Laporan Dari Pembukaan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal yang diselenggarakan P2KP-KR Polewali Mandar bagi 10 Bidan Kab. Mamuju Propinsi Sulawesi Barat tanggal 27 Oktober s/d 4 November 2011

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.—Di Kabupaten Mamuju Propinsi Sulawesi Barat Angka Kematian ibu  masih sering terjadi, salah satu penyebabnya adalah keterampilan penolong persalinan  dalam menerapkan asuhan persalinan normal yang masih sangat kurang (rata-rata 60%). Kematian sering terjadi pada menjelang 7 hari sebelum persalinan dan 7 hari setelah persalinan. Salah satunya cara yang sangat efektif untuk mengatasi masalah ini adalah melatih bidan-bidan dengan asuhan persalinan normal. Demikian laporan dari penulis pada acara pembukaan, perkenalan-kekhawatiran peserta, gambaran umum pelatihan Asuhan Persalinan Normal yang di Selenggarakan oleh P2KT-KR Polewali Mandar, yang akan dilaksanakan dari tanggal 27 Oktober s/d 4 November 2011.

Dari pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN)  yang dilaksanakan oleh Pusat Pelatihan Klinis Primer Kesehatan Reproduksi Kerja (P2KP-KR) Polewali Mandar  kerja sama  dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju. Pelatihan ini dilaksanakan selama 8 hari (4 hari teori dan 4 hari praktek) bertempat di Ruang Konsultasi bagian Obstetrik Ginekologi RSUD Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini lebih menekankan pada proses Latihan akuisisi pada model anatomi dan praktek pada klien.

Pada acara Pembukaan yang dilakukan oleh Direktur P2KP Polewali Mandar dr. H. Anas Budi, Sp.OG, MARS, didampingi para pelatih dan pengelola P2KP-KR Polewali Mandar. Dr. Anas Budi mengatakan pelatihan Asuhan Persalinan Normal ini menekankan pentingnya pelatihan  bagi bidan  untuk dapat melakukan pelayanan maksimal, sehat dan aman, patuh terhadap standar pelayanan yang telah ditetapkan dan selalu memperbaiki kinerjanya. Ini semua dapat diperoleh melalui Pelatihan APN merupakan tanggung jawab P2KP-KR dengan keterampilan dan pengalaman yang sudah dimiliki, mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan  peserta pelatihan dalam melakukan APN. Ada memang  kekhwatiran peserta ketika acara  harapan dan kekhawatiran peserta, kekhawatiran itu adalah

  1. Tempat kerja bidan yang tidak memiliki Fasilitas  untuk melaksanakan Asuhan Persalinan Normal
  2. Tempat kerja yang  berada pada Lokasi yang jauh
  3. Pengetahuan masyarakat yang kurang, membuat penerapan APN tidak bisa diterapkan
  4. Kepercayaaan masyarakat masih pada dukun sehingga APN tidak bisa diterapkan
  5. Beberapa bidan yang belum mengikuti pelatihan APN belum bisa  menerima peserta yang telah menerapkan APN.
  6. Pengalaman yang masih kurang

Namun dari kekhawatiran  ini ada harapan dari peserta yaitu dapat menerapkan APN di tempat tugas, menambah pengetahuan, keterampilan dan skil serta bisa berbagi pengetahuan APN dengan bidan lain.

Gambaran Umum Pelatihan APN

APN ini bermula dari berbagai permasalahan  pelayanan berkualitas  yang  sangat dipengaruhi oleh pengambil kebijakan, masyarakat dan pemberi pelayanan yang kemudian berdasarkan hasil kajian dan beberapa percobahan intervensi dalam penerapan asuhan persalinan normal maka didapatkan bahwa

  • Elemen pemberi pelayanan  dapat memfokuskan pada upaya perbaikan kesenjangan kinerja dan Perbaikan dilakukan melalui pelatihan
  • Diperlukan metode pelatihan yang dapat menjamin pencapaian kompetensi teknis dan perubahan perilaku petugas dalam waktu yang relatif singkat

Dengan penerapan APN bagi semua tenaga-tenaga penolong persalinan professional khususnya bidan-bidan yang bekerja pada masyarakat, maka pada dasarnya dapat menekan angka kemtaian ibu dan bayi ditempat kerjanya, ini semua akan mempengaruhi jumlah kematian di tingkat kabupaten, propinsi dan bahkan nasional.

Dari catatan P2KP-KR Polewali Mandar, penyebab kematian ibu di Polewali Mandar terbesar adalah pendarahan masih merupakan penyebab utama disamping penyebab-penyebab lain  yang masih sering ditemukan diantaranya Infeksi, Partus lama, Eklampsia, abostus dan penyebab  secara  klinis maupun non klinis.

Yang terpenting dari kematian ibu ini adalah waktu kejadian kematian ibu sendiri terjadi pada saat-saat 7 hari sampai dengan partus terjadi, dan beberapa waktu ( 7 hari setelah bersalin)  seperti yang diperlihatkan pada data  6 tahun terakhir jumlah kematian ibu di Polewali Mandar.

Pada waktu-waktu tersebut merupakan waktu yang harus diwaspadai seorang bidan ketika akan melakukan persiapan persalinan maupun pasca persalinan walaupun data-data pelayanan K1-K4 telah dipenuhi oleh seorang ibu yang akan melahirkan. Disini keterampilan  bidan sangat menentukan dalam keselamatan ibu melahirkan, sebagai juga diperlihat oleh data  dari berbagai Negara terhadap  Hubungan antara Penolong Terampil dan Angka Kematian Ibu.

Dijelaskan pada gambar bahwa semakin kurang keterampilan seorang penolong persalinan maka presentase kematian ibu akan semakin banyak dan semakin baik keterampilan seorang penolong persalinan.

Keterampilan bagi seorang penolong persalinan  sangat penting. Hasil pritest bagi bidan yang mengikuti pelatihan APN ini, setidaknya bisa menunjukkan pengetahuan akan terampilan menolong persalinan Yaitu Rata-rata 60.75  dari  jumlah 100 yang diharapkan, pengetahuan dan keterampilan tersebut adalah

  1. –          Pencegahan Infeksi  = 70 %
  2. –          Kala I = 55%
  3. –          Kala II = 80%
  4. –          Asuhan Bayi Baru Lahir = 55%
  5. –          Resusitasi = 38%
  6. –          Kala III dan IV =  56%

Asuhan Persalinan Normal (APN) itu sendiri sebenarnya dapat menjawab permasalahan keterampilan ini. Asuhan Persalinan Normal dapat dilakukan melalui pelatihan dalam jangka waktu yang singkat terutama bagi bidan-bidan yang telah bekerja atau akan akan bekerja di tengah-tengah masyarakat.

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal sebenarnya adalah  Pelatihan klinik berbasis kompetensi, baik in-service dan pre-service. Materi lengkap dalam format sederhana. Akuisisi pada model yang berlanjut pada kompetensi pada klien. Ketat dalam menerapkan standar tetapi luwes dalam proses. Fokus pada 5 benang merah (Membuat Keputusan Klinik, Sayang Ibu dan Bayi, Pencegahan Infeksi, Dokumentasi/Rekam Medik, Sistem Rujukan)

Materi  dalam pelatihan ini adalah Lima Benang Merah Asuhan Persalinan Normal, Pencegahan Infeksi, Kala I-IV Persalinan termasuk penggunaan partograf, posisi dan pimpinan meneran, manajemen aktif kala III, Asuhan Bayi Baru Lahir  dan Pengenalan Dini dan Penanganan Awal Komplikasi Persalinan

Peserta dalam Pelatiahan APN ini bidan-bidan yang bekerja di iwlayah Kabupaten Mamuju Propinsi Sulawesi Barat  yaitu

  1. Nurhikmah (Hikma). Tempat Kerja : Puskesmas Pangale Kecamatan Pangale. Tempat Tanggal lahir : Bonde 12 Januari 1987
  2. Sri Lestari, Amd.Keb (Tari). Tempat kerja : PKM Salugatta Kecamatan Budong-Budong. Tempat Tanggal Lahir : Polo Pangale, 24 Maret 1988
  3. A. Riska. MB Amd.Keb (Riska). Tempat Kerja :  Mifta Medical Clinik  Polewali,  Tempat dan tanggal lahir : Matakali 05-12 1989
  4. ST. Hanira, Amd.Keb (Ira). Tempat Kerja : Puskesmas Polo Camba Kecamatan Pangale Tempat tanggal lahir : Oting, 29 Maret 1988
  5. Reskiyani Amd.Keb (Eky). Tempat Kerja : Puskesmas Dungkait Kecamatan Tapalang Barat. Tempat tanggal lahir : Limbung 2 Mei 1986
  6. Mursyidah Muchtar, Amd Keb (Ida). Tempat Kerja : Puskesmas Topoyo Kecamatan Topoyo. Tempat Tanggal Lahir : Palopo, 8 Juli 1982
  7. Hesti Widayani Amd.Keb (Hesti). Tempat Kerja : Puskesmas Karama Kecamatan Karama. Tempat Tanggal lahir : Mamuju, 10 Desember 1983
  8. Hasrawati Amd.Keb (Asra). Tempat Kerja : Puskesmas Kalumpang Kecamatan Kalumpang. Tempat tanggal lahir : Sumua, 1 Januari 1988
  9. Sahariah, Amd.Keb (Ria). Tempat kerja : Puskesmas Dungkait Kecamatan Tapalang Barat. Tempat Tanggal lahir : Pure 10 April 1987
  10. Nurjanna (Janna). Tempat kerja :  Puskesmas Salupangkang Kecamatan Topoyo. Tempat tanggal lahir :  Toraja, 6 Agustus 1973

Pelatih

  1. Dr. Anas Budi, Sp.OG, MARS
  2. Dr. Mardihiyah, SPOG. M.Kes
  3. Dr. Anita
  4. Jusma, Am .Keb
  5. Fatmawati, Am.Keb

Pengelola

  1. Arsad Rahim Ali, SKM
  2. Hj. Mudra, SKM
  3. H. Kamariah Muhammad

Kualifikasi pelatihan  yang diselenggarakan oleh P2KP-KR Polewali Mandar ini adalah Dilakukan oleh Qualified Clinical Trainer setelah mendapat masukan tentang kinerja pengetahuan dari Classroom Preceptor dan kinerja keterampilan dari Clinical Instructor atau hasil evaluasi langsung QCT. Evaluasinya dengan Menggunakan Performance Assessment Tools dan Lembar Penilaian Pengamatan Lanjut Pascapelatihan dan Lembar Rekomendasi Pelatih. Agar lebih detail dilakukan juga Pengamatan langsung dan terjadwal pada saat praktek klien.

Hasil yang diharapkan dari Pelatihan APN

Petugas pelaksana yang terampil, dapat memahami dan mengaplikasikan konsep sayang ibu dan bayi, Patuh terhadap standar pelayanan yang telah ditetapkan dan selalu memperbaiki kinerjanya. Dapat menunjukkan profesionalisme yang tinggi dan berperilaku baik (contoh bagi sejawat). Membangun partisipasi dan sahabat masyarakat

Kesimpulan

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) yang diselenggarakan oleh P2KP-KR Polewali Mandar  merupakan media untuk mewujudkan petugas yang handal dan kualitas pelayanan yang tinggi. Materi dan proses pelatihan telah dirancang untuk menghasilkan perbaikan kinerja petugas dalam waktu yang relatif singkat. Dijalankan secara berkesinambungan, menghargai hak klien dan menghargai peran serta masyarakat.

Baca juga tulisan terkait

  1. Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eksklusif di Polewali Mandar
  2. Pelatihan Asuhan Persalinan Normal II, P2KP Polewali Mandar
  3. Kepedulian pada Persalinan Ibu Masih Sangat Rendah.
  4. P2KP Polewali Mandar dan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal
  5. Identifikasi Kematian Ibu Karena Pendarahan di Polewali Mandar
  6. Capaian MDGs Peningkatan Kesehatan Ibu di Polewali Mandar
  7. Bakal Calon Wadah P2KP Polewali Mandar Telah Mati Sebelum Berkembang.

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

One Response to Laporan Dari Pembukaan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

  1. niswayanti mengatakan:

    kpan lagi ada pelatihan APN nya

    arali2008 menjawab
    Pelatiah APN di P2KP Polewali Mandar dilakukan setiap saat setelah pendaftar cukup 15-17 peserta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: