaten dan propinsi. Pertemuan di laksanakan di Hotel D’Maleo Mamuju Propinsi Sulawesi Barat tanggal 5-7 Februari 2012.Ada beberapa hal yang menjadi perdebatan dalam pertemuan ini diantaranya perdebatan perbedaan dalam penentuan sasaran (populasi) antar kegiatan program dan harus disamakan dalam format laporan yang ada profil kesehatan Kabupaten maupun propinsi, misalnya saja perbedaan sasaran (populasi) bayi sebagai target dalam melaksanakan kegiatan program pelayanan  gizi dan kesehatan bayi lainnya.

Perbedaan sasaran bayi…………..

Adalah perbedaan penentuan sasaran bayi antara pelayanan Imunisasi, pelayanan Neonatus/bayi, ASI Eksklusif. Seharusnya ketiga  kegiatan program kesehatan ini mempunyai jumlah sasaran bayi yang sama dalam tahun  berjalan. Pelayanan Imunisasi dan pelayanan neonatus/bayi bisa dipertemukan dengan menggunakan rumus  Proyeksi Jumlah Bayi tahun berjalan yaitu %CDR x Jumlah penduduk  tahun sebelumnya. Propinsi Sulawesi Barat dan 5 kabupatennya telah menyepakati %CDR sebesar 2.2 %. Namun yang tetap berbeda —–“ngotot”—- adalah kegiatan pemantauan Penggunaan ASI Eksklusif yang menggunakan sasaran (populasi) bayi dengan seperdua dari  jumlah bayi tahun berjalan.

Saya katakan kepada teman-teman para pengelola gizi di tingkat kabupaten maupun propinsi bahwa sasaran (populasi) dari pemberian ASI eksklusif dalam satu tahun adalah bayi usia 0-12 bulan bukan bayi usi 0-6 bulan, mereka tetap tidak mau mengerti, karena pemikiran mereka, bayi dengan ASI eksklusif sebagaimana devinisi operasionalnya yaitu bayi dengan pemberian ASI saja sampai dengan usia 6 bulan oleh karenanya yang menjadi sasaran (populasinya) pertahunnya adalah  bayi 0-6 bulan.

Saya katakan kepada mereka tolonglah difahami “ bayi itu adalah usia 0-12 bulan, bila dalam formulasi sasaran tahun telah ditetapkan 1200 bayi dalam satu tahun itu artinya setiap bulan bayi yang berusia 6 bulan itu sebanyak 100 bayi hingga dalam satu tahun (12 bulan) adalah 100 x 12 bulan = 1200 bayi”.  Jadi tetap sasaran (populasi) dari ASI Eksklusif  dalam satu tahun itu adalah bayi usia 0-12 bulan sebagai penentuan operasional indikatornya yang ada dalam profil kesehatan, bukan bayi dengan usia 0-6 bulan. Karena kalau demikian setiap bulannya ada 100 bayi ada bayi yang berusia 6 bulan itu berarti hanya ada bulan saja yang dicakup.

Tetapi mereka tetaplah tidak mengerti, mereka tetap membagi hasil cakupan ASI eksklusif dengan membagi  sasaran bayi dalam satu tahun menjadi seperduanya yaitu dari 1200 bayi (usia 0-12bulan) menjadi 600 bayi (usia 0-6) bulan. Mereka mengatakan “ketika  bayi baru lahir mereka akan menganjurkan untuk ibunya memberikan ASI saja, terus bulanya berikutnya mereka mengontrolnya kembali untuk tetap memberikan ASI saja dan seterusnya sampai usia 6 bulan, bila sang bayi tetap mendapatkan ASI saja mereka akan mencatatnya sebagai ASI Eksklusif”. Sebenarnya penjelasan ini ada benarnya, tetapi mereka tidak mengerti, mereka tidak mengetahui bahwa pada saat ada bayi baru lahir, pada saat bersamaan ada juga bayi yang berumur 6 bulan dan ada juga  telah berumur 7 bulan.

Laporan program kesehatan (Gizi, KIA-KB, Imunisasi dan yang lainnya), yang dibuat dalam satu tahun merupakan  rekapan rekapitulasi bulanan selama setahun ( Januari s/d Desember)  ada rekapitulasi yang bersifat absolut komulatif ada juga yang bersifat  absolut rata-rata komulatif,  sasaran populasi kegiatannya menggunakan proyeksi dari jumlah penduduk tahun sebelumnya misalnya sasaran ibu hamil, ibu bersalin/nifas, bayi dan anak balita serta sasaran populasi lainnya, sasaran-sasaran populasi ini  merupakan target yang harus dicapai sesuai dengan target dari Standar Pelayanan Kesehatan  (SPM-Kesehatan) yang diberikan. Sasaran target ini hanya menunjukkan jumlah tetapi tidak menunjukkan by name, bayi addres and bayi services.  Oleh karenanya laporan Program tahunan dibuat seharusnya dapat menyesuaikan dengan sasaran populasi yang sudah jelas bayi name, bayi addres dan bayi services  termasuk jumlah penduduk setalah satu tahun berjalan.

Pada Profil Kesehatan Kabupaten ataupun Profil Kesehatan Propinsi yang diterbitkan pada awal tahun atau tepatnya akhir bulan Maret atau awal bulan April tahun berjalan. Isi profil memuat hasil-hasil kegiatan pelayanan kesehatan tahun sebelumnya dengan sasaran penduduk 1 tahun sebelumnya. Bila tahun sekarang adalah tahun 2012 maka isi profil adalah kegiatan tahun 2011  dengan sasaran penduduk menggunakan tahun 2010. Sasaran pendudukan ini biasanya digunakan untuk memproyeksi sasaran  bayi, ibu hamil, ibu bersalin/nifas dan balita serta  beberapa  perkiraan kasus penyakit sebagai target dalam pelaksanaan  pelayanan kesehatan di tahun 2011.

Publikasi Jumlah penduduk selalu terlambat……………

Beberapa permasalahan penyusunan profil kesehatan yang muncul setiap tahunnya adalah penentuan jumlah penduduk. BPS sebagai institusi yang diberi tanggung jawab dalam penentuan jumlah penduduk biasanya mempublikasikan pada  pertengahan tahun, sehingga profil  kesehatan walaupun telah selesai semua format-format isiannya kecuali jumlah penduduk terpaksa harus mempublikasikannya di pertengahan tahun juga. Penentuan jumlah penduduk ini akan menggantikan jumlah penduduk dua tahun sebelumnya yang digunakan sebagai target cakupan pelayanan, sehingga tidak mengherankan kalau kemudian laporan  hasil cakupan pelayanan kesehatan pada profil  kesehatan akan memunculkan perbedaan  dengan hasil cakupan pelayanan yang ada pada masing-masing program kesehatan.

Salah satu perubahan terjadi adalah Sasaran bayi dan balita, yang sebelumya menggunakan sasaran bayi dan balita hasil rumusan proyeksi akan terganti dengan  jumlah bayi  dan balita yang terdapat  jumlah penduduk dengan kelompok umur  0-1  tahun dan kelompok umur 1-4 tahun. Bila jumlah bayi (0-1 tahun) tidak didapatkan dalam jumlah penduduk kelompok umur 0-1 tahun, dalam format profil kesehatan jumlah bayi  bisa juga menggunakan jumlah kelahiran hidup  yang tercatat yang didapat ditahun bersangkutan sebagai sasaran jumlah bayinya.

Perbedaan cakupan  pelayanan kesehatan ini harus dapat diterima oleh masing-masing program, karena pada subtansinya angka-angka absolut pelayanan kesehatan dalam format-format  cakupan pelayanan tetaplah sama dengan angka-angka absolut yang ada pada masing-masing program pelayanan kesehatan. Perbedaan sasaran pada masing-masing program kesehatan (yang seyogyanya tidak boleh terjadi) akan disamakan oleh profil kesehatan tahunan, karena sangatlah tidak konsisten bila pada  format laporan kegiatan gizi  dan format laporan kegiatan  imunisasi serta kegiatan lainnya mempunyai jumlah sasaran populasi  yang berbeda dalam satu terbitan buku laporan profil kesehatan tahunan.

Terlihat bahwa Perbedaan  cakupan pelayanan kesehatan antara laporan profil program tahunan dan laporan  profil kesehatan tahunan  adalah  Pada laporan profil program kesehatan tahunan cenderung mengarahkan kegiatannya pada capaian pelayanan kesehatan yang setinggi-tingginya atau setidaknya dapat mencapai target yang diinginkan pada capaian standar pelayanan minimal kesehatan (SPM-Kesehatan), sementara pada laporan profil kesehatan tahunan capaian pelayanan atau cakupan pelayanan hanya untuk melihat trend (kecenderungan), perbandingan, hubungan, arti dan makna angka-angka yang didapat dalam pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan.

Catatan penting……………..

Hal yang terpenting yang perlu dicatat dalam pertemuan pemutahiran data tingkat propinsi yang menghadirkan para pelaksanan program kabupaten dan propinsi se Sulawesi Barat adalah bahwa laporan profil kesehatan tahunan (baik kabupaten dan propinsi) memberikan gambaran hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang telah dilakukan atau lebih yang lebih menekankan pada hasil kegiatan bukan pada hasil cakupan pelayanan, karena hasil cakupan pelayanan yang tinggi  yang tidak disertai dengan adanya kualitas pelayanan prima sudah pasti tidak akan menunjukkan hasil  kegiatan yang efektif dan efisien.

Para  pelaksana program  seyogyanya  mengarahkan para petugas pelayanan kesehatan (provider kesehatan) untuk lebih meningkatkan kualitas (mutu) kegiatan programnya, sehingga hasilnya lebih mempunyai daya ungkit yang besar untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya yaitu terwujudkan keadaan sehat jasmani, rohani dan spritual serta sosial yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Baca juga tulisan terkait

———————————————————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: