Ke Jakarta Survei Harga Alat Kesehatan

Salah Satu Alat Kesehatan (USG 4 Dimensi) yang bakal dimiliki RSUD Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat

Polewali Mandar Sulawesi Barat, @arali2008.– Telah dilakukan Survei Harga Alat Kesehatan dengan tujuan ingin mendapatkan harga alat kesehatan yang akan dipergunakan untuk penentuan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) dan untuk dipergunakan dalam penyusunan harga dalam perencanaan pengadaan alat kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar khususnya Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar. Survei dilakukan di Jakarta dengan mengunjungi beberapa perusahan (pabrik) agen tunggal  pemberi dukungan dan jaminan kepada badan usaha bidang pekerjaan pengadaan barang alat kesehatan yang akan mengikuti pelelangan di Daerah Polewali Mandar. Hasilnya didapatkan harga peralatan kesehatan dengan harga frongko Polewali. Dari hasil survei harga ini disimpulkan bahwa dalam perencanaan alat kesehatan seyogyanya sebelum disusun penganggarannya terlebuh dahulu harus dilakukan survei harga, karena sangat penting untuk mendapat harga yang sesuai kualitas dan kuantitas dan sangat penting untuk penentuan harga sendiri dalam rencana pengadaan alat kesehatan melalui proses pelelangan.  Bila survei tidak dilakukan, sering ditemukan harga alat kesehatan yang tidak sesuai dan kemudian berdampak pada tersedia alat kesehatan yang tidak memiliki kualitas dan kuantitas yang layak dipergunakan  di sarana-sarana kesehatan yang ada di Polewali Mandar.

Agak sedikit berbeda dengan kunjungan pertama penulis ketika melakukan survey harga alat kesehatan ke Jakarta tiga tahun lalu dengan kunjungan survey harga kali ini. Pada kunjungan survey harga alat kesehatan tiga tahun lalu, survey harga seakan-akan  dilakukan hanya untuk memenuhi syarat terhadap rencana pengadaan  alat kesehatan yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar. Rincian anggaran rencana pengadaan alat kesehatan sudah termuat dalam DPA-Kesehatan APBD Polewali Mandar, baru kemudian dilakukan survey harga, otomatis harga yang didapatkan tidak akan lagi mempengaruhi penentuan harga yang sudah tercantung dalam DPA-APBD (pengadaan alat kesehatan) pada SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar. Hasil survey harga alat kesehatan tersebut hanya berguna untuk perencanaan anggaran alat kesehatan untuk tahun berikutnya.

Belajar dari pengalaman tersebut, pada survey harga kesehatan tahun ini disamping untuk perencanaan anggaran alat kesehatan  tahun 2011 juga untuk dipergunakan dalam perencanaan anggaran alat kesehatan tahun 2012. terpenting juga dari survei harga  alat kesehatan di Jakarta ini adalah  mencoba membuka dialog dengan perusahan-perusahan pemberi dukungan kepada rekanan-rekanan yang selalu  mengikuti pelelangan pengadaan alat kesehatan di Polewali Mandar

Survei ini dilaksanakan tanggal  6 -7 Oktober 2011 dilakukan oleh penulis mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dan dua petugas dari Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar (Pak Bahtiar dan Pak H. Muslimin).

Survei ini bertujuan mendapatkan data dan gambaran alat-alat kesehatan dari sumber langsung pemberi dukungan (pabrik atau agen tunggal), memberi garansi dan jaminan, yang dibangun dan bereputasi (berkedudukan di Jakarta) baik yang berproduksi ataupun mengagensikan produknya kepada pada penyalurnya. Secara khusus survei ini bertujuan untuk penyusunan perencanaan anggaran pengadaan alat kesehatan tahun 2011 dan tahun 2012 pada Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar termasuk juga  Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah Polewali Mandar yang dapat memberikan layanan laboratorium klinik dan mikrobiologi.

Survey harga alat kesehatan  ini meliputi tiga komponen yaitu

  1. Alat-alat kesehatan yang dapat dipergunakan —– dibutuhkan dan diinginkan—— oleh Dinas Kesehatan pada unit-unit pelayanan puskesmasnya dan beberapa alat kesehatan yang akan dipergunakan——— dibutuhkan dan diinginkan—— Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) Polewali Mandar. Alat-alat kesehatan yang dibutuhkan dan diinginkan ini kemudian dibandingkan dengan alat-alat kesehatan yang dapat disediakan oleh perusahan-perusahan alat kesehatan yang akan memberikan dukungan  atau penunjukkan kepada  rekanan-rekanan (CV atau PT) bidang usaha menyediakan alat kesehatan (Bidang pemasokan barang sub bidang alat kesehatan) untuk ikut pelelangan pengadaan alat kesehatan, mempunyai Surat Keterangan PAK/ Sub PAK yang masih berlaku.
  2. Mendapatkan Spesifikasi alat-alat kesehatan, type, brand (merek dan asal Negara produsen) dan harga satuannya, agar mempunyai kualitas dan kuantitas yang dapat dipertanggung jawabkan oleh Produsen, distributor atau penyedia dan pengguna alat kesehatan oleh Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.
  3. Mendapatkan penjelasan langsung dari  tehnisi alat-alat kesehatan yang butuhkan dan diinginkan unit-unit pelayanan kesehatan, terutama fungsi dan kegunaannya serta petugas kesehatan  dalam penggunaannya. Hal ini sangatlah penting dalam hal perencanaan pelatihan tehnis terhadap alat-alat kesehatan yang akan dipergunakan oleh petugas dalam pelayanan kesehatan kepada pasien.

Salah Gedung Baru dalam pengembangan RSUD Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat, haruslah ditunjang dengan penyediaan alat kesehatan.

Dalam kunjungan survey harga dan alat kesehatan ini, sebenarnya Dinas Kesehatan ataupun Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar sudah harus bisa menjalin kerja sama dengan perusahan-perusahan yang menyediakan alat-alat kesehatan  termasuk laboratoriumnya, sehingga ketika dilakukan pengadaan alat kesehatan melalui proses pelelangan, para rekanan yang ikut dalam pelelangan alat kesehatan  tidak bisa lagi  dengan seenaknya  menawarkan alat kesehatan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, type, merek dan produsen serta harga, termasuk juga para PPK (pejabat pembuat komitmennya) dalam perencanakan penggadaan alat kesehatan melalui dana APBD maupun APBN.

Akan sangat sulit bila kerja sama ini tidak dilakukan, para perusahan-perusahan  alat kesehatan  kadang ditemukan pada unit-unit pelayanan kesehatan, alat kesehatannya tidak dapat dipergunakan dengan baik dan benar  sehingga rusak, kadang juga alat kesehatan tersebut  belum digunakan tetapi sudah rusak dimakan waktu. Hal ini terjadi karena para rekanan yang menggunakan perusahan-perusahan alat kesehatan tersebut  sudah  selesai masa kontrak pengadaannya termasuk  telah selesai masa pemeliharaannya dengan pengguna alat kesehatan (Dinas Kesehatan dan RSUD pemerintah), Sementara perusahan-perusahan penyedia alat kesehatan sebagai pemberi dukungan selalu siap untuk menjamin produknya dapat bermanfaat sesuai dengan fungsinya.

Beberapa hasil  yang dapat menjadi pelajaran adalah

  1. Produk yang ditawarkan adalah 100% dalam keadaan baru dan kondisi baik
  2. Memiliki tenaga ahli/tehnisi yang cakap dan terlatih untuk melaksanakan uji coba dan atau uji fungsi
  3. Bersedia memberi jaminan garansi kurang lebih selama 1 tahun sejak barang diterima dilokasi
  4. Bersedia memberi jaminan pelayanan purna jual berupa suku cadang masih diproduksi dalam masa  5 (lima) tahun
  5. Menyediakan workshop dan tehnisi untuk perbaikan dan pemeliharaan alat kesehatan
  6. Memberikan pelatihan pada operator (user) pada petugas yang ditunjuk dan bersedia menyediakan dan menyerahkan Operating Manual Book (Pedoman Operasional Alat) dalam bahasa Indonesia

“Sayang sekali pak! Bila alat kesehatan yang mahal ini dibeli dengan mahal dan tidak dapat digunakan dengan baik oleh tenaga dan unit kesehatan” demikian dikatakan oleh salah seorang staf ahli (tehnisi) dari perusahan alat kesehatan yang dikunjungi  penulis kali ini.

Dari hasil survei harga ini disimpulkan bahwa dalam perencanaan alat kesehatan seyogyanya sebelum disusun penganggarannya terlebuh dahulu harus dilakukan survei harga, karena sangat penting untuk mendapat harga yang sesuai kualitas dan kuantitas dan sangat penting untuk penentuan harga sendiri dalam rencana pengadaan alat kesehatan melalui proses pelelangan.  Bila survei tidak dilakukan, sering ditemukan harga alat kesehatan yang tidak sesuai dan kemudian berdampak pada tersedia alat kesehatan yang tidak memiliki kualitas dan kuantitas yang layak dipergunakan  di sarana-sarana kesehatan yang ada di Polewali Mandar.

Baca juga tulis terkait

  1. Menghitung Kebutuhan Obat dan Bahan Habis Pakai Puskesmas
  2. Dari Pertemuan Jamkesmas 2008. ke Survai Harga Alat Kesehatan untuk HPS
  3. Standart Harga Alat Kesehatan Puskesmas tahun 2009
  4. Pengelolaan Obat, Alat dan Bahan Habis Pakai Puskesmas
  5. Dibalik Pengadaan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Polewali Mandar
  6. Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia
  7. Mengetuai, Memproses dan Menetapkan Pemenang Pengadaan Obat

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: